Night Raid Unknown

Night Raid Unknown
Dungeon Num IV


__ADS_3

>>>[(Quest)]<<<


Tahan semua musuh. Lindungi William untuk bisa berbicara dengan Elvina di alam bawah sadarnya. Quest selesai jika William berhasil kembali.


William Kembali(0/1)


Batas waktu : 5 menit


>>>[(Unknown)]<<<


Accel dan Dany sekarang mengerti apa yang terjadi. Mereka mengetahui alasan kenapa William sangat serius.


***


"Kamu kembali" Elvina menyambut kedatangan William.


William memberikan jantung Zombie Titan ke Elvina. Elvina mengambil jantung tersebut dengan perasaan sedih. Susunan mantra sihir terbentuk mengelilingi jantung Zombie Titan.


Jantung Zombie Titan berubah menjadi sosok manusia. Sosok itu melihat William dengan pandangan terima kasih.


"Terima kasih" sosok itu menundukkan kepalanya.


William masih terdiam karena tidak menyangka Zombie Titan yang mengerikan menyimpan sosok yang cantik.


"Ada apa?" pertanyaan itu menyadarkan William dari lamunannya.


"Ah tidak, aku hanya tidak menyangka bahwa kamu adalah perempuan" William ingin memukul mulutnya sendiri tapi teringat kalau dia akan merasakan sakit.


Perempuan cantik di depannya tertawa. Perempuan itu menggerakkan tangannya membentuk susunan sihir. Pedang muncul dari lingkaran sihir. Perempuan itu memberikan pedang itu pada William tapi William menolaknya. Perempuan itu terlihat kecewa dengan penolakan William.


"Maaf, aku tidak bermaksud menolak tapi aku tidak mungkin menerima hadiah jika belum mengalahkan ilmuwan gila yang telah menyiksamu" perkataan William membuat wajah perempuan di depan nya memerah.


Perempuan itu mengangguk mengerti apa yang dimaksud oleh William. Perempuan itu menyentuh kening William dengan ujung jarinya.


Kenangan-kenangan asing memasuki pikiran William. William merasakan sakit di kepalanya. Pandangannya perlahan buram. Sebelum tidak sadarkan diri William mendengar perkataan terakhir si perempuan.


"Disana mungkin kamu bisa mendapatkan keuntungan yang tidak di duga"


***


William terbangun di dalam aula kerajaan. Dia melihat seorang perempuan yang sedang bersujud didepan raja. Raja itu memberikan sebuah penghargaan untuk si perempuan.


"Dengan ini ku serahkan pedang kerajaan Num kepada ksatria Ferina. Terimalah pedang ini dengan sepenuh hati dan bersumpah setia pada kerajaan Num. Jagalah kerajaan Num dengan pedang ini" raja menyerahkan pedang itu pada si perempuan.


Disekitarnya mulai berubah menjadi medan perang dan memperlihatkan sosok ksatria perempuan yang sedang menatap lima ribu pasukan musuh.

__ADS_1


Walau sendirian ksatria Ferina tetap berdiri teguh menatap musuh-musuhnya. Dia mengambil pedang dari pinggangnya dan mengayunkan ke atas. Pedangnya berkilau terkena pantulan sinar matahari.


William merasakan tekad dan kekuatan dari si perempuan. Perempuan itu melompat ke tengah musuh. Menghantam tanah dengan pedangnya. Darah dan debu menjadi satu di bawah ayunan pedangnya yang lembut tapi mengandung kekuatan yang besar.


Gerakan ksatria Ferina sangat indah seperti menari. Setiap ayunannya sangat cepat. Setiap musuh yang berada didekatnya terjatuh tidak berdaya. Walaupun sendirian dia mendominasi pertempuran. Walaupun musuh memiliki jumlah yang banyak, dengan setiap ayunan pedang dia membawa rasa takut.


William yang melihatnya menyadari sesuatu. Perlahan-lahan William mengayunkan tangannya seperti menyerang dengan pedang. Dia mengikuti setiap gerakan ksatria Ferina. Ayunannya perlahan menjadi sangat cepat dan lembut. Setiap gerakan tidak mengandung tindakan yang berlebihan.


Banyak mayat menodai padang pasir. Ksatria Ferina menyarungkan pedangnya. Tubuhnya ditutupi oleh darah musuh. Dia berbalik dan kembali berjalan menuju kerajaan Num.


Sekeliling William berubah kembali menjadi aula kerajaan. Tapi kali ini banyak penjaga yang mengelilingi ksatria Ferina dan mengacungkan mata tombak padanya. Tindakan para penjaga membuat William keheranan.


William melihat ke singgasana raja. Dia melihat seorang ilmuwan yang sedang membisikkan sesuatu pada raja. Raja langsung terlihat marah dan memerintahkan para penjaga untuk memenjarakan ksatria Ferina.


Para penjaga mengiring Ferina pergi. Sebelum keluar dari aula kerajaan, seorang anak perempuan berlari ke arah Ferina. Para penjaga menghentikan si anak perempuan. Anak perempuan itu menangis kencang berusaha melawan. Ferina menggelengkan kepalanya pada si anak perempuan dan tersenyum.


Melihat itu anak perempuan itu mundur dan melihat Ferina pergi. Sebelum pergi Ferina berpesan pada si anak perempuan untuk tetap teguh dan yakin pada dirinya.


William melihat si anak perempuan itu dan menyadari bahwa dia adalah Elvina.


William baru menyadari ruangan di sekitarnya berbeda. William melihat lagi Ferina yang berhadapan dengan ilmuwan sebelumnya. Ilmuwan itu tertawa dan melemparkan sesuatu ke Ferina.


Monster muncul dan menyerang Ferina. Ferina mengambil tombak para penjaga yang tergeletak didekatnya. Dia menusuk ke salah satu monster dan menendang monster lainnya. Ferina menarik tombak dan menusuk lagi monster lain.


Ferina menyerang Zombie Titan dengan tombak. Mata tombak tidak bisa menembus kulit Zombie Titan. Setiap ayunan tombak Ferina hanya membuat gesekan.


"Hahaha... Monsterku yang satu ini spesial. Aku telah menguatkannya dengan dua mesin yang berada di pojokan. Dia... " Mendengar itu Ferina langsung melempar tombak ke tempat mesin.


Tombak menusuk mesin membuatnya hancur. Ilmuwan itu terdiam melihat perbuatan Ferina. Ilmuwan itu tersenyum menyeramkan. Ferina melihat perutnya yang telah ditusuk oleh tombak.


Ferina melihat salah satu penjaga menjadi menjadi zombie. Ferina terbatuk mengeluarkan darah.


"Ferina, kamu sungguh kuat. Aku akan membuatmu menjadi jantung monster ciptaanku ini. Terimalah akibat menghancurkan karyaku" ilmuwan itu tertawa dengan gilanya.


William melihat ruangan disekitarnya kembali berwarna putih. Dia terlalu pusing dengan kejadian sebelumnya. Dia menghadapi lagi si perempuan yang mengirimnya.


"Jadi kurasa kamu sudah mengetahui siapa aku. Sekarang, apa keputusanmu setelah melihat kenangan itu?" Wiliam menghembuskan nafasnya dengan berat.


"Aku akan melawan ilmuwan gila itu. Aku akan membawanya ke hadapanmu. Ini adalah janjiku" Ferina sudah menduga jawaban William.


>>>[(Hidden Quest)]<<<


Kesulitan : S


Rank : Epic

__ADS_1


Kalahkan ilmuwan gila yang berada di dalam penjara Num. Bawalah roh ilmuwan gila pada Ferina.


Roh Ilmuwan Gila(0/1)


>>>[Unknown]<<<


Ferina mengirim William kembali. Dia mendekati Elvina yang terbaring tak sadarkan diri.


"Setelah ini berakhir aku akan memberikan sesuatu padamu, William"


***


"Dasar Iblis"


Lima pemain terlihat ketakutan. Mereka melihat perempuan yang memegangi scythe yang sedang membuat gambar di tanah.


Sebelum yang lain menyadari salah satu kepala teman mereka sudah terjatuh di tanah. Ketakutan bertambah dan membuat mereka jatuh terduduk.


"Mohon ampuni kami"


Perempuan itu mengabaikan mereka dan tetap menggambar di tanah dengan scythe-nya. Walaupun begitu, empat pemain tersisa memohon ampun.


"Berisik" dengan satu kata semua kepala pemain melayang diudara.


Dia masih menggambar di tanah. Tidak terlihat kalau dia sudah mengayunkan scythe-nya.


***


William kembali ke tubuhnya. Dia melihat teman-temannya yang sedang berjuang.


>>>[(Quest)]<<<


Tahan semua musuh. Lindungi William untuk bisa berbicara dengan Elvina di alam bawah sadarnya. Quest selesai jika William berhasil kembali.


William Kembali(1/1)


Batas waktu : 2 menit/5 menit



>>>[(Unknown)]<<<


Semua zombie dan skeleton menghilang dari hadapan Accel, Dany dan Milea. Mereka segera berbaring di lantai karena kelelahan. William yang melihat itu hanya menggaruk bagian belakang kepalanya.


\>\>\>\[Unknown\]<<<

__ADS_1


__ADS_2