
Saat pagi tiba, sesenggukan suara tangis membangunkan javier yang tengah tertidur.
" Jean? Kamu kenapa disini? " Tanya javier
" Jev, apa kamu akan bertanggung jawab? " Tanya jean
" Bertanggung jawab apa? " Tanya javier
Javier menatap kondisi tubuhnya, tubuh jean yang ada disampingnya, kondisi kamar yang berantakan dan pakaian yang bertebaran.
" Je, bisa jelasin ada apa sama kita? " Tanya javier
" Jev, kita sudah melakukan hal yang gak boleh dilakukan " Jawab jean. Jean semakin menangis dan tidak ada cara lain selain javier memeluknya.
" Aku sama sekali gak sadar je. " Ucap javier
" Semalam kamu mabuk dan memintaku untuk melakukan itu. Aku mencintaimu dan dengan bodohnya aku mengiyakan. Setelah semuanya terjadi, aku baru menyesalinya karena kamu sudah punya keysa. Tapi bagaimana denganku jev? Aku hancur sekarang " Ucap jean
" Je, aku benar-benar gak ingat. Tolong, kasih aku waktu untuk mencerna semuanya. Bersihkan tubuhmu dan pulanglah. Aku ingin sendiri dulu hari ini. Nanti malam bersiaplah, aku akan menjemputmu " Ucap javier
Jean menuruti perkataan javier dengan sangat mudah. Javier mengguyur tubuhnya dengan air dingin untuk mencerna semuanya.
" Samar-samar aku ingat yang ku lakukan semalam. Aku juga ingat seperti ada keysa saat itu tapi gak mungkin ada keysa. Dia gak mungkin ada di hotel ini. " Gumam javier
" Aku cuma minum tapi bisa begitu bodoh? Apa yang akan aku jelaskan pada keysa? Apa yang akan aku berikan untuk jean? Aku sudah mengkhianatinya. Aku bodoh sekali ! " Lagi-lagi javier berbicara pada diri sendiri.
" Semua hadiah sudah siap, semuanya sudah ku kirim dirumah mungkin sudah disembunyikan mama. Bagaimana aku menutupi bekas dileherku? Keysa, apa kamu akan percaya padaku kalau aku katakan aku melakukan semua itu tanpa kesadaran? Mana mungkin dia akan percaya? " Batin javier
Disisi lain, jean pulang dengan perasaan hancur karena semalam yang javier sebut bukan namanya melainkan nama keysa.
" Kamu memang tidak mencintaiku jev tapi kenapa kamu melakukan hal itu padaku? Kita dulu tinggal di atap yang sama, berbagi tempat tidur yang sama tapi kita tidak pernah melakukan hal yang sejauh ini. " Batin jean.
Malam hari, javier datang menjemput jean dengan syal yang menutupi lehernya. Jean juga menggunakan gaun yang menutupi bagian atas tubuhnya.
" Jev, apa yang akan kita ucapkan untuk keysa? Aku benar-benar malu. " Ucap jean.
" Bersikaplah seolah tidak terjadi apa-apa di antara kita " Ucap javier.
Setelah sampai ke acara, javier menghampiri keysa namun tidak disambut olehnya. Saat meniup lilin, keysa memilih jay untuk mendampinginya berdoa. Saat memotong kue, javier berharap mendapatkan suapan pertama atau ketiga tapi dia dilewati begitu saja seolah-olah kehadirannya tidak ada disana. Saat dansa, keysa memilih untuk berdansa dengan orang lain dibandingkan dengan javier yang berstatus suaminya.
__ADS_1
Saat jean menghampiri keysa, keysa membuatnya kikuk tak mampu berbicara apa-apa. Hanya dengan tatapan keysa, jean terdiam tanpa kata.
Hingga acara selesai, keysa mengabaikan kehadiran javier. Bagi keysa, ia harus mulai terbiasa dengan kehidupannya yang baru. Keysa sudah siap menata hatinya kembali.
" Kak jay, tukeran kamar yuk ! " Ucap keysa
" Kamarmu kenapa? " Tanya jay
" Banyak tanya. Ya udah, aku tidur sama mama aja. " Ucap keysa dengan pura-pura marah.
" Iya-iya, sana istirahat. " Jay mengalah untuk keysa
" Aku pinjem baju kak jay ya soalnya aku males ke atas " Ucap keysa
" Iya sana ! Berisik ! " Ucap jay
" Kak javier pasti pulang kesini setelah mengantar kak jean. Aku juga gak mau lihat hadiah dari kak javier yang di simpen sama mama dikamar. Sebisa mungkin aku harus menghindar demi kestabilan perasaanku sendiri " Batin keysa
Malam sudah hampir terlewati namun mata keysa tak bisa terpejam. Bayangan dikhianati selalu terlintas dipikirannya ketika memejamkan mata. Keysa memutuskan untuk duduk di taman samping rumah. Menikmati secangkir teh dan kue ringan yang ia bawa.
Tangan yang lembut membelai rambutnya yang terurai. Tatapan kekhawatiran, tatapan penuh cinta bahkan mata itu mengeluarkan airmata. Hati keysa goyah dalam mempertahankan ketenangannya. Jantungnya berdegub tak menentu seolah-olah ada yang mengiris-iris hatinya.
" Mama ! " Ucap keysa lalu memeluk nyonya mina
" Ma, keysa mau ke london tapi jangan kasih tahu siapapun. Siapapun itu, apa boleh? " Ucap keysa
" Keysa mau meninggalkan mama? " Tanya nyonya mina
" Gak ma ! Gak ! Keysa sayang sama mama tapi keysa benar-benar butuh waktu untuk jelasin semuanya. Ma, mama cukup dukung keysa. " Ucap keysa
" Kamu benar-benar mau ke london? "
" Dengan restu mama " Jawab keysa
Nyonya mina memeluk, membelai dan mencium kening putrinya dengan sangat lembut.
" Apapun itu key, mama akan kabulkan permintaanmu asal semuanya atas kehendakmu sendiri " Batin nyonya mina.
" Ma, diluar dingin. Ayo kita masuk " Ucap keysa sembari menghapus airmatanya.
__ADS_1
" Kamu tidak menemui javier? Dia suamimu key " Ucap nyonya mina.
" Ma, aku butuh waktu menerima posisi kak jean di antara keysa dan kak javier. Mama paham'kan? Aku gak sekuat ibu, aku gak setegar mama dan gak sehebat papa " Jawab keysa
" Kalian tidak akan berceraikan? " Tanya nyonya mina.
Deg.... Pertanyaan itu seolah membuat detak jantung keysa berhenti secara tiba-tiba. Bibirnya terasa terkunci karena tidak ada sepatah katapun yang keluar untuk menjawab pertanyaan nyonya mina.
" Ma, maafin keysa. Kasih keysa waktu sedikit lagi untuk berbicara semuanya " Batin keysa
" Key, jawab mama ! "
" Ma, aku dan kak javier hanya butuh waktu untuk saling intropeksi diri. Kami tidak akan berpisah kecuali kak javier sudah tidak mencintaiku lagi. " Jawab keysa
Bagaimana lagi keysa akan menghadapi masalah yang akan terjadi kedepannya? Sebisa mungkin keysa menghindari javier. Sudah 3 hari, javier menemui keysa, menunggu keysa namun lagi-lagi ia di abaikan tanpa diberi kesempatan. Meskipun menghindar dengan berbagai cara, namun keteguhan javier membuat mereka bertemu.
" Keysa, tolong jangan menghindariku lagi. " Ucap javier
" Aku gak menghindari kak javier kok. Aku cuma lagi sibuk aja. " Jawab keysa dengan senyum dibibirnya
" Sibuk apa sampai mengabaikanku berhari-hari? Aku bahkan tidak ke kantor hanya untuk bertemu denganmu " Ucap javier
" Kenapa? Menyesal karena tidak kekantor? Maaf kak, aku benar-benar sibuk dan gak ada waktu untuk mengurusi hal yang gak penting. " Ucap keysa
" Aku gak penting lagi bagimu? " Tanya javier dengan tatapan iba.
" Jangan tanya aku kak, coba kak javier tanya sama perasaan kak javier sendiri. " Ucap keysa lalu meninggalkan javier
" Apa aku benar-benar akan kehilanganmu sekarang? Aku merasa kamu sudah terlalu jauh dari jangkauanku. Gak, aku gak boleh nyerah. Aku harus mendapatkan cintamu bagaimanapun caranya. " Batin javier
Keysa menemui nela untuk mengurus hal apa saja yang diperlukan untuk pindah ke london. Nela, seorang sahabat yang selalu ada, selalu mendampingi keysa kemanapun ia pergi.
" Key, aku seperti tidak mengenalmu sekarang " Ucap nela tiba-tiba.
" Kenapa nel? " Tanya keysa
" Keysa yang kukenal, tidak pernah lari dari masalah. Dia selalu menyelesaikannya hingga tuntas. Key, kalau kamu tidak ingin bersama kak javier, bicaralah baik-baik. Kalau kamu masih ingin dengannya, perbaiki selagi semuanya masih bisa ditata ulang. " Ucap nela dengan sangat dewasa
" Aku gak tahu nel. Aku takut, ketika aku memaafkannya, kak jean meminta tanggung jawabnya. Lalu aku? Aku akan terbuang kembali tapi kalau aku melepasnya begitu saja, hatiku belum siap nel " Ucap keysa dengan berusaha menahan airmatanya.
__ADS_1
" Aku dukung apapun keputusanmu key. Ingat, aku ada disini untukmu " Nela memeluk keysa yang tengah bimbang dengan perasaannya.
" Aku akan kasih kesempatan terakhir. Kalau aku kecewa lagi, aku tidak akan melihatmu lagi. " Batin keysa