No More Sun

No More Sun
BULAN BERLALU


__ADS_3

Setelah malam itu, semuanya sudah berlalu hampir satu bulan. Hubungan di antara keysa dan javier sama seperti biasanya. Keysa melayani javier layaknya seorang istri namun tidak pernah mengucapkan sepatah kata sekalipun. Baginya, javier sudah memilih jean karena saat keysa memintanya menjauhi jean, javier terang-terangan menolak.


" Keysa, berhenti mendiamkan aku " Ucap javier


"..."


" Sudah satu bulan kamu seperti ini. Jangan siksa aku lagi, aku mohon padamu" Ucap javier dengan memohon pada keysa.


" Kak javier tinggal memilih aku yang ada disisimu atau kak jean yang berada disisimu. Aku selalu memberikanmu kesempatan tapi semuanya seperti omong kosong " Ucap keysa


" Aku memilihmu! Aku menyerah untuk mempertahankan persahabatanku, aku memilih pernikahan kita. Tolong maafkan aku yang egois " Ucap javier


" Buktikan! "


" Aku akan memecatnya dan menyuruhnya pergi. Dia tidak boleh menemuiku lagi. Besok aku ada dinas diluar kota, kamu ikut bersamaku ya. Aku ingin banyak menghabiskan hari bersamamu " Ucap javier


" Buktikan dan aku akan ikut " Keysa melanjutkannya menonton tv. Keysa tidak lagi tinggal dirumah yang ia tempati dengan javier sebelumnya karena keysa lebih memilih untuk tinggal bersama nyonya mina.


" Non keysa, dipanggil tuan di ruang kerja " Ucap nana


" Iya nana ! " Nana salah satu pelayan yang kerja dirumah tuan zenda


Tok... Tok... Tok...


" Masuk! "


" Duduk key! " Perintahnya


" Iya pa "


" Ada yang mau papa bicarakan! "


" Soal apa pa? "


" Papa mukanya serius banget. Kenapa aku jadi takut ya? " Batin keysa


" Key, kamu belum baikan sama javier? Gak baik nak marah terlalu lama. " Ucap tuan zenda


" Pa, sebenarnya keysa gak marah. Hanya saja, keysa masih butuh waktu untuk menerima kehadiran orang lain " Ucap keysa


" Key, javier itu punya karir yang tinggi. Kedepannya pasti banyak wanita yang menghampirinya. Belajarlah seperti mamamu yang selalu percaya sama papa dan papa selalu menjaga kepercayaan mama. "


" Kak javier berbeda dengan papa " Jawab keysa


" Beda pa, mau disamakan, mau dibandkngkan, tetap saja semuanya beda. Aku gak mungkin membicarakan ini lebih detil lagi " Batin keysa


" Key, apa kamu gak bahagia dengan pernikahanmu? Katanya keysa juga sudah memaafkan ayah? Kenapa setiap ayahmu datang, keysa bahkan tidak melihat wajahnya sedikitpun? Kenapa tidak mau cerita? " Tanya tuan zenda


" Keysa, keysa takut mengecewakan papa. Keysa... Keysa takut menyakiti hati mama. " Keysa tidak menahan tangisnya lagi. Keysa lemah dalam pelukan orang yang seperti ayah kandung.


" Mama lagi gak ada, keysa bisa cerita apa saja sama papa. Papa pasti bantu keysa " Ucap tuan zenda


Bagi keysa, suara tuan zenda seperti alunan yang menenangkan. Pelukannya seperti selimut yang menghangatkan. Tangannya begitu besar, terasa mampu menggenggam semua beban.


" Pa, apapun keputusan keysa nanti, tolong jangan bertanya bagaimana perasaan keysa lagi. Keysa tidak ingin goyah. Pa, keysa mau kuliah tapi tidak disini. Kemanapun keysa memilih untuk berlayar, tolong jangan tatap keysa dengan menyedihkan. Keysa pasti kembali untuk papa, untuk mama, untuk kak jay. " Ucap keysa

__ADS_1


" Ini, ( Memberikan kartu kredit ) Beli apapun yang keysa mau, beli tiket kemanapun keysa pergi, keysa tahu dimana tempat harus kembali saat tempat baru tak dapat dijelajahi. " Ucap tuan zenda dengan berusaha melapangkan dada.


" Papa, terimakasih! " Ucap keysa


" Papa seharusnya tidak menikahkanmu dengan dia. Andai papa tahu dia akan melukaimu. Papa menyesalinya! "


" Pa, keputusan papa adalah yang terbaik. Mungkin kalau bukan karena hal ini, keysa akan tumbuh menjadi gadis yang manja. " Ucap keysa


Meskipun berat, tuan zenda berusaha untuk merelakan karena baginya, kebahagiaan keysa adalah prioritas utama dibandingkan dengan perasaannya.


" Gapai apapun yang ingin kamu gapai. Raih mimpimu dengan usahamu sendiri. Lupakan hal yang membuatmu tidak dapat tersenyum akhir-akhir ini. Papa, mama, pasti mendoakan yang terbaik untukmu " Batin tuan zenda.


Saat ini keysa sedang berada di taman hiburan bersama nela. Mereka tidak sengaja bertemu dengan max dan julian.


" Biasanya kalau ada mereka berdua, pasti ada kak javier " Batin keysa


" Key, kamu kurusan ya? " Tanya julian


" Hstttttt " Nela meminta julian untuk diam


" Aku lagi diet kok " Ucap keysa


" Jangan biarkan mereka melihat javier. Sebisa mungkin buat mereka menghindari temlat diujung sana " Bisik max kepada julian.


" Kalian ngomongin apa sih? " Tanya nela dengan curiga


" Kita main permainan yang dimulai disana yuk! " Ajak max. Mereka mengikuti ide max tanpa memikirkan apa-apa karena niat mereka adalah untuk menghibur diri.


" Ada sesuatu yang kalian sembunyikan? " Tanya keysa mengintimidasi


Selama permainan, keysa tidak mengucapkan apapun. Dia hanya menatap apa yang didepannya dengan tatapan kosong. Julian merasa bersalah karena telah berbohong karena bagaimanapun, keysa sebagai seorang istri harus tahu dimana suaminya.


" Javier ada ditaman diujung sebelah sana. Pergilah key, kami tidak akan menutupinya darimu karena kamu berhak tahu " Ucap julian


Keysa berjalan ke arah dimana julian memberikan sebuah petunjuk. Max mengikuti keysa dari belakang. Langkah keysa berhenti saat melihat javier tengan berciuman mesra dengan jean. Max langsung membalikan tubuh keysa menghadapnya.


" Jangan lihat lagi, oke! Kamu gak harus melihatnya " Ucap max


" Aku bahkan sudah melihat yang lebih dari ini. " Jawab keysa dengan tenang. Javier menyadari keberadaan keysa yang melihat semuanya.


" Keysa, keysa aku bisa jelasin ! " Javier berlari mengejar keysa namun dihalangi oleh max.


" Biarkan keysa dengan pilihannya. Jangan mengejarnya seperti orang bodoh " Ucap max


" Max, minggir. Ini bukan urusanmu! " Ucap javier dengan keras. Keysa berbalik dan menghampiri javier.


PLAKKK


Tamparan keras mendarat dipipi javier bahkan tangan keysa terasa panas dan perih. Dipipi javier nampak bekas tangan keysa yang mungil.


PLAKKK


Jean membalas tamparan itu pada keysa. Pipi mungil keysa nampak biru karena kulitnya yang putih.


" Kamu pikir, kamu siapa beraninya melukai jev? Kamu pikir kamu hebat karena melakukan itu? " Ucap jean dengan begitu sinis

__ADS_1


" Iya ya, aku ini siapa? Bahkan status seorang istri tidak dapat aku gunakan disini. Lalu, kamu bicara dan memukulku dengan status sebagai apa dan siapa? " Ucap keysa dengan lembut namun membuat jean diam seketika.


" Anak manja sepertimu, tidak akan mendapatkan cinta dari siapapun! Apalagi seorang anak yang dilahirkan tanpa ayah " Ucap jean


Tangan keysa sudah bersiap menampar mulut jean namun javier membela jean dan mendorong tangannya. Hatinya begitu kecewa dengan ini. Semua janjinya ternyata palsu. Bahkan rasa percayanya semua hilang. Tidak akan ada lagi kesempatan yang tersisa.


" Jev, apa kamu gila? Dia istrimu tapi kamu membela jean yang jelas-jelas biang dari kekacauan kalian? Aku gak tau kalau kamu ternyata gak punya pendirian" Bentak max.


" Ayo key, kita tinggalkan orang-orang yang tak tahu malu seperti mereka " Max menarik keysa untuk mengikuti langkahnya.


" Lukamu harus segera diobati " Ucap max. Max mengajak keysa untuk ke mobilnya. Nela dan julian menyusul setelah dapat informasi dari max.


" Apa ini sakit? " Tanya max


" Gak! " Jawab keysa singkat.


" Bagaimana mungkin kamu membiarkannya memukulmu? "


" Maaf, aku tahu kalau jean sedang hamil makanya aku tida membalaskan pukulan itu " Batin max


" Terimakasih kak sudah mengobatiku. Aku mau pulang, kak max gak perlu mengantarku. Sampaikan pada nela kalau aku baik-baik saja " Ucap keysa


Max tidak memaksa untuk mengantarkan keysa karena ada pertemuan meeting sebentar lagi. Keysa pergi menaiki taxi ke arah kantor dimana jay ditugaskan oleh tuan zenda.


Suasana hatinya yang berantakan, memar dipipi yang tidak seberapa sakitnya jika dibandingkan dengan luka didalam batinnya.


Dalam kondisi semenyedihkan itu, keysa menemui jay yang tengah sibuk mempersiapkan proyek baru.


" Maaf, nona mencari siapa? " Tanya salah satu pegawai yang keluar dari lift karena melihat keysa yang tidak kunjung masuk lift dengan segala keraguannya.


" Bisa minta tolong untuk panggilkan pak jay? Tolong katakan padanya, keysa menunggunya disini " Ucap keysa


" Aku takut tidak diterima seperti kejadian dikantor kak javier. Aku lebih baik menunggu disini " Batin keysa


" Mari saya antar nona! " Pegawai itu mengantar keysa ke lantai dimana ruang kerja jay berada.


Ruangannya begitu rapih, menenangkan dan yang pasti, terpajang foto keysa dengan bersih dan bersinar di dinding dan juga mejanya. Pantas saja karyawan yang lain tahu siapa keysa dan menghormatinya.


Keysa duduk dengan lesu tanpa berbicara apapun. Tubuh gemetaran, keberanian yang selama ini ada padanya, terasa hilang terbawa perih atas luka pada perasaannya. Jay berlari dan terlihat wajahnya sangat khawatir saat mendengar keysa datang dengan keadaan yang buruk.


" Keysa! " Jay memeluk erat keysa untuk mengurangi rasa takutnya.


" Jangan khawatir, aku disini ! " Ucap jay


" Katakan apa yang terjadi. Jangan membuatku ikut terluka dengan keadaanmu yang seperti ini. " Imbuhnya


" Biarkan begini sebentar saja. Aku nyaman seperti ini. Jangan tanya apapun kak, aku benar-benar sedang tidak ingin berbicara " Ucap keysa


Setelah beberapa saat, tangisnya mereda. Jay melepaskan pelukannya dan menatap wajah keysa. Jay syok karena melihat wajah keysa yang memar.


" Keysa, kamu kenapa? Siapa yang melakukan ini? Javier yang memukulmu? Jawab key! " Ucap jay dengan serius namun hanya dibalas sebuah gelengan kepala.


Jay meminta sekertarinya untuk mengambilkan es. Es bisa untuk mengompres dan mengurangi rasa sakit pada pipi keysa. Jay mengepalkan tangannya dan berjanji tidak akan membiarkan hal ini terjadi lagi.


" Aku berjanji padamu untuk selalu menjagamu. Hal ini tidak akan terjadi lagi, percayalah padaku! " Ucap jay

__ADS_1


__ADS_2