
Cahaya samar terlihat di kejauhan hutan. Para pemain dengan nama merah segera berlari menuju asal cahaya. Disana mereka melihat banyak mayat berserakan dan sebuah bola bercahaya di tengah mereka. Bola cahaya itu berada di atas kayu hitam yang membuat aura suram.
Para nama merah mencoba mendekati bola cahaya. Saat tinggal 1 meter, suara seseorang muncul di belakang mereka.
"Kalian sedang melakukan apa?" pertanyaan itu membuat para nama merah berbalik menghadapnya.
Mereka melihat seorang anak perempuan yang memegang scythe. Wajah cantik dan tubuh menggoda membuat para nama merah tergoda.
"Hai cantik, kenapa kamu disini? Apakah kamu tersesat? Sini om bawa ke tempat aman" perempuan itu memiringkan kepala mendengar perkataan dari salah satu pemain nama merah.
Dia mendekati si perempuan dengan senyum jahat. Teman-temannya tertawa melihatnya. Dia terus berjalan mendekat hingga dia merasa aneh di bagian tubuhnya. Dia melihat tubuhnya perlahan jatuh. Teman-temannya yang melihat kejadian itu terkejut. Mereka tidak melihat si perempuan mengayunkan scythe-nya. Itu membuat mereka sadar perbedaan kekuatan yang dimilikinya.
Perempuan itu menunjuk salah satu nama merah. Pemain yang di tunjuk merasakan sakit di dadanya. Terdapat lubang kecil tepat di jantung. Temannya terlihat sangat ketakutan setelah temannya terbunuh.
Dia terus merangkak mundur berusaha menjauh dari si perempuan. Perempuan itu melihat si pemain dengan senyum manis.
"Iblis" itulah yang dipikirkannya sebelum kehilangan nyawa.
"Sampai kapan kamu terus bermain, Kiruna?" burung gagak putih muncul di samping perempuan.
Perempuan yang bernama Kiruna hanya mengangkat bahunya lalu berjalan menuju bola cahaya. Dia mengambilnya dan berjalan pergi.
***
William diikuti teman-temannya menuju ruangan terakhir dungeon. Mereka berada di tengah aula kerajaan Num yang dilihat William sebelumnya.
Seseorang duduk di singgasana raja memandangi mereka. Dia terlihat sangat mengerikan karena aura yang dimilikinya. Tidak diketahui sudah berapa orang yang jadi kelinci percobaannya. William terlihat marah setelah melihat ilmuwan gila. Tapi dia menahan dirinya untuk tidak ceroboh.
Ilmuwan gila itu hanya berdiam di singgasana raja. Mereka berjalan mendekati singgasana dan berhenti karena tubuh mereka tidak bisa digerakkan.
William tidak bisa melihat wajah ilmuwan gila dengan jelas karena ditutupi oleh sebuah topeng aneh. Ilmuwan itu menjentikkan tangannya. Lingkaran sihir muncul di samping singgasana. Dua prajurit berzirah merah dan biru muncul.
>>>[Ksatria Merah]<<<
HP. : 5.000
Level : 10
Ras : -
Elemen : Api
Bawahan terpercaya Ilmuwan Gila.
>>>[Unknown]<<<
>>>[Ksatria Biru]<<<
HP. : 5.000
Level : 10
Ras : -
Elemen : Air
Bawahan terpercaya Ilmuwan Gila.
>>>[Unknown]<<<
Ilmuwan gila menunjuk ke arah tim Accel. Accel yang melihat itu segera memberikan perintah.
"William, kamu akan melawan ilmuwan gila itu. Aku dan Dany yang melawan ksatria merah dan biru. Milea, bisakah kamu menggunakan beberapa penyembuh?"
Milea mencoba sesuatu dan segera mengangguk. Accel segera memerintahkan mereka untuk mencari posisi dan menjaga jarak dari dua ksatria. Setelah ksatria merah dan biru muncul tubuh mereka sudah bisa digerakkan.
Accel dan Dany berusaha menarik perhatian para ksatria. Milea menunggu di belakang mereka. Dia melihat ke arah William yang sedang bersembunyi menunggu kesempatan.
Accel dan Dany berhasil menarik perhatian ksatria menjauh dari singgasana. Setelah jarak mereka jauh dari singgasana, mereka melancarkan serangan.
Dengan bersenjata obor mereka terus memberikan kerusakan. Kerja sama antara Accel dan Dany membuat Milea terpukau. Kerja sama mereka sangat baik. Setiap kali musuh ingin menggunakan skill mereka akan mencoba membatalkan. Jika tidak memungkinkan untuk menghindar salah satu dari mereka akan melancarkan serangan ke teman sendiri untuk mendorong jauh.
William berlari ke arah ilmuwan gila setelah merasa Accel dan Dany berhasil mengunci perhatian ksatria merah dan biru. Dia berhenti tepat di depan singgasana. Berhadapan dengan ilmuwan gila membuat William merasa marah sekaligus bersemangat.
Ilmuwan gila itu berdiri dan berjalan melewati William. William merasa tubuhnya tidak bisa bergerak. Perlahan-lahan pemandangan di sekitar mereka berubah menjadi tempat yang mengerikan. Banyak makam di sekitarnya. Tulang juga berserakan di beberapa tempat. Langit gelap disertai kabut membuat suasana suram.
>>>[Funeral Num]<<<
Anda berada di daerah Funeral Num. Terkena beberapa debuff.
__ADS_1
[Weaken]
Anda terkena Weaken. Atribut berkurang sebesar 50%.
[Fright]
Anda terkena Fright. Kerusakan yang diberikan musuh bertambah 10%. Fokus anda berkurang.
[Curse]
Anda terkena Curse. Setiap debuff yang ada meningkat 20%.
Funeral Num merupakan tempat dimana para tahanan dimakamkan. Setiap kebencian dan kemarahan mereka tidak pernah padam.
>>>[Unknown]<<<
William terkejut dengan setiap debuff yang dia terima. Dia membalikkan kepalanya dan melihat si ilmuwan gila.
>>>[Necromancer Num]<<<
HP. : 50.000
Level : 20
Ras : Human
Elemen : Kegelapan
Necromancer Num merupakan seorang ilmuwan yang melakukan banyak percobaan.
>>>[Unknown]<<<
William merasa kalau melawan ilmuwan gila yang ternyata necromancer itu mustahil. Dengan debuff yang diterimanya dan perbedaan 20 level kerusakan yang dia berikan sangat kecil.
Sebuah cahaya terang melintasi necromancer. Necromancer berteriak marah dan melihat ke seorang perempuan yang memegang Scythe.
William merasa bingung karena si perempuan memiliki aura suram dan gelap tapi serangan yang dihasilkannya berupa cahaya.
"Ya ampun, apakah saya mengganggu kalian?" suara perempuan itu manis yang membuat William merinding.
Perempuan itu menatap necromancer yang telah memanggil pasukan undeadnya.
>>>[Zombie]<<<
HP. : 1.000
Level : 15
Elemen : Kegelapan
Salah satu undead yang dipanggil oleh Necromancer.
>>>[Unknown]<<<
>>>[Skeleton]<<<
HP. : 1.000
Level : 15
Elemen : Kegelapan
Salah satu undead yang dipanggil oleh Necromancer.
>>>[Unknown]<<<
William melihat banyak zombie dan skeleton berpikir jika dia sendirian mungkin dia sudah mati duluan.
William mencoba memeriksa status si perempuan tapi disadari olehnya.
"Apakah kamu tau jika mencoba mengintip perempuan diam-diam itu berbahaya loh" senyuman si perempuan membuat William sangat ketakutan merasa nasib buruk akan menimpanya.
"Sebagai hadiah pertemuan kita, aku akan menghadiahkanmu... " Perempuan itu mengayunkan Scythe-nya dengan santai.
Semua Zombie dan skeleton perlahan-lahan menghilang menjadi butiran cahaya. Necromancer juga terlihat jatuh ke tanah dengan tidak berdaya. Perempuan itu tersenyum ke arah William lalu berjalan pergi.
Sebelum perempuan itu jauh, dia berhenti dan mengucapkan "Sampai bertemu lagi dan semoga beruntung di pertemuan kita selanjutnya".
>>>[Necromancer Num]<<<
__ADS_1
HP. : 10.000/50.000
Level : 20
Ras : Human
Elemen : Kegelapan
Necromancer Num merupakan seorang ilmuwan yang melakukan banyak percobaan.
Necromancer mengalami kelemahan mengurangi pemulihan sebesar 100%. Kekuatan 50%.
>>>[Unknown]<<<
William yang melihat itu segera melihat ke arah si perempuan pergi. Dia sudah tidak melihat lagi si perempuan. Dia berpikir betapa menakutkan perempuan itu.
William berniat menyerang necromancer dengan obor. Dia memeriksa inventory-nya dan tidak melihat obor. William berkeringat dingin dan melihat ke necromancer yang mulai terlihat sangat mengerikan.
Mahluk besar bertulang berbentuk seperti naga muncul di belakang necromancer.
>>>[Undead Wyvern]<<<
HP. : 10.000
Level : 20
Ras : Dragon
Elemen : Kegelapan
Undead Wyvern merupakan undead kesayangan milik Necromancer Num.
>>>[Unknown]<<<
William mengira kesulitannya akan berkurang tapi dia menepis pikiran tersebut. Walaupun sudah dilemahkan tapi kesulitannya tetap sama. William mengepalkan tangannya erat-erat. Berpikir bahwa ini adalah akhirnya.
Cahaya mengelilingi dirinya. Perlahan-lahan menyatu di genggaman tangannya membentuk sebuah pedang. William merasa bahwa Ferina membantunya.
William sadar kalau dia tidak sendirian. Perasaan menyerah sebelumnya membuat dia malu. Teman-temannya sudah mempercayai dirinya untuk mengalahkan necromancer tapi sebelum melakukan apapun dia sudah menyerah.
"Aku sungguh bodoh..." William memasang posisi menyerang.
"Maaf telah membuatmu menunggu lama, necromancer. Sekarang aku akan melawanmu dengan seluruh kekuatanku" Semangat William kembali.
William melangkah maju dengan cepat. Meluruskan pedangnya ke necromancer. Undead Wyvern menghembuskan nafas api ke William. William tetap melangkah maju tidak berniat menghindar.
Petir muncul di seluruh tubuhnya. Mata William menjadi kuning terang. Langkahnya yang pelan mulai menjadi cepat setiap dia melangkah.
>>>[William's lightning heart]<<<
Hati yang teguh membuka potensi dalam diri yang tersembunyi. Membuka kemampuan yang ada. Meningkatkan atribut pemain 15%. Setiap serangan berkesempatan membuat kerusakan tambahan dan delay. Movespeed 20%. Attack speed 15%. Vit meningkat 5%. Setiap 10 detik mengurangi Mp sebesar 10.
>>>[Unknown]<<<
William muncul di belakang necromancer dan tubuh undead wyvern. Matanya terlihat kosong. Dia mengayunkan pedangnya dengan cepat.
-10
-15
-50
William terus memberikan kerusakan pada undead wyvern membuatnya meraung marah. Necromancer membangkitkan pasukannya tapi tidak sebanyak sebelumnya. Jumlah skeleton dan zombie yang bisa dia bangkitkan hanya berjumlah sepuluh.
William segera bergerak ke arah zombie dan skeleton dan menghabisi mereka dengan satu tebasan.
>>>[Poison]<<<
Mengurangi 20 Hp setiap detik.
>>>[Unknown]<<<
William melihat statusnya tanpa ekspresi. Dia terus berjalan mendekati necromancer. Undead Wyvern terbang ke arah William membuatnya mundur sangat jauh. William segera menusuk kepala undead wyvern membuat kerusakan besar.
-1.548
Serangannya tetap tidak menghentikan undead wyvern hingga dia dibuat melayang di udara. Undead wyvern bersiap menghembuskan nafas api. William melempar pedangnya ke dalam mulut undead wyvern.
"Pedang Energi : Petir"
__ADS_1
>>>[Unknown]<<<