Night Raid Unknown

Night Raid Unknown
Pertempuran di Dungeon


__ADS_3

"Aku kembali..." ucap Karasu tersenyum ke arah mereka.


Tapi itu hanya menambah kekhawatiran mereka. Hp yang tersisa hanya 1 itu bukan main-main. Mereka belum tau apakah mereka bisa hidup lagi.


"Karasu, aku akan menyembuhkanmu" ucap Milea khawatir tapi ditolak Karasu.


"Tidak usah, itu tidak akan mempan. Malah itu bisa membunuhku" ucap Karasu menatap Perka.


***


Nama : Penyihir Kegelapan(Perka)


Level : 150


Hp : 99.000.000/10.000.000


???


***


"Jadi skillku tidak berguna ya" pikir Karasu.


Karasu mengambil pedang dari lingkaran sihir. Dia menatap Perka dengan senyuman sinis. Karasu melihat kedua pedang yang dia genggam. Pedang berwarna hitam gelap dan satunya berwarna putih. Karasu menghela nafasnya.


"Kali ini, aku akan membunuh" suara Karasu penuh dengan kemarahan.


Karasu berlari ke arah Perka. Menggunakan langkah cahaya untuk mempercepat dirinya. Karasu melempar lurus pedang hitam. Perka memanggil tongkat sihirnya. Karasu menutup mata dan membuka dengan perlahan. Mata hitam gelap yang hanya bisa dilihat. Aura kegelapan mengelilingi Karasu. Pedang putih ditangannya perlahan berubah hitam terkena efek yang dimilikinya.


"Finale Skill : 7 Karma"


Setiap langkah Karasu berubah menjadi bayangan. Langit menjadi sangat gelap. Hanya kegelapan yang ada tanpa cahaya.


"Cih, Black Magic : Black Ball"


"Black Magic : Black Thunder"


"Black Magic : Weaken"


"Black Mag-"


"Karma Pertama : Kutukan Kegelapan"


Perka terkejut dengan yang terjadi. Tubuhnya terasa sangat lemah dari sebelumnya. Juga sihir yang dia keluarkan malah mengenai dirinya sendiri. Perka terlihat marah.


("Apakah kamu merasa marah? Ini belum seberapa") Suara Karasu terdengar sangat mengerikan.


Mata merah Perka terlihat sangat terang di kegelapan. Angin kencang berhembus didepannya. Perka merasakan sebuah sosok didepannya.


("Mata yang bagus, aku ingin membakarnya")


Ditangan Karasu mulai muncul sebuah cahaya membakar. Panas mengerikan bisa dirasakan. Bahkan Accel, Celia, Dany, Milea dan William yang jauh dari pertarungan Karasu terlihat kepanasan. Rasanya panas yang mereka rasakan seperti terlalu dekat dengan api.

__ADS_1


("Karma kedua : Api kegelapan-kekosongan")


Karasu Melempar Api dari tanganya. Api itu terus menyebar hingga membakar sekitarnya. Perka yang terkena api itu berteriak marah. Setengah wajahnya terbakar habis oleh api.


Accel dan yang lain mulai bisa melihat walaupun samar-samar karena api yang membara dan menyebar. Accel memperintahkan untuk menjauh karena panas mengerikan api kegelapan-kekosongan.


Karasu menatap Perka dengan mata hitam legamnya. Karasu tersenyum mengerikan. Kedua pedang muncul ditangannya.


"Karma ketiga : Kekacauan"


Angin berhembus kencang membuat api menyebar lebih cepat. Tanah mulai terasa terguncang. Suara retakan bisa didengar. Langit-langit labirin mulai runtuh.


Teman-teman Karasu menjadi khawatir. Karasu terlihat sangat berbeda. Tatapannya sangat gelap. Aura kegelapan membuatnya sangat mengerikan. Suaranya bukan terdengar seperti Karasu yang biasanya.


"Karasu" panggil William.


Karasu menatap William sebentar terus menatap Perka. Dia mengayunkan pedangnya. Perka yang bisa melihat Karasu walaupun samar-samar dengan cepat menghindar. Senyuman muncul disudut mulutnya. Pedang mengenai tanah membuat gelombang kejut dan menghancurkan sekitarnya.


Perka terkejut dan jatuh ke dalam lubang. Karasu dengan cepat menusuk dada perka. Langit-langit labirin akhirnya runtuh. Pemandangan disekitar mereka mulai berubah menjadi hutan.


Accel dan yang lainnya bisa melihat keberadaan Karasu dengan jelas. Mereka melihat Karasu menusuk Perka.


"Apakah kamu pikir ini kemenanganmu?" ucapan Perka membuat Karasu kebingungan.


Lingkaran sihir gelap muncul disekitar mereka. Ksatria kegelapan muncul dari dalam lingkaran. Karasu terlihat kebingungan.


"Kamu memang kuat, tapi apakah kamu bisa melawan banyak pasukan kegelapan yang kubuat. Mungkin kamu bisa menahan mereka tapi bagaimana dengan teman-temanmu?" ucapan Perka mengejutkan Karasu.


"Sial. Karma keempat : Kebangkitan Naga"


Pedang Karasu mulai berubah menjadi asap hitam. Raungan naga terdengar sangat keras. Burung-burung dihutan dengan cepat berterbangan. Naga muncul di belakang Karasu. Karasu dengan segera memperintahkan naga untuk menyerang ksatria kegelapan.


Karasu ingin menyelamatkan teman-temannya tapi dihentikan oleh Perka yang menyerangnya dari belakang. Karasu dengan cepat menghindari serangan Perka. Karasu terus mengayunkan kedua pedangnya memberikan perlawanan dan berusaha sekuat mungkin menghindari serangan Perka.


Serangan yang diberikan Karasu terus mengurangi hp Perka. Walaupun begitu hp Perka sangat banyak membuat Karasu kewalahan. Disaat itu Karasu menyadari sesuatu. Walaupun Perka tidak terkena serangan miliknya, hp perka terus berkurang.


"Mata Licik kegelapan" pikir Karasu dengan segera melihat status Perka.


***


Nama : Penyihir Kegelapan(Perka)


Level : 150


Hp : 47.750.000/10.000.000


Dalam status kutukan kegelapan, mengurangi setiap status hingga 50%.


Setiap pemanggilan ksatria kegelapan mengurangi 10.000 Health Point. Batas pemanggilan 500 pasukan.


***

__ADS_1


"Jadi begitu, ketika ksatria kegelapan terus di hancurkan maka akan mengurangi Hp nya dengan drastis. Tapi aku sudah kewalahan melawan Perka. Juga Naga Karma walaupun kuat hanya bisa menyerang beberapa ksatria kegelapan. Sial, aku tidak tau apa yang harus dilakukan. Apakah aku harus melanjutkan skill Karma? Tapi jika aku melanjutkannya... " Karasu terus berpikir rencana yang harus dia lakukan untuk melawan Perka.


Karasu terus menghindar dan menyerang balik Perka. Hingga Karasu mendengar teriakan Milea. Karasu secara otomatis melihat ke arah mereka.


"Kemana kamu melihat?" Perka dengan segera menyerang Karasu yang teralihkan.


Karasu terkejut dan dengan cepat menghindar tapi terlambat. Dia terkena serangan Perka. Hp-nya dengan segera menjadi 0. Sebuah sosok dengan petir disekitarnya muncul Membawa Karasu pergi.


William muncul di samping Accel dan menaruh. Accel dengan segera melihat status Karasu dan terkejut. Begitu juga dengan yang lainnya setelah melihat status Karasu. Perlahan kegelapan disekitar Karasu menghilang. Karasu kembali ke wujud normalnya.


Tanpa disadari mereka Celia maju berhadapan dengan Perka. Dia melihat Perka dengan penuh kebencian. Dia menyadari bahwa yang membunuh orang tua nya adalah Perka. Kejadian itu membuatnya bertekad untuk menjadi kuat dan membunuh si pelaku pembunuhan orang tuanya.


"Wujud Es : Ratu Es Malam" Celia dengan cepat dikelilingi es, membekukan dirinya didalam es. Bongkahan es segera retak dan hancur membuat gelombang kejut yang luar biasa dan membekukan sekitarnya.


Milea dan Dany dengan cepat membuat lingkaran pelindung. Mereka melihat wujud Celia dengan gaun berwarna biru dengan beberapa kristal di gaunnya. Bahkan Mahkota dari es muncul di kepalanya. Tatapan Celia sangat dingin.


"Kakak" ucap Milea melihat kakaknya dengan khawatir.


"Dunia Es Malam" Angin dingin berhembus dengan kencang. Langit mulai gelap dan bulan purnama bersinar ditemani bintang-bintang. Salju turun menutupi tanah di sekitar Celia dan terus menyebar.


Perka tersenyum ke arah Celia dan berkata "Sepertinya kamu sudah tau semua kejadian itu".


Celia hanya menatap dingin Perka. Lingkaran sihir bermunculan di belakangnya. Serpihan es muncul dari lingkaran sihir menyerang Perka. Perka membuat mantra pelindung dan memerintahkan ksatria kegelapan untuk terus menyerang. Setiap ksatria kegelapan yang mendekati Celia bakal beku menjadi bongkahan es.


"Milea, apakah kamu bisa menggunakan skill Pemanggilan kembali?" tanya Accel yang dibalas anggukan Milea. Milea dengan cepat menggunakan skill Pemanggilan kembali.


"Aku membutuhkan 10 menit untuk melakukan pemanggilan kembali" Ucap Milea duduk dihadapan Karasu dan mulai menyatukan tangannya. Lingkaran muncul dibawah mereka.


Accel, William dan Dany dengan cepat melindungi Milea dari ksatria kegelapan. Naga Karma yang dipanggil Karasu hanya menatap ksatria kegelapan dari langit.


Celia terus menyerang Perka dengan skill nya. Perka juga menggunakan kekuatan kegelapannya. Pertarungan mereka membuat kehancuran di beberapa tempat.


Karasu memandangi pertarungan teman-temannya di atas Naga Karma. Dia terus menatap mereka dengan tatapan kosong. Karasu merasa ada yang memanggilnya sehingga dia melihat asal panggilan tersebut. Dia melihat Milea yang berusaha memanggilnya. Karasu menatap Milea lalu Celia yang sedang kesusahan melawan Perka walaupun Celia sudah berusaha menyerang terus menerus.


"Mari kita bertarung kembali, Nir" Karasu berjalan ke tubuhnya diikuti oleh raungan naga.


Cahaya menyelimuti tubuh Karasu. Perlahan-lahan Karasu membuka matanya. Karasu berusaha berdiri walaupun dia merasa pusing. Karasu berdiri dan berjalan ke samping Accel melihat pertarungan Celia.


Tapi Celia tidak bertahan lama karena terus didesak oleh ksatria kegelapan yang terus berusaha mendekati dirinya dan juga Perka yang menyerang dirinya disaat lengah. Celia tanpa sadar kehilangan fokusnya hingga terkena serangan Perka membuat dirinya terlempar.


"Karma Kelima : Wujud Dark Void" Karasu dengan cepat ditutupi kegelapan. Rambut Karasu kembali menjadi hitam begitu juga matanya yang berubah menjadi hitam pekat. Jubah gagak berkibar terkena angin.


Sosok Karasu perlahan-lahan berubah menjadi bayangan dan muncul di samping Milea sambil menggendong Celia.


"Jagalah Milea dan Celia, Dany. Kamu akan menyerang dan membantu kami dari sini. William dan Accel bakal bersamaku untuk melawan Perka" perintah Karasu setelah membaringkan Celia dengan lembut.


Accel dan William hanya menggangguk tanda setuju. Mereka berdiri di samping Karasu. Berhadapan dengan Perka.


"Mari kita mulai ronde kedua dengan hal yang berbeda" ucap Karasu dengan senyum licik.


"Karma Keenam : Pedang Naga Karma" perlahan Naga Karma kembali berubah menjadi pedang dan muncul ditangan Karasu.

__ADS_1


"Ayo mulai ronde kedua" Karasu, Accel dan William segera menyerang Perka.


__ADS_2