
Setelah wajahnya di kompres, tubuh keysa demam. Jay membawa keysa pulang kerumah. Nyonya mina menjaga keysa dengan sangat teliti. Hatinya teriris melihat keysa yang terbaring lemah karena beban pikiran yang ia timbun tak mampu di tampung lagi.
Javier menemani nyonya mina menjaga keysa yang tengah terbaring. Javier tidak melepaskan pegangan tangannya sama sekali. Hingga pagi hari, javier pergi terburu-buru setelah mendapat sebuah panggilan. Keysa yang memang sudah bangun dari tidurnya, tidak menghiraukan keberadaan javier yang sudah tidak ada disampingnya dan dengan mudah melepaskan tangannya.
" Keysa, makan dulu sayang! Mama sudah buat bubur khusus untuk keysa " Ucap nyonya mina
" Ma, besok bukannya hari resepsi dan akad ulang keysa dan kak javier ya? Waktu cepat berlalu ya ma " Ucap keysa dengan lesu
" Makanya keysa harus sembuh ya " Nyonya mina menyuapi keysa dengan hati-hati.
" Ma, nanti kak jay biar anterin keysa kerumah sakit ya. Keysa harus cepet sembuh karena besok adalah hari bahagia keysa " Ucap keysa
" Iya sayang! " Ucap nyonya mina.
" Benar, besok adalah hari bahagiaku. Aku harus sehat dan setelah itu menjalani pernikahanku dengan baik-baik saja. " Batin keysa
Akad rencananya akan di ulang karena keysa masih memiliki seorang wali dan saat pernikahan ketika itu, walinya tidak hadir. Keysa berpikir, setelah semua orang tahu pernikahannya, maka lebih besar rasa percayanya.
" Key, ayo! Kata mama, mau di anterin kerumah sakit? " " Tanya jay
" Iya kak. Aku sudah sembuh sebenarnya sih, cuma aku mau periksa biar dikasih vitamin. Soalnya masih sedikit lemes badannya " Ucap keysa
" Setelah menangis, kamu masih memperdulikan pernikahanmu itu? Kamu sama sekali tidak melihatku. Aku cuma ingin yang terbaik buat kebahagianmu " Batin jay
" Kak, ayo! Kenapa bengong? " Ucap keysa
" Ha? Iya, ayo! " Jay sedikit terkejut karena ketahuan menatap wajah keysa.
Jay menemani keysa dengan telatennya. Ketika mereka sedang diruang tunggu, keysa pergi ke toilet karena merasa sedikit pusing dan ingin cuci muka supaya lebih terasa segar.
" Kak, aku ke toilet bentar ya " Ucap keysa
" Aku anterin ya! " Ucap jay
" Toiletnya deket kok, kak jay disini biar gak ketinggalan antrian. " Ucapnya
Toiletnya tidak jauh, namun melewati ruang dokter kandungan dan keluarlah jean dengan membawa selembar kertas lalu menghampiri pria yang menunggunya dengan wajah cemas.
" Jev, aku hamil! " Ucap jean dengan isak tangis
" Aku, gak tahu kalau seperti ini. " Imbuhnya. Javier memeluk jean untuk menenangkannya.
" Hamil? Kak jean hamil anak kak javier? Jadi? " Batin keysa dengan tubuh yang gemetaran.
" Hamil? Siapa yang hamil? " Ucap keysa dengan pelan ketika berada lebih dekat di antara merek.
" Keysa, aku bisa jelasin! " Ucap jean
" Katakan! " Ucap keysa
__ADS_1
" Aku hamil, aku hamil anak jev. Maaf key, maafin aku " Ucap jean dengan airmata dipipinya.
" Anak siapa? Tolong katakan sekali lagi " Ucap keysa dengan penuh harap bahwa semuanya tidak benar.
" Keysa, kenapa kamu ada disini? " Tanya javier
" Apa aku gak ada hak untuk datang kesini? " Tanya keysa
" Bukan seperti ini. Ini semua kesalahan, aku bisa jelasin ! " Ucap javier wajah tidak tenang.
" Selamat ya kak jean, kak javier, kalian sudah menjadi calon orangtua sekarang. Jaga kandungannya baik-baik " Keysa mendekat dan mengulurkan tangannya untuk mengucapkan selamat.
Keysa pergi meninggalkan mereka tanpa mengeluarkan emosinya. Keysa memikirkan anak yang dalam kandungan jean, agar tidak bernasib sama dengannya.
Keysa keluar rumah sakit dan duduk di taman yang menurutnya tempat itu bisa membuatnya jauh lebih baik. Keysa menggigit bibirnya, mengepal erat tangannya hingga berdarah karena menahan luka hati yang tak bisa ia tahan lagi.
Setelah satu jam berlalu, jay menemukan keysa dengan nafas yang tersendal-sendal karena berkeliling dengan cepat untuk menemukan keysa.
" Keysa! " Jay menepuk pundak keysa dan keysa memperlihatkan wajahnya.
" Kamu melukai dirimu sendiri hanya untuk menahan rasa sakit? Ada aku disini yang akan selalu ada untukmu. Jangan menahannya seperti ini " Ucap jay. Jay mengulurkan kedua tangannya untuk memberikan sebuah pelukan dan keysa langsung masuk dalam pelukannya.
" Menangislah, luapkan semua perasaanmu dan jangan menahannya. " Ucap jay
Keysa menangis sangat lama. Jay tetap sabar menunggu keysa selesai meluapkan semua perasaannya.
" Aku udah gak apa-apa kak. Ada kak jay yang selalu ada ada untukku. Aku tenang dan tidak akan takut lagi " Ucap keysa
" Banyak telpon masuk tadi, kayanya kak jay harus balik ke kantor sekarang. Aku pulang sendiri aja soalnya aku harus ngantri lagi didalem. " Imbuhnya
" Gak, aku bakalan temenin kamu sampai selesain" Ucap jay
Akhirnya keysa memilih untuk pulang bersama jay. Sesampainya dirumah, keysa membungkus gaun yang seharusnya di pakai untuk besok ketika resepsi. Keysa memasukan semua barang-barang miliknya seolah-olah semuanya sudah ia pertimbangkan dengan sangat matang.
" Gaun ini bukan lagi hakku, bukan lagi milikku! " Batin keysa
Keysa mengantar kotak itu kepada jean yang berada di sebuah apartement miliknya yang sudah disiapkan khusus oleh javier. Keysa tidak menduga bahwa semua kepahitan harus ia telan bersamaan dengan rapuhnya raga.
Ting Tong...
" Keysa! " Ucap jean yang berdiri kaku di hadapan keysa
" Ini ( Memberikan kotak )! "
" Apa ini? " Tanya jean
" Datanglah besok untuk acara itu. Acara itu adalah milikmu sekarang! " Ucap keysa dengan santai meskipun kenyataannya ia menahan gemetaran pada tubuhnya.
" Kenapa kamu mau meninggalkan javier? Dia sangat mencintaimu keysa, dia sangat mencintaimu! " Ucap jean dengan penyelasan pada setiap ekspresinya.
__ADS_1
" Gak, semua ini bukan cinta. Semuanya hanya pengakuan bodoh yang tak bertuan! Aku harap kalian bahagia! " Keysa melangkah pergi setelah memberika apa yang ia miliki.
" Tapi jev tidak mencintaiku, dia mencintaimu keysa! " Ucap jean namun ucapan itu tidak didengar oleh keysa.
Keysa datang kerumah tuan adinata. Disana, beberapa mata menatapnya tanpa berkedip. Tatapan iba yang paling keysa benci, yang paling tidak ingin ia lihat.
" Keysa! " Ucap Nyonya rena yang mendekat ingin memeluk keysa.
" Mohon berhenti nyonya! Jangan mendekat lebih dekat lagi. Saya kesini untuk memberitahu sesuatu. Tolong katakan pada tuan adinata bahwa besok bukan hari pernikahanku. Jadi tidak perlu datang untuk menjadi waliku. " Ucap keysa lalu berbalik dan berjalan pergi. Irene berlari memeluk sang adik dengan harapan bahwa hubungan mereka akan baik-baik saja.
" Keysa, tolong dengarkan kakak! Kejadian malam itu tidak seperti yang kamu pikirkan. " Irene berusaha untuk menjelaskan
" Oh, aku bahkan gak tertarik untuk mendengarnya. Tolong lepaskan saya dan biarkan saya pergi. Banyak yang harus saya kerjakan. " Ucap keysa dengan tenang.
Akhirnya irene melepaskan keysa dan membiarkannya pergi tanpa menoleh sedikitpun. Keysa mendatangi makam ibunya untuk pamit bahwa ia akan pergi lama.
" Bu, tugasku sudah selesai. Ternyata cinta emang sesakit ini, aku paham sekarang bagaimana perasaan ibu dulu. Aku pasti akan kembali suatu saat ini. Doakan keysa mendapat kehidupan yang lebih baik ya, bu. Maafin keysa! " Ucap keysa
Hari sudah gelap dan juga hujan deras. Keysa membiarkan hujan membasahi tubuhnya. Dia benar-benar tidak ingin pulang. Ditempat lain, semua orang sebuk mencari dimana keysa dengan sangat cemas, terutama nyonya mina.
Semua orang mencari keysa tanpa henti, bahkan jay tidak menemukan keberadaan keysa hingga tengah malam. Nyonya mina menunggu kabar di rumah. Tepat Jam 03.00, keysa kembali dengan keadaan tubuh yang basah kuyub.
" Keysa! " Nyonya mina memeluk keysa dengan tubuh gemetaran
" Ma, ijinkan aku pergi! Jangan katakan pada siapapun kemana aku pergi. Aku pasti akan kembali suatu saat nanti. Aku janji, ma! " Ucap keysa dengan suara yang gemetaran.
" Gak! Keysa gak boleh tinggalin mama"
" Ma, jean hamil anak kak javier. Aku dan kak javier sudah bercerai. " Ucap keysa dengan segala kepedihan dihatinya. Nyonya mina melepaskan pelukannya dengan tubuh yang lemas.
" Gak! Mama cuma mau cucu dari keysa! " Ucap nyonya mina dengan frustasi.
" Ma, anak itu cucu mama. Tolong, terima dan jaga dia baik-baik. Jangan biarkan pengorbananku sia-sia. " Ucap keysa
" Aku sekarang mau bersiap-siap pergi. Aku gak akan sanggup melewati hari esok jika masih disini. Tolong ma, beri restu ke keysa "
Nyonya mina mencium wajah keysa seoalah-olah keysa akan pergi jauh. Dalam kondisi yang sangat menyedihkan, keysa masih memikirkan orang lain. Keysa bersiap dan menitipkan kotak kecil untuk javier.
" Ma, keysa sayang sama mama! " Ucap keysa
" Jangan berbalik kalau mau pergi. Jangan mundur selangkahpun karena kalau sudah mundur, mama tidak akan mengijinkanmu pergi lagi. " Ucap nyonya mina dan tidak mau menatap kepergian keysa.
" Ohya ma, besok jean yang akan menikah dengan kak javier. Gak mungkin aku biarin cucu mama terlantar. Gaun sudah aku kirim kesana. Besok, mang uung suruh jemput jean. " Imbuhnya
" Mama tidak akan melihatmu pergi karena kepulanganmu tidak pasti. Rumah ini selalu terbuka untukmu kapanpun kamu kembali. Bahagialah putriku. Nisa, maaf! Aku gagal memberikan kebahagian untuk putri kita " Batin nyonya mina
" Ma, kotak itu tolong kasih setelah akad ya. " Ucap keysa
" Akhirnya aku memutuskan untuk pergi dan membuka lembarang baru " Batin keysa dengan kesedihan yang menyelimutinya.
__ADS_1