
Tim Accel memasuki dungeon Num. Pemandangan di sekitar mereka berubah menjadi penjara tua. Accel melihat banyak tulang-tulang berserakan di lantai. Penglihatan mereka juga berkurang. Hanya ada beberapa obor di jalan yang membantu penglihatan mereka.
Tim Accel melangkah maju. Selama mereka melangkah maju, terdengar suara menyeramkan di sekitar. Accel melihat ke dalam jeruji besi tempat orang di penjara. Dia hanya melihat tulang-tulang yang berserakan.
Tiba-tiba suara nyaring terdengar mengejutkan mereka.
(Segera periksa setiap tahanan dalam penjara, bunuh setiap tahanan yang tidak berada di dalam jeruji besi)
Suara asing terdengar. Tim Accel segera kebingungan dengan maksud ucapan suara itu. Segera mereka mendengar suara gesekan disertai langkah kaki yang mendekat. Perlahan-lahan menampilkan sosok skeleton raksasa yang sedang menyeret pedang besar.
>>>[Algojo Skeleton Num]<<<
HP. : 1.000
Level : 10
Ras : -
Elemen : -
>>>[Unknown]<<<
Melihat Hp yang dipunyai oleh Algojo Skeleton Num membuat Accel memikirkan berapa kerusakan yang bisa dia berikan kepadanya.
Algojo Skeleton Num semakin mendekat. Accel segera memerintahkan teman-temannya untuk masuk ke dalam jeruji besi. Accel masuk ke jeruji besi yang sama dengan William.
Algojo Skeleton Num melihat ke dalam penjara yang dilewatinya. Dia berhenti tepat di depan jeruji besi Accel dan William.
"Menemukan kejanggalan, segera bunuh" ucapan Algojo Skeleton Num membuat Accel dan William terkejut.
Mereka segera menghindar ke samping. Algojo Skeleton Num mengayunkan pedang besarnya, menghancurkan jeruji besi. Accel dan William segera berlari keluar ruangan. Algojo Skeleton Num yang melihat itu segera berputar dengan pedangnya.
Accel dan William terkena serangan segera berubah menjadi partikel cahaya. Nasib Milea dan Dany juga sama dengan yang dialami.
Diluar dungeon mereka muncul dalam darah yang tersisa 1. Accel memutuskan untuk beristirahat sambil merencanakan apa yang akan mereka buat.
"Jadi Algojo Skeleton Num selalu mengawasi setiap jeruji besi. Jika terdapat dua orang dalam jeruji besi dia akan segera membunuhnya. Yang belum kita ketahui apa yang bakal terjadi jika kita berusaha kabur setelah diperiksa olehnya?" ucapan Accel membuat mereka berpikir.
"Mungkin dia akan menyerang saat melihat kita kabur. Jika tidak dilihat olehnya kita akan aman" ucapan Milea membuat Accel mengangguk.
Dia berpikir rencana yang bagus untuk melawan Algojo skeleton Num hingga William memberikan saran.
"Bagaimana kalau kita lawan aja itu Skeleton Num. Memang kerusakan yang diberikannya sangat besar tapi setiap serangannya memakan waktu yang lumayan lama. Ini bisa menjadi latihan untuk melatih keterampilan menghindar kita. Juga aku penasaran dengan item drop yang bakal dijatuhkannya"
Accel tertawa mendengar ucapan William. Dany menepuk dahi dan menggeleng kepalanya. Milea terlihat bingung dengan sikap mereka setelah mendengar ucapan William.
"Baiklah, jadi kita akan bermain trik. Kita akan menyerang Algojo skeleton Num dari belakang. Masing mencari tempat yang berbeda. Milea, jika kamu tidak mengerti silahkan lihat kami beraksi. Ayo masuk!" Accel dan teman-temannya segera masuk lagi ke dalam dungeon Num.
Setelah sekitar mereka berubah menjadi tempat penjara, mereka segera berlari masuk. Selama berlari Accel selalu melihat ke dalam penjara. Accel menemukan sesuatu yang membuatnya penasaran.
__ADS_1
(Segera periksa setiap tahanan dalam penjara, bunuh setiap tahanan yang tidak berada di dalam jeruji besi)
Suara asing terdengar. Mereka segera berlari masuk ke dalam jeruji besi yang berbeda. Algojo skeleton Num terlihat. Suara gesekan pedang membuat suasana menjadi mencekam. Algojo skeleton Num melewati Dany dan William.
Mereka saling tersenyum setelah Algojo Skeleton Num melewati mereka. Mereka memilih lokasi yang dekat supaya bisa melancarkan serangan bersama. Accel keluar dari jeruji besi berhadapan dengan Algojo skeleton Num.
Segera William dan Dany ikut keluar ruangan mendekati Algojo skeleton Num. Algojo skeleton Num mengangkat pedangnya tinggi. William segera melompat memegang tangan kanan Algojo skeleton Num yang sedang mengangkat pedangnya. Dany ikut membantu William untuk menambah berat mereka sehingga tangan kanan Algojo skeleton Num terlepas.
Skeleton Num mengayunkan tangan kirinya ke arah William dan Dany tapi Accel dengan sigap memegangi tangan kirinya.
Berat pedang Algojo skeleton membuat William dan Dany terjatuh karena tidak bisa menahan berat pedangnya. Accel menendang salah satu kaki Algojo Skeleton Num berniat membuatnya kehilangan keseimbangan tapi gagal. William segera bangkit berdiri dan ikut menendang kaki Algojo skeleton Num. Skeleton Num terjatuh, Dany berusaha mengangkat pedang besar dengan kekuatannya. Accel ikut membantu Dany mengangkat pedang besar. Mereka menyerang Algojo skeleton Num yang tidak berdaya di lantai.
-500
Kerusakan besar terlihat. Tidak berhenti sampai situ, Accel melompat dan menginjak kepala Algojo skeleton Num.
-10
Tangan kiri Algojo skeleton Num berusaha mengambil pedang besar. Accel yang melihat itu segera memerintahkan untuk mundur. Segera mereka semua melompat mundur. Algojo skeleton Num memegang pedang besar dengan tangan kirinya. Dia berputar menyerang sekitarnya.
>>>[Algojo Skeleton Num]<<<
HP. : 1.000
Level : 10
Ras : -
Elemen : -
Status : Algojo Skeleton Num dalam keadaan marah, kekuatan meningkat 2x.
>>>[Unknown]<<<
Algojo skeleton Num berlari ke arah Accel. Accel menunduk menghindari serangan mematikan. Accel menendang tubuh Algojo skeleton membuatnya termundur. Accel memanfaatkan itu kesempatan tersebut. Dia menunduk dan menangkap salah satu kaki Algojo skeleton Num dan menariknya membuat algojo skeleton Num terjatuh lagi.
Milea keluar dari jeruji besi sambil membawa sebuah papan. Dany dan William segera berlari mendekat. Dany berhenti dan mengambil papan kayu sedangkan William terus berlari menahan tangan kiri Algojo skeleton Num. Dany menyerang bahu bagian kiri Algojo skeleton Num berniat melepaskan tangan kirinya.
-7
-5
-6
-6
Angka kerusakan terus terlihat dari setiap serangan Dany yang mengenai bahu Algojo skeleton Num. Tak berapa lama tangan kiri Algojo skeleton Num terlepas. William segera menyeret pedang itu menjauh. Algojo skeleton Num menggeliat marah. Dia menendang Accel yang menahan kakinya. Accel terlempar jauh.
-79
__ADS_1
-12
Hp Accel tersisa 9. William sudah mengangkat pedang besar yang dibantu oleh Dany. Dengan hantaman pedang besar hp Algojo skeleton Num menjadi 0.
Mereka segera terjatuh kelelahan akibat pertarungan tersebut.
>>>(Selamat telah mendapat 750 xp)<<<
Bar level mereka segera penuh. Tapi Accel tidak melihat pemberitahuan naik level. Dia segera mengecek statusnya.
>>>[Status]<<<
Nama :
Kelas :
Judul :
Level : 0(750/100 xp) [?]
Ras : Manusia
Hp. : 9/100
Mp. : 100
(Str 1)(Int 1)(Vit 1)(Agi 1)(Dex 1)
>>>[Unknown]<<<
Accel melihat tanda tanya disamping data level. Accel menyentuhnya karena penasaran.
>>>[Info]<<<
Jika pemain belum memilih atau mengambil kelas maka pemain akan tetap berada di level 0. Exp yang didapatkan oleh pemain akan disimpan. Setelah pemain mengambil kelas, otomatis levelnya akan langsung naik sesuai exp yang disimpan untuk naik level.
>>>[Unknown]<<<
Accel menampilkan info itu kepada teman-temannya. Mereka sekarang mengerti kenapa mereka tidak naik level. Setelah cukup beristirahat Accel berdiri dan melihat teman-temannya.
"Mari kita masuk lebih dalam" Accel mengambil salah satu obor dan berjalan maju.
William ikut mengambil salah satu obor dan mengikuti Accel. Dany berdiri dan menjulurkan tangannya kepada Milea.
"Mari, tuan putri" sikap yang ditunjukkan Dany membuat Milea tersenyum dan memegang tangan Dany.
William yang melihat itu berpikir untuk mengerjai mereka suatu saat.
\>\>\>\[Unknown\]<<<
__ADS_1