
Setelah melihat kekuatan Xio erlang yang berada di tahap Akhir mahayana, semua orang yang ingin mencoba ikut mengukur kekuatan mengurungkan niatnya, akhirnya upacara kedewasaan hanya di ikuti oleh Xio erlang dan Luo li.
Xio lang sangat menyayangkan hal ini padahal dia sangat ingin melihat potensi anak muda di keluarga Xio, namun setelah melihat kekuatan Xio erlang semangat mereka menjadi menurun.
Setelah acara itu selesai semua murid dan beberapa warga mulai meninggalkan aula itu, begitupun dengan Xio lang, dia mengajak Luo yang keruang makan, meskipun Luo yang awalnya sedikit menolak karena mengingat anaknya telah menyinggung Xio erlang, namun dia tetap ikut karena paksaan dari Xio lang.
Diruang makan, suasana terasa sangat canggung terutama bagi Luo li dia sudah menghina anak dari pamannya, meskipun dia sudah siap menerima konsekuensinya namun tetap saja dia merasa tidak enak hati.
"Luo yang, bagaimana dengan niatanmu tadi yang ingin menjodohkan anak kita" Xio lang angkat bicara.
"Begini kak, aku merasa tidak enak hati dan apa anakku pantas mendampingi anakmu" jawab Luo yang.
"Apa yang kau katakan ini, aku ini saudaramu dan apa kau masih menganggap aku sebagai kakakmu" ucap Xio lang.
"Te-tentu kak, kau sudah ku anggap sebagai saudara sendiri" jawab Luo li sedikit gugup.
"Jika begitu maka aku minta padamu, jangan batalkan niatmu karena hal-hal yang lain" ujar Xio erlang.
__ADS_1
"Baiklah kak, jika itu mau mu, aku merasa senang jika kakak setuju dengan perjodohan ini" sahut Luo yang.
"Ada apa denganmu, dari awal aku juga sudah setuju" jawab Xio lang.
"Jadi bagaimana nak apa kau setuju dengan perjodohan ini" Xio ning an bertanya pada Xio erlang.
"Begini ibu, apa sebaiknya kita bertanya padga Luo li dulu, aku tidak ingin memaksanya" jawab Xio erlang.
"Bagus yang artinya secara tidak lansung kau sudah setuju benar,kan?" Xio erlang hanya mengangguk menanggapi pertanyaan ibunya, Luo yang menjadi senang dengan persetujuan Xio erlang, dia takut akan menolak mengingat apa yang telah anaknya lakukan.
"Jadi bagaimana Luo li, apa kau mau menerima perjodohan ini dengan lapang dada" tanya Xio ning an.
"Hahahaha bagus-bagus, aku sarankan kalian untuk tinggal di sini sementara waktu karena aku ingin segera mengadakan upacara pertunangan kedua anak kita" Xio lang tertawa bahagia.
"Kakak, begini saja sebaiknya Luo li saja yang tinggal di sini, aku besok akan segera pulang dan memberitahukan kepada seluruh keluarga, serta aku akan datang lagi di hari pertunangan mereka" jawab Luo yang.
"Baiklah adikku, jika itu yang kau inginkan, ya walaupun aku masih ingin berlatih tanding denganmu" ujar Xio lang.
__ADS_1
"Itu bisa kita lakukan lain hari kak, dan percayalah aku tidak akan kalah lagi darimu" sahut Luo yang.
Suasana yang canggung itu berubah seketika menjadi penuh canda tawa dari kedua orang itu.
Keesokan harinya, Luo yang berpamitan kepada Xio lang karena ingin segera memberitahu keluarganya tentang kabar bahagia ini, sementara Luo li tinggal di sekte harimau putih untuk sementara waktu, Xio lang juga sudah memberitahukan tentang perjodohan anaknya dan ketua sekte matahari, dan dalam waktu dekat akan di adakan acara pertunangan.
Seluruh murid menjadi ikut merasa bahagia mendengar berita itu, seluruh keluarga Xio juga sudah mendengar tentang hal itu, mereka turut bahagia karena tuan muda mereka akan segera bertunangan.
Sementara itu di sebuah taman dekat lapangan latihan Xio erlang dan Luo li nampak sedang duduk di sebuah kursi yang terbuat dari kayu.
"Ka-kakak aku minta maaf dengan sikap ku yang waktu itu" Luo li angkat bicara untuk mencairkan suasana.
"Sebentar lagi kita akan bertunangan kenapa kau malah memanggilku kakak" ucap Xio erlang menggoda Luo li.
Luo li tertunduk malu mendengar ucapan Xio erlang mukanya sedikit memerah, melihat Luo li tertunduk malu Xio erlang hanya tersenyum.
"Sudahlah yang telah berlalu tidak usah kau pikirkan, aku juga tidak mempermasalahkan hal itu" ucap Xio erlang dengan tersenyum ramah.
__ADS_1
"Terimakasih" jawab Luo li dia merasa senang karena beban di hatinya telah hilang, tanpa sadar mereka saling berpandangan tatapan mata berdua bertemu dan larut dalam perasaan yang sama sekali tidak bisa mereka ungkapkan, perlahan Xio erlang mendekatkan wajahnya sementara Luo li menjadi deg-degan dia tau apa yang akan terjadi selanjutnya, wajah mereka semakin dekat dan hampir berciuman.
"Ekhem".... suara itu membuat mereka terkejut dan menjauhkan wajah mereka, Xio erlang memandang kearah suara itu dan ternyata itu ibunya, sementara Luo li hanya tertunduk malu.