
Di kota kekaisaran malam, terlihat banyak orang berkeliaran di malam hari menikmati pemandangan yang bercahaya dari lampu-lampu kota.
Terlihat seorang pemuda berambut putih berjalan ke sebuah gang menemui seorang pria tua. Pemuda itu terlihat menyeret seseorang dengan tangan kanannya.
"Aku sudah melakukan apa yang kau suruh" Pemuda itu melempar orang ditangan kanannya hingga jatuh tepat didepan pria tua.
Pria tua itu hanya mengangguk dan tersenyum lalu membawa orang itu pergi.
Ting*(Misi selesai : Hadiah diterima)
Mendapat sebuah jubah gelap, pedang besi, 1 gold dan 1.000 exp.
Pemuda itu mengangguk puas lalu pergi dari gang tersebut. Dia berjalan menuju gerbang. Didepan gerbang, dia dihalangi oleh para penjaga.
"Apa yang ingin anda lakukan?" tanya seorang penjaga mendekati pemuda.
"Saya ingin keluar untuk berburu binatang" pemuda itu dengan tenang melirik penjaga. "Baiklah kalau begItu, anda bisa keluar sekarang" para penjaga membiarkan pemuda itu berjalan keluar gerbang.
Pemuda itu terus berjalan hingga sampai didepan sebuah hutan yang sangat suram. Pemuda itu melirik ke sekelilingnya.
"Mari berburu" pemuda itu tersenyum dan berjalan masuk kedalam hutan.
***
Di lapangan pelatihan istana, Accel dan Dany sudah berdiri menghadap instruktur mereka. Sedangkan William baru saja datang.
"Push up 50x sekarang" perintah Instruktur kejam.
William meneguk ludahnya dan melakukan push up 50x. Accel dan Dany dalam hati bersyukur untuk datang lebih awal.
"Perlu kalian ketahui, untuk meningkatkan level kalian, kalian bisa membunuh monster atau melakukan quest" ucap Instruktur memberi tahu mereka.
"Bagaimana kita bisa mendapat atau mempelajari skill, instruktur?" tanya Dany.
"Kalian bisa mendapatkan mendapat atau mempelajari skill dari perpustakaan, drop monster atau dari seorang instruktur seperti saya" Instruktur memandangi William yang telah selesai melakukan push up.
Dany terlihat ingin bertanya lagi tapi dihentikan oleh ucapan instruktur "Sebelum kalian bertanya lagi, silahkan lakukan push 50x, sit up 50x"
William yang mendengar ucapan instruktur melongo tapi dengan cepat melakukan push up dan sit up begitu juga dengan Accel dan Dany.
Setelah melakukan perintah instruktur, Dany ingin bertanya tapi berhenti setelah mendengar ucapan instruktur.
"Kalian juga bisa membuat skill sendiri, tapi biasanya yang bisa membuat skill sendiri hanya seorang genius" ucap instruktur membuat mereka merinding.
"Ada pertanyaan?" tanya Instruktur.
Dany langsung ingin bertanya tapi berhenti lagi mendengar perintah instruktur. Dia mengutuk instruktur dalam hatinya.
"Sebelum bertanya silahkan lakukan push up 100x, sit up 100x, sqout jump 100x, lari sekeliling lapangan 10x, pull up 100x" perintah instruktur membuat mereka merinding ngeri.
Mereka mengumpat dalam hati "Kenapa gak sekalian membunuh kami?".
Dengan terpaksa mereka melakukan perintah instruktur. Mereka melakukannya hingga sore hari. Mereka terlihat sangat kelelahan.
__ADS_1
"Cuma begini saja kalian sudah kelelahan? Sungguh lemah" ejek instruktur membuat William dan Dany marah tapi di tahan Accel.
"Instruktur, apa itu skill bawaan?" tanya Accel.
"Skill bawaan merupakan skill yang dimiliki dari lahir. Skill bawaan berbeda dari skill biasa karena itu sesuai dengan kepribadian yang dimiliki. Skill bawaan juga sangat kuat dari skill biasa. Orang yang memiliki skill bawaan tentu sangat dihargai. Tak setiap orang bisa memiliki skill bawaan" jawab Instruktur dengan heran tapi menghilang dengan cepat.
"Instruktur, bisakah kami beristirahat?" tanya William yang terlihat sangat kelelahan.
Instruktur tersenyum misterius mendengar pertanyaan William yang membuat mereka lagi-lagi merinding. William terlihat menyesal bertanya.
"Jika kalian ingin beristirahat, kalian harus mengalahkan saya. Jika kalian bisa menyentuh atau mengenai serangan ke diriku, kalian menang" ucap Instruktur menantang mereka.
"Baiklah, aku setuju" Accel dengan cepat membalas.
William dan Dany terkejut mendengar ucapan Accel. Mereka bingung dan heran mengapa Accel menyetujui tantangan instruktur mereka.
"Kita tidak punya pilihan, lebih baik kita bertarung dari pada melakukan latihan kejam yang diberikannya. Dany, William, tunjukkan status kalian, aku akan menyusun rencana" Accel menjelaskan alasan kepada mereka.
William dan Dany mengerti maksud Accel dan dengan cepat melakukan perintahnya.
\*\*\*\*
\(Status\)
Nama : William
Ras : Manusia
Level : 1
HP : 300
MP: 150
(Str 9)(Int 4)(Vit 9)(Agi 8)(Dex 7)
Peralatan : pelindung kulit, pedang kayu
Skill bawaan : Anak Kilat
Skill : Tebasan kilat
****
\*\*\*\*
\(Status\)
__ADS_1
Nama : Dany
Ras : Manusia
Level : 1
Kelas : Penyihir Api
HP : 150
MP: 300
(Str 3)(Int 11)(Vit 5)(Agi 6)(Dex 9)
Peralatan : Pelindung kulit, tongkat kayu
Skill bawaan : Blue Flame, Blue Lava
Skill : Bola Api
****
"Baiklah, jadi William akan menahan Instruktur, Dany menyerang dari kejauhan, sedangkan aku mengincar titik lemah instruktur" ucap Accel menyusun rencana.
William dengan cepat maju memegang pedang kayu menyerang Instruktur. Instruktur menyambut serangan William dengan santai menggunakan pedang kayunya. Dany melantunkan mantra bola api yang menyerang di beberapa bagian instruktur yang terbuka.
Instruktur terus menghindari serangan William dan Dany, tanpa disadari Accel sudah berada di belakangnya yang dari tadi menggunakan skill sembunyi. Dia menyerang dengan pedang kayu. Instruktur yang merasakan sesuatu di belakangnya langsung melakukan serangan berputar yang membuat William dan Accel terdorong mundur.
"Lumayan" puji Instruktur.
Dany yang daritadi mencari posisi tiba-tiba menembakkan rentetan bola api ke instruktur. Instruktur terkejut, dia segera menghindar ke belakang. Dia merasakan sebuah serangan dari belakang dan berusaha menghindar ke samping. Lagi-lagi dia di sambut oleh William yang sudah bersiap menyerang.
Melihat rangkaian serangan membuat instruktur tersenyum. Tiba-tiba instruktur menendang Accel yang berada di belakangnya. Memanfaatkan dorongan dari tendangan untuk menghantam William. William terdorong mundur karena hantaman pedang.
Instruktur dengan segera mencengkram tangan William dan melemparnya ke Dany yang melantunkan mantra. William menghantam tubuh Dany yang menyebabkan mereka terlempar 2 meter.
William yang merasa kelelahan berdiri dengan susah payah. William memandangi instruktur dengan tajam. Dia mencengkram pedangnya dengan erat. Petir terlihat disekitarnya. William mempersiapkan posisi dan maju menyerang. Rangaian serangan diluncurkan William ke instruktur dengan cepat.
Accel yang melihat William yang menyerang juga mencengkram pedangnya. Dia melakukan blink dan muncul di belakang instruktur untuk melakukan serangan di titik lemah.
Instruktur yang merasakan rangkaian serangan Accel dan William akhirnya serius. Dia menyerang dengan tenaga yang luar biasa yang membuat William dan Accel terdorong mundur.
William yang merasa tidak cocok beradu pedang memutuskan untuk menyerang tanpa adu kekuatan, menghindari pedang untuk bertemu. Accel juga hanya menyerang ketika instruktur ingin menyambut serangan William. Teknik Accel dan William membuat kagum instruktur.
Dany yang melihat teman-temannya serius, akhirnya memutuskan untuk serius juga. Api yang semula berwarna oren berubah menjadi biru. Dany melepaskan bola api ke arah instruktur. Api yang semula hanya menyerang lurus sekarang bergerak menyerang titik terbuka.
Instruktur mengagumi koordinasi mereka. Dia hampir terkena serangan karena kerja sama tim yang mengerikan.
Di dalam hati Accel, William dan Dany hanya ada satu hal "Kami ingin beristirahat instruktur sial".
Instruktur yang akhirnya lengah terkena serangan dari Accel. Akhirnya mereka bergerak mundur.
__ADS_1
"Baiklah, kalian bisa beristirahat" ucap instruktur membuat mereka bersorak gembira sebelum pingsan karena kelelahan.