
Keysa merasa ada seseorang yang selalu mengikutinya setelah ia keluar dari kampus. Rasa was-was diri membuatnya berjalan semakin mendekat ditengah keramaian hingga keysa tiba di sebuah rumah kecil yang dia beli beberapa minggu yang lalu sebelum berangkat ke london melalu koneksi dosen yang merekomendasikannya.
" Siapa itu? " Teriak keysa saat langkah kaki yang mengikutinya semakin dekat.
" Keysa, ini aku! " Max muncul dibelakang keysa dan nyaris membuatnya berteriak karena terkejut. Max yang sigap, membungkam keysa dengan tangannya.
" Aku akan melepaskanmu kalau kamu sudah tenang. " Ucap max dan keysa hanya mengangguk. Keysa memeluk max dengan tubuh gemetaran.
" Apa kamu benar-benar takut? Aku minta maaf, aku gak bermaksud membuatmu sampai gemetaran seperti ini. " Ucap max yang merasa bersalah.
" Kenapa? " Tanya keysa. Max yang keysa tahu, selalu menunjukan pandangan dingin pada siapapun. Tapi kepadanya, max selalu bersikap hangat meskipun acuh tak acuh.
" Apa kita akan berpelukan sampai besok? Apa aku tidak dipersilahkan untuk masuk? " Tanya max
" Ah maaf. Rumahnya sederhana, silahkan masuk kak max! " Keysa mempersilahkan max untuk masuk sebagai tamu pertama dirumahnya yang kecil.
Max masuk dan melihat-lihat tatanan rumah yang rapih. Kecil namun membuat tenang hati siapapun yang masuk.
" Rumahnya kaya kamu ya. " Ucap max sembari tersenyum
" Ha? " Keysa tidak mengerti apa yang diucapkan max
" Kecil tapi bisa membuatku nyaman. " Jawab max.
" Apaan sih kak? Aku buatin teh apa kopi? " Tanya keysa mengalihkan pembicaraan.
" Teh! " Jawab max.
" Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Pasti kamu lagi mikir, kenapa aku bisa jadi dosen disanakan? "
" Itu sudah pasti. " Jawab keysa sembari memberikan secangkir teh untuk max.
" Aku juga gak ngerti kenapa aku bisa disini, gimana aku bisa setuju menjadi dosen, gimana aku bisa berlari kesini. Semuanya ku lakukan tanpa kusadari. Satu hal yang aku ingat, kakiku melangkah tanpa melihat orang lain kecuali kamu, keysa! " Ucap max yang tiba-tiba memandang keysa dengan serius.
__ADS_1
" Bisa dikatakan aku seperti secangkir teh yang kamu buat. Hangat, manis dan tanpa kusadari aku meneguknya hingga habis tapi satu hal yang berbeda. " Max menghentikan ucapannya.
" Apa itu? " Tanya keysa penasaran.
" Kamu! Teh ini gak ada artinya bagiku kalau bukan buatanmu. Teh-teh yang lain hanya sekedar manis tapi tak bermakna. Mungkin aku seperti itu, kalau tanpamu disisiku! " Ucap max.
" Apaan sih kak? Sok puitis deh. " Keysa berusaha tidak menanggapi ucapan max.
" Ohya kak, kapan kakak kesini? " Tanya keysa
" Kita satu pesawat, duduk bersebelahan. " Jawab max dengan ekspresi yang kembali dingin.
" Jadi? Pria tua itu kakak? Pffffffffff... Ahahaaa! " Keysa tertawa kala mengingatnya.
" Aku senang bisa membuatmu tertawa. " Ucap max.
" Belajar yang rajin ya. Kalau ada apa-apa jangan lupa hubungi aku. Aku pulang dulu, kamu istirahat yang cukup. " Sebelum pergi, max mencium kening keysa dengan hangat.
Keysa terdiam mematung setelah max mencium keningnya. Keysa takut salah paham dengan perasaan yang dimiliki max karena keysa takut menilai perasaannya hanya sebatas kakak adik dan tidak lebih tapi juga sebaliknya.
Keysa tidak mau memikirkannya terlalu lama, keysa membuka email yang dikirimkan nela padanya. Email yang membuat hatinya hampir saja goyah.
" Apa ponselmu benar-benar mati? Aku tidak bisa menghubungimu sama sekali. Apa kamu tahu key, aku sangat merindukanmu. Apa kabarmu disana? Aku disini baik-baik saja. Ohya, apa kamu tahu? Kak jay mengamuk dirumahku karena aku bilang tidak tahu dimana kamu. Sebenarnya aku gak mau bahas ini, tapi kamu berhak tahu. Kak javier mendatangiku beberapa hari yang lalu, matanya sembab, badannya lebih kurus, di menjadi pria yang tidak terawat sekarang. Dia bilang kalau aku harus mengembalikan kamu padanya. Kekacauan disini biar aku dan julian yang mengatasi. Kamu tenang-tenang disana sama kak max. Kak max tulus padamu, tolong kasih dia kesempatan. "
Seperti itulah email yang dikirim nela pada keysa. Sejenak keysa tidak bisa mencerna kondisi disana tapi saat ingat disini ada max, semangatnya pulih lagi.
" Jadi kamu belum bahagia? Bukankah jean adalah wanita yang kamu mau? Aku cuma pemeran penggantikan? " Gumam keysa
" Apa maksud nela soal kesempatan ke kak max? Diantara kami gak ada hubungan seperti itu. Dasar nela. " Batin keysa
Malam berlalu dengan damai, keysa terbangun ketika menyadari ada suara didapur. Keysa buru-buru melihat ke dapur tanpa mencuci wajahnya terlebih dahulu karena terkejut.
" Pagi keysa! " Sapanya. Keysa diam terpaku melihat max memakai celemek dan membuat nasi goreng untuk sarapan.
__ADS_1
" Key, apa aku membangunkanmu? " Tanya max yang berjalan mendekati keysa.
" Kok, kak max bisa masuk? " Tanya keysa dengan polosnya.
" Semalam aku menduplikat kunci rumahmu. Maaf ya, gak bilang dulu. Soalnya semalam aku khawatir sama kamu. Kamu kayanya ketakutan gitu kalau ada orang asing, jadi aku berniat menjagamu. Bolehkan? " Max mengelus rambut keysa yang berantakan.
" Kenapa? Kenapa sentuhannya sangat hangat? Kadang dingin, kadang hangat, aku bahkan tidak bisa menilai niatmu yang sebenarnya. " Batin keysa
" Kamu mandi dulu sana! Ohya, muka bantal aja tetep cantik. " Goda max yang membuat lamunan keysa buyar.
" Ah, apaan sih kak? Siapa suruh pagi-pagi udah kesini? Keysa ada kuliahnya juga siang. " Gerutunya
" Sana mandi, baru sarapan. Habis itu aku ajak kamu keliling-keliling deh. " Bujuk max
" Iya-iya! " Jawab keysa
Keysa masuk ke dalam kamar mandi dengan wajah merah karena malu. Tanpa sadar, menunjukan wajah bangun tidurnya pada max yang bisa terbilang, dia adalah orang lain.
" Kenapa aku malu? Dia kak max, kak max! Apa aku melihatnya sebagai pria? Kalau dia melihatku bukan sebagai wanita, bagaimana? Ah apa sih yang aku pikirin? Dengan melihat kak max, aku bisa sedikit melupakan rasa sakit hatiku. Kehidupan baru saja aku mulai, aku gak boleh salah langkah lagi. " Batin keysa
Setelah 30 menit, keysa keluar dengan wajah yang segar. Max sedang menghangatkan nasi goreng yang ia masak karena keysa mandi terlalu lama, jadi nasinya sudah dingin.
" Kak max, ngapain? " Tanya keysa
" Ngangetin nasi goreng! Tadi sudah dingin, aku tahu kamu gak suka makanan yang dingin. " Ucap max
" Kak max yang dingin aja, aku tetap suka. " Tanpa sadar, keysa mengucapkan kata yang bisa membuat max salah paham.
" Kamu bilang apa tadi? " Tanya max untuk meyakinkan.
" Kak, kita keperpustakan aja ya habis sarapan. " Ucap keysa mengalihkan pembicaraan.
" Kebiasaan lama, kalau ngomong gak mau diperjelas. Padahal aku udah deg-degan setengah mati. " Batin max dengan kesal.
__ADS_1