NOVEL GAGAL

NOVEL GAGAL
Amarah Xio Erlang (2)


__ADS_3

"Hahahaha rasakanlah kemarahan anakku" ucap xio lang sambil tertawa.


Mendengar hal itu para prajurit terkejut dan mereka mulai mengeluarkan keringat dingin, bahkan para murid sekte harimau putih juga terkejut mereka takut tuan muda mereka tidak mengenal mana kawan dan mana lawan.


Sementara bayangan hitam itu masih melayang-layang di dalam kumpulan awan gelap, cahaya kebiruan membuat pandangan semua orang fokus pada asal cahaya itu, setelah cahaya itu meredup nampak seseorang keluar dari sana, dengan mengenakan armor full body yang berwarna biru terang, di bahu kanannya nampak seperti ada bentuk kepala naga pada armor itu, pemuda itu berjalan lalu mengangkat tangannya ke atas,


"JEDAARRRRR"


Petir menyambar tangan pemuda itu dan dari petir itu terbentuk sebuah pedang yang juga berwarna biru dengan sedikit campuran warna putih pada gagangnya, pemuda itu mengayunkan pedangnya dan


"Wuusshhhhh"


Ratusan prajurit mati dalam satu kali ayunan pedang, tak hanya sampai di situ sebuah petir raksasa menyambar kearah para prajurit dan itu juga merenggut nyawa ratusan prajurit lainnya.

__ADS_1


"Kekuatan macam apa ini" ucap Gu feng yang mulai ketakutan, tanpa sadar ia melepaskan pegangannya pada xio ning an sehingga xio ning an bisa lari dari sana.


Pemuda itu kemudian berhenti lalu, bayangan itu turun tepat di belakang pemuda itu, semua mata memandang tempat bayangan itu turun yang kini di tutupi debu.


"GGRRROOOO!!!"


"su..suara apa itu" tanya sang raja yang terkejut mendengar suara itu, setelah debu yang menghalangi pandangan mata mereka menghilang, alangkah terkejutnya mereka karena tepat di belakang pemuda itu ada seekor naga yang sangat besar, warna sisik naga dan warna zirah yang di pakai pemuda itu nampak serasi dengan warna sisik naga yang juga berwarna biru.


Melihat hal itu semua prajurit raja menjadi ketakutan dan tidak memiliki semangat untuk hidup lagi, xio erlang hanya diam dengan senyum dingin di wajahnya yang membuat semua orang makin takut padanya, hanya xio lang yang nampak senyum bahagia karena dia tau anaknya akan membalaskan rasa malu yang telah di terima ayahnya.


Tidak hanya itu naga biru itu juga terbang dan kembali menyerang seluruh pasukan kerajaan yang membuat ratusan nyawa melayang lagi, xio erlang melihat kearah ayahnya lalu menghilang lagi, ketiga jendral menjadi waspada seketika mereka merasakan aura pembunuh yang sangat kuat di belakang mereka, namun naas sebelum mereka menoleh kepala mereka telah terpotong dan jatuh bergelinding di tanah.


Xio erlang kemudian menghampiri ayahnya dan mengangkat tubuh ayahnya untuk membantunya berdiri.

__ADS_1


"Sudah cukup nak, jangan membunuh lagi, ayah sudah memaafkan mereka" ucap xio erlang, tak lama kemudian xio ning an juga menghampiri mereka berdua dan lansung memeluk suaminya, air matanya jatuh membasahi baju xio lang.


Xio erlang hanya diam melihat hak itu, dia sangat ingin membunuh semua pasukan kerajaan termasuk raja, namun ayah dan ibunya menghentikannya.


"A-anakku su-sudah cukup nak, jangan ada pembunuhan lagi, kembalilah nak" ucap xio ning an.


Mendengar ucapan xio ning an, xio erlang kembali menjadi tenang armor yang ia kenakan perlahan-lahan menghilang, begitu juga dengan naga itu, langit kembali menjadi cerah, sinar matahari kembali menyinari sekte harimau putih, nampak ribuan mayat tergeletak mati dengan keadaan mengenaskan.


Raja menjadi prustasi dengan kejadian ini hampir seluruh pasukannya binasa dan kelima jendralnya juga terbunuh, raja menjadi sangat murka dan dendam dengan xio erlang namun dia hanya diam dan perlahan pergi dari sekte harimau putih.


"Sekte harimau putih, tunggu saja kekalahan hari ini akan ku balas berkali-kali lipat" ucap sang raja sambil terus memacu kudanya.


Xio erlang yang kini sepenuhnya telah kembali ke bentuk semula terjatuh dan pingsan karena kehabisan tenaga, melihat xio erlang pingsan xio ning an kembali meneteskan air mata, dia tidak menyangka putra kecilnya telah menyelamatkan hidupnya dan juga suaminya, tidak hanya itu dia juga menyelamatkan sekte harimau putih dari kehancuran.

__ADS_1


Seminggu berlalu sejak kejadian berdarah itu namun xio erlang juga bekum sadar dan tidak nampak tanda-tanda akan sadar, sudah banyak tabib hebat yang mencoba mengobatinya namun mereka tetap saja gagal membuat xio erlang siuman.


Xio ning an yang tak tau kapan anaknya akan sadar hanya bisa menangis, selama seminggu dia tidak pernah meninggalkan kamar xio erlang, dia hanya berpikir suatu saat jika anaknya sadar maka dia akan ada di sana sambil memeluk anaknya itu.


__ADS_2