
"Keysa, sini!" Teriak Nela dari depan gerbang sekolah.
"Hai Nela!" Keysa membalas dengan lambaian tangan.
"Udah, jangan teriak-teriak. Ayo Kak Jay antar sampai seberang!" Jay menggandeng tangan Keysa dengan hati-hati.
"Kak Kay, makasih ya udah anterin Keysa sekolah. Hati-hati ya berangkat ke kantornya." Ucap Keysa
"Semangat ya belajarnya!" Ucap jay sembari mengelus ujung kepala Keysa.
Jay pergi meninggalkan sekolah kKeysa dan berangkat kekantor karena harus menghadiri meeting menggantikan Tuan Zenda.
Saat ini, Keysa tengah berbincang dengan Nela dipintu gerbang, saat mereka mau masuk, sebuah mobil mewah menghampirinya dan keluarlah prian tampan dan gagah dari dalam mobil.
"Key!" Panggilnya
"Kak Javier?" Ucap Keysa sedikit terkejut.
"Ikut Kak Javier sekarang!"
"Keysa harus sekolah!"
"Keysa, sekolah juga tidak ada mata pelajaran, cuma latihan-latihan biasa untuk ujian." Ucap javier
"Penting banget ya? Gimana kalau pulang sekolah saja? Keysa udah ada janji sama teman-teman." Keysa berusaha menolak karena aura yang terpancar pada javier, hanyalah aura negatif dimata keysa.
"Selesai jam berapa?" Tanya javier
"Mungkin, sore." Jawab leysa ragu.
"Aku tunggu disini sampai kamu selesai."
" Ap... Apa? Ini masih pagi dan kak javier mau nungguin keysa disini sampai sore?" Tanya keysa tak percaya
"Tentu saja. Apa salahnya menunggu calon istri?" Tanya javier dan membuat keysa tersipu malu.
"Kak javier bisa gak sih bilangnya jangan kenceng-kenceng?" Keysa sontak membungkam bibir javier dengan kedua telapak tangannya.
"Keysa, kamu jangan mesra-mesraan didepan sekolah. Bisa kena hukuman!" Nela menyela di saat melihat keysa terlalu dekat dengan javier. Keysa melepas tangannya yang menutupi bibir Javier lalu meminta maaf.
"Ma... Maaf Kak, reflek tadi." Ucap Keysa
"Ayo pergi sekarang! Anggap saja sebagai permintaan maaf." Ucap Javier
"Gak bisa kak." Ucap Keysa mengelak.
"Udah sana pergi Key, untuk absen serahin sama aku. Tapi inget, setelah jam istirahat kamu harus udah disekolah." Ucap Nela lalu berlalu pergi.
Keysa yang terdim saat melihat Nela pergi menjauh, perasaannya jadi tak karuan. Antara takut, gak nyaman dan sebagainya.
"Kita cari sarapan dulu ya!" Ucap Javier setelah Leysa masuk kedalam mobil.
"Hanya punya waktu 3 jam, tidak bisa lebih." Ucap Keysa
"Iya-iya, cerewet!" Jawab Javier
Mobil mewah milik Javier berhenti disebuah Resto sederhana. Tempat yang terlihat begitu nyaman dipandang oleh mata.
"Mau pesan apa?" Tanya Javier
"Apa aja, samain sama Kak Javier aja!" Jawab Keysa
__ADS_1
"Key, kamu tahu kenapa Kak Javier paksa kamu ketemu sekarang?" Tanya Kavier
"Gak!" Jawab Keysa tanpa basa-basi.
"Kak Javier mau minta maaf. Soalnya Kak Javier yang bodoh, sebagai laki-laki harusnya Kak Javier gak boleh serakah. Sekarang, Kak Javier sudah memilih Keysa, kita mulai semuanya dari awal ya? Keysa mau kasih kak javier kesempatankan?" Ucap Kavier
"Iya kak!"Jawab Keysa dengan singkat
"Mulai sekarang, Keysa cuma milikku!" Ucap Javier sembari menyematkan cincin dijari keysa.
"Kak, apa ini?" Tanya Keysa
"Tanda kalau kita sudah memulai semuanya." Jawab Kavier
Tidak ada yang dijelaskan lagi oleh Javier kecuali soal minta maaf dan siapa yang ia pilih. Bahkan saat makan sekalipun, tidak ada suara yang keluar dari mulut mereka kecuali suara sendok yang beradu.
"Jaga diri baik-baik ya. Besok gak usah sekolah, hari ini Kak Javier yang bakalan minta ijin. Calon pengantin gak boleh keluyuran. Ayo Kak Javier antar kesekolah lagi." Ucap Javier
"Ya!" Jawab Keysa
Sikap Javier jauh lebih lembut dari sebelumnya namun seperti ada sesuatu diluar kendalinya. Pasti perasaannya terhadap Jean. Mana mungkin hubungan lama mereka bisa dilupakan secepat ini, seperti itulah pikiran Keysa.
Bagi Kavier, Jean sudah bagian dari masalalu karena sudah meninggalkannya.
" ngatkan aku kalau suatu hari nanti hatiku goyah karena wanita lain." Batin Javier
"Jika suatu saat kamu menemukan wanita yang dimatamu penuh cinta saat memandangnya, aku akan melepaskanmu dengan suka rela." Batin Keysa
"Key, sudah sampai. Nanti Kak Javier jemput ya!" Ucap Javier
"Ah, gak usah. Tadi udah janji sama Kak Jay untuk ke perpustakaan bareng." Jawab Keysa.
"Oh, ya udah kalau gitu. Kak Javier kekantor dulu ya."
"Aku kira hal penting macam apa yang bakal dia bicarakan, gak tahunya cuma minta maaf doang. Bilang aja gitu kalau ngajak makan, gak harus bilang penting segala." Batin Keysa
Keysa berjalan mencari Mela dan ternyata ketemu dia perpus sekolah.
"Nela!" Sapa Keysa
"Key? Bukannya masih diluar tadi? Cepet banget pulangnya?" Tanya Mela
"Udah ah, jangan si bahas. Mending kita belajar aja sekarang." Ucap Keysa yang mengelak untuk membahas soal Javier.
"Keysa, kamu belajar disini?" Tanya Senior Cha Seon
"Senior?" Tanya Meysa yang tersentak dengan kedatangan Senior Cha yang tiba-tiba.
"Aku memang selalu belajar disini Key." Ucap Senior Cha dengan santai
"Oh, Keysa baru tahu." Jawab Keysa
"Nela, kenapa diam aja?" Tanya Senior Cha
"Belajarlah ! Masa mau teriak-teriak kalau belajar?" Jawab Mela
"Lagi datang bulan ya Nel? Sensi banget." Tanya Keysa
"Emang kalau emosi pas datang bulan doang Key?" Tanya Nela
"Gak juga. Kamu lucu kalau ngomong begitu." Ledek Keysa
__ADS_1
"Key, ayo fokus belajar." Ajak Nela
"Aku boleh gabungkan?" Tanya Senior Cha
"Boleh!" jawab Keysa
"Gak boleh! Disana masih banyak tempat tahu." Jawab Nela
"Nel, semakin rame semakin asyik. Biarin aja Senior Cha gabung sama kita ya?" Keysa memasang wajah imut didepan wajah Mela.
"Oke. Tapi sekali ini aja ya!" Akhirnya Nela mengalah sama Keysa.
Mereka fokus belajar masing-masing. Sesekali Senior Cha melirik ke arah Keysa.
"Aku beli minum dulu ya!" Ucap Keysa
"Aku ikut!" Nela menarik tangan Keysa
"Udah kamu disini aja. Biar aku yang beli ya." Keysa akhirnya kekantin untuk beli minuman dan bertemu dengan geng cewek disekolahnya yang sangat berkuasa
"Widih... Primadona sekolah kita nih. Enaknya kita apain ya?" Tanya Nindi yang merupakan ketuanya.
Keysa melewati rombongan Geng itu begitu saja. Mengacuhkan setiap ucapan mereka.
"Hai, jangan sombong!" Salah satu dari mereka menarik rambut Keysa.
"Lepaskan! Jangan cari masalah denganku!" Ucap Keysa dengan tegas
"Melepaskanmu? Tidak mungkin!" jawab Nindi
"Kalian ingin mati atau sekarat?" Tanya Keysa
"Tentu saja pilih kamu yang sekarat." Jawab Nindi dengan menyentuh pipi Keysa.
Keysa tidak suka disentuh oleh orang lain. Keysa menarik tangan Nindi dan memutarnya kebelakang.
"Aku tidak akan mengotori tanganku untuk memukulmu. Disini adalah sekolah, tidak layak dijadikan tempat bergaya." Ucap Keysa lalu pergi.
"Untung saja masih bisa mengendalikan diri untuk gak emosi. Kalau sampai gak terkendali, bisa gawat kalau ketahuan aku belajar beladiri secara sembunyi." Batin Keysa.
"Sorry ya lama, ada rombongan anak-anak Geng cewek tuh cari masalah dikit tadi." Ucap Keysa saat menemui Senior Cha dan Nela.
"Kamu gpp'kan?" Tanya Nela khawatir
"Iya gpp. Nih minumnya buat kamu, ini buat Senior Cha" Ucap Keysa.
"Keysa....." Teriak ketua kelas dari jauh
"Apaan sih tuh Ranran teriak-teriak gak jelas?" gumam Keysa
"Sini aja, gak usah teriak" Balas Mela.
Ranran datang dengan nafas yang seperti naik turun gunung.
"Key, dicariin sama Nyokap Bokap lo tuh."
"Ha? Mereka dimana?" Tanya Keysa
"Dikelas. Lo mending kesana deh, kayanya penting kalau dilihat dari ekspresi mereka"
"Oke ! Makasih ya Ran. Aku kesana dulu." Ucap Leysa
__ADS_1
"Mama papa kenapa ya sampe nyusul aku kesini? Apa aku bikin salah? Atau ada sesuatu?" Batin Keysa