No More Sun

No More Sun
TERLUKA


__ADS_3

Kakinya berlari tanpa ragu, khawatir jika terjadi sesuatu atau malah lebih buruk dari itu karena Tuan dan Nyonya Zenda tidak pernah datang kecuali pada saat yang mendesak.


"Mereka bukan Mama dan Papa. Siapa mereka?" Batin Keysa


"Permisi, kalian siapa ya?" Tanya Keysa dengan sopan.


"Bilqis, ini Ayah! " Seorang pria paruh baya mengulurkan kedua tangannya, berharap dapat sambutan hangat dan pelukan penuh cinta.


"Saya tidak mengenal anda!" Jawab Keysa


"Bilqis, ini Ayah Nak!" Pria itu mendekat ke arah Keysa namun Keysa mundur semakin jauh.


"Saya tidak punya Ayah! Saya hanya punya Papa!" Ucap Keysa dengan tatapan kebencian dimatanya.


"Bilqis, ini Ayah Nak! Ayah datang untuk meminta maaf."


"Kembalilah dimana tempat anda selama ini! Jangan mengacaukan hidup saya." Ucap Keysa dengan tegas.


"Suatu saat nanti kamu akan menikah. Bilqis, Ayah akan jadi Walimu!"


"Tidak perlu! Saya bisa mengurus soal wali saya sendiri!" Ucap Keysa


"Bilqis, Ayah masih hidup. Kamu tidak boleh menikah dengan wali pendamping."


"Bagi saya, Ayahku sudah lama mati sejak saya masih didalam kandungan. Ayahku sudah ikut terkubur bersama jasad Ibuku!" Tegas Keysa


"Apa? Ibumu meninggal?" Tanya pria itu terkejut.


"Anda tahu saya disini, anda tidak mungkin melewati informasi soal Ibuku. Hmmm tapi, anda tidak pantas untuk mengetahuinya!" Ucap Keysa


"Ikut ayah pulang ya Bilqis!" Ajaknya


"Pulang? Saya sudah punya rumah untuk tinggal. Saya sudah hidup dengan sangat baik." Ucap Keysa


"Ikut Ayah untuk hidup yang jauh lebih baik."


"Jangan bermimpi Tuan Adinata yang terhormat. Saya, Bilqis Keysana adalah Putri dari Tuan Zenda, bukan Putri Tuan Adinata yang seorang pengkhianat!" Ucap Leysa dengan tegas dan sangat keras


"Bilqis, kamu benci Ayah?"


"Sangat membencimu!!!"


"Baiklah! Ayah akan kembali lagi untuk menemuimu."


"Hidup saya akan baik-baik saja kalau anda tidak muncul sama sekali didalam hidup saya seperti yang anda lakukan selama hampir 17 tahun lebih. Lakukan hal itu seumur hidup, jangan muncul lagi dihadapanku karena aku sangat tidak mengharapkan untuk melihat wajahmu itu!" Ucap Keysa lalu pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Hatinya terasa tercabik-cabik, apalagi pria yang mengaku sebagai Ayahnya membawa Istri dan juga Putrinya. Baginya ini adalah suatu candaan yang sangat menyakitkan.


"Datang padaku dengan sangat sombong. Meminta maaf dengan cara seperti itu, apa itu layak? Hadir kesekolah mengaku sebagai Waliku? Apa itu pantas? Melihat wajah itu yang sangat mirip denganku, aku jadi semakin membencinya." Batin Keysa


Keysa berlari sejauh yang dia bisa. Menyusuri setiap jengkal tanah seperti berlomba adu cepat dengan kendaraan-kendaraan dijalanan.


Matanya tertuju dengan seorang pria dan wanita yang sedang bersenda gurau. Hatinya teriris melihatnya, melihat Jay dan Ellia yang sedang menikmati waktu berdua.


"Hatiku kenapa? Kenapa malah semakin sakit? Aku tidak mungkin cemburukan? Aku hanya terluka karena melihat wajah pria yang menyakiti ibu, bukan karena melihat kak jay dan kak ellia. Iya, pasti hatiku sesak karena itu bukan karena cemburu. Gak mungkin aku cemburu" Batin Keysa


Setelah puas berlari meluapkan emosinya, Keysa kembali kerumah. Tempat yang di anggapnya adalah rumah paling nyaman baginya.


"Mama!" Panggil Keysa saat tiba dirubah dengan kondisi berantakan.


"Keysa, kamu kenapa Nak? Mukamu merah, kamu demam?" Ucap Nyonya Mina dengan sangat khawatir.


"Mama, sepertinya Leysa sakit!" Ucap Keysa


Nyonya Mina yang sangat khawatir, membantu Meysa untuk kekamarnya. Mengganti pakaiannya dan dengan telaten mengompres tubuh Leysa.


"Apa yang terjadi sayang? Apa yang kamu khawatirkan?" Tanya Nyonya Mina.


"Ma, apa suatu hari nanti Mama bakalan nyuruh Leysa pergi. Pergi menemui Ayahku?" Tanya Leysa


"Meskipun dia datang, dia tidak akan bisa merebutmu dari sisi Mama karena kamu Putri Mama." Jawab Nyonya Mina


"Apa yang terjadi sama Keysa, Putriku? Dia tidak pernah bersikap seperti ini. Dia selalu menutup diri. Apa yang terjadi Keysa? Kenapa tidak mau cerita sama Mama?" Batin Nyonya Mina.


"Ma, ama nangis? Kenapa?" Tanya Keysa yang membuka matanya karena airmata nyonya mina menetes ditangannya.


"Keysa, Keysa Putri Mama'kan?" Tanya Nyonya Mina


"Tentu saja Ma!" Jawab Keysa


"Keysa anggap Mama seperti ibukan? Keysa sayang Mama'kan?" Tanya Nyonya Mina


"Mama kenapa?" Keysa memeluk Nyonya Mina yang menangis semakin menjadi-jadi.


"Keysa gak akan tinggalin mama'kan?" Tanya Nyonya Mina


"Keysa selamanya tetap Putri Mama. Mama gak perlu khawatir ya. Keysa sayang Mama." Jawab Keysa


"Jadi, Keysa mau'kan cerita sama Mama apa yang terjadi sama Keysa sampai membuat Keysa sakit?"


"Ma, Tuan Adinata datang menemui Keysa." Ucap Keysa

__ADS_1


"Apa?" Tanya Myonya Mina sembari melepaskan pelukan Keysa


"Dia bicara apa Mak? Dia gak sakiti Keysa'kan sayang?" Dipandangan mata Nyonya Mina, penuh dengan kekhawatiran yang selama ini belum pernah keysa lihat.


"Bagi Keysa, dia orang lain! Mama dan Papa yang sangat berarti untuk Keysa. Keysa selamanya akan bersama Mama" Ucap Keysa.


"Tapi Keysa..."


"Ma, Keysa cuma syok aja. Oh iya, lihat dijari Keysa udah ada cincin dari Kak Javier. Mama gak perlu khawatir." Ucap Keysa dengan menunjukan jari tangannya.


"Keysa harus bahagia. Keysa boleh marah kalau Keysa merasa tidak bahagia. Keysa harus terbuka sama Mama, gak boleh menutup diri lagi. Keysa janji?"


"Keysa janji ma!"


Nyonya Mina merasa sedikit lega meskipun masih khawatir. Khawatir kalau-kalau Putri semata wayangnya di ambil oleh orang lain.


Keysa sudah istirahat dengan tenang, Nyonya Mina kembali kekamarnya menunggu Tuan Zenda kembali.


Setelah 3 jam menunggu, Tuan Zenda pulang dan disambut wajah sedih sang Ostri.


"Mama kenapa?" Tanya Tuan Zenda


"Pa, ayo kita pindah rumah. Pindahkan juga sekolah Leysa." Ucap Nyonya Mina merajuk


"Iya, tapi kenapa?"


"Adinata tadi menemui Keysa. Dia mau merebut Leysa dari Mama. Pa, ayo kita sembunyikan Keysa. Keysa milik kita Pa." Tuan Zenda memeluk Nyonya Mina untuk menenangkannya. Perasaan Nyonya Mina sangat terpukul.


"Mama harus tenang. Kita harus berfikir dengan jernih. Kita punya surat wasiat dari Nisa. Keysa tetap akan jadi Putri kita."


Tok... Tok.... Tok...


"Pa, Ma, ini Keysa!" Ucapnya


"Masuk sayang!" Jawab Juan Zenda


"Pa, Mama kenapa? Keysa denger Mama teriak-teriak tadi makanya langsung kesini" Tanya Keysa


"Keysa sakit Nak? Keysa istirahat dulu ya. Soal ama biar Papa yang urus, Keysa gak usah khawatir. Besok jadwal pemotretan ya!" Ucap Tuan Zenda


"Tapi pa..."


"Mama baik-baik aja Key. Keysa istirahat dulu ya biar cepet sembuh" Ucap Nyonya Mina


"Tapi Ma..." Ucap Keysa

__ADS_1


"Baiklah ! Mama harus baik-baik aja. Keysa sayang Mama!" Imbuhnya lalu pergi.


"Ma, apa Mama begitu tidak percaya sama aku? aku sangat sayang Mama. Aku gak mungkin tinggalin Mama tapi... Reaksi apa yang Mama kasih barusan? Aku sudah cukup terluka hari ini, Mama harus baik-baik aja." Batin Keysa


__ADS_2