
Satu bulan berlalu tinggal beberapa hari saja menjelang sekte teratai biru menyerang, seluruh murid sudah di siapkan jauh-jauh hari untuk menghadapi peperangan yang akan terjadi, rombongan Xio lang dan para murid sekte harimau putih sedang dalam perjalanan menuju sekte matahari.
Luo li nampak sedang duduk termenung di dalam kamarnya meskipun dengan keberadaan Xio erlang di sini Luo li masih saja khawatir, dia takut akan banyak korban berjatuhan dari sektenya, dan berapa banyak warga tak berdosa yang juga akan menjadi korban.
"Tok tok tok, Luo li apa aku boleh masuk" suara Xio erlang membangunkan Luo li dari lamunannya.
"Ia silahkan" jawabnya, kemudian Xio erlang masuk dan duduk di sebelah Luo li.
"Apa yang kau pikirkan" ucap Xio erlang.
"aku hanya mengkhawatirkan dengan apa yang akan segera terjadi" jawab Luo li, dia menyenderkan kepalanya ke bahu Xio erlang.
"Aku tau kau khawatir, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mencegah semua ini terjadi, aku berjanji padamu tidak akan melukai siapapun, dan jika kau ingin aku hanya akan menyaksikan dari atas" ucap Xio erlang.
"Aku tau itu mustahil, meskipun sedikit pasti akan ada korban yang berjatuhan, aku hanya tidak ingin hal itu terjadi, tapi jika kau tidak ikut serta aku malah khawatir ayah dan paman akan terluka" Luo li nampak semakin khawatir.
"Lalu sebaiknya apa yang harus aku lakukan, agar kau bisa tenang" jawab Xio erlang.
"Kau cukup mengamati saja, jika sesuatu yang buruk terjadi maka kau boleh turun tangan" ucap Luo li.
"Tapi siapa yang akan melindungi mu" jawab Xio erlang.
__ADS_1
"Aku tidak akan apa-ap kau percayalah pada kekuatanku" Luo li meyakinkan Xio erlang.
Xio erlang hanya bisa menurut, lalu dia menekan auranya hingga tidak bisa di deteksi, bahkan saat ini ia terlihat seperti manusia biasa.
Luo li sangat senang dengan itu, dia kemudian mencium pipi Xio erlang, sementara Xio erlang hanya tersenyum padanya, meskipun demikian sebuah kekhawatiran ada di hatinya, dia takut orang yang di cintainya akan terluka.
"tok tok tok" suara ketukan pintu itu membuat keduanya bangkit dan segera membuka pintu.
"Tuan muda, nona rombongan dari tuan Xio lang telah datang" seorang murid memberitahukan pada mereka berdua.
"Baiklah kami akan segera ke sana" jawab Luo li, pria itu kemudian pergi meninggalkan mereka berdua. Luo li merasa sedikit kesal karena waktunya bersama Xio erlang di ganggu, namun mau bagaimana lagi yang datang adalah calo ayah mertuanya.
Keduanya kemudian pergi menuju keruangan pertemuan di sana sudah ada ayah Xio erlang dan juga ayahnya Luo li mereka tampak sedang berbicara mengenai strategi.
"Baru saja, Erlang apa yang terjadi padamu kenapa ayah tidak bisa merasakan energi mu" tanya Xio lang.
"iya kau benar kak, aku juga tidak merasakan energinya" sahut Luo yang.
"Ayah jangan khawatir aku hanya menekan auraku saja, makanya kalian tidak bisa merasakan energi ku" jawab Xio erlang.
"Selamat datang paman" ucap Luo li.
__ADS_1
"Wah wah aku bukannya waspada kalian malah berduaan di saat seperti ini" Xio lang menggoda Lou li.
"Itu tidak benar paman kami tidak selalu berduaan, kami hanya sering berlatih bersama, lalu setelah itu kami hanya mengobrol biasa sampai tertidur di kamar" jawab Luo li, dia tidak sadar telah mengucapkan yang tidak seharusnya.
"Apa kau bilang, kalian tidur bersama" Luo yang mengeluarkan auranya.
"Xio erlang apa yang baru saja di ucapkan Luo li itu benar" Xio lang ikut-ikutan mengeluarkan auranya.
"Y-ya itu benar, na-..namun kami ti-..tidak selalu tidur bersama", ucap Xio erlang gugup, "Habislah aku" batinnya.
"Tidak selalu, berarti kalian sudah melakukannya beberapa kali" ucap kedua pria itu serempak, serta tekanan aura menjadi semakin kuat
sementara itu Luo li baru menyadari dia baru saja mengatakan yang tidak seharusnya, dia hanya menunduk diam dengan muka merah seperti tomat, sementara Erlang kakinya sedikit gemetar dan mulai mengeluarkan keringat dingin.
"Hahahahaha" keduanya tertawa, dan seketika aura yang kuat itu menghilang, Xio erlang sedikit bingung melihat perubahan sikap kedua orang didepannya.
"Kau dengar itu adikku kita akan segera mendapatkan cucu, hahaha " ucap Xio lang.
"Hahaha, Kau benar kakak aku yakin mendiang istriku juga akan sangat senang mendengar hal ini" jawab Luo yang.
Mereka berdua tertawa sejadi-jadinya, sedangkan Xio erlang bingung apa maksud dari perkataan mereka, dan kenapa mereka menyebutkan akan mendapat cucu, dia berfikir sejenak sebelum akhirnya faham maksud dari kedua orang itu.
__ADS_1
"Anu.... begini ayah, paman... maksud kami tidur bersama hanyalah tidur bersama dan tidak melakukan apapun" jelas Xio erlang.
"APA!!!!!!!!!!!" kedua pria itu berteriak bersamaan.