
"Ah, apa-apaan sih Mama sama Papa? Aku jarang banget pulang, rencana pulang kali ini mau diskusi soal pernikahanku sama Jean tapi kenapa berakhir dengan Keysa? Bodohnya aku, aku malah tidak menolaknya. Apa peduliku kalau Keysa dinikahkan sama Jay? Harusnya aku senang bisa menikah dengan Jean tapi ahhhhhhhhhhhhhhhh aku memang bodoh" Batin Javier dengan tangannya yang mengacak-ngacak rambut setelah tiba dirumahnya dan merebahkan tubuhnya.
"Sayang, pulang-pulang dari rumah Mama dan Papa kenapa mukanya kusut gitu? Ada masalah sama rencana pernikahan kita?" Tanya Jean
Jean dan Javier memang sudah tinggal bersama sejak mereka memutuskan berpacaran tanpa seorangpun yang tahu.
"Jean, aku belikan rumah yang baru untuk kamu tempati ya, besok?"
"Jev, kamu kenapa tiba-tiba ingin aku pergi?" Jean menggenggam erat tangan Javier dan Javier memeluknya dengan sangat hangat.
"Kita belum bisa menikah dalam waktu dekat ini. Seminggu lagi, aku harus menikah dengan Keysa. Aku minta maaf, aku tidak akan berkhianat. Percaya sama aku Jean, keadaan ini cuma sementara" Jean melepaskan pelukan Javier dengan paksa
"Aku akan keluar dari rumah ini, sekarang juga. Dari awal, kamu memang tidak pernah mencintaiku" Jean merasa kecewa lalu berkemas-kemas dan segera pergi tapi Javier mencegahnya dengan wajah frustasi.
"Iyaa, aku memang salah. Hanya 6 bulan, pernikahanku dengan Keysa hanya 6 bulan. Setiap hari, setiap malam, aku akan terus bersamamu" Javier membuat keputusan seperti itu agar Jean tidak pergi dari sisinya.
"Kamu mau aku menjadi wanita simpanan?" Jean bertanya dengan linangan airmata
"Selamanya cuma kamu Nyonya Javier dirumah ini. Jangan berfikiran seperti itu" Javier berhasil membujuk Jean dengan ketulusannya.
PAGI HARI......
Waktu yang diberikan untuk mempersiapkan acara akad ialah seminggu. Hari ini adalah jadwal membeli kebaya. Pernikahan sederhana, jadi tidak harus memesan gaun mewah dan sebagainya. Keysa juga tidak menuntut melainkan selalu menerima yang diberi.
"Keysa sayang, kamu sudah siap? Ayo kita berangkat" Nyonya Mina mengajak Keysa untuk segera turun kebawah karena Javier sudah menunggu.
"Iya, Nyonya" Keysa keluar dari kamarnya dan tersenyum seperti hari biasanya.
Langkahnya seolah menjadi ragu ketika melihat Jay sedang memandanginya dari balik jendela. Langkah itu sempat berhenti sejenak, namun Nyonya Mina menggandeng tangan Keysa untuk segera berangkat.
"Key, kamu kurang tidur ya?" Tanya Javier saat melihat kearah Keysa.
"Tidak juga Kak" Jawab Keysa.
__ADS_1
Mobil yang mereka naiki melaju dan melesat dengan cepat. Tempat tujuan juga tidak jauh dari rumah. Sepanjang perjalanan, Keysa hanya berdiam diri tanpa membuka suara.
"Keysa, kamu punya berapa teman disekolah?" Javier mengawali obrolan untuk mengalihakan suasana yang tegang dan berubah menjadi hangat.
"Teman? Ya, banyak. Kalau sahabat, cuma satu" Jawabnya
"Apa kamu mau mengundangnya?" Tanya Javier
"Iya!" Jawabnya lagi
"Keysa, jangan kaku begitu. Javier orangnya lembut, gak dingin kaya Jay. Jadi harus semakin akrab ya" Nyonya Mina berusaha mengakurkan mereka dalam suasana canggung seperti ini.
"Iya, Nyonya!"
"Panggil Mama dong! Sebentar lagi kamu jadi menantunya." Javier berinisiatif supaya suasana tidak begitu canggung.
"Iya, baiklah Kak."
"Kamu mau kebaya warna apa, Keysa?" Tanya Nyonya Mina
"Kulit kamu putih bersih, kamu pasti cantik sekali" Puji Nyonya Mina
"Lebih putih Mama " Keysa berusaha merendah ketika mendapatkan pujian.
"*B*enar, kulitnya putih bersih, matanya indah dan sejernih mata air. Alisnya yang tebal, bulu mata panjang dan lentik, bibir mungil, dan kumis tipis yang membuat wajahnya semakin ayu." Batin Javier
"Kamu gak mau cukur bulu tubuh Keysa?" Tanya Nyonya Mina yang membuat wajah Keysa memerah.
"Ap.....Apa Ma? Kenapa bahas bulu?" Wajah yang merah dan salah tingkah itu membuatnya menjadi gadis konyol yang lucu.
"Eh, bulu kaki dan tangan Keysa lembut. Jangan dicukur, nanti kaya bulu laki-laki" Ucap Nyonya Mina
Ma...." Keysa menutupi sebagian wajah yang sudah merah karena malu. Javier terkekeh melihat tingkahnya yang lucu.
__ADS_1
"Pfff... Ma, sudah-sudah. Muka Keysa sudah merah. Dia belum terbiasa untuk terbuka didepan pria walaupun aku calon suaminya." Javier membantu Keysa yang sudah malu setengah mati hanya karena hal sepele. Tapi bagi Keysa, itu adalah hal pribadi jadi ia merasa malu.
"Mama minta maaf Keysa. Mama cuma becanda. Kamu lucu ya dengan ekspresi seperti tadi" Nyonya Mina memeluk erat dan mengelus ujung kepala Keysa. Membuat Keysa merasa sangat nyaman dalam pelukan yang hangat seperti itu.
"Iya, Ma. Keysa minta maaf ya, sudah buat Mama khawatir "
"Ayo turun, kita sudah sampai. Keysa harus pilih kebaya mana yang benar-benar Keysa suka ya. Jangan sungkan sama Mama atau Javier ya. Kita ini Keluarga " Ucap nLNyonya Mina.
"Keluarga? Keluarga ya? Jadi seperti ini yang benar-benar keluarga? Padahal selama ini aku dibesarkan oleh keluarga ini, tapi kenapa masih saja aku merasa sangat asing? Apa karena aku sendiri yang membatasi diriku sendiri karena status sosial? Padahal mereka tidak pernah membedakan-bedakan tapi tetap saja aku merasa asing." Batin Keysa.
"Selamat pagi, Nyonya Zenda! Mari saya antar." Butik ini milik teman Nyonya Mina, tidak heran kalau pegawainya sampai hafal dengannya.
"Kasih Putriku semua model kebayanya, biar dia mencoba yang dia mau." Ucap Myonya Mina
"Keysa, saya temani milih ya. Mama biar duduk" Keysa terkejut karena Javier menepuk pundaknya dengan tiba-tiba.
"Iya, kak." Jawabnya
Hari ini akan menjadi hari yang melelahkan bagi Keysa karena harus mencoba beberapa kebaya yang menurutnya semuanya bagus.
Pegawai butik make over wajah Keysa yang memang sudah ayu tanpa make up sekalipun. Pilihan Keysa jatuh kepada kebaya putih bersih semi gaun yang sangat sederhana namun memancarkan cahaya.
Setelah beberapa saat, Keysa keluar dengan wajah yang sedikit di make over, dengan gaun putih yang sangat cocok ketika melekat ditubuhnya yang memiliki bentuk tubuh ideal.
Javier melihat Keysa tanpa berkedip. Wajah yang tadinya terlihat mungil, kini dengan make up terlihat lebih imut dari sebelumnya.
"Kenapa dia manis sekali? Harusnya ketika make up, wajahnya semakin dewasa, ini malah semakin mungil dan sangat cantik." Batin Javier
"Putri Mama memang sangat cantik. Ayo foto dulu sama Mama!" Nyonya Mina memuji Keysa sedari tadi dan mengabadikan moment ini dengan beberapa foto.
"Kak Javier, apa ini cocok untukku?" Tanya Keysa dengan malu-malu.
"Tentu saja. Kamu sangat cantik sekali" Javier mendekat dan mencium kening Keysa dengan lembut.
__ADS_1
"Ah, apa yang kaka avier lakukan?" Keysa mundur secara spontan karena terkejut dengan tindakan yang Kavier lakukan.
"Maaf, aku gak bermaksud begitu" Javier menggaruk-garuk kepalanya. Malu karena tidak bisa mengontrol diri.