
***
Tanpa Xio erlang sadari sejak awal pertarungan sampai saat ini ia telah di awasi oleh seseorang dengan mengenakan jubah hitam melayang di atas awan, pria tersebut terus saja mengawasi Xio erlang yang membantai semua pasukan sekte teratai biru.
Lalu tiba-tiba pria itu melesat turun dengan cepat dan mengacungkan pedangnya kearah Xio erlang.
***
Gu feng menjadi gemetar ketakutan saat melihat para tetua telah mati di tangan Xio erlang, dia mencoba untuk melarikan diri, namun Xio erlang dengan secepat kilat menyusul Gu feng kemudian mengayunkan pedangnya dan membuat kepala Gu feng terlepas dari tubuhnya.
Xio erlang kini menatap kearah Gu fang lin rasa marah dan benci terlihat dari tatapannya kemudian dia melesat dengan sangat cepat untuk menebas Gu fang lin.
Tiba-tiba saja Xio erlang terhenti dan menatap keatas, namun saat dia baru menyadari ada seseorang yang mengintainya dia sudah terlambat, pria yang memakai jubah hitam itu menebaskan pedangnya dan berhasil membuat Xio erlang mendapatkan luka serius di dadanya.
Jika saja Xio erlang terlambat menghindar maka tubuhnya akan terbelah menjadi dua, meskipun Tungkal kultivasinya bisa dibilang sangat tinggi namun ia merasakan tingkatan yang berbeda dari pria berjubah hitam itu.
Pria berjubah hitam itu kemudian melesat kearah Gu fang lin dan kemudian membawanya pergi, Xio erlang berniat menghentikan orang itu namun luka sayatan di dadanya sangat parah, hingga ia terjatuh dan tidak sadarkan diri.
***
"Lepaskan aku" teriak Gu fang lin
"Jika kau ingin membalaskan dendam mu makan kau harus menjadi murid ku" ucap pria tersebut yang masih terus melesat terbang menuju ke sebuah gunung.
"Ayahku, sudah mati itu semua karena pemuda itu, dan aku tidak bisa menikahi wanita sialan itu juga karena pemuda itu, akan ku habisi dia" ucap Gu fang lin.
Mereka berdua kemudian mendarat di atas gunung tepatnya di depan sebuah goa, kemudian mereka berdua masuk kedalam goa itu.
__ADS_1
"Baiklah mulai sekarang aku akan menjadi gurumu" ucap pria tersebut.
"Baik aku akan menjadi muridmu guru, tapi siapa nama guru" tanya Gu fang lin
"Panggil saja aku Wu Sha" jawab pria tersebut.
"Baiklah guru, aku berjanji tidak akan mengecewakan guru dan akan membalaskan dendamku" ucap Gu fang lin.
***
Dua hari berlalu sejak terjadinya peperangan itu, kini Xio erlang terbaring di atas tempat tidur tepatnya di kamar Luo li, hal itu ia lakukan agar dia bisa merawat luka Xio erlang secara lansung.
"Di...dimana aku" ucap Xio erlang yang mulai membuka matanya.
"Akhirnya kau bangun juga, aku sangat khawatir dan takut kau tidak akan bangun lagi" jawab Luo li yang lansung memeluk Xio erlang.
"Aaahhhhh" Xio erlang sedikit kesakitan karena Luo li memeluknya sangat erat
"Ma...maaf aku tidak sengaja" ucap Luo li yang segera bergegas melepaskan pelukannya, "Apa kau lapar aku akan mengambilkan makanan untuk mu" lanjutnya, dan segera berdiri untuk mengambil makanan
Namun Xio erlang memegang tangannya Luo li menoleh kearah Xio erlang lalu tersenyum, dia tau kalau Xio erlang tidak ingin dia pergi, kemudian dia kembali duduk di sebelah Xio erlang.
"Aku tidak menyangka pria yang saat itu menyerang ku tingkat kultivasinya jauh berada di atasku, bahkan aku tidak bisa melihat tingkatannya" ucap Xio erlang.
"Jadi maksudmu pria yang waktu itu jauh lebih kuatir darimu" tanya Luo li
"Iya kau benar aku bahkan tidak bisa mendeteksi keberadaannya" jelas Xio erlang.
__ADS_1
"Tok tok tok" suara ketukan pintu membuat mereka berdua terdiam lalu memandang kearah pintu.
"Luo li apakah Xio erlang sudah bangun, Ayah dan paman mu mendengar suara kalian mengobrol dari tadi" ucap Luo yang.
"Masuklah ayah Xio erlang baru saja bangun" sahut Luo li.
Kemudian Luo yang dan Xio lang masuk ke dalam, mereka melihat kedua pasangan ini semakin hari semakin mesra saja, keduanya berniat ingin segera menikahkan mereka.
"Xio erlang anakku, ayah bermaksud ingin segera menikahkan kalian, agar tidak ada penghalang lagi dalam hubungan kalian" Jelas Xio lang.
"Kau benar sekali kakak aku juga bermaksud ingin segera menikahkan mereka berdua agar mendiang istriku menjadi senang, karena anaknya sudah berada di tangan yang tepat" ujar Luo yang.
Luo li hanya tertunduk malu mendengar hal itu, mukanya memerah hatinya merasa sangat bahagia.
"Baiklah jika memang itu sudah menjadi niat ayah dan paman aku akan menuruti perkataan kalian berdua" jawab Xio erlang.
"Lalu bagaimana denganmu Luo li" tanya Luo yang.
"Aku juga setuju ayah" jawab Luo li.
"Baiklah setelah Xio erlang sembuh sepenuhnya kami akan segera menikahkan kalian berdua" ucap Luo yang.
Mendengar hal itu Luo li merasa seluruh kebahagiaan di dunia ini sekarang menjadi miliknya, sementara Xio erlang dia hanya tersenyum kemudian merangkul Luo li.
*Halo semua, yang masih setia membaca cerita ini terimakasih banyak, jangan lupa like nya ya.....
mampir juga ke karya kedua author judulnya "THE BLUE LIGHTING"
__ADS_1
TERIMAKASIH*