
***
Di sekte harimau putih tepatnya di kediaman khusus untuk sekte matahari.
"Wah rumahnya lumayan besar juga, aku tidak menyangka kalau sekte paman Xio akan sebesar ini" ucap Luo li kagum.
"Luo li kau tunggu di sini dulu dan istirahatlah ayah akan menemui paman mu" sahut Luo yang.
"Tunggu ayah aku juga ingin bertemu paman" ujar Lou li yang mengejar ayahnya.
Mereka berdua berkeliling dan akhirnya sampai di sebuah aula yang sangat besar mungkin dua kali lipat lebih besar dari aula sekte matahari, di sana terlihat Xio lang sedang sibuk memberi arahan pada para murid.
Melihat hal itu Luo yang timbul niat jahil dia mengeluarkan sedikit auranya dan membuat semua murid terkejut sekaligus merasa tertekan, namun nampak Xio lang dengan santai menghadapi aura itu.
"Hey hey... bukannya datang memberi salam pada saudaramu ini, kau malah membuat masalah" ucap Xio lang santai.
Bagi orang biasa ucapan Xio lang hanyalah kata-kata biasa namun bagi Luo yang dan Luo li ada tekanan kuat dalam kata-kata itu.
"Luar biasa paman Xio sangat hebat, aku yakin sekarang dia berada di tahap penyucian" ujar Luo li.
"Ayolah saudaraku kau selalu saja serius, sesekali cobalah untuk bersantai" ujar Luo yang,
Untuk Luo yang sendiri dia juga berada di tahap penyucian namun masih di tahap awal, sedangkan Xio lang sudah berada di tahap menengah akhir yang artinya sebentar lagi dia akan menembus ke tahap puncak penyucian diri.
"Hahaha selamat datang saudaraku, bagai mana keadaan mu" ucap Xio lang.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu sendiri aku lihat kau semakin tua" jawab Luo yang.
"Salam paman, namaku Luo li" Luo li memberi hormat.
"Wah kau gadis yang cantik, dan juga hebat" ujar Xio lang.
"heh... kau lihat dulu siapa ayahnya" sahut Luo yang menyombongkan diri.
"Hahahaha sifatmu masih saja sama ya" jawab Xio lang "apa kalian sudah bertemu anakku" lanjutnya.
"Ah soal itu aku belum bertemu dengannya" ujar Luo yang
"Baiklah nanti juga kalian akan bertemu dengannya, mari ikut aku" ajak Xio lang.
Mereka berdua mengikuti Xio lang menuju ke sebuah ruangan, kemudian Xio lang mempersilahkan mereka berdua untuk duduk
"Kakak, Bagaimana jika kita menjodohkan anak kita berdua" tiba-tiba Luo yang mengatakan hal yang mengejutkan.
Xio lang diam sebentar lalu berkata "aku sebenarnya tidak masalah, hanya saja apa Luo li setuju dengan hal itu" Xio lang memandang kearah Luo li begitu juga dengan Luo yang dia sangat tau anaknya keras kepala.
"Maaf paman, aku bukannya menolak hanya saja aku masih belum mengetahui anak paman" jawab Luo li dia
"Ya kau benar Luo li, sebaiknya kau putuskan setelah kalian bertemu" ucap Xio lang
"Begini paman aku ada satu permintaan, jika anak paman bisa membuatku mengakui kekuatannya maka aku akan setuju dengan perjodohan ini" Luo li berkata dengan ragu.
__ADS_1
"Apa yang kau ucapkan nak, jangan membuat ayah mu ini malu" Luo yang marah dengan perkataan Luo li.
"Tenanglah Luo yang, wajar bagi anak perempuan ingin pria yang lebih kuat dari dirinya, jika tidak bagaimana dia bisa melindungi calon istrinya" Xio ning an menjawab ucapan Luo li, dia baru saja datang dan mendengar ucapan Luo li.
"Kakak ipar maafkan ucapan anakku barusan" ujar Luo yang
"Tak apa aku malah senang dengan sikap tegasnya" jawab Xio ning an dan lansung duduk di sebelah Luo li sambil mengelus rambut panjangnya.
"Terimakasih bibi" ucap Luo li.
***
Sementara itu Xio erlang nampak bermalas-malasan dan hanya duduk di atas pohon yang ada di depan gerbang, dia memikirkan perempuan yang baru saja ia temui, tanpa sadar ia tersenyum dan wajahnya sedikit memerah.
"Wah wah apa ini, sepertinya tuan muda sedang jatuh cinta dengan wanita yang ingin mencongkel matanya" ucap salah seorang murid penjaga gerbang.
"Entahlah.... aku juga tidak tau apa yang aku rasakan saat ini" jawaban Xio erlang membuat dua penjaga itu terkejut bukan main, mereka mengira akan di marahi tapi malah di buat keheranan dengan jawaban Xio erlang.
Mereka berdua hanya memilih diam sampai Xio erlang menanyakan sesuatu.
"Hey kak, apa kalian pernah menyukai seorang gadis?" ucap Xio erlang.
Keduanya terkejut dan bingung mau bagaimana cara menjelaskannya.
"Begini saja tuan muda, sebaiknya tuan muda menceritakan hal ini pada tetua Hong, kami yakin dia bisa memberi solusi" jawab salah seorang penjaga.
__ADS_1
mendengar hal itu nampak raut wajah cerah di wajahnya, dia lansung melompat dari atas pohon dan lansung berlari dengan cepat meninggalkan mereka berdua.