
" Key, aku udah siap nih. Ayo kerumah ayah bersamaku " Ucap jay yang saat ini sudah menggunakan pakaian formal yang membuatnya jauh lebih terkesan.
" Keysa sendiri aja ." Jawab keysa. Keysa keluar dari kamarnya dengan menggunakan gaun yang sangat indah, berwarna merah menyala. Warna itu membuat kulitnya yang putih menjadi bersinar dan ada belahan pada bagian paha hingga kebawah.
" Kak... Hei... " Keysa melambaikan tangannya berkali-kali karena jay terdiam terpaku.
" Ah key, aduh... Gila ! Aku sampai terpesona melihatmu. Kamu sangat cantik " Ucap jay dengan wajah merona.
" Ayo, berangkat bersamaku ! " Jay menggandeng tangan keysa dan akhirnya keysa berangkat bersama jay.
Selama perjalanan, tidak ada yang dibicarakan oleh mereka. Suasana menjadi sangat sunyi dan membuat jay semakin kikuk dibuatnya.
Didalam aula pesta, jay menemui rekan sedangkan keysa menemui tuan adinata.
" Selama malam ayah ! " Sapa keysa
" Key, kamu cantik sekali. Kamu benar-benar putriku. " Tuan adinata memeluk keysa dengan senyum bahagia dibibirnya.
" Ayah, malu dilihat orang. Aku ini bukan gadis lagi " Ucap keysa dan tuan adinata melepas pelukannya dan juga menghapus airmatanya.
" Ayah, aku disini. Jangan menangis lagi " Ucap keysa sembari menyentuh ayahnya.
" Iya ! Acara sudah mau dimulai key. Kamu bersiap naik ke panggung ya setelah namamu disebut. " Ucap tuan adinata dan di balas anggukan oleh keysa.
Tuan adinata, anak dan juga istrinya sudah berada di atas panggung. Tubuh keysa gemetar manakala merasakan kecemburuan dihatinya. Jay menggenggam erat tangan keysa, berusaha membuatnya jauh lebih nyaman lagi.
" SELAMAT MALAM SEMUANYA ! SAYA DARI NATA GRUP MENGUCAPKAN TERIMAKASIH ATAS KEHADIRAN SEMUANYA ! " Ucap tuan adinata.
Kala itu, matanya tertuju pada seorang pria paruh baya yang memandangnya dengan tatapan mematikan.
" Ma, ada tuan along " Bisik tuan adinata kepada istrinya.
" Pa, kita harus bagaimana? Ini acara resmi perkenalan untuk keysa. Kalau sampai dia tahu keysa putri kita, bahaya untuk keysa karena keysa bisa saja membayarkan dendam tuan along pada ibunya " Bisik nyonya rena
" Jangan lakukan apapun yang menyakitinya lagi. Kita sudah cukup berdosa. Bagaimanapun, kesalahpahaman antara tuan along dan ibunya keysa, tidak boleh di tanggung oleh keysa. " Ucap irene, kakak tiri keysa
__ADS_1
" Keysa, percaya pada mama dan ayahmu kali ini. Ini terakhir kalinya kami menyakitimu demi melindungimu nak. Orang itu selalu mengawasi ayahmu hanya untuk mendapatkan keturunan nisa. Aku sebagai mama tirimu, ingin kamu baik-baik saja " Batin nyonya rena
" MALAM INI ADALAH MALAM PERAYAAN KARENA PUTRIKU SATU-SATUNYA SUDAH MELEWATI SETIAP UJIAN BISNIS YANG SAYA BERIKAN. " Ucap tuan adinata dengan sangat keras.
" SAYA HANYA MEMILIKI SATU PUTRI YAITU IRENE ADINATA LOUIS ! " Ucapnya lagi.
" Maaf key, ini demi kebaikanmu. Ayah akan buat acara yang lebih baik lagi setelah menyelesaikan urusan dengan tuan along. " Batin tuan adinata
" Papa, apa yang papa ucapkan? Adikku ada disini, dia hadir pa. Dia ada di antara kita,. Dari sekian banyaknya solusi, kenapa harus melemparnya menjadi orang asing? Papa juga tahu perjuangan kita sampai ketahap menjadi keluarga utuh. Aku kecewa sama papa ! " Bisik irena.
" Jadi ini yang akan ayah tunjukan? Aku tidak lain hanyalah orang asing? Bagus ayah, kamu berhasil membuatku kecewa. Aku bahkan menunggu dengan tenang sampai namaku disebut tapi acara sudah dimulai dan tidak ada yang menyebut namaku sama sekali. " Batin keysa
Jay menatap keysa yang menahan airmatanya. Dia ikut merasakan apa yang dirasakan oleh keysa.
" Ayo kita pulang ! " Ajak jay
" Iya, disini tidak menyambutku. " Jawab keysa
Keysa mengikuti langkah jay karena jay tidak melepaskan genggamannya sama sekali. Saat sudah di lobby, ada irene yang menunggu keysa karena setelah mengucapkan rasa kecewanya pada tuan adinata, irene pergi meninggalkan panggung.
" Keysa, tunggu ! " Ucap irena namun keysa tidak menghiraukannya.
" Sudahlah, aku memang tidak harus berada disini " Ucap keysa lalu pergi.
" Keysa, harusnya aku sebagai kakak melindungimu. Bukan membuatmu merasa terasingkan. Maaf key, aku benar-benar minta maaf " Batin irene
Didalam perjalanan, keysa tidak mengekspresikan perasaannya sama sekali. Hanya bibirnya yang terkunci rapat dan wajahnya yang berusaha tenang.
" Key, menurut kak jay tadi irene tulus minta maaf. Mungkin saja ada sesuatu sampai mereka mengubah alur " Ucap jay dengan hati-hati
" Mungkin ! " Jawab keysa dengan singkat.
" Mau langsung pulang key? " Tanya jay
" Gak. Aku mau ke makam ibu. " Jawab keysa
__ADS_1
Jay mengantarkan keysa namun keysa menolak untuk di antar sampai kedalam. Keysa meminta jay untuk menunggu diluar karena keysa tidak ingin di ganggu ketika mencurahkan isi hatinya. Jay diam-diam mengikuti keysa dan melihat betapa sedih wajahnya.
" Bu, aku berniat untuk tidak mewarnai rambutku lagi. Aku berniat berbaikan dengan ayah tapi...tapi aku benar-benar terluka. Aku tak lain hanyalah seorang anak yang benar-benar terbuang. Aku terluka karena harapanku sendiri. Aku kira ia akan memungutku kembali karena warna mata hijau muda yang aku miliki sama dengannya. Warna rambut abu yang kumiliki juga sama dengannya. Aku semakin benci dengan kemiripanku dengannya " Ucap keysa dengan oelan namun sembari sesenggukan.
" Aku kira, aku akan bahagia setelah menikah. Aku siapkan baju untuknya, aku pakaikan dasi untuknya, aku siapkan sarapan untuknya. Menjadi istri yang baik dengan harapan, aku mendapatkan cinta setelah ku serahkan semua cintaku untuknya. Ibu, dia tidak mencintaiku ! Apa aku harus menjadi sepertimu? Melepaskan dia untuk bersanding dengan wanita lain? Apa aku bisa sekuat ibu? Ibu.... Aku.... Aku benar-benar kecewa dengan diriku sendiri " Tangis keysa semakin terisak.
Saat tangisnya tak terbendung lagi, jay berlutut memeluk keysa yang terduduk sembari menangis di depan makam ibunya.
" Key, aku disini sekarang. Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi. Tolong, jangan menangis seperti ini. Aku tidak sanggup melihatnya " Ucap jay yang ikut merasakan betapa sulitnya hidup yang harus dijalani oleh keysa
" BOHONG ! Dasar pembohong ! Aku gak akan percaya padamu lagi. Kamu meninggalkan aku sekali, kamu pasti akan meninggalkanku lagi " Teriak keysa
Jay semakin erat memeluk keysa karena keysa mulai memberontak.
" Keysa, tenang ! Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi. Aku tahu sejak aku kembali, kamu menghindariku. Aku sudah disini sekarang." Ucap jay
" Aku cuma takut kak jay pergi lagi. Aku sudah mulai terbiasa tanpa kak jay dan kak jay hadir lagi. Aku takut semua akan terulang lagi. " Ucap keysa yang kondisinya semakin tenang. Keysa tiba-tiba mendorong tubuh jay dan berdiri untuk segera pergi namun jay memegang tangan keysa.
" Keysa, dengarkan penjelasanku " Ucap jay memohon
" PENJELASAN? AKU GAK BUTUH ITU KARENA KENYATAANNYA KAK JAY MENINGGALKAN AKU TANPA PESAN DAN TANPA RAGU. UNTUK APA SEKARANG SOK PEDULI DENGANKU? KALAU PERGI YA PERGI SAJA, TIDAK USAH KEMBALI MENEMUIKU LAGI. " Teriak keysa.
Jay menarik pinggang keysa dan reflek mencium bibirnya. Keysa yang terkejut dan membuka matanya lebar-lebar dan mendorong tubuh jay.
" Bagaimana bisa kak jay melakukan ini? Didepan makam ibu dan aku adalah kakak iparnya. Apa yang dia pikirkan? " Batin keysa yang terkejut
" Apa yang kak jay lakukan? " Tanya keysa yang sudah mundir beberapa langkah.
" AKU MENCINTAIMU KEY ! AKU SANGAT MENCINTAIMU ! DIDEPAN IBUMU, AKU BERJANJI AKAN TERUS MENCINTAIMU. PERASAANKU TIDAK AKAN BERUBAH. DIKEHIDUPAN INI DAN JUGA DIKEHIDUPAN YANG AKAN DATANG, AKU HANYA AKAN MENCINTAIMU ! " Teriak jay
PLAK.... ( Keysa menampar jay dengan sangat keras )
" Cukup kak. Aku sudah punya kak javier dan kak jay sudah punya kak ellia. Di antara kita hanya ada hubungan kakak ipar ataupun adik angkat. " Ucap keysa
" Maaf aku menamparmu. Aku hanya ingin kak jay sadar dengan apa yang kak jay ucapkan. Kak jay silahkan pulang, aku akan menginap di hotel dekat sini. " Ucap keysa
__ADS_1
Jay menarik keysa untuk masuk kedalam mobil tanpa perlawanan. Mungkin karena sudah lelah untuk melawan dan pikirannya sendang kacau. Jay melihat wajah keysa dengan mata yang sembab. Mungkin karena lelah, keysa tertidur didalam mobil.
" Aku ingin sekali membawamu pulang tapi itu tidak mungkin dengan kondisimu seperti ini. Mama sama papa pasti khawatir " Batin jay