NOVEL GAGAL

NOVEL GAGAL
04. latihan bersama ayah


__ADS_3

Keesokan harinya xio lang bermaksud mengajak anaknya untuk berkeliling sekte dia pun bergegas menuju kamar xio erlang.


Tok,tok,tok


Mendengar suara ketukan pintu xio erlang lansung bergegas membukanya, "ayah ada apa?", tanya erlang yang melihat ayahnya sudah berdiri didepan pintu kamarnya "anakku ayah bermaksud mengajakmu untuk berkeliling sekte, dan juga melihat para murid sekte yang sedang berlatih" jawab ayahnya.


Kemudian xio erlang berganti pakaian dan lansung mengikuti ayahnya untuk berkeliling sekte, sambil berkeliling ayahnya menceritakan awal terbentuknya sekte harimau putih, dia juga bercerita tentang pertarungannya dengan seorang pendekar terhormat sehingga dia mendapat kutukan dari pendekar tersebut.


Mendengar ayahnya bercerita xio erlang tahu bahwa terdapat kesedihan di setiap kata yang di ucapkan ayahnya itu, "ayah jangan hawatir meskipun erlang bukan anak kandung ayah dan ibu, tapi erlang akan tetap berbakti pada ayah dan ibu" ucap xio erlang sambil tersenyum pada ayahnya.


"Anakku ayah mohon padamu jangan pernah kau katakan bahwa kau bukan anak kandung ayah dan ibu, meskipun orang lain mengetahuinya tapi ayah memohon, yakinkan dalam dirimu bahwa kau adalah anak kami" jawab xio lang.


Mendengar hal itu xio erlang merasa bahagia dan berjanji pada dirinya sendiri jika suatu saat ada yang berani mengungkapkan statusnya maka dia tidak akan tinggal diam, setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka sampai di tempat latihan, xio erlang terkejut melihat murid-murid yang sedang berlatih serta terlihat sangat antusias dengan hal tersebut.


"Anakku apa kau juga ingin berlatih bela diri" tanya xio lang.

__ADS_1


"Iya ayah aku juga ingin seperti mereka, aku ingin menjadi hebat seperti ayah" jawab xio erlang.


"Hahahaha... baiklah ayah sendiri yang akan melatihmu, ucap xio lang dengan tertawa keras.


Xio lang terlihat senang dengan jawaban anaknya itu, sehingga dirinya terus tertawa karena senang, para murid yang melihat ketua sekte mereka tertawa juga terlihat senang karena sudah lama mereka tidak melihat ketua sekte mereka sesenang itu


"Hey.... lihat itu betapa senangnya ketua sekte, kira-kira apa yang membuatnya begitu senang ya?" tanya seorang murid pada temannya.


"Sudah pasti itu karena tuan muda, ketua sekte yang selama ini mendambakan seorang anak pasti sangat senang dengan kehadiran tuan muda, meskipun tuan muda hanya anak angkat ketua sekte" jelas temannya.


Melihat hal tersebut xio lang menjadi sangat bersemangat melihat anaknya yang sangat berbakat, dia kemudian mengajarkan salah satu jurus andalan sekte harimau putih, meskipun bukan jurus terhebat namun bisa di bilang jurus tersebut merupakan jurus yang sering di gunakan para murid senior saat dalam pertandingan ataupun sedang dalam pertarungan melawan musuh.


Xio lang memperagakan beberapa gerakan juris tersebut, sementara xio erlang memperhatikan ayahnya memperagakan juris tersebut dengan seksama, setelah xio lang selesai dia meminta xio erlang melatih jurus yang baru saja di lihatnya itu, lagi-lagi xio lang di buat terkejut oleh anaknya sendiri, karena tidak butuh waktu lama xio erlang lansung menguasai jurus yang baru dilihatnya itu.


"Anakku, ternyata kau sangat hebat hahaha....,

__ADS_1


sekarang coba kau serang batang kayu yang ada di depanmu itu dengan jurus yang baru saja kau latih" perintah xio lang,


Mendengar perintah ayahnya itu xio erlang lansung memasang kuda-kuda dan bersiap menyerang kayu itu, dia menarik nafas dalam dan kemudian


"Jurus telapak harimau" ucap xio erlang sambil menyerang kayu tersebut


BOOMMM


Seketika kayu itu hancur berkeping-keping, para murid yang melihat hal itu alangkah terkejutnya dengan mata melotot dan mulut menganga, xio lang juga demikian dia tidak menyangka kayu keras tersebut hancur berkeping-keping cuma karena satu serangan dari xio erlang.


"Ayah apa aku melakukan kesalahan" tanya xio erlang melihat ayahnya yang terkejut.


"Tidak anakku kau sangat hebat ayah sangat bangga padamu, kau menguasai jurus itu dengan baik" balas xio lang dengan senyuman di wajahnya serta rasa bangga di hatinya.


Setelah itu xio lang mengajak anaknya untuk beristirahat meskipun nampak ada sedikit kekecewaan pada raut wajah xio erlang karena dia masih ingin berlatih, namun dia sadar pasti ayahnya lebih tau apa yang baik untuk dirinya.

__ADS_1


__ADS_2