
Di langit gelap, seorang pemuda menatap sombong ke pemuda yang berada di tanah. Dia mengangkat tangannya. Langit berubah menjadi keemasan. Pedang keemasan muncul di tangannya.
Pemuda yang berada di tanah mencoba berdiri. Dia menatap langit dengan putus asa.
"Hanya segini saja kemampuanmu?" pertanyaan itu membuat si pemuda marah.
Dia berdiri mengabaikan rasa sakit. Di tangannya muncul cahaya keunguan. Petir menyebar di sekitarnya. Dia memegang pedangnya dengan kuat. Pemuda itu mengarahkan pedangnya ke samping.
Pemuda yang berada di langit tersenyum tipis. Dia mengayunkan pedangnya ke bawah. Cahaya emas keluar dari pedang.
Pemuda yang di tanah juga mengayunkan pedangnya. Membuat tebasan berwarna ungu menuju pemuda di langit.
Ledakan terjadi dari tebasan yang di lepaskan mereka. Membuat tanah dan pohon berterbangan. Pemuda yang berada di tanah merasa tubuhnya terlalu lelah untuk berdiri. Dia jatuh berlutut.
Pemuda yang berada di langit perlahan-lahan turun ke hadapannya. Dia menunjuk kepala si pemuda.
"Ada kata terakhir?"
Pemuda yang jatuh berlutut mengangkat kepalanya. Dia melihatnya dengan penuh kemarahan.
"Bisa nggak kalau lagi makan gak di ganggu? Lagi asik² makan malah di serang. Tidak pernah diajari sopan santun?" pemuda itu mengeluarkan semua ucapan di dalam hatinya dengan penuh kemarahan.
Mendengar itu si pemuda yang sombong sebelumnya langsung salah tingkah.
"Tidak"
Melihat senyum bodohnya membuat si pemuda yang berlutut di tanah semakin marah. Dia ingin sekali menghabisinya tapi sudah kalah duluan.
[William : Lose]
Pemuda yang berlutut langsung menghilang. Dia membuka matanya dan melepaskan peralatan virtual. Dia melihat sekelilingnya dengan khawatir. Setelah melihat tidak ada orang disekitarnya, dia langsung mengelus dadanya.
Dia langsung menuju ke tengah aula dan berbaris di bagian belakang. Sudah 20 menit berlalu, si pria yang menjadi guru kelas game sudah menyelesaikan alat yang akan mereka gunakan.
"Baiklah, kalian bisa duduk di mana saja. Bapak akan menjelaskan apa yang akan kalian lakukan hari ini. Seperti yang bisa kalian lihat, di belakang bapak merupakan alat yang akan menampilkan pertempuran kalian. Bapak akan memantau dari sini sambil menilai kalian. Pertarungan yang akan kalian lakukan adalah pertarungan team. Jadi kalian akan membentuk... 4 orang dalam 1 team. Baiklah, jika ada pertanyaan lain silahkan di tanya. Jika tidak kalian bisa langsung membuat team. Waktu kalian untuk mencari team 10 menit" setelah menjelaskan dia langsung kembali mengatur alat di belakangnya.
Tentu saja Accel, William, Dany dan Milea membentuk tim. Mereka membuat rencana yang akan digunakan. Accel juga berjalan-jalan sambil mencari informasi tim lain.
10 menit telah berlalu. Pria tua itu melihat lembaran yang berisi data tim.
"Baiklah, sepertinya bapak lupa memperkenalkan diri. Kalian bisa memanggil bapak Deira" wajah para murid langsung berubah mendengar nama itu.
Guru Deira terkenal dengan kekejamannya dalam bertarung. Sebelumnya banyak murid yang mendatangi kelas game. Tapi sejak pak Deira mengajar. Para murid menjadi sedikit. Ketika ditanya alasannya. Mereka akan menjawab "Lebih baik aku belajar matematika daripada bertarung dengan guru Deira".
Rumor tentang kekejaman guru Deira semakin terjadi hingga hanya beberapa siswa yang mengikuti kelas game. Walaupun beberapa bulan guru Deira telah diganti hanya beberapa siswa yang berani ikut.
"Sekarang bapak akan mengumumkan siapa saja yang akan bertanding pertama kali. Tim Night Raid vs CrimsonEra"
Tim Accel dan Crimson Era langsung menuju tempat peralatan virtual. Mereka memakai peralatan virtual lalu masuk ke dalam dunia yang telah dibuat pak Deira.
{Selamat datang di Arena Latihan}
Accel tiba di tengah hutan belantara. Dia melihat banyak pohon yang tinggi dan rindang. William, Dany dan Milea juga tiba di sampingnya.
{Night Raid Team}
Accel[Assassin]
William[Fighter]
Dany[Mage]
Milea[Support]
__ADS_1
{CrimsonEra Team}
Chris[Fighter]
Carla[Mage]
Charlie[Fighter]
Erga[Assassin]
{Peraturan Arena Pelatihan}
Setiap anggota dari masing-masing tim yang mati akan mengalami pengurangan 10% atribut setiap kematian.
Jika anggota tim mencapai pengurangan 100% atribut maka anggota tersebut akan dikeluarkan dari Arena Pelatihan.
Pertandingan selesai jika salah satu tim berhasil mengambil kristal yang terdapat di altar tim. Tim yang berhasil mengambil kristal akan menjadi pemenang.
Setiap tim akan diberi kesempatan untuk mengatur strategi selama 5 menit. Pertandingan akan dimulai jika kedua tim telah siap atau waktu habis.
Anggota yang mati akan hidup kembali setelah 30 detik. Waktu terus meningkat setiap kematian sebesar 5 detik.
{Arena Pelatihan : Fase Strategi}
Setelah membaca peraturan, masing-masing tim langsung menyusun strategi.
"William, Dany, kalian akan berhadapan dengan Chris dan Charlie. Milea akan mensupport kalian. Berhati-hatilah terhadap Erga. Aku akan mencari celah untuk menyerang Mage mereka. Jika tidak memungkinkan, kita akan bertarung seperti biasa"
Accel memberi waktu untuk teman-temannya mengerti. Setelah mengerti strategi yang digunakan, Accel langsung menekan 'Ready' di panelnya.
{Kedua Tim telah siap. Pertandingan akan dimulai dalam 10 detik}
10...
9...
8...
7...
6...
5...
4...
3...
2...
1...
{Pertandingan dimulai}
Accel segera menghilang dari hadapan teman-temannya. Dia bersembunyi dan melihat di sekitarnya.
__ADS_1
William, Dany dan Milea berjaga di altar. Mereka terus melihat sekitarnya dengan waspada. Mengantisipasi serangan dadakan dari musuh.
Accel terus melompat di batang-batang pohon. Dia memeriksa sekitarnya. Dia mengambil benang dari inventory dan memasangnya di bawah pohon. Setelah selesai dia langsung lanjut mencari altar musuh.
Sebuah pisau melesat cepat ke arahnya. Accel langsung berputar di udara menghindari pisau tersebut. Pisau lainnya muncul menuju arahnya. Accel langsung melompat turun.
Erga muncul dari balik pohon menyapa Accel. Accel mengambil pedang pendek dari inventory. Dia mengayunkan pedangnya ke arah Erga. Erga tersenyum dan melangkah mundur sambil melempar banyak pisau. Accel langsung menghentikan langkahnya dan berlari ke samping.
Accel berniat pergi mengejar Erga tapi sebuah bola api menghantam tanah di depannya. Dia terlempar mengenai salah satu pohon.
Chris dan Charlie muncul di sampingnya. Accel menoleh ke atas dan melihat Erga dan Carla yang tersenyum ke arahnya.
(Message : William, lakukan sekarang)
William yang menerima pesan dari Accel langsung berlari meninggalkan Dany dan Milea. Dia berlari dengan cepat bagaikan cheetah yang mengejar mangsa.
Disisi lain, tim CrimsonEra mengalami sebuah masalah. Sebuah benang tipis terus mengikat mereka. Benang tipis itu memutari mereka.
"KAMU?!!" Erga terlihat kesal dengan apa yang terjadi.
Dia menatap Accel dengan penuh kebencian. Accel hanya tertawa melihat itu. Walaupun mereka menatapnya dengan penuh kebencian dan keinginan membunuh, hanya menatap dirinya tidak akan membuatnya terbunuh. Selain mereka memiliki kekuatan mata seperti Death-Eyes. Mungkin Accel akan panik.
"Bagaimana kamu mengetahui kelas kami?" Erga menghilangkan kebenciannya dan bertanya dengan penasaran.
"Aku mencari informasi dari beberapa situs dan mendapat informasi tentang kalian"
Sebelumnya Accel mencari informasi tentang tim lawannya. Dia akan berpura-pura mencari tim padahal dia hanya mendengar rencana dan strategi yang akan digunakan. Juga karakter dan kelas yang akan dipilih.
Setelah selesai mencari informasi, dia mendiskusikan karakter dan kelas yang ingin digunakan. Dalam keputusan itu Accel mengambil kelas Spider-Knight. Kelas unik yang susah dikendalikan. Juga kelas ini memiliki kekuatan yang rendah. Kelas ini tidak populer sehingga para siswa melupakannya.
Accel yang mengetahui rahasia tersembunyi dari kelas Spider-Knight. Setelah diberitahu beberapa trik dari Karasu, Accel menjadi handal dalam mengendalikan kelas Spider-Knight.
William tiba di depan Altar CrimsonEra. Dia dengan cepat mengambil Kristal CrimsonEra. William kembali berlari menuju altar timnya setelah menyimpan Kristal.
{Kristal telah dicuri}
Tim CrimsonEra mendapat notif dari sistem. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena dikurung dalam jaring laba-laba Accel.
{Tim Accel berhasil mendapatkan Kristal CrimsonEra. Jika 10 detik Night Raid berhasil mempertahankan Kristal, maka kemenangan akan diraih Night Raid}
10...
9...
8...
7...
6...
5...
4...
3...
"Aku tidak menyangka kamu akan menjebak kami seperti ini, Good Game, Night Raid"
2...
1...
{Night Raid Winner}
\>\>\>\[Unknown\]<<<
__ADS_1