
Serpihan Karasu terus mengendalikan tubuh William untuk menghindari setiap serangan dan hujan panah yang dilepaskan pasukan skeleton. Dia menghindari setiap serangan sambil mendekati salah satu zombie atau skeleton yang dekat. Dia juga terus mengambil pedang dari skeleton dan menyimpannya di inventory.
Jumlah zombie dan skeleton terus berkurang. Serpihan Karasu mengambil pedang dari inventory dan melempar ke salah satu skeleton pemanah. Dia terus melakukan aksi tersebut sambil berlindung di balik tumpukan mayat zombie yang dibuatnya.
Dia baru menyadari bahwa perutnya terluka akibat tusukan pedang necromancer. Dia mengambil sebotol health potion dan meminumnya. Hp-nya kembali dalam keadaan normal dan aman.
Dia melihat ke necromancer yang sedang berusaha melepaskan tancapan pedang di tubuhnya.
"Hei William, kenapa kamu selalu menemui perempuan cantik? Bahkan necromancer ini bisa dibilang memiliki wajah cantik dan seksi. Lihat bagaimana aku menodainya dengan pedang" ucapan serpihan Karasu membuat William terbatuk.
Dia tidak tau harus menjawab apa. Bahkan dirinya tidak menyangka hal tersebut. Dia hanya menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Terdapat sebuah kenangan yang memberitahukan bahwa kamu memiliki judul sang 'Conqueror Woman'. Dan aku mengakui bahwa judul itu memang cocok untukmu" William berteriak frustasi sedangkan serpihan Karasu tertawa.
Dia kembali mengendalikan tubuh William dan melanjutkan aksi menyerang para skeleton pemanah. Setelah dia membasmi skeleton pemanah, dia berlari ke tempat necromancer terbaring.
"William, apa yang terjadi kalau aku menciumnya dengan tubuhmu?" William segera berdiri dan berniat mengambil alih kembali tubuhnya tapi terlambat.
Serpihan Karasu telah mencium si necromancer. William bertambah frustasi. Wajah necromancer yang semula terlihat menyeramkan sekarang wajahnya memerah karena malu. Bahkan aura menyeramkan menghilang digantikan oleh aura perempuan pemalu.
>>>[Kiss Conqueror]<<<
Selamat anda telah mendapatkan title 'Kiss Conqueror'. Menambah pesona pada perempuan 10%.
>>>[Unknown]<<<
Serpihan Karasu melepaskan setiap pedang yang menancap di tubuh necromancer.
"Kuserahkan urusan ini kepadamu, Conqueror Woman" serpihan Karasu menyerahkan kembali kendali tubuh ke William setelah mencabut semua pedang.
William membuka matanya. Tatapannya bertemu dengan necromancer. Wajah necromancer semakin memerah. Dalam hati, William mengutuk tindakan serpihan Karasu.
"To-tolong, bisa kamu berdiri?" ucapan necromancer membuat William melihat posisinya dan necromancer.
Saat ini dia sedang menindih tubuh necromancer. Saat dia mau berdiri, dia merasakan sesuatu yang lembut sekaligus kenyal. William merasa lebih buruk dari sebelumnya.
"Tu-tuan" suara necromancer berubah lembut dan manis sekaligus menggoda.
>>>[Necromancer Num]<<<
Selamat anda telah menaklukkan necromancer Num dan mendapatkan pengakuan darinya. Sekarang dia akan menuruti setiap ucapan anda.
>>>[Unknown]<<<
William merasa ingin tertawa sekaligus menangis. Dia tidak tau apakah harus bersyukur atas tindakan serpihan Karasu atau malah marah.
William teringat kalau dia masih menindis dan tangannya yang tetap berada di tempat lembut. Dia segera berdiri dan meminta maaf.
"Jika itu tuan tentu saja boleh" necromancer menyembunyikan wajahnya yang memerah dengan tudung.
Suasana terasa canggung. William memikirkan kata yang tepat untuk mencairkan suasana.
"Jika boleh tau, namamu siapa? Tidak mungkin aku memanggilmu necromancer"
"Tuan bisa memanggilku Nema" William merasa tergoda oleh tindakan Nema yang malu-malu.
Pikiran jahat mulai muncul. Serpihan Karasu terus menggodanya membuat pikiran jahat semakin menjadi. Tapi dia terus berusaha menahannya.
__ADS_1
"Baiklah, Nema, mungkin aku ingin kamu menemui seseorang" Nema mengangguk.
William membawa Nema ke alam bawah sadarnya setelah diberitahu serpihan Karasu caranya.
Di alam bawah sadar William melihat Ferina yang sedang menunggunya. Dia segera disambut olehnya dan Elvina. Nema yang berdiri di belakangnya terkejut.
"Ferina?!!"
"Nema?!! "
Ferina dan Nema langsung berpelukan dan menangis. William yang melihat situasi tersebut kebingungan.
"Situasi macam apa ini?" William berteriak dalam hatinya.
***
Dany terus berusaha melancarkan serangan ke arah perempuan yang berdiri di tengah kolam. Tapi setiap serangannya tidak bisa mengenai si perempuan. Perempuan itu tersenyum dan mengayunkan scythe. Hembusan angin kencang mengenai Dany dan membuatnya terlempar hingga menghantam dinding istana.
Accel dan Milea hanya bisa melihat di balik kaca transparan yang memenjarakan mereka. Accel sudah mencoba berbagai cara untuk memecahkan kaca tapi selalu gagal.
"Kenapa kamu menyerang kami?" Dany bertanya setelah posisinya di pinggir kolam.
Perempuan itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Dia melempar sebuah mutiara ke Dany. Dany segera menangkap dan melihat mutiara tersebut. Si perempuan juga membebaskan Accel dan Milea.
"Sampai bertemu lagi"
Perempuan itu berbalik dan berjalan pergi. Dany, Accel dan Milea tidak tau apa yang terjadi. Milea menghampiri Dany dan melihat kondisi tubuhnya. Dia terlihat sangat khawatir membuat hati Dany terasa hangat.
"Aku tidak apa-apa, hanya luka kecil" Dany berusaha tetap kuat walaupun rasa sakit akibat hantaman tadi masih terasa.
Mereka memutuskan untuk menunggu William di aula istana. Mereka juga bingung bagaimana seseorang bisa masuk ke dalam dungeon.
***
Ferina dan Nema sebenarnya adalah teman. Tapi karena sebuah kejadian Nema berubah menjadi jahat. Nema dulu merupakan salah satu pahlawan. Nema menggunakan busur sebagai senjatanya. Sedangkan Ferina menggunakan pedang. Mereka saling melengkapi untuk melawan para musuh yang berniat mengacaukan kerajaan Num.
Tapi saat Nema menjalankan misi dari raja sifatnya mulai berubah. Dia menjadi orang yang tidak dikenal oleh Ferina. Nema juga mulai memundurkan dirinya sebagai pahlawan dan memutuskan untuk menjadi penjaga di penjara Num.
Sejak itu Ferina mulai melindungi kerajaan sendirian. Ferina juga perlahan-lahan mulai melupakan Nema.
"Terima kasih telah mempertemukan kami, William. Aku juga tidak menyangka bahwa kamu menaklukkan si cewek dingin ini" Ferina terlihat menggoda Nema.
Wajah Nema kembali memerah karena malu. Ferina tersenyum dan mendekati William.
"Yah, selain Nema sebenarnya kamu juga sudah menaklukkan hatiku. Karena itu, tolong jagalah kami"
>>>[Ferina]<<<
Selamat anda telah mendapatkan pengakuan Ferina. Sekarang Ferina akan mengikuti dan menuruti perkataan anda.
>>>[Unknown]<<<
Serpihan Karasu yang melihat itu menggelengkan kepalanya. Dia terus bermain dengan Elvina.
William tidak menyangka dengan yang terjadi. Dia sekarang benar-benar tidak tau harus senang atau sedih. Dia juga ingat dengan julukan yang didapatnya.
"Sebagai hadiah, kami akan mewarisi pengetahuan kami, William" Nema dan Ferina memberikan pengetahuan tempur kepada William.
__ADS_1
Setiap informasi memasuki pikirannya membuatnya merasa sangat pusing.
>>>[(Hidden Quest)]<<<
Kesulitan : S
Rank : Epic
Kalahkan ilmuwan gila yang berada di dalam penjara Num. Bawalah roh ilmuwan gila pada Ferina.
Roh Ilmuwan Gila(1/1)
(Complete)
Nilai : SS
>>>[Unknown]<<<
>>>[Reward]<<<
[Kelas Tersembunyi : Arc-Sword]
[Ferina & Nema : forgotten heroes]
[Num's secret key]
[Exp +10.000, Gold +10.000]
>>>[Unknown]<<<
William tidak menyangka hadiah yang didapatnya lumayan besar. Dia merasa senang dengan hadiah yang didapatnya.
Dia berpamitan dengan Ferina, Nema dan Elvina. Dia kembali berada di aula istana.
"Akhirnya kamu kembali" Accel menyambut William sambil memakan sepotong daging.
William tertawa hambar melihat tindakan Accel. Milea dan Dany berjalan mendekati mereka. William menyadari bahwa Dany dan Milea semakin dekat bahkan mereka sudah berpegangan tangan.
"Baiklah, mari kita keluar" mereka berjalan ke lingkaran sihir yang berada di tengah aula.
Mereka muncul kembali di hutan tempat masuknya dungeon Num.
>>>[Reward]<<<
[Epic Chest x2]
[Exp +5.000, Gold +5.000]
>>>[Unknown]<<<
"Baiklah, mari kita mencari tempat aman dan logout. Kita mungkin akan terlambat sekolah"
Mereka segera kembali ke tempat awal dan menyewa penginapan lalu log out.
***
William segera berjalan ke dapur membuat minuman. Sedangkan Milea membuat makanan. Accel memutuskan untuk mandi begitu juga Dany. Mereka tidak menyadari bahwa jam sudah menunjukkan waktu 07.15.
__ADS_1
\>\>\>\[Unknown\]<<<