
Disebuah altar yang di Kekaisaran Malam, terlihat tujuh orang. Keheningan terjadi di antara mereka. Semua orang fokus kepada dua orang.
Putri Milea yang jadi fokus semua orang wajahnya menjadi merah. Dia menatap Karasu malu. Semua orang menunggu jawaban darinya.
"Maaf, kita baru kali ini bertemu, sebaiknya kita saling mengenal dulu untuk menjalin hubungan" jawaban dari putri Milea seperti yang diharapkan Karasu.
Ting*(Informasi diterima)
Sebuah informasi memasuki kepala Karasu. Dengan cepat dia menyaring semua informasi yang didapat di otaknya.
Karasu menghela nafas lega. Semua orang yang melihat Karasu menghela nafas mengira dia kecewa. Tapi Accel yang melihat Karasu mengetahui apa yang terjadi.
Accel berjalan ke samping Karasu. Dia menepuk bahu Karasu. Karasu tersenyum kecut kepada Accel. Mereka berjalan pergi.
Mereka memutuskan untuk beristirahat. Menunggu besok untuk informasi lebih tentang dunia game.
"Waw Karasu, kau sungguh berani. Aku gak menyangka kamu akan terang-terangan menyatakan perasaanmu" selama perjalanan William terus berbicara tentang keberanian Karasu.
Mendengar ocehan terus menerus dari William membuat Karasu kesal. Karasu melihat sebuah kolam. Sebuah ide jahat memasuki pikirannya.
"Bagaimana kalau kita liat kolam itu? Sekalian hibur diri" ucap Karasu tersenyum misterius.
"Yeah, ayo kita liat. Kasihan sebatang kara ditolak oleh gadis suci yang tidak bisa dia jangkau karena perbedaan status" ucap William memimpin jalan ke kolam.
Mendengar ucapan William membuat Karasu tersenyum dingin. Accel dan Dany yang mencoba menghibur Karasu saat melihat senyumnya cuma menahan diri. Dalam pikiran mereka hanya ada "William kali ini sudah selesai".
William melihat ke dalam kolam. Dia mengagumi keindahan kolam tersebut. Disamping kanan tepi kolam tersusun bunga yang indah. Di sebelah kiri tepi kolam ada sebuah pohon sakura yang bermekaran. Bunga sakura berjatuhan ke kolam. Ditambah ikan yang unik didalam kolam membuat pemandangan menjadi menarik dan indah. Angin sejuk juga muncul yang membuat suasananya menjadi menyejukkan.
William melihat ke arah Karasu, Accel dan Dany.
"Sungguh menakjubkan pemandangan kolam ini. Ayo kita pergi ke tempat santai disana" seru William dengan perasaan kagum.
Accel dan Dany yang melihat kelakuan William hanya tersenyum. Mereka mengasihani nasib William. Karasu berjalan ke samping William. Dia menepuk bahunya.
"Sungguh pemandangan yang menghibur, ini menghibur hatiku yang sedih. Eh, William, apakah kamu melihat seekor ikan yang menakjubkan di kolam" seru Karasu dengan tercengang.
William dengan cepat berlari ke tepi kolam. Saat mendekati tepian kolam, William tersandung kaki Karasu yang membuatnya tercebur ke dalam kolam.
Dengan cepat Karasu berbalik dan berlari pergi. Accel dan Dany yang melihat kejadian tersebut saling memandang lalu mengangguk dan berlari pergi mengikuti Karasu.
"AWAS KALIAN SEMUA!!" teriakan William penuh dengan kebencian.
Dia berjalan ke tepian kolam. Pakaiannya yang basah membuat tubuh atletis terlihat. Membuat pemandangan seperti berada dilukisan. Dengan judul 'Pria tampan yang sial dikerjain temannya'.
Ting* Skill Anak Kilat Aktif.
William dengan serius mengamati disekitarnya. Dia melihat ke arah mana Karasu pergi. William tersenyum dan menghilang dari kolam.
Karasu yang sedang berlari merasakan bahaya di belakangnya. Dia secara reflek menengok ke belakang. Dia melihat sebuah kilat kuning yang cepat mendekati mereka.
Accel dan Dany juga melihat ke belakang. Mereka terkejut dengan pemandangan yang terjadi. Mereka menambah kecepatan mereka.
__ADS_1
Walaupun mereka sudah berlari dengan sekuat tenaga, tapi tetap terkejar oleh kecepatan William. William dengan segera mengayunkan tangannya ke arah Dany. Dany secara reflek berbalik dan menangkis serangan William dengan tangan kanannya. Serangan lain meluncur ke arah Dany. Dany juga menangkis serangan tersebut. Tapi serangan lain datang meluncur sangat cepat menghantam Dany.
-19
-19
-22
...
Lima serangan menghantam Dany hingga babak belur. Dany terjatuh di lantai dengan darah di bibirnya.
William melihat Dany lalu mengejar Accel dan Karasu.
Accel dan Karasu melihat Dany di serang hingga babak belur. Accel berlari disamping Karasu.
"Karasu, apakah kamu punya rencana?" Accel dengan panik bertanya.
Karasu menggeleng kepalanya "Coba liat statusmu lalu kasih tunjuk ke aku. Mungkin kita bisa menyusun rencana setelahnya".
"Status" ucap Accel.
\*\*\*\*
\(Status\)
Ras : Manusia
Level : 1
Kelas : Pembunuh Bayangan
HP : 200
MP: 180
(Str 5)(Int 5)(Vit 6)(Agi 10)(Dex 10)
Peralatan : pakaian biasa, pisau kayu.
Skill bawaan : Blink
Skill : Sembunyi
****
Karasu dan Accel melihat saling memperlihatkan status mereka.
__ADS_1
"Apakah skill blinkmu bisa digunakan?" Karasu bertanya dengan penasaran.
Accel menggeleng kepalanya. Dia memperlihatkan informasi skillnya.
Skill bawaan : Blink(Pasif)
Pengguna dengan cepat berpindah ke daerah yang ditentukan atau diingat. Setiap kali penggunaan akan menguras energi pengguna.
Syarat : Pengguna harus cukup tidur
Setelah Karasu membaca syarat skill Blink merasa tercengang dengan syaratnya. Dia bertanya ke Accel apakah dia cukup tidur yang dibalas dengan gelengan kepala.
"Bagaimana dengan skill Sembunyi?" Karasu melihat Accel dengan tatapan penuh harapan.
Accel tersenyum kecut melihat tatapan Karasu.
Skill : Sembunyi(Aktif)
Pengguna dengan cepat menyembunyikan diri dengan lingkungan dari hadapan musuh atau target yang dituju.
Mana : 20
Cooldown : 1 menit.
Karasu berpikir sebentar dan melihat ke belakang. Dimana William sudah hampir mendekati mereka.
"Apakah memang tidak bisa menggunakan Blink, Kapten?" Accel melihat ke arah Karasu dengan keraguan "Aku hanya bisa menggunakan sekali"
"Baiklah, gunakan saja skill Blink mu kapten. Aku bisa saja berurusan dengan William" ucap Karasu sambil menyiapkan trik yang akan digunakan.
Accel mengangguk lalu menggunakan Blink. Tapi tak disangka bukan berpindah menjauhi William, tapi malah mendekati William. Dengan cepat William membuat Accel babak belur tanpa perlawanan karena Accel merasa mengantuk.
"Uhh, sepertinya kapten belum terbiasa dengan skill Blink" pikir Karasu terus berlari.
"Sial, ini sepert game berlari dari serbuan zombie" keluh Karasu.
Karasu terus berlari dan William makin mendekat. Karasu terus berlari hingga melihat seorang perempuan yang berjalan ke arah mereka. Pikiran licik timbul di kepalanya.
Saat tinggal beberapa jarak dengan perempuan itu. william juga sudah sangat dekat. Perempuan itu awalnya bingung tapi saat tinggal beberapa jarak dia panik. Tiba-tiba Karasu meluncur ke bawah rok perempuan dan melewatinya lalu terus berlari. Sedangkan William tidak sempat menghindar dan akhirnya menabrak si perempuan.
"Untung perempuan itu melebarkan kakinya karena panik" pikir Karasu senang.
William menyentuh kepalanya yang pusing. Dia bingung dengan apa yang terjadi. Dia meletakkan tangan kanan ke depannya berniat untuk berdiri. Saat tangan menyentuh lantai, dia merasakan sesuatu yang kenyal ditangannya. Dia meremasnya dengan penasaran.
William membuka matanya dan melihat ekspresi marah. William meneguk ludahnya.
"Habislah aku" pikir William.
"Eh, nona yang cantik, apakah kamu tidak apa-apa?" tanya William mengulurkan tangannya.
perempuan itu menyambut uluran tangan William. Dia menepuk pakaiannya dan menatap tajam William setajam pisau.
__ADS_1
Sebuah pukulan mengenai wajah William membuatnya terlempar sangat jauh menghantam tanah dan pingsan.