Night Raid Unknown

Night Raid Unknown
Pertempuran Akhir


__ADS_3

"Aku takkan kalah" ucap Celia didalam hatinya.


Celia terus mengeluarkan semua skillnya ke Perka dan juga ksatria kegelapan disekitarnya. Celia mulai merasa lelah akibat mengeluarkan skill terus menerus. Penglihatan Celia mulai menjadi kabur dan tanpa disadarinya Perka sudah mengambil kesempatan untuk menyerangnya.


Celia tidak sempat menghindar atau mengeluarkan skill pelindungnya sehingga dia terkena bola kegelapan Perka. Celia terlempar mundur. Perka langsung mengeluarkan skill lain untuk mengakhiri Celia. Tapi sebuah bayangan muncul di belakang. Bayangan terus berkumpul menjadi sosok Karasu. Karasu melihat Perka di balik topengnya. Senyuman licik bisa terlihat di sudut mulutnya. Karasu kembali menjadi bayangan bersama Celia.


Celia yang merasa seseorang menyentuhnya berusaha melihat orang itu. Dia mendapati Karasu tersenyum lembut ke arahnya.


"Karasu" ucapnya tanpa sadar saat melihat Karasu.


"Istirahatlah, biar kami yang melawannya" ucap Karasu lembut.


Karasu muncul di dekat Milea dan membaringkan Celia dengan lembut di atas tempat yang dia buat. Celia tersenyum ke arah Karasu sebelum kehilangan kesadaran.


Milea melihat kakaknya kehilangan kesadaran dengan segera menghampirinya dan menggunakan skill penyembuhnya. Milea melihat ke arah Karasu yang sudah berdiri di dekat Accel dan William.


"Dany, jagalah Celia dan Milea" Milea mendengar kata-kata Karasu memandangi Dany. Tatapan mereka bertemu selama 1 detik sebelum saling berpaling.


"Aku bakal menjagamu" ucap Dany tanpa sadar.


"Jagalah diriku" balas Milea tanpa sadar juga.


"Sepertinya aku harus mengerjai mereka dua setelah ini selesai" pikir Karasu tersenyum licik ke arah Perka.


"Mari kita mulai pertarungannya" ucap Karasu memandang dingin Perka.


***


Sling... Slash...


Suara pedang berbenturan terus terdengar. Ledakan terjadi dimana-mana. Angin berhembus tidak beraturan. Perlahan-lahan hujan mulai turun.

__ADS_1


Accel terus melakukan blink menyerang titik buta Perka. Sedangkan William menyerang terus-menerus Perka mencoba mengalihkan perhatiannya. Karasu menghabisi ksatria kegelapan yang terus bermunculan.


Dany melihat usaha teman-temannya tidak tinggal diam. Dia terus membuat mantra sihir untuk membantu teman-temannya. Jika terjadi kesalahan dia akan berusaha membuat pengalihan. Sihir demi sihir dia keluarkan.


Pertarungan mereka berlangsung lama. Tubuh William dan Accel mulai mengalami kelelahan dan konsentrasi mereka mengalami penurunan. Mana yang dimiliki Dany juga habis.


Karasu menyadari keadaan teman-temannya segera menghabisi semua ksatria kegelapan di sekitar mereka. Dia segera melancarkan serangan dan memberikan tanda mundur ke teman-temannya. Karasu mengayunkan pedangnya dengan cepat hingga sebuah mantra terbentuk di depannya.


"Fase Pertama Pedang Naga Karma : Nafas naga"


Karasu segera mundur setelah menyelesaikan skillnya. Lingkaran sihir bercahaya dan mengeluarkan tembakan laser ke arah Perka. Perka tidak bisa menghindar terkena serangan. Hp yang dimiliki menghilang sekitar 10%.


"Fase Kedua Pedang Naga Karma : Kemarahan Naga"


Segera status Karasu meningkat 50%. Karasu berniat maju menyerang tapi dia terbatuk. Darah mengalir dari mulutnya.


"Aku harus cepat" pikirnya.


Karasu menghilang dari tempatnya dan muncul di belakang Perka.


"Kamu pikir aku akan membiarkanmu menyerang lagi? Bangkitlah peliharaanku, berikan tuanmu ini kekuatan" Karasu terkena gelombang kuat yang diciptakan oleh Perka akibat kekuatannya yang sangat kuat.


Sebuah bayangan naga muncul di belakang Perka. Naga itu perlahan-lahan memasuki tubuh Perka. Ksatria kegelapan yang pernah dikalahkan Karasu juga muncul di samping Perka. Ksatria itu berlutut dan seluruh zirahnya muncul di tubuh Perka. Perka sekarang di tutupi oleh zirah ksatria kegelapan dan aura yang dimilikinya merupakan aura naga kegelapan.


Karasu mendarat mulus di tanah. Dia segera menyerang Perka tidak membiarkan kekuatannya menjadi sempurna.


"Lambat" Perka muncul di depan Karasu.


Karasu terkejut dan berniat bertahan tapi serangan perka sangat cepat membuatnya terlempar hingga mengenai tanah dengan keras. Karasu batuk darah. Perka tersenyum dari kejauhan sebelum muncul didepan Karasu memberikannya tusukan fatal di dada Karasu.


Karasu terkejut dengan kecepatan yang dimiliki Perka.

__ADS_1


"Sangat cepat" pikirnya.


Accel dan William yang melihat dari kejauhan saling mengangguk. Accel menggunakan blink ke William muncul di samping Perka.


"Aliran pedang Petir" Petir mengelilingi pedang William. William segera melemparkannya tepat di bawah Perka.


Perka hanya tersenyum dan muncul didepan William. Tanpa disadarinya Accel telah menyelinap di belakangnya sambil membawa pedang yang dilempar William sebelumnya.


"Tiga Bayangan Pedang" Accel melempar pedang William. Salah satu pedang mengenai Perka membuat gerakannya melambat. William menggunakan langkah kilat untuk mengambil pedang bayangan begitu juga dengan Accel yang menggunakan blink untuk mengambil pedang bayangan. Mereka bersamaan melancarkan tebasan ke badan Perka.


Perka mengeluarkan aura menindas membuat aksi Accel dan William terhenti. Dia membuat gelombang kejut melemparkan Accel dan William menjauh. Cahaya terang dari atas kepalanya membuat dia menoleh ke atas. Sebuah hujan api menuju dirinya. Dengan cepat dia menebas setiap bola api yang akan mengenainya.


Air mengalir di kaki Perka. Sengatan listrik tercipta dari pedang bayangan yang mengandung kekuatan petir. Serangan itu tidak memberikan dampak yang berarti tapi membuat Perka sangat kesal.


Lingkaran sihir muncul dibawah Perka. Perka yang kesal menginjak lingkaran sihir. Lingkaran sihir langsung hancur. Perka menebas ke salah satu pecahan sihir. Semburan darah oleh tebasannya dan memperlihatkan Accel yang terluka.


Mata sebelah Accel bercahaya terang. Api berwarna merah terlihat di mata kanannya. Accel menancapkan pedangnya ke tanah. Tanah menjadi retak. Rantai timbul dari retakan dan mengijat Perka hingga tidak bisa bergerak. Rantai mulai dialiri petir oleh William.


"Trik ini lagi" Perka segera menghancurkan rantai.


Phoenix datang dari langit menyerang Perka. Perka menebas Phoenix menjadi dua. Phoenix meledak dan membuat Perka termundur beberapa langkah.


Accel menyerang dari belakang. Setiap serangannya mengeluarkan api. Rantai api mengelilingi Perka. Suara naga terdengar dan melemparkan Accel menjauh. Sebuah pisau terlihat di beberapa titik vital Perka. Perka terkejut dan melihat Karasu yang sudah bersiap menyerangnya.


"Akhir Karma : Kematian" Karasu mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah. Membelah apapun yang menghalangi. Perka yang terkena serangan terpotong menjadi dua bagian. Segera semua Hp yang dimiliki Perka habis menjadi 0.


Karasu tetap waspada walaupun sudah mengalahkan Perka. Dia tetap berjaga-jaga begitu juga temannya. Mereka terus waspada selama beberapa saat. Ketika merasa sudah aman. Mereka semua bernafas lega dan merayakan kemenangannya. Accel dan William langsung duduk di tanah. Mereka sangat kelelahan melawan Perka. Karasu langsung terbaring berusaha tetap menjaga kesadarannya yang perlahan mulai menghilang. Dia juga tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


Dany dan Milea berjalan mendekati Accel dan William. Karasu melihat Celia yang sudah memulihkan diri berjalan ke arahnya. Karasu tersenyum ke arah Celia. Celia segera memalingkan mukanya. Karasu makin tersenyum melihat tingkah Celia. Tapi senyum itu menghilang saat melihat ada sesuatu yang mendekati Celia.


"A... " Karasu ingin berteriak tapi kekuatannya sudah menghilang dan dia kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


__ADS_2