
"Apa kau pernah terbang" perkataan Xia erlang membuat Luo li terkejut dan tidak bisa berkata-kata.
Dia terdiam dan menatap Xio erlang seakan tak percaya dengan apa yang baru saja ia katakan, Xio erlang hanya tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Lou li.
Awalnya Luo li nampak ragu namun dia mencoba meyakinkan dirinya, kemudian memegang tangan Xio erlang.
"Jangan takut kau tidak akan jatuh, atau jika kau tidak yakin sebaiknya kau menutup matamu" ucap Xio erlang.
Luo li lalu menutup matanya dia merasa takut dan kakinya tak henti-hentinya bergetar, Xio erlang hanya tersenyum lalu dia mengeluarkan kekuatannya dan melesat terbang melewati sekte harimau putih dan kediaman keluarga Xio, Luo li yang merasakan terpaan angin memberanikan diri untuk membuka matanya.
Dia sangat kaget dan tak percaya bahwa dirinya saat ini tengah terbang di atas awan, senyum manis terukir di wajahnya seakan kekhawatiran yang tadi ia pikirkan kini telah hilang di bawa oleh angin.
"Hati-hati jangan terlalu senang jika tenagaku habis kita berdua bisa jatuh loh" Xio erlang menggoda Luo li.
Wajah Luo li kembali menjadi pucat dia memandang kearah Xio erlang.
"Hahaha aku hanya bercanda" Xio erlang tertawa melihat wajah Luo li yang menjadi pucat.
"Jangan menggodaku" Luo li menjadi kesal.
__ADS_1
Xio erlang hanya tersenyum melihat tingkah Luo li, tanpa ia sadari Luo li yang awalnya hanya memegang tangannya kini malah memeluknya, Xio erlang sedikit terkejut sejak kapan dirinya punya keberanian seperti ini, namun dia tidak menghiraukan itu, setidaknya kekhawatiran Luo li sudah menghilang, fikirnya.
Setelah satu jam terbang Xio erlang dan Luo li sampai di sekte matahari, kini keduanya melayang tepat di atas sekte.
***
Ketua sekte merasakan ada aura yang kuat mendekat, dia mengumpulkan semua tetua dan para murid di lapangan, dia meminta para tetua dan semua murid untuk bersiap-siap kalau-kalau akan ada yang menyerang, semakin lama aura itu semakin mendekat, dan kini terasa berada di atas kepala mereka.
Luo yang melihat keatas nampak ada seseorang yang sedang melayang di atas sekte namun dia merasa agak familiar dengan orang itu, para tetua yang juga menyadari ada seseorang yang sedang melayang di atas mereka, meminta seluruh murid bersiap-siap.
"Dengarkan semuanya siapapun yang ada di atas sana kita harus bersiap-siap, kita tidak tau apa tujuannya datang ke sini" ucap tetua pertama.
"Ada apa Erlang" tanya Luo li, kini dia memberanikan diri untuk lansung memanggil nama Xio erlang.
"Tidak ada, sebaiknya kita turun sepertinya paman telah menyambut kedatangan kita" Xio erlang perlahan turun.
Melihat orang itu turun tetua pertama menjadi semakin waspada, hingga saat orang itu mendarat mereka semua terkejut, bagaimana bisa nona muda mereka bersama dengan seorang pemuda dan bahkan pemuda itu bisa terbang.
"Selamat datang menantuku, maafkan aku yang tidak menyadari kedatangan mu, dan malah menyiapkan pasukan seperti ini" ucap Luo yang.
__ADS_1
Mendengar Luo yang menyebut kata menantu pada pemuda itu para murid terkejut, bahkan para tetua juga sama, mereka tidak mengira bahwa pemuda yang mereka lihat saat ini adalah calon menantu keluarga Luo, bukan hanya itu bahkan pemuda itu sudah berada di tahap mahayana.
Hal itu bukan menjadi rahasia lagi mereka semua tau jika sudah mencapai tahap mahayana maka seseorang dapat terbang bebas kemanapun dia mau, dan dia dapat melayang di udara selama yang mereka inginkan, hal ini pula lah yang membuat para tetua tau bahwa pemuda yang di panggil menantu oleh ketua sekte sudah berada di tahap mahayana.
"Tidak perlu sungkan paman, kami lansung menuju kesini saat mendengar paman dalam masalah" jawab Xio erlang.
"Ayolah kau sebentar lagi akan menikahi putriku, setidaknya jangan panggil aku paman" ujar Luo yang.
"Hahaha, Baiklah pam... ayah aku minta maaf" jawab Xio erlang.
"Nah begitu lebih baik, mari kita masuk kedalam" Ajak Luo feng.
Luo li yang mendengar percakapan ayahnya dan Xio erlang hanya tertunduk malu, ia tidak mengira sifat ayahnya akan seperti itu.
"Nona apa dia yang akan menjadi calon suami nona" tetua pertama bertanya.
"Itu benar paman, dia adalah ca-calon su-..suami ku, namanya Xio erlang" jawab Luo li mukanya sedikit memerah, mengucapkan kata calon suami.
Mendengar hal itu para tetua dan semua murid merasa senang, mereka tidak menyangka bahwa calon suami nona mereka adalah pemuda yang sangat kuat, mungkin di daratan benua angin ini hanya ada beberapa orang saja yang mampu menandinginya.
__ADS_1