
Beberapa hari kemudian, Xio erlang nampak sedang latihan di halaman depan kediaman Luo li lukanya sudah sepenuhnya sembuh, sementara Luo li dia hanya menonton Xio erlang mengayunkan pedangnya yang nampak seolah-olah sedang menari.
"Luo li, apa Erlang sudah sembuh sepenuhnya" ucap Luo yang, yang baru saja tiba di dekat Luo li.
"Iya ayah lukanya sudah sepenuhnya sembuh" jawab Luo li yang sedikit kaget dengan kedatangan ayahnya.
"Baiklah kalau begitu kita akan segera mengadakan pernikahan kalian berdua" ucap Luo yang.
"Baik ayah, nanti akan aku sampaikan pada Xio erlang" jawab Luo li
Setelah itu Luo yang pergi meninggalkan Luo li yang masih saja melihat Xio erlang latihan, beberapa saat kemudian Xio erlang menghentikan latihannya dan berjalan menuju Luo li.
"Apa kau lelah" ucap Luo li.
"Ya lumayan" jawab Xio erlang.
"Apa kau ingin mandi, aku akan menyediakan air panas untuk mu" ucap Luo li.
"Hahahaha, kau mulai terlihat seperti istriku" Ujar Shin.
"Baiklah jika begitu aku tidak akan menyiapkannya" ujar Luo li yang nampak kesal.
"Iya maaf-maaf, aku memang ingin membersihkan diri" jawab Xio erlang.
Luo li kemudian meninggalkan Xio erlang sendiri dan segera menyiapkan air panas untuk Xio erlang mandi, beberapa pelayan ingin membantu Luo li namun dia melarangnya dengan alasan dia ingin belajar menjadi istri yang baik.
Setelah selesai mandi Xio erlang segera menuju kamar Luo li namun dia tidak ada di sana, kemudian dia menuju ke ruangan Luo yang.
__ADS_1
"Paman apa Luo li ada di sini" tanya Xio Erlang.
"Dia tidak ada di sini, bukan kah tadi kalian bersama" jawab Luo yang.
"Iya paman tadi kami memang bersama namun setelah aku mandi dia tidak ada di kamarnya" ucap Xio erlang, "Baiklah paman aku akan mencarinya lagi" lanjut Xio erlang dan lansung pergi meninggalkan Luo yang.
Xio erlang berkeliling sekte mencari Luo li namun masih tidak menemukannya, dia sempat khawatir karena Luo li tidak ada dimana-mana, namun beberapa saat kemudian dia menemukan Luo li sedang berada di dapur.
"Apa yang kau lakukan disini" ucap Xio erlang yang baru saja masuk ke dapur.
"Ah...itu, a...aku sedang me..menyiapkan makanan untukmu" jawab Luo li sedikit gugup.
"Hahaha sudahlah kan ada para pelayan, kenapa kau harus repot-repot" ucap Xio erlang.
"Bu...bukan begitu, a..aku hanya ingin belajar menjadi istri yang baik" jawab Luo li.
"Ekheemm!!!" suara itu mengagetkan mereka berdua.
"Maaf tuan muda, jika kalian terus seperti itu akan mengganggu yang lainnya" ucap salah satu pelayan yang menunjuk ke arah pelayan lain.
"Hahahaha, baiklah kami akan segera pergi" jawab Xio erlang tertawa melihat para pelayan yang menatap ke arah mereka berdua.
Setelah itu Xio erlang mengajak Luo li meninggalkan dapur, karena takut mengganggu para pelayan yang sedang masak.
"Ayah ingin kita segera menikah" ucap Luo li.
"Itu bagus, aku juga ingin segera menikahi mu
__ADS_1
sebelum turnamen antar sekte dimulai" jawab Xio erlang
"Kenapa begitu" ujar Luo li.
"Itu karena agar aku lebih leluasa melindungi mu nanti, dan setelah kita menikah aku akan lebih leluasa melatih mu" ucap Xio erlang.
"Lalu apa kau tidak ikut turnamen itu" tanya Luo li.
"Aku tidak bisa ikut lagi, karena tingkat kultivasiku sudah terlalu tinggi untuk seumuran kita, makanya aku hanya akan fokus melatih mu, dan menaikkan kultivasimu" jawab Shin.
"Baiklah kalau begitu, aku akan berlatih sungguh-sungguh, dan tidak akan mengecewakanmu" ujar Luo li.
Xio erlang hanya tersenyum dan kemudian mengacak-acak rambut Luo li, " itu baru calon istriku" ucap Xio erlang, Luo li hanya menunduk dan tersipu malu mendengar ucapan Xio erlang.
Mereka berdua kemudian menuju ke halaman depan kediaman Luo li untuk segera berlatih, sesampainya di sana Xio erlang mengajarkan beberapa teknik pedang kepada Luo li, Teknik yang di ajarkan Xio erlang nampak lembut dan halus seperti sedang menari.
Namun di balik kelembutan dan kehalusan teknik itu, terdapat ketajaman dan kekuatan yang sangat kuat, bagi mata yang sekilas melihat mereka akan berfikir bahwa Xio erlang sedang menari, namun jika di lihat dari dekat dan teliti maka akan nampak tebasan energi keluar dari setiap gerakan yang di lakukan Xio erlang.
Luo li hanya bisa terkagum, melihat setiap gerakan indah yang di peragakan Xio erlang, dia melihat dengan teliti dan mencoba menghafal setiap gerakan teknik itu, dia tidak ingin melewatkan satu gerakan pun dari teknik yang di peragakan Xio erlang.
***Terimakasih bagi para pembaca yang masih setia sampai saat ini, jangan lupa like, vote, dan rate ya......
baca juga karya kedua author "THE BLUE LIGHTING"
TERIMAKASIH
mohon maaf jika masih ada typo atau kata-kata yang kurang sesuai maklum author masih belajar***
__ADS_1