
"Nisa, anak kamu cantik sekali" ucap Myonya Mina
"Nyonya, saya titip Putri saya. Jangan biarkan Ayahnya mengambilnya karena saya takut dia akan melukai Putri saya" Ucap Nisa dengan suara tersendat-sendat
"Kami akan membesarkan Putrimu seperti Putri kami sendiri. jangan khawatir" Tuan Zenda ikut menyela
Setelah beberapa saat, Nisa sudah tidak lagi bernafas. Sebelum meninggal, Nisa menitipkan Putrinya kepada majikannya, Putrinya diberi nama BILQIS KEYSANA.
Nisa sudah bekerja bertahun-tahun di kediaman Keluarga Zenda, hingga hidup seperti keluarga sendiri disana. Kehidupan yang baik namun tidak memiliki nasib yang baik membuatnya stres saat hamil karena kelakuan Suaminya yang tidak bermartabat hingga menyebabkannya melahirkan bayi prematur dan pendarahan hebat lalu pada akhirnya meninggal.
Keluarga Tuan Zenda sangat kehilangan karena Nisa sudah seperti Keluarga sendiri bagi mereka.
17 TAHUN KEMUDIAN....
Keluarga yang tidak pernah utuh jumlahnya karena anak pertama mereka, JAVIER ZENDA menjalankan Perusahaan diluar Negeri dan anak kedua mereka bernama JAY ZENDA sedang sibuk belajar di Perusahaan sambil kuliah S2, hanya ada Keysa yang selalu dirumah menemani Nyonya Mina yang selalu merasa kesepian.
"Nyonya, menu malam ini banyak sekali? Maaf ya, Keysa pulang telat karena tadi ada les dadakan terus lanjut belajar kelompok sama Nela" Keysa menyapa Nyonya Mina yang tengah duduk diruang makan seperti menunggu seseorang.
"Iya sayang. Sana mandi terus turun kebawah ya, kita ada meeting Keluarga nanti" Ucap Nyonya Mina
Keysa hanya mengangguk dan tersenyum, bayi yang sepertinya baru kemarin digendong Nyonya Mina kini menjadi gadis yang sangat cantik, lembut, mandiri, pengertian dan juga penyayang.
Meskipun dibesarkan dan diperlakukan seperti anak sendiri, Keysa tetap tidak mau memanggilnya Ibu atau Ayah pada Nyonya dan Tuan Zenda.
Saat Keysa turun kebawah, diruang makan sudah kumpul anggota Keluarga, semua mata menatap padanya karena hanya dia yang belum hadir.
Suasana menjadi canggung karena meskipun tinggal dikediaman Keluarga Zenda, Keysa hanya beberapakali bertemu dengan Javier maupun Jay.
"Sini sayang!" Panggil Myonya Mina
"Iya Nyonya" Jawabnya sopan
"Bagaimana persiapan ujiannya? Lancar?" Tanya Tuan Zenda
"Iya tuan, lancar" Keysa dibuat kikuk dalam suasana yang aneh
"Ayo makan yang banyak, setelah ini ada yang mau Papa bicarakan" Perintah Tuan Zenda
Suasana yang hening menjadikan suara sendok seakan sedang berargumen dengan iramanya. Perasaan yang kurang enak dirasakan oleh Keysa sejak sepulang dari Sekolah.
__ADS_1
"Nak Keysa, menurutmu kalau kamu menikah sebelum ujian bagaimana?" Tanya Tuan Zenda memulai pembicaraan
"Menikah ya Tuan? Tapi saya tidak punya pacar, bahkan saya belum pernah pecaran" Ucap Keysa malu
"Kalau aku menikahkanmu mewakili keluargamu, bagaimana?" Tanya Tuan Zenda lagi
"Apa tidak sebaiknya habis ujian Pa kalau mau menikahkan Keysa?" Javier tiba-tiba menyela
"Sebelum ujian juga tidak masalah. Akad saja dulu, setelah itu baru adakan resepsi. Menurut Keysa gimana?" Tanya Myonya Mina
"Keysa nurut sama Tuan dan Nyonya asal pihak laki-lakinya juga tidak keberatan" Keysa menggambil jawaban tanpa berfikir panjang
"Bagaimana Javier, apa kamu setuju menikah sama Keysa?" Mata Javier terbelalak seolah tak percaya dengan pertanya dari sang Ibu
"Mama becanda ya?" Tanya Javier
"Mama serius Jev, kamu juga belum ada niat untuk menikah jadi Mama dan Mapa sudah rundingankan semua ini" Ucapnya
"Sial, padahal aku pulang untuk memberitahukan rencana pernikahanku dengan Jean, kenapa malah menjadi seperti ini?" Batin Javier
"Jev, bagaimana?" Tanya Tuan Zenda
"Kalau menolak, Papa bakalan menikahkan Keysa sama Kay" Javier lebih tidak percaya lagi dengan ucapan Papanya barusan karena kepribadian Jay tidak pantas untuk bersanding dengan Keysa
"Kak Javier sudah nolak, biar nikah sama Jay aja Pa" Jay menyela dengan wajah serius
"Aku? Menikah sama Kak Javier atau Kak Jay? Apa ini sebuah rencana yang bagus?" Batin Keysa
"Setelah aku menghindarimu selama ini karena aku sadar atas perasaanku. Kini aku kembali tapi dengan hasil yang sama. Aku tidak menjadi pilihanmu" Batin Jay
"Aku terima Pa!" Jawab Javier. Jay menahan amarahnya, lalu menarik Javier keluar dari rumah dan berbicara di halaman belakang yang jauh dari orang-orang.
"Kak, bagaimana denga Jean?" Tanya Jay
"Itu urusanku, bukan urusanmu" Jawab Javier
"Kau tidak mencintainya, aku yang mencintainya. Biarkan aku yang menikah dengannya, kau sudah memiliki Jean, kak."Teriak Jay
"Aku tidak mungkin membiarkan kamu menghancurkan masadepan Keysa !! Kamu pikir, kakak tidak tahu kelakuanmu yang gonta ganti pasangan setiap malam?" Javier membalas bentakan Kay lalu kembali pada Keluarganya
__ADS_1
"Adikmu kenapa Jev?" Tanya Nyonya Mina
"Biasalah, cuma bisa bikin masalah" Jawab Javier
"Dua minggu lagi Keysa ujian dan Javier sudah kembali ke rumah kita. Kita adakan akad minggu depan ya." Nyonya Mina mengutarakan rencananya dan disetujui oleh semua orang kecuali Kay.
Keysa hanya diam dan mengangguk karena ia bingung untuk menyikapi situasi seperti ini.
"Sayang, istirahatlah. Besok langsung pulang ya, kita ambil kebaya!" Ucap Nyonya Mina kepada Keysa.
"Aku juga mau pulang Ma, udah malem banget" Javier pamit kepada Papa dan Mamanya.
Keysa tidak bisa tidur, ia duduk terdiam dibalkon hingga larut. Jay datang menghampiri dengan membawa cemilan dan secangkir susu hangat.
"Kenapa Key? Galau ya?" Ledek Jay
"Kak Kay, Keysa tidak apa-apa. Cuma gak bisa tidur aja" Jawabnya
"Kamu yakin mau menikah sama Kak Javier?"
"Nyonya pasti memberikan pilihan yang terbaik buat saya" Jawab Keysa
"Key, kamu sudah dewasa, kamu bisa membuat keputusanmu sendiri termasuk menolak perjodohan ini"
"Dewasa? Dewasa juga tidak seharusnya menjadi pembangkang Kak Jay" Jawab Keysa sembari tersenyum
"Kawin lari sama Kak Jay yuk!" Ajaknya dengan ekspresi wajah yang serius.
"Ahahaha Kak Jay gak berubuah ya. Meskipun cuma ngobrol beberapa kali, Kak Jay tetap suka menghibur."
"Kalau Kak Kay serius gimana?" Tanya Jay
"Mana mungkin! Body Keysa gak sesuai sama selera Kak Jay."
"Kamu tau aja" Jay akhirnya menyetujui kalau ajakannya di anggap becanda
"Diminum susu hangatnya, Kak Jay mau tidur dulu ya" Jay pergi meninggalkan Keysa sendiri.
"Cuma wanita bodoh yang tidak tahu kalau kamu mencintaiku dan aku ingin menjadi wanita bodoh itu. Tahu tapi berpura-pura tidak tahu. Aku bukan pilihan yang baik untukmu. Buktinya, Tuan dan Nyonya memilih untuk menikahkan aku dengan Kak Javier yang kutahu, dia sudah punya pacar dibandingkan menikahkan kamu denganku" Batin Keysa
Hembusan angin malam menerpa tubuh mungil milik Keysa, membuatnya semakin menikmati susu hangat yang telah dibuatkan oleh Kay untuknya.
__ADS_1
"Aku bukan tipe wanita yang peduli soal perasaan karena bagiku, apa yang aku miliki dan nikmati sekarang hanyalah semu" Gumam Keysa
Suasana semakin dingin. Pikirannya melayang penuh angan. Seorang gadis tiba-tiba saja dinikahkan dengan Pria dewasa. Keysa merasa tidak punya pilihan karena Pria itu adalah Putra dari Lrangtua angkatnya. Orangtua yang mengerahkan tenaga dan kasih sayangnya memintanya untuk menikah dengan putranya membuat Keysa tidak bisa membuat keputusan lain kecuali menyetujuinya.