
" Kak, aku udah siapin bekal nih buat makan siang. Ohya, sarapan, baju, air buat mandi, semuanya juga sudah aku siapin. " Ucap keysa
" Kamu udah gak sedih lagi kaya semalem? " Tanya javier
" Aku gak pernah sedih kok " Jawab keysa
" Nanti malam gak usah masak ya. Aku kayanya bakal pulang larut. Aku mau mandi dulu " Ucap javier
Bibi yang akan bekerja seharusnya sudah sampai tapi karena hal lain, jadi di undur beberapa hari.
" Sayang, bantu aku pakai dasi ! " Ucap javier dengan manja.
" Iya, sini aku yang pasang " Jawab keysa.
Saat keysa sedang fokus memasangkan dasi, javier menciumnya tiba-tiba.
" Ciuman selamat pagi, biar tambah semangat kerjanya " Ucap javier tanpa rasa bersalah.
" Kak " Keysa belum sempat berbicara, javier sudah menciumnya kembali.
" Cuma sekedar ciuman selamat pagi. Jangan menolakku lagi. Oke ! " Ucap javier
" Iya ! " Jawab keysa dengan malu.
Setelah sarapan, javier berangkat kerja dengan membawa bekal yang sudah keysa siapkan.
Sedangkan dirumah, hanya tinggal keysa sendiri. Keysa merebahkan tubuhnya sembari memikirkan ke arah mana perasaannya akan berlabuh.
" Berjanjilah untuk selalu bahagia kak jay. Aku perlahan-lahan sudah menerima kehadiran kak javier dalam hidupku. Terimakasih tidak menyulitkanku " Batin keysa
" Aku mau ngapain ya? Mandi sudah, beres-beres sudah. Ah iya, tentang beasiswa apa aku tolak ya? Soalnya aku baru menikah, baru membangun cinta. Kalau aku tinggal jauh, apalagi indonesia-london, jaraknya tidak main-main. Aku harus bagaimana ya? " Gumam keysa
" Aku ke kantor kak javier deh biar gak bosen. Sekalian belajar soal bisnis tapi aku ingin jadi dokter psikolog. Dipikir nantilah, kalau suasana bagus, langsung di omongin sama kak javier " Batin keysa
Keysa bersiap dan pergi menuju perusahaan javier. Tapi setelah sampai disana, javier tidak ada diruangannya karena sedang meeting diluar.
Ruangan kerja yang begitu asing dengan foto jean yang terpajang dengan indah dan terawat.
" Jadi, dia begitu berarti bagimu? Sampai-sampai foto prewed atau pernikahan kita tak terlihat disini. Hanya foto kak jean yang terpajang didinding dan juga mejamu. Bahkan bekal yang kubuat, kamu buang begitu saja. Dalam beberapa hari, aku percayakan tentang cintaku padamu tapi ini hasilnya ya? Mungkin aku yang berlebihan " Batin keysa mengungkapkan kekecewaan.
Keysa tidak menunggu hingga javier kembali melainkan pergi menemui orangtuanya karena ingin menenangkan perasaannya. Saat sampai, ada beberapa mobil mewah dan beberapa bodyguard dihalaman rumahnya.
__ADS_1
" Mama, papa ! " Panggil keysa karena melihat tuan adinata yang tak lain adalah ayahnya berada didalam ruangan yang sama.
" Keysa, masuk kamar! " Perintah tuan zenda
" Tunggu tuan zenda, saya ingin berbicara dengan kalian. Tentu saja keysa harus mendengarkan apa yang saya bicarakan." Ucap tuan adinata
" Keysa, seburuk-buruknya saya, saya tetap ayahmu. Disamping saya ini, mereka adalah ibu tiri dan juga kakakmu. Ayah menemuimu untuk meminta maaf atas segala yang sudah ayah perbuat karena meninggalkanmu. Ayah hanya ingin mengakuimu dan juga di akui. Tidak ada niat untuk memintamu ikut dengan ayah karena kamu akan jauh lebih bahagia disini. ( Memberikan document ) Tuan zenda, ini adalah document yang sudah saya tanda tangani. Document ini menyatakan bahwa saya sudah menyerahkan putri saya sepenuhnya pada keluarga ini. " Ucap tuak zenda yang membuat mata keysa berkaca-kaca
" Keysa, beberapa hari lagi ada acara dirumah ayah, ayah harap kamu datang. Ayah akan memperkenalkanmu sebagai putriku. Tuan zenda, saya permisi dulu, terimakasih sudah meluangkan waktunya. "
Keysa masih terpaku ditempatnya, perasaannya selalu tercampur saat ada masalah. Seolah-olah perasaan ini menjadi hambatan baginya untuk bernafas.
" Keysa sayang, kamu gak apa-apa nak? " Tanya tuan zenda.
" Iya pa. Keysa kekamar dulu ya. Malam ini keysa tidur disini. Kalau kak javier nyariin keysa, bilang saja keysa gak ada dirumah. Keysa mau menenangkan perasaan keysa sendiri. " Ucap keysa lalu pergi menuju kamarnya.
Raut wajah yang sedih dan kecewa terlihat jelas pada ekspresinya. Tuan dan nyonya zenda bingung harus berbuat apa ketika melihat putri kesayangannya tengah bersedih.
" Pa, keysa gak akan sedihkan? " Tanya nyonya mina khawatir
" Ma, dia bersedih karena masalah lain. Papa melihat wajahnya ketika baru masuk kedalam rumah. Apa javier berbuat ulah? Ditambah permasalahan dengan adinata " Ucap tuan zenda
" Turuti kemauannya. Kalau javier kesini, jawab saja keysa tidak ada dirumah " Jawab tuan zenda
Mau tidak mau, mereka harus menuruti kemauan keysa untuk menyembunyikannya. Semua itu untuk meringankan beban pikirannya. Keysa butuh waktu untuk sendiri supaya bisa berfikir jernih.
Kantor....
Tok.... Tok.... Tok...
" Masuk ! "
" Permisi presdir, ini document yang anda minta. " Ucap Lily yang tak lain adalah sekertaris javier
" Oke, nanti saya periksa " Jawabnya
" Maaf presdir, tadi ada yang mencari anda "
" Siapa? " Tanya javier dengan tangan yang sibuk memeriksa berkas
" Seorang gadis kecil, dengan mata hijau muda, rambut hitam panajng, dan juga sangat cantik " Jawab lily. Javier seketika berhenti memeriksa berkas.
__ADS_1
" Kamu membiarkannya masuk? " Tanya javier
" Gadis itu bilang, dia adalah orang terdekat presdir jadi saya mempersilahkannya untuk menunggu didalam " Jawab lily dengan sedikit takut
" Kamu boleh keluar ! " Perintahnya
" Keysa, keysa kesini? Apa dia melihat yang ada di dalam ruangan ini? Mungkin dia salah paham. Aku belum sempat membereskannya, bukan sengaja " Batin javier
Javier keluar dengan tergesa-gesa, menemui lala yang juga sekertarisnya.
" La, kamu gantikan saya meeting. Saya ada sesuatu hal yg sangat penting " Tanpa menunggu jawaban lala, javier sudah berlari keluar menuju mobilnya dan meluncur.
Tempat pertama yang ia datangi adalah rumah. Rumah yang baginya adalah tempat ternyaman karena ada cinta keysa didalamnya.
" Sayang, sayang. Keysa ! " Panggil javier tapi tak ada sahutan. Javier mencari disetiap sudut rumahnya tapi nihil.
Tempat kedua adalah pemakaman tapi sama saja hasilnya. Tempat ketiga adalah rumah orangtuanya.
" Mama... " Teriak javier
" Tuan muda, nyonya lagi dikamarnya " Ucap bi ana yang menemui javier
" Keysa ada disini gak bi? " Tanya javier
" Nona? Nona gak ada disini tuan muda " Jawab bi ana
" Keysa, kamu dimana? Aku mau minta maaf " Batin javier
" Tuan, saya dengar dari nyonya kalau nona dapat beasiswa ke london. Mungkin nona pergi kesana " Ucap bi ana. Skenario yang sudah tuan zenda siapkan supaya javier menyadari kesalahannya.
" Bi ana, silahkan lanjutkan pekerjaannya. " Ucap tuan zenda yang muncul karena melihat javier lemas duduk di lantai dengan tangan memegang kepalanya.
" Apa yang sudah kamu lakukan sampai dia harus meninggalkanmu, papa, juga mama ? " Tanya tuan zenda
" Gak ada apa-apa pa. Semuanya cuma kesalah pahaman karena di kantor masih terpajang foto jean. javier berlum sempat membereskannya, tapi keysa sudah kesana " Jawab javier
" Nikmatilah ! Sekarang keysa sudah ke london, kamu juga harus menerimanya "
Javier terdiam membayangkan keysa pergi kelondon. Perasaannya terasa begitu kosong.
" Aku pasti jemput kamu. Aku gak mau kamu tinggalin aku sendiri " Batin javier
__ADS_1