
***
Xio erlang yang kini sepenuhnya telah melepaskan aura kekuatannya mengangkat tangan kanannya ke langit, tiba-tiba saja langit berubah menjadi mendung seketika sebuah petir raksasa menyambar kearah tangan Xio erlang.
Xio erlang menangkap petir itu dan berubah menjadi sebuah pedang dengan gagang berwarna biru dan bilah pedang berwarna putih serta di tengah-tengah ada garis biru sampai ke ujung pedang.
"Bersiaplah menerima amarahku, karena kau berani menghina calon istriku" setelah mengucapkan kata itu Xio erlang lansung menghilang dari pandang dia melesat menuju kearah Gu fang lin karena terlambat menyadarinya dan untung saja dia sempat menghindar maka hanya ada sebuah goresan kecil di pipinya akibat tebasan cepat Xio erlang.
Jika saja dia dia sedikit terlambat menghindar maka kepalanya pasti sudah putus saat ini.
"A..Ayah tol...tolong aku, aku tidak mau mati" Gu fang lin meminta bantuan ayahnya.
Gu feng segera memberi isyarat pada seluruh murid sekte yang ia bawa untuk segera menyerang Xio erlang, semua murid sekte Teratai biru mengepung Xio erlang, kini terlihat Xio erlang seperti berada di tengah lautan manusia yang siap menghujaninya dengan serangan.
Luo li yang melihat hal itu menjadi khawatir, dia berniat untuk maju membantu Xio erlang namun Xio lang melarangnya, dia tau kalau calon pria yang kini berada ditengah lautan manusia itu kuat, namun tetap saja ia tak ingin kehilangan pria itu.
__ADS_1
"Siapkan segel, dan segel bocah itu" ucap Gu feng.
Lalu beberapa orang yang terlihat sudah berumur maju, dan mengelilingi Xio erlang.
"Jurus rahasia sekte teratai biru, Kurungan Teratai suci" beberapa orang itu membuat segel di tanah, lalu setelah itu muncul cahaya biru yang membentuk bunga teratai mengurung Xio erlang.
"Paman, ayah kita harus segera membantu Erlang" ucap Luo li panik.
"Luo li kau percaya saja pada kemampuan suamimu itu, yakinlah bahwa dia bisa melewati semua ini" jawab Xio lang.
***
"Hahahaha habislah kau, tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa menghancurkan kurungan itu" ucap Gu feng, dia terlihat senang.
Lalu dia mengambil busur dan melesatkan anak panah kearah Xio erlang, beruntung Xio erlang dapat menghindar sehingga anak panah itu hanya mengenai bahunya saja.
__ADS_1
Luo li menjadi semakin khawatir dia takut Xio erlang tidak akan bisa bertahan, tanpa pikir panjang dia melesat ke depan menuju kearah Xio erlang, namun Gu fang lin yang menyadari itu melesatkan sebuah pukulan kearah Luo li dan tepat mengenai perutnya, Luo li terpental ke belakang dan sedikit memuntahkan darah segar.
"Sialan kau berani sekali kau menyentuh Istriku" Xio erlang berteriak marah matanya merah tangannya bergetar, dia mengeratkan giginya aura yang sangat besar dan kuat keluar dari tubuhnya, langit yang cerah seketika kembali menjadi gelap, Xio erlang kembali mengangkat tangannya seketika petir menyambar kurungan itu, tidak hanya satu kali tapi petir itu menyambar berkali-kali hingga penghalang itu hancur.
Orang-orang yang membuat segel mereka semua terpental karena serangan petir itu, Xio erlang lansung melesat dia mengayunkan pedangnya beberapa murid yang ada di depannya lansung mati seketika dengan kepala lepas dari tubuhnya, Xio erlang ingin segera menuju kearah Luo li namun masih saja, para murid sekte Teratai biru menghalanginya.
"Minggir jangan menghalangiku" Xio erlang mengamuk sejadinya, dia mengayunkan pedangnya tanpa peduli siapa yang berada di depannya, setelah sangat lama bertarung dengan ratusan murid sekte teratai biru akhirnya Xio erlang berhasil membunuh mereka semua, kini hanya tinggal beberapa tetua, Gu feng dan juga anaknya.
Gu feng tidak terima semua muridnya mati, dia dan beberapa tetua yang tersisa maju, menghadapi Xio erlang, Gu feng menggunakan tombak panjang dengan ujungnya seperti sebuah golok, Dia mengayunkan tombaknya kearah Xio erlang dengan kuat, Xio erlang dengan mudah menahan serangan itu, salah seorang tetua melompat dan menyerang Xio erlang dari atas, Namun Xio erlang lebih dulu menyadarinya dan menghindar kesamping, lalu dengan cepat memutar badannya dan mengayunkan pedangnya, tubuh tetua itu terpotong menjadi dua.
Gu feng kembali menyerang dengan ganas, dan diikuti para tetua yang tersisa, mereka terus menerus menyerang Xio erlang tanpa memberikan Xio erlang sedikitpun celah untuk menyerang, Xio erlang melompat kebelakang menghindari serangan mereka lalu mengangkat tangannya kemudian menunjuk kearah salah satu tetua.
Seketika petir menyambar tetua itu menembus dadanya meninggalkan sebuah lobang yang sebesar ibu jari, tetua itupun mati di tempat.
Xio erlang kembali meningkatkan auranya kini tubuhnya di selimuti oleh petir seolah dirinya merupakan bagian dari petir itu, dia melesat dengan sangat cepat tanpa di sadari para tetua telah mati dengan kepala mereka terpisah dari tubuhnya.
__ADS_1