NOVEL GAGAL

NOVEL GAGAL
PEDANG BAYANGAN


__ADS_3

Setelah mendapatkan sebuah buku dari Gan wu, mereka berdua kemudian pergi ke tepi danau yang sangat besar.


"Andai saja duniaku juga seperti ini" kata Luo li


"Hahahaha suatu saat kau pasti bisa, sebaiknya kita berlatih sekarang" jawab Xio erlang.


"Bagaimana bisa kita berlatih di sini dan apa itu mungkin untuk berlatih bukan di dunia nyata" ujar Luo li.


"Dengarkan aku Luo li duniaku ini sangat berbeda, jika kau berlatih di sini manfaatnya akan dua kali lipat di bandingkan dengan dunia nyata, dan pemahaman mun akan bertambah serta di duniaku ini ada energi yang tak terbatas" jawab Xio erlang.


Luo li hanya menganggukkan kepalanya pelan mendengarkan penjelasan Xio erlang.


"Ini pelajarilah jurus ini" kata Xio erlang sambil memberikan buku yang ia dapatkan dari Gan wu pada Luo li.


"Buku apa ini" tanya Luo li.


"Itu adalah buku juris yang aku peragakan padamu saat di halaman, namanya adalah teknik pedang bayangan" jawab Xio erlang.


"Latihlah jurus itu sampai tahap sempurna sebelum acara turnamen di mulai" kata Xio erlang lagi.


"Baiklah aku akan berlatih dengan keras" jawab Luo li.


Setelah itu Luo li berlatih teknik pedang bayangan sesuai dengan instruksi dari buku yang ia baca, sementara Xio erlang hanya memperhatikannya dari jauh sambil berkultivasi.


Waktu terus berlalu sementara Luo li masih saja berlatih jurus itu karena memang dia tidak merasakan lelah, berlatih di alam bawah sadar sangat beda dengan berlatih di dunia nyata karena di alam bawah sadar tidak akan merasakan lapar ataupun lelah, biasanya orang hanya bisa berlatih di alamnya sendiri, sementara untuk Luo li dia bisa berlatih di alam Xio erlang itu karena keberadaan Gan wu.


Dari awal sebenarnya alam bawah sadar Xio erlang sudah tidak sama dengan orang lain, bisa di bilang alam bawah sadar Xio erlang adalah sebuah dimensi khusus yang di ciptakan oleh Gan wu untuk menjadi tempat tinggalnya, oleh karena itu dunia Xio erlang memiliki bentuk seperti dunia nyata.

__ADS_1


"Luo li sebaiknya kita sudahi saja latihan ini" kata Xio erlang menghentikan latihan Luo li.


"Eh... kenapa cepat sekali aku bahkan belum merasa letih" jawab Luo li.


"Aku tau itu, namun aku takut jika lebih lama lagi ayah dan paman akan khawatir" kata Xio erlang.


"Kenapa begitu" ujar Luo li penasaran.


"Karena saat ini di dunia nyata sudah hampir seminggu sejak kita masuk ke sini" jawab Xio erlang sambil tersenyum.


"APA!!!!! kenapa tidak bilang dari awal" Luo li menjawab dengan panik.


"Hahahaha Aku tidak memberitahumu karena aku melihat kau sangat asyik berlatih jurus itu, baiklah mari kita kembali" kata Xio erlang.


Xio erlang kemudian memegang tangan Luo li, lalu mereka melayang ke langit dan beberapa saat kemudian kesadaran mereka telah kembali.


"Syukurlah anakku kau akhirnya bangun, ayah sangat khawatir karena sudah 6 hari kalian tidak sadarkan diri dikamar mu" jawab Luo yang saat melihat anaknya telah sadar.


"jadi sudah enam hari ya" gumam Luo li.


"Sebenarnya apa yang terjadi kenapa kalian bisa sampai tak sadarkan diri" tanya Luo yang.


"Tidak apa-apa ayah, aku dan Xio erlang awalnya hanya berkultivasi dan setelah itu aku tidak tau lagi" jawab Luo li, tentu saja dia berbohong karena tidak ingin ayahnya tau tentang rahasia mereka.


"Hah.... yang penting kau sudah bangun, sekarang hanya Xio erlang yang masih belum sadarkan diri" kata Luo yang.


"Tidak apa-apa ayah biarkan aku yang menjaganya, Mmm ayah dimana paman Xio?" tanya Luo li.

__ADS_1


"Pamanmu sudah pulang ke sekte harimau putih, katanya dia sudah lama meninggalkan sektenya makanya dia pulang" jawab Luo yang.


"Baiklah kalau begitu ayah pergi dulu" kata Luo yang sambil berjalan keluar ruangan meninggalkan mereka berdua.


"Apa kau tidak apa-apa" tanya Luo li.


"Ya.... aku tidak apa-apa, aku hanya malas menjelaskan pada paman, makanya aku tidak membuka mata" Jawab Xio erlang.


"Dasar kau ini" kata Luo li kesal.


"Apa kau marah padaku?" tanya Xio erlang.


"Aku tidak marah, hanya saja aku kesal padamu yang menghindari masalah" jawab Luo li mengalihkan pandangannya dari Xio erlang.


"Hey kau terlihat imut saat sedang marah" kata Xio erlang menggoda Luo li.


"Jangan menggodaku" jawab Luo li yang semakin kesal.


"Baiklah kalau begitu aku akan pergi saja" kata Xio erlang dan beranjak dari tempat tidur.


"Tunggu jangan tinggalkan aku, tidak bisakah kita menghabiskan waktu berdua saja" ucap Luo li sambil memegang tangan Xio erlang.


"Berdua saja, apa maksud mu, jangan-jangan..." ucap Xio erlang sambil memegang dagunya


"Ti...tidak....anu... maksud ku itu, kita hanya berbicara berdua saja.... tidak...tidak melakukan apa-apa" jawab Luo li terbata-bata, mukanya sedikit memerah


"Hahahaha iya iya aku tau maksudmu" Xio erlang tertawa melihat tingkah Luo li.

__ADS_1


__ADS_2