NOVEL GAGAL

NOVEL GAGAL
Kehebohan Di Pagi Hari.


__ADS_3

Matahari pagi mulai menunjukan dirinya sinarannya memancar ke seluruh penjuru benua, sedangkan dua insan yang berbeda jenis kini tengah tidur di sebuah ruangan, entah mereka kelelahan atau karena sebab hal yang lain hanya mereka saja yang tau.


***


Sementara itu di luar nampak ketua sekte tengah berjalan menuju aula milik putrinya dan di temani oleh beberapa tetua sekte.


"Ketua kapan kita akan melangsungkan pernikahan nona Luo dan tuan muda Xio" tanya tetua pertama.


"Aku juga ingin secepatnya menikahkan mereka berdua hanya saja jika mereka belum mau kita tidak bisa memaksa" jawab Luo yang.


"Tapikan kita bisa membujuk nona Luo li ketua" kata tetua pertama lagi.


"Memangnya kau pikir untuk apa kita pagi-pagi begini datang ke rumah Luo li" jawab ketua sekte ketus.


Mereka akhirnya sampai di sebuah rumah kecil di samping rumah ketua sekte, yaitu rumah khusus untuk Luo li, rumah itu di sediakan dan di bangun khusus oleh ketua sekte untuk anak semata wayangnya hal itu juga karena permintaan Luo li agar tidak ada yang bisa mengganggunya.


Tanpa basa-basi dan tanpa mengetuk pintu Luo yang dan para tetua lansung masuk kedalam rumah lalu menuju ke sebuah kamar, dan lagi-lagi Luo yang tanpa pikir panjang lansung membuka pintu kamar anaknya.


Ketika membuka pintu kamar itu dia yang awalnya ingin masuk langkahnya terhenti saat melihat pemandangan di depannya, saat ini terlihat anaknya sedang tidur dengan seorang pemuda yang juga merupakan calon menantunya.


"APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN!!!" Luo yang lansung berteriak karena marah.


"Ayah.... apa yang kau lakukan kenapa kau malah masuk ke kamarku tanpa mengetuk pintu" Luo li lansung marah saat melihat ayahnya sedang berdiri di depan pintu kamarnya.


"Ah...Anu... I..itu putriku, A...Ayah hanya ingin... membangunkan kalian" jawab Luo yang gugup.

__ADS_1


"Hey... ayolah aku masih ngantuk apa yang kalian ributkan" kata Xio erlang malas bahkan dia tidak memandang wajah Luo yang dan lansung menutupi dirinya dengan selimut.


"XIO ERLANG APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN PUTRIKU" Luo yang kembali berteriak dan marah.


"AYAH!!! apa kau malah berteriak-teriak lagi" Luo li kembali memarahi ayahnya.


"Anu.... Itu... anakku, ayah hanya bertanya apa yang kalian lakukan?" jawab Luo yang sambil menundukkan kepalanya.


"Kami tidak melakukan apa-apa, sekarang ayah puas!!!" kata Luo li.


"Y...ya te... Terimakasih sudah memberitahu ayah" jawab Luo yang.


"Baiklah paman kau sudah mendapatkan jawabannya, dan bisa kau kau keluar dan menutup pintunya, aku ingin tidur" balas Xio erlang.


"Xio erlang, kenapa kau malah seperti tidak bersalah setelah semua ini" Ujar Luo yang dia mulai mengeluarkan auranya.


"Kau bilang apa yang kau lakukan, sekarang aku ingin bertanya apa kau melakukan sesuatu pada anakku, semalam" tanya Luo yang.


"Yah... kau benar semalam kami memang melakukan sesuatu, makanya kami sangat ngantuk sekarang" jawab Xio erlang ketus.


"Benarkah.... jika begitu kalian harus segera di nikahkan karena aku tidak ingin terjadi sesuatu pada Luo li" kata Luo yang.


"Apa hubungannya yang kami lakukan dengan menikah ayah" Ujar Luo li.


"Tentu saja ada hubungannya anakku, jika nanti kau mengandung maka akan gawat jika kalian belum menikah" Lanjut Luo yang.

__ADS_1


"fffttt, Hahahahaha!!!!" Luo li dan Xio Erlang tertawa terbahak-bahak.


"Hey kenapa kalian malah tertawa" tanya Luo yang.


"Hahaha begini paman, aku rasa kau sudah salah paham, kami semalam tidak melakukan apa yang saat ini kau pikirkan" jelas Xio erlang.


"Lalu, apa yang kalian lakukan" tanya Luo yang semakin penasaran.


"Ayah semalam kami hanya latihan, dan Xio erlang membantuku dalam berkultivasi sampai larut dan ketiduran di sini" jawab Luo li.


"Ah.... jadi begitu, hehehehe maafkan aku sudah mengganggu kalian" kata Luo yang.


"Tapi tetap saja kalian tidak boleh tidur berdua sebelum menikah, meskipun aku mengharapkan cucu tapi sepertinya salah lagi" Lanjutnya.


"Tenang paman nanti akan kami berikan sebanyak yang kau inginkan" Jawab Xio Erlang ketus.


"Hey....hey... jangan ikut-ikutan, mem.... memangnya membuat ket...keturunan semudah i...itu" kata Luo li dengan wajah sedikit memerah.


"Hah..... yasudah lah kalau begitu aku akan pergi dulu" ucap Luo yang sambil keluar dan menutup pintu kamar itu.


Para tetua yang ikut bersama Luo yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka bertiga hanya bisa menahan tawa mereka, sekarang mereka tau bahwa ketua sekte yang memiliki wajah yang selalu serius dan tegas dalam bertindak ternyata lemah di hadapan putrinya sendiri.


***Halo semua jangan lupa like nya ya... mari dukung terus author agar bisa terus berkarya.


jangan lupa mampir di karya author yang kedua

__ADS_1


judulnya \= The Blue Lightning


TERIMAKASIH**


__ADS_2