No More Sun

No More Sun
JALAN-JALAN


__ADS_3

"Ternyata angin pantai membuat tenang ya" Ucap Keysa


"Kalau angin dari mulut Kak Jay gimana? Sini Kak Jay tiup." Jawab Kay


"Kak Kay, iseng banget sih niup-niup. Jorok ih, jorok banget. Anak siapa sih?" Kesalnya


"Lucu banget sih mukanya kalau lagi marah." Ledeknya


"Katanya Kak Ellia mau nyusul? Kenapa belum dateng-dateng?" Tanya Keysa


"Bisa gak untuk jangan bahas oranglain? Anggap aja kita lagi kencan." Ucap Jay dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Kak Jay waras gak sih?" Tanya Keysa


"Ngawur! Ya sehat jasmani dan rohani dong." Jawab Jay dengan penuh percaya diri.


Keysa selalu terkekeh setiap kali berbicara dengan Kay. Keysa seperti menemukan tujuan dalam hidupnya.


Angin pantai menerpa rambut mereka. Kaki Keysa yang mungil menyentuh pasir-pasir disana, sedangkan tubuh yang perkasa selalu melindungi wanita yang berada didekatnya.


"Bodoh. Tatapanmu mengatakan semuanya, tapi masih saja berbohong sama perasaan sendiri." Batin Jay


"Kalau boleh memilih, aku hanya ingin menyukaimu saja Kak Jay, tapi aku tidak punya pilihan itu. Aku harap Kak Jay mendo'akan aku supaya setelah menikah nanti, aku bukan hanya menyukai Kak Javier, melainkan aku bisa mencintainya." Batin Keysa


"Panas banget ya hari ini." Ucap Jay membangunkan Keysa dalam lamunan.


"Ah, iya panas banget." Jawab Keysa


"Key, kamu yakin mau menikah sama Kak Javier?" Tanya Jay


"Tentu saja!"


"Apa kamu mencintainya?" Tanya Jay


"Cinta? Keysa aja gak tahu rasanya jatuh cinta itu bagaimana." Jawab Keysa


"Kalau kamu merasa ingin marah saat melihatnya dengan wanita lain, berarti kamu mencintainya." Jawab Kay


"Oh, keysa belum merasakan perasaan apa-apa tuh." Ujarnya


"Nanti juga kamu tahu. Pokoknya jangan sungkan untuk meminta bantuan Kak Jay kalau kamu dalam kesulitan."


"Siap Pak Bos!" Ucap Keysa dengan senyum dibibirnya.


"Key, apa kamu benar-benar setuju kalau aku menikah sama Ellia?" Tanya Jay dan seketika menghentikan langkahnya. Keysa yang berjalan dibelakangannya, menabrak punggungnya karena Jay berhenti tanpa aba-aba.


Brukkk


"Awh hidungku. Kak Jay gimana sih? Bilang dong kalau mau berhenti." Keysa ngomel-ngomel dengan ciri khasnya sendiri.


"Iya-iya, maaf." Jay membalikan tubuhnya dan menyentuh kedua pundak Keysa.


"Key, kamu mimisan? Kak Kay antar kerumah sakit." Ucap Kay panik.


"Gak usah, cuma mimisan biasa kok karena nabrak punggung Kak Jay tadi." Jelasnya


"Kak Jay minta maaf ya. mulai sekarang, berjalanlah disebelah Kak Jay, jangan dibelakang seperti penguntit." Ledeknya


"Siapa yang Kak Kay maksud dengan penguntit?" Kesalnya


"Sudahlah, ayo bersihkan dulu hidungnya dengan air bersih."


Keysa merasakan sedikit pusing dan pandangannya sedikit kabur. Keysa memegang erat tangan Jay, karena takut akan terjatuh.

__ADS_1


" LKamu kenapa key?" Tanya jay lebih khawatir dari sebelumnya.


"Bisakah gendong Keysa? Keysa mau istirahat sebentar. Kita kembali ke mobil dulu ya." Pinta Leysa


"Kita kerumah sakit aja ya?" Jay memberikan tawaran tapi Keysa menolaknya.


"Gak usah Kak. Dimobil aja." Jawab Keysa.


Jay menggendong Keysa dipunggungnya dengan pelan. Tidak terasa beban berat sedikitpun karena tubuh Keysa sangat mungil.


"Apa Lak Jay keberatan?" Tanya Keysa


"Gak dong. Keysakan ringan." Jawab Jay


"Nah, kita sudah sampai. didalam mobil ada air minum, bisa buat bersihin hidung kamu. Sini Kak Jay bantu ya."


Jay membersihkan darah hidung Keysa yang mengalir tanpa rasa jijik. Bahkan membiarkan darah itu kering di bajunya.


"Biar Keysa aja. Kak Jay bukannya benci sama yang kotor-kotor?" Tanya Keysa


"Asalkan itu Keysa, Mysophobia Kak Jay gak berlaku." Jawabnya


"Kak, kemarilah! Duduk disini." Jay menuruti perintah Keysa. Setelah Jay duduk, Keysa meletakkan kepalanya dipangkuan Jay.


"Keysa mau tiduran begini sebentar, biar darahnya cepat mampet."


"Iya, tidurlah! Kak Kay bakalan jagain Keysa."


"Kalau Kak Ellia lihat kita begini, apa dia gak cemburu?" Tanya Keysa


"Kak Jay bisa jelaskan sama Ellia nanti. Keysa jangan mikir macam-macam. Ellia itu, gadis yang baik. Makanya Kak Jay tidak bisa menolaknya."


"Harusnya kita hari ini jalan-jalan seharian, tapi karena Keysa begini, jadi tidur dimobil seharian." Keysa merengut karena agendanya gagal.


"Kenapa Kak Jay gak kasih tau?" Tanya Keysa


"Keysa gak nanya." Jay mengangkat kedua bahunya, memberikan tanda bahwa dia gak bersalah.


"Kak, eysa udah ketemu sama Kak Javier juga Jean. Setelah itu, Kak Javier jadi cuek banget. Keysa mau batalin tapi dia menolak dengan alasan karena aku udah buat Kak Jean pergi meninggalkan Kak Javier " Keysa mulai cerita kegelisahan dalam hatinya.


"Bisa cerita lebih rinci?" Tanya Jay


flashback...


"Keysa, kenapa basah semua?" Nyonya mina khawatir karena Keysa basah kuyub.


"Tadi habis dari pemakaman Ma, makanya Jay juga basah. Biarin aja dia ganti baju terus istirahat. Nanti aku buatin teh hangat." Jay menjelaskan situasi sebenarnya walapun ada beberapa yang dia sembunyikan soal lari-larian.


"Ya sudah, kamu juga ganti baju sana!" Ucap Nyonya Mina.


Sesaat, setelah Jay masuk kedalam kamarnya, Javier datang dengan pandangan penuh emosi.


"Keysa, kita harus bicara!" Bentaknya lalu menarik tangan Keysa dengan kasar.


"Javier, dimana sopan santunmu?" Bentak Nyonya Mina


"Mama bahas soal sopan santun? Mama tanyakan saja sama anak angkat mama ini, dimana sopan santunnya karena sudah mengurusi urusan pribadi oranglain?" Ucap Javier dengan emosi yang meluap-luap.


"Ma, biar Keysa aja yang ngomong ya." Keysa meminta pengertian Nyonya Mina.


"Bicaralah! Mama disini temani kamu." Jawab Nyonya Mina.


"Kalau memang dia sangat berarti, kalau memang Kak Javier mencintainya, kalau memang dia segala-galanya, kejarlah. Keysa tidak pernah meminta Kak Javier untuk berbalik ! " Ucap Leysa dengan sangat santai.

__ADS_1


"Dia pergi karena kamu! Sekarang kamu mau lepas dari tanggungjawab?" Bentak Javier


"Tidak perlu bicara keras sekali. Telinga saya masih sangat peka meskipun dengan suara cicak sekalipun. Dia pergi karena ucapanmu, bukan karena saya. Kak Javier yang bilang kalau kalian sudah berakhir! Kak Jean mengakhirinya karena dia merasa tidak ingin untuk berbagi!!"


"Keysa, jangan keterlaluan kamu!" Bentak jJavier semakin keras.


"Kak, jangan tamak, karena Kak Javier harus memilih 1 di antara 2. Jika tidak bisa memilih dan ingin keduanya, maka Kak Javier akan kehilangan semuanya. Batalkan pernikahan kita, kejar Kak Jean kalau memang dia wanita yang Kak Javier cintai." Ucap keysa langsung naik kelantai atas menuju kamarnya.


flashback off...


"Apa Keysa cari Kak Jean ya?" Tanya Leysa


"Kak Jay rasa, Papa pasti punya alasan yang kuat kenapa kalian harus menikah. Mungkin soal Kean atau soal yang lainnya. Menikahlah! Tapi jangan merelakan dirimu hanya untuk pemuas nafsunya saja! Kalian harus melakukannya karena cinta." Ucap Jay


"Kalau Kak Javier masih marah, lalu kami menikah, bagaimana dengan kebahagiaanku setelahnya?"


"Kak Kay yang akan membuat keysa bahagia. Kak Kay janji!"


"Kak, udah enakan nih. Kita pergi jalan-jalan ke mall yuk, makan, nonton bioskop. Anggap aja kita kencan."


"Tadi bilang Kak jJay gak waras"


"Ini cuma anggap aja kaya kencan. Bukan kencan beneran" Jawab Keysa


Jay keluar dari mobil karena Keysa mau mengganti bajunya. Keysa malas kalau harus berjalan lagi jadi memilih ganti dimobil.


"Kak Jay, Keysa udah beres nih. Ayo kita berangkat " Ucap Keysa


"Ayo!"


Mobil Jay melaju dengan santai karena Jay ingin menikmati waktu yang benar-benar hanya tersisa saat ini.


"Kak Jay, nanti pas hari pernikahan Keysa, Kak Ellia di ajak ya "


"Tentu saja dia harus hadir. Ellia juga bakalan jadi anggota keluarga Zenda."


"Nanti Kak Jay panggil Keysa KAKAK IPAR, oke ? " Ucap Keysa dengan penuh penekanan.


"Oke-oke Kakak Ipar." Jay tertawa ketika mengucapkan kata Kakak Ipar, karena baginya itu sangatlah lucu.


"Nah, kita sudah sampai. Sini Kak Jay bantu lepas seat beltnya" Ucap Jay


"Kalau kencan itu harus ciuman" Imbuhnya


"Ap... Apa? Kak Jay gila ya?" Keysa terkejut mendengar ucapan Jay. Jay tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Keysa


"Kenapa ketawa? Ada yang lucu emangnya?" Keysa mulai ngambek.


"Iya maaf, cuma becanda kok" Jay minta maaf dengan pasang ekspresi seperti anak Kelinci.


"Jangan pasang ekspresi seperti itu" Keysa protes ke Kay


"Kenapa?" Tanya Jay


"Ya karena Keysa gak bisa menolak permintaan Kak Jay" Jawab keysa


Setelah sampai, mereka memilih untuk makan terlebih dahulu. Lalu lanjut mengitari mall dengan sedikit belanjaan di tangan mereka.


Setelah makan malam, mereka menontot bioskop. Seperti sepasang kekasih tapi sayangnya mereka hanya sebatas kakak dan adik.


" Terimakasih Kak Jay, aku senang hari ini" Batin Keysa


"Aku bahagia melihatmu tertawa disampingku" Batin Jay

__ADS_1


__ADS_2