Night Raid Unknown

Night Raid Unknown
Berkelahi


__ADS_3

Seorang anak kecil terlihat sangat ketakutan. Dia berjalan dengan kaki gemetar memasuki sebuah bangunan yang terlihat suram. Bangunan itu banyak ditutupi lumut dan daun-daun. Anak kecil itu memberanikan diri membuka pintu. Pintu berderit nyaring menambah ketakutan anak kecil.


Ruangan di dalam sangat gelap. Cahaya yang masuk sangat minim. Anak kecil itu melangkahkan kaki masuk ke dalam. Setelah berada di tengah ruangan, pintu yang dibukanya tadi tertutup sendiri. Anak kecil gemetaran ketakutan melihat sekelilingnya.


"Ibu, ayah" tangisnya kencang. 


"Berhentilah menangis nak, kamu aman disini"


Sebuah suara terdengar di dalam ruangan. Langkah kaki terdengar di belakang si anak kecil. Anak kecil itu membalikkan tubuhnya dan melihat seorang perempuan dengan jubah hitam dan mata merah mendekatinya. 


Perempuan itu berdiri di depan anak kecil dan berlutut mengelus wajah anak kecil. 


"Jangan takut, kakak akan menjagamu"


Ucapannya membuat si anak kecil menjadi tenang. Rasa takutnya menghilang. Anak kecil itu mengangguk sambil mengelap air matanya. 


Ketakutan anak kecil itu kembali muncul setelah mendengar suara menyeramkan. Dia menangis kencang tapi dihentikan oleh perempuan itu. Dia tersenyum ke anak kecil yang memberikan rasa tenang. 


"Sembunyilah, kakak akan menghentikannya"


Anak kecil itu segera berlari sembunyi di belakang tiang. Dia melihat seekor monster besar muncul di depan si perempuan. Perempuan itu menatap si monster dengan tenang sekaligus dingin. Scythe muncul di tangannya. 


Dengan lincah dia mengayunkan scythe untuk menyerang. Serangan sangat cepat hingga membuat monster tidak berdaya. Dengan mudah dia menghabisi monster tersebut. 


Monster lain muncul dari balik bayangan. Anak kecil berlari ketakutan mendekati si perempuan. Dia bersembunyi di belakang si perempuan.


"Tutup matamu, kakak akan segera menghabisi mereka"


Ucapannya segera dituruti oleh anak kecil. Anak kecil itu menutup matanya. Dia hanya mendengar suara tebasan dan raungan monster. Anak kecil itu dengan penasaran membuka matanya sedikit. Dengan segera dia melihat pemandangan mengerikan. Pemandangan itu membuatnya sangat takut dan ngeri. 


Perempuan itu bersimbah darah monster. Merasa seseorang menatapnya dia memalingkan wajahnya ke tempat anak kecil itu berada. Anak kecil itu terlihat sangat ketakutan saat dia menatapnya. Anak kecil itu segera pingsan tak sadarkan diri. 


"Haha, lagi-lagi kamu membuat anak kecil pingsan"


***


Sekolah Avaris merupakan tempat Accel, Dany, William dan Milea bersekolah. Sekolah Avaris termasuk sekolah terpopuler karena prestasinya. Entah kenapa Accel, Dany dan William bisa masuk ke sekolah tersebut. 

__ADS_1


Di dalam kelas, terlihat guru sedang menjelaskan. Dany dan William dengan rajin mencatat yang ditulis guru, sedangkan Accel sudah jatuh tertidur. Milea juga mencatat semua yang dijelaskan oleh guru. Milea sangat memperhatikan semuanya karena di dunia sebelumnya tidak ada yang seperti ini.


(Waktunya pulang) 


Suara perempuan terdengar menandakan waktu pulang. Guru mereka menyusun peralatannya sebelum pergi keluar kelas. Setelah guru keluar ruangan barulah para murid pada berhamburan keluar ruangan. 


William berjalan menuju tempat duduk Dany dan Accel. Accel masih tertidur lelap. Milea mendatangi mereka dan melihat Accel yang terlelap. 


"Apakah dia selalu begitu?" Milea melihat Dany dan William dengan penasaran. 


William dan Dany tertawa masam mendengar Milea bertanya. 


"Kadang-kadang jika gurunya membosankan maka dia akan tidur. Jika Karasu disini dia pasti akan mencoba berurusan dengan maut untuk membangunkan iblis merah" ucapan William membuat Milea bingung dan makin penasaran. 


William maupun Dany hanya diam saja tak berniat melanjutkan pembicaraan. Milea tak bertanya lagi. Dany membangunkan Accel. Setelah Accel bangun, mereka berkumpul di taman sekolah untuk bersantai. 


"Jadi yang seperti kubilang kemarin, kita akan mencari uang lewat VRMMORPG Open World yang baru-baru ini populer, Unknown. Unknown hampir sama yang kita mainkan sebelumnya hanya saja terdapat banyak kelas dan ras. Juga memiliki kebebasan untuk menciptakan kelas sendiri. Mungkin kalian akan lebih mengetahuinya saat proses pembuatan karakter. Kita akan bermain malam ini. Kita tak perlu mementingkan level, tapi kita akan mementingkan keterampilan" penjelasan Accel membuat William dan Dany bersemangat, sedangkan Milea tidak mengerti apa yang diucapkan Accel. 


Accel yang melihat Milea memiringkan kepalanya mengerti bahwa dia tidak mengerti maksud ucapannya. 


"Mari pulang" Accel berdiri dari kursinya dan berjalan keluar taman diikuti oleh teman-temannya. 


Saat mereka melewati sebuah gang, para preman muncul mendekati mereka. Para preman melihat Milea dengan tatapan jahat. Milea merasa takut dan bersembunyi di belakang Dany yang kebetulan di dekatnya.


Terdapat 6 preman sedangkan kelompok Accel hanya 3 laki-laki dan 1 perempuan. Accel tersenyum menyeramkan ke para preman. Dany dan William terlihat bersemangat. 


"Kebetulan sekali" ucap Accel berlari menuju para preman dan melancarkan tinjunya. 


Salah satu preman terpental mundur. Melihat temannya di pukul, para preman langsung marah dan menyerang balik Accel. Accel segera memasang kuda-kuda. Accel menendang kaki salah satu preman yang dekat dan meninjunya tepat di wajah. Salah satu preman menyelinap di belakang Accel dan menangkapnya. Accel tidak bisa bergerak karena ditahan. 


Para preman lain yang melihat Accel disekap segera mendatanginya. Mereka tertawa senang berniat membalas pukulan Accel. 


"Kalian kira dia saja yang lawan kalian?" segera sebuah tinjuan mendarat di perut salah satu preman. 


Preman itu memegangi perutnya. William segera menendang kepala preman itu. Seorang preman berniat menyerang William dari belakang tapi ditendang oleh Dany. Accel yang merasa pegangan lawannya melemah segera menendang bagian penting lawannya. Segera lawannya melepas pegangannya. Accel melancarkan serangan dengan sikunya membuat pingsan si preman. 


Kelompok Accel mendominasi pertarungan. Salah satu preman yang melihat itu segera berlari meninggalkan teman-temannya. 

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama kelompok Accel menghabisi para preman. Tapi mereka mendengar banyak langkah kaki. Langkah kaki makin terdengar memperlihatkan banyak preman. William mengenal salah satu preman karena preman itulah yang melarikan diri. 


"Jadi kamu membawa pasukan ya?" William menatap preman itu dengan senyum mengejek. 


Preman itu menjadi kesal tapi menahan dirinya. Dia sudah melihat kehebatan mereka dan kerjasamanya. 


"Dany, bawa Milea menuju tempat aman, jika sudah kembali untuk bersenang-senang" ucap Accel tersenyum menyeramkan ke para preman membuat mereka merasa terancam. 


"Apa-apaan tatapan bocah ini" pikir semua preman yang merasakan tatapan Accel. 


Accel mengulurkan tangannya dan menaik turunkan semua jarinya menantang semua preman untuk maju. Merasa ditantang oleh seorang bocah membuat para preman marah dan menyerang Accel dan William. Dany sudah pergi membawa Milea ke tempat aman. 


Accel terus menyerang para preman yang mendekat. Sedangkan William menyerang maju para preman. Pertarungan itu berlangsung lama dan seimbang. Dengan jumlah 15 orang para preman tetap tidak bisa memberikan perlawanan. 


Accel dan William saling memunggungi. Berjaga-jaga untuk menghindari serangan dari belakang. Accel dan William mulai kelelahan dengan jumlah preman yang tiada habis. 


"Perasaanku saja atau jumlah mereka bertambah?" William mencoba menghitung mereka tapi selalu gagal akibat di serang. 


Tak berapa lama Dany mendatangi mereka sendirian. Dia menyerang para preman yang menghalangi jalannya. Menyerang setiap titik vital musuh. Dia mendekati Accel dan William. Di saat itu Accel melihat pasukan lain para preman datang. 


"Ara ara, sepertinya akan sulit" mendengar suara asing dari Accel membuat Dany dan William menggigil ngeri. 


***


Restoran Starfaiv merupakan restoran yang populer di kalangan anak sekolah sehabis pulang sekolah. Restoran itu menyediakan banyak makanan ringan dan minuman yang disukai anak sekolahan. 


Milea sedang duduk di pojokan memandangi pemandangan taman yang berseberangan dengan restoran. Sambil menikmati vanilla cream Milea melihat menu-menu yang ada di restoran. Penasaran dengan rasanya Milea memutuskan untuk memesannya. 


Lonceng restoran berbunyi dan memperlihatkan tiga pemuda berpenampilan berantakan. Walaupun begitu mereka terlihat menarik. Para perempuan di restoran yang melihat mereka tidak bisa memalingkan wajah. Tiga pemuda itu berjalan mendekati tempat Milea. 


Mereka menyapa Milea dan duduk disana. Dany dan William segera melihat menu restoran dan memesan minuman. Sedangkan Accel bersandar di kursi mengistirahatkan tubuhnya. 


Seorang pelayan mendekati mereka sambil membawa pesanan. Mengira itu pesanan mereka dengan cepat mereka mengambilnya. Tapi William dan Dany merasa sesuatu yang janggal. Warna minuman mereka terlihat berbeda dengan yang ada di menu yang mereka pilih. Juga terdapat banyak makanan ringan. Bahkan pelayan itu kembali membawa banyak makanan dan minuman membuat meja mereka penuh. 


"Itu... Aku yang pesan" Milea tersenyum malu-malu saat melihat William dan Dany terkejut. 


Dany dan William berkeringat dingin melihat makanan dan minuman yang ada di meja.

__ADS_1


__ADS_2