Night Raid Unknown

Night Raid Unknown
Dungeon II


__ADS_3

Didalam dungeon sungguh gelap dan tenang. Dany mengontrol skill bola api untuk menerangi mereka. Accel dan Perka memantau disekitarnya.


Lorong dungeon sungguh besar. Yang membuat mereka harus ekstra waspada. Jebakan dan monster ada dimana-mana.


Suara langkah kaki terdengar, terlihat tiga ekor tikus besar dan mengerikan datang ke arah mereka. Tikus memiliki banyak luka ditubuhnya. Mata merah menatap mereka.


"Dany, serang dengan bola api besar menembus lorong gelap didepan" Perka memerintah Dany yang dengan cepat dilakukan.


Bola api besar menerangi lorong didepan mereka. Memperlihatkan banyak monster tikus mengerikan di belakang tiga tikus. Perka yang melihat hal tersebut mengembus nafasnya. Dia sudah menduga hal ini.


"Celia, buat tembok es di belakang kita" suara Karasu mengejutkan Celia. Celia mengangguk dan membuat tembok es.


"Buat bolongan di tembok es sebesar genggaman tanganku" Karasu menyentuh tembok es. Celia melakukan perintah Karasu. Karasu mengambil korek dari tas kecil di pinggangnya. Dia menyalakan korek dan melempar ke dalam bolongan tembok es.


"Cepat tutup bolongan itu" perintah Karasu dengan cepat. Bolongan tembok es ditutup dan ledakan terjadi. Ledakan terus terlihat menyebabkan lorong menjadi terang. Tembok es terlihat retak di beberapa bagian.


Ledakan berhenti, asap hitam mengepul dan perlahan menghilang. Setelah asap menghilang, terlihat banyak mayat monster tikus di belakang mereka. Accel dan Perka terus memantau situasi. Mereka selalu dalam keadaan siaga menghindari serangan monster tikus yang mengerikan.


"Dany, Celia, Milea, kalian akan menyerang. Sedangkan Accel, William, kita akan bertahan" Perka dengan cepat memberi perintah. Karasu bingung mendengar perintah Perka.


Step... Step... Step...


Karasu merasakan dan mendengar langkah kaki dari sisi tembok es. Dia dengan cepat berbalik dan memerintahkan Celia untuk menghilangkan tembok es. Karasu berjalan dan mengambil kuda-kuda menyerang.


Sebuah sosok besar mendekati mereka. Sosok itu mengenakan zirah hitam legam. Pedang besar terlihat ditangan. Perisai dengan lambang yang tidak diketahui terlihat. Wajahnya tertutup helm, tapi mata merah legam dengan niat membunuh dirasakan.


Karasu menatap sosok tersebut, dia mencari tau dengan skill Mata Licik.


***


Nama : Prajurit Kegelapan


HP : 1.000.000

__ADS_1


***


Karasu mengerutkan keningnya. Walaupun dia menggunakan Mata Licik dia tetap tidak mendapat data apapun. Dia hanya mendapatkan nama dan hp yang dimiliki. Level dari Prajurit kegelapan bahkan tidak ada.


"Accel, instruktur Perka, buka jalan dan cari tempat aman. Aku akan menahan prajurit kegelapan" Karasu merasa khawatir dan memberi perintah kepada teman-temannya. Dia merasa kalau ada sesuatu yang terjadi.


Monster level tinggi tidak akan semudah itu muncul di lorong gelap yang panjang ini. Bahkan tempat yang mereka lewati untuk masuk ke dungeon menghilang. Tidak ada jalan keluar, satu-satunya cara mengalahkan penjaga dungeon.


Karasu dan prajurit kegelapan saling menatap. Tidak ada satu pun dari mereka memulai serangan. Sedangkan Accel, William dan Perka memimpin serangan untuk membuka jalan. Monster tikus terus dibantai oleh mereka selama perjalanan. Celia, Dany dan Milea terus menyerang monster tikus dari belakang sambil berjalan mengikuti mereka.


Akhirnya gerakan terlihat dari prajurit kegelapan. Dia mengayunkan pedangnya lurus ke lantai depan Karasu. Karasu menghindar ke samping mencoba melancarkan serangan balasan.


Ting...


-0


Percikan tercipta dari benturan pedang Karasu dan zirah prajurit kegelapan. Karasu merasakan tangannya bergetar. Dia menelan ludahnya mengagumi ketahanan prajurit kegelapan.


Accel dan yang lain sudah tidak terlihat. Tapi Karasu tidak berniat mundur. Dia menyerang lagi prajurit kegelapan. Pedang Karasu menghantam pedang prajurit kegelapan. Retakan timbul di pedang Karasu. Prajurit kegelapan mendorong pedangnya membuat Karasu terlempar.


"Pedang besi tidak berguna melawan monster level tinggi" karasu menatap pedang besi yang tinggal ganggang pedang saja. Karasu mengambil pedang putih dari penyimpanannya. Menyerang maju prajurit kegelapan yang diam.


Accel dan yang lain sudah menemukan tempat aman. Perka terus memantau disekitarnya. Mereka memulihkan Hp dan Mp yang hilang.


"Mari bersiap, kita akan maju" ucap Perka.


Tim Accel terus bertemu monster selama perjalanan. Mereka memusnahkan mereka semua. Berjalan hingga mereka melihat cahaya di kejauhan. Mereka berada di ujung lorong. Melihat banyak pohon-pohon yang rimbun disekitarnya.


Suara dari kejauhan terdengar. Tim Accel langsung bersiaga. Suara semakin terdengar. Sosok berwarna emas terlihat. Dia terus menggantung dari pohon satu ke pohon lain.


"William, monyet itu mirip kamu" candaan Dany membuat kesal William. William memiliki rambut emas yang mirip dengan bulu monyet tersebut.


Monyet emas itu menggelantung di pohon menatap tim Accel. Monyet emas tiba-tiba berteriak yang membuat kaget mereka. Monyet emas terus berteriak.

__ADS_1


"Lihat, sikapnya pun mirip kamu" Canda Dany lagi yang membuat mereka tertawa.


William yang kesal meneriaki monyet. Dia terus berteriak memprovokasi monyet menghilangkan kemarahannya.


"Terlihat sama persiskan" ucap Dany.


"Jangan samakan aku dengan manusia jelek itu" ucapan tiba-tiba terdengar dari monyet. Accel dan yang lain menatap monyet emas tersebut lalu William. Mereka tertawa yang membuat William menatap marah ke arah monyet.


"Sudah cukup, aku akan menghabisi kalian monyet jelek" William menghilang dari tempatnya. Dia muncul di depan monyet emas lalu menghabisinya. Tanda silang terlihat di dada monyet. Monyet emas jatuh ke tanah.


"Tidak ada Karasu, ada Dany" keluh William dengan marah. Menghabisi semua monyet emas yang terlihat.


"Sepertinya kita akan panen exp dan tidak perlu bersusah payah" ucap Dany senang.


Suara keras terdengar dari langit. Accel dan Perka menatap ke langit. Terlihat seekor naga melewati mereka. Mereka terus menatap naga yang terbang. Monyet emas tiba-tiba berlari keluar hutan. Naga yang melewati mereka berputar. Dia mengarah ke mereka sambil membakar hutan.


"Berkumpul" teriak Celia lalu membuat perisai es yang mengelilingi mereka menghindari semburan api dari naga.


"Kenapa ada naga di dungeon ini. Bukannya naga sudah tidak terlihat lagi selama 1.000 tahun" ucap Milea kebingungan. Celia dan Perka juga mengerutkan kening.


Api mulai reda dan naga tidak terlihat. Celia menghilangkan perisai esnya. Panas dari pohon yang terbakar dirasakan. Celia membuat udara dingin untuk mengimbangi panas. Raungan naga terdengar, dia terbang mendekati mereka lalu berhenti dilangit. Dia memandangi tim Accel.


Naga itu terlihat berwarna hitam. Mata merah menyala. Dia perlahan turun ke tanah dan meraung.


***


Nama : Naga Kegelapan


Level : 120


Hp : 1.500.000


***

__ADS_1


"Apakah kamu becanda?" ucap William terkejut dengan status Naga kegelapan.


"Ternyata benar, ini jebakan" senyum sinis muncul di Accel.


__ADS_2