
Javier sudah meminta dan mengurus semua kepindahan jean ke luar kota. Tapi, jean kembali lagi karena belum bisa melupakan javier. Jean meminta javier untuk mengijinkannya tetap tinggal dikota yang sama dengannya. Tetap tinggal disisinya dengan hubungan sahabat. Javier menyetujuinya tapi tidak memberitahu keysa soal hal ini.
Keysa menghubungi javier disaat javier pulang dari kantor menanyakan perihal kejanggalan yang ada didalam rumah.
" Aku meminta jean untuk ambil berkas di rumah. Apa dia meninggalkan jejak? Aku belum berbicara soal ini pada keysa. Baru juga saling mencintai, sudah ada aja masalahnya. " Batin javier
Javier semakin mempercepat kecepatan mobilnya supaya cepat sampai dirumah.
" Sayang, aku pulang ! " Ucap javier sembari mencium kening keysa seperti biasanya
" Mau makan dulu atau mandi dulu? " Tanya keysa
" Makan dulu deh. Aku laper soalnya gak sempet makan siang tadi " Jawab javier
" Eh, kenapa kamu buang makanannya? " Imbuhnya
" Aku gak tahu siapa yang masak. Pas aku sampai rumah, udah ada makanan segini banyaknya. Karena aku gak tahu siapa yang masak jadi aku buang. Ini baru sebagian, di atas meja makan masih ada " Jawab keysa
" Kenapa harus buang-buang makanan? Orang yang masak pasti cape, tapi kamu gak hargai malah buang begitu aja " Bentak javier
" Apa? Kamu kenapa sih kak? " Tanya keysa yang bingung dengan sikap javier yang berubah secara tiba-tiba.
" Percuma ngomong sama kamu. Aku gak jadi makan, aku mau keluar ! " Javier keluar tidak tahu kemana. Meninggalkan keysa yang bengong karena gak tahu apa maksud javier.
" Salah minum obat kali ya? Gimana kalau makanannya beracun? Otaknya gesrek kayanya. Bikin kesel aja " Batin keysa menggerutu
Waktu sudah menunjukan pukul 01.00 dini hari tapi javier belum juga pulang. Keysa tetap menunggu tanpa tidur sedikitpun.
Sekitar pukul 02.00, javier pulang dalam keadaan mabuk berat. Selama ini, javier tidak pernah mabuk-mabukan sampai seperti ini.
Keysa membantu menompang tubuh javier dan merebahkannya. Keysa menyiapkan air hangat untuk mengompres badan javier dan mengganti bajunya.
Ketika sedang membersihkan bagian dada, tangan keysa berhenti karena javier memegang tangannya. Tatapan javier bukan tatapan seperti hari biasa.
" Sayang, aku sudah menahannya selama ini. Bolehkah kamu jadi milikku malam ini? " Ucap javier dengan kesadaran tidak sepenuhnya.
Javier mencium keysa, ciuman yang awalnya hanya biasa seperti biasanya namun semakin lama membuat keysa tidak bisa bernafas.
" Aku ini istrinya, kenapa aku harus takut untuk menyerahkan diriku? Tapi, aku gak mau dengan cara dia seperti ini " Batin keysa
Saat tengah berfikir, javier menggigit bibir keysa dengan kuat hingga berdarah.
" Awh, sakit kak. Kamu kenapa jadi kaya gini? Jangan buat aku takut " Teriak keysa karena tenaga javier sangat kuat dibandingkan tenaganya.
" Jean... Jean... Jean... " Hanya nama jean yang disebut oleh javier.
Airmata menetes seketika. Karena rasa sakit dalam hatinya, keysa memiliki tenaga untuk melepaskan dirinya. Namun javier kembali menarik tangan keysa hingga meninggalkan bekas memar ditangannya.
" Jean, jangan lari " Seperti itu ucapan yang di ucapkan oleh javier.
Javier meninggalkan beberapa tanda ciuman di leher putih yang dimiliki keysa. Keysa meronta sebisanya hingga dia bisa lari. Lari sejauh yang dia bisa. Keysa sudah berada diluar komplek rumahnya dengan kondisi kacau. Sedangkan dirumah, javier mengoceh tanpa henti.
" Jean, jangan lari. Kamu harus jelaskan pada istriku kalau kita sudah berakhir " Rancaunya. Tapi sayangnya, ocehan itu tak di dengar oleh keysa dan menimbulkan kesalahpahaman.
Didepan komplek, keysa bertemu dengan max. Max yang kebetulan mau mengantarkan barang milik javier yang tertinggal di bar.
__ADS_1
" Bukankah itu keysa? Dia mau apa tengah malam diluar dengan kondisi seperti itu? " Batin max.
Max keluar dari mobilnya dan memdekati keysa.
" Keysa, kamu kenapa? " Tanya max ketika melihat keysa menangis kebingungan.
" Tolong antar saya ke rumah mama " Jawab keysa dengan menundukan kepalanya.
" Ayo aku antar! " Jawabnya.
Ketika ada sorotan lampu yang jelas, terlihat memar dilengan dan darah dari bibirnya. Setelah keysa masuk mobil, bukannya membawa keysa kerumah orangtuanya melainkan membawanya kerumah sakit.
" Sialan ! Apa yang orang idiot lakukan sampai keysa ketakutan bahkan sama aku? Dasar gak waras " Batin max dengan geram
" Kita periksa dulu ya. Lukamu harus segera di obati " Ucap max yang dijawab oleh keysa dengan anggukan.
Saat periksa, ternyata keysa harus dirawat karena tubuhnya yang lemah apalagi ditambah rasa ketakutan.
" Sialan ! Apa yang jev lakukan sampai banyak sekali dilehernya tanda seperti itu? Apa dia gila? " Batin max
Berkali-kali max menggerutu dalam hatinya. Max menghubungi keluarga keysa. Selang beberapa waktu, keluarganya berkumpul.
" Max, dimana keysa? " Tanya nyonya mina. Nyonya mina satu-satu orang yang mengkhawatirkan keysa secara berlebihan.
" Di dalam tante. "
" Apa sebenarnya yang terjadi? " Tanya tuan zenda
" Saya juga gak tahu om. " Jawab max
" Belum om " Jawabnya
Saat keluarganya masuk, keysa tengah tertidur dengan tenang karena pengaruh obat. Nyonya mina yang melihat kondisi keysa marah karena kelakuan javier yang tidak bisa di toleran.
" Mama? Mama kapan kesininya? " Tanya keysa yang sudah bangun ketika pagi hari
" Dari semalam. Keysa, cerita sama mama, apa yang javier lakukan sampai keysa seperti ini ?" Tanya nyonya mina
" Gak ada yang terjadi ma. Semalam keysa gak sengaja jatuh. Karena kak javier lagi tidur gak bisa dibangunin jadi keysa keluar minta bantuan " Jawabnya
" Maaf ma, aku gak mau buat mama cemas. Cukup aku yang tahu gimana perlakuan kak javier semalam " Batin keysa
" Dokter bilang, keysa sudah bisa pulang. Sekarang sarapan dulu ya " Ucap nyonya mina.
" Makasih ma "
Setelah selesai sarapan, max datang membawa sebuah kotak yang diberikan untuk keysa.
" Ini buat keysa? " Tanya keysa
" Iya. Kata dokter, keysa sudah bisa pulang jadi aku kasih baju biar bisa di pake. Baju semalam kotor, jadi aku buang " Jawab max
" Max, makasih ya " Ucap nyonya mina.
" Ma, aku pulangnya sama kak max ya. Ada yang mau aku obrolin sekalian tanya-tanya soal bisnis " Ucap keysa
__ADS_1
" Maaf ma, aku gak mau mama tahu kondisi kak javier di dalam rumah. Sesakit apapun menjadi istrinya, aku tetap harus membuat nama baiknya tetap baik " Batin keysa
" Iya tante, biar sama aku aja. Tante bukannya mau ikut om dinas? " Ucap max
" Tante pulang dulu sama om kalau gitu. Titip keysa ya max " Ucap nyonya mina.
" Kabari mama kalau sudah dirumah ya sayang " Ucap nyonya mina pada keysa sembari mencium keningnya
" Hati-hati ya ma ! " Jawab keysa
Setelah mama dan papanya pergi, keysa bersiap untuk pulang bersama mx.
" Kamu cantik banget sih key "
" Ap...Apaan sih kak max, bikin malu aja " Ucap keysa
" Tapi, kamu emang cantik key " Ucap max dengan jujur
Keysa hanya tersipu malu. Jarak rumah sakit kerumah keysa tidak begitu jauh.
" Sebenarnya semalam apa yang terjadi? " Tanya max
" Kak, sama siapa aja semalam kalian mabuk-mabukan? " Tanya keysa
" Aku gak tahu key, aku cuma di hubungi pihak bar untuk antar barang, ada dompet, ada ponsel, ada berkas juga punya javier. Nih ( Memberikan barang-barang javier ) kamu kasih dia ya. Kadang begonya emang membabi buta " Ucap max
Saat menerima barang itu, tidak sengaja dompet javier terbuka dan terdapat foto javier bersama jean tersimpan didalamnya.
" Dasar pembohong ! Jadi selama ini aku dimatamu hanya bayang-bayang kak jean saja. " Batin keysa
" Key, kamu kenapa lagi? Kita sudah sampai rumah dari 10 menit yang lalu " Ucap max
" Bisa temani keysa masuk kak max? " Tanya keysa
" Jangan takut, ada aku " Ucap max
" Ucapannya sama seperti kak jay. Tapi nanti ujung-ujungnya juga aku ditinggal sendirian. Jadi aku gak berharap punya kakak yang seperhatian ini " Batin keysa
" Keysa, darimana aja kamu ? " Tanya javier yang sudah berdiri didepan pintu
" Dari rumah mama " Jawab keysa
" Kenapa bisa sama max? " Tanya javier
" Jangan salah paham, aku cuma antar dia sekalian kembalikan barangmu semalam yang ketinggalan di bar " Max menyela
Saat itu, javier melihat beberapa tanda merah melekat di leher keysa.
" Selama ini aku menahan diri tidak menyentuhmu. Dengan mudahnya kamu menghabiskan malam bersama sahabat suamimu sendiri? Dimana harga dirimu keysa? Seorang wanita harus bisa menjaga dirinya. " Ucap javier dengan nada pelan namun sorotan mata yang menakutkan.
" Apa maksudmu? " Max sudah mencengkram kerah kemeja javier
" Kak max, lepasin. Benar, wanita rendahan gak ada harga diri sepertiku ini hanya pantas dengan pria yang tak tahu diri. Makanya aku bisa menikah dengan pria tak diri sepertinya " Ucap keysa lalu masuk kedalam kamarnya.
" Aku dimatamu hanyalah wanita seperti itu. Meskipun semalam kamu gak sadar sudah melukai aku, tapi apa kamu harus berbicara seperti itu? " Batin keysa dengan airmata yang menghiasa pipinya
__ADS_1