NOVEL GAGAL

NOVEL GAGAL
08. Berkah atau bencana


__ADS_3

Xiao erlang sangat di hormati oleh semua murid sekte karena sikapnya yang sopan dan juga ramah, serta kebaikan hatinya yang tulus membuat semua murid sekte menaruh rasa hormat yang besar padanya.


"Tuan muda kita sangat baik, apa kau tau dia memanggilku kakak, aku tidak pernah menyangka tuan muda akan memanggil ku dengan sebutan kakak!!!", ucap seorang murid pada temannya dengan perasaan gembira.


"Heee.... jangan sombong kau ya mentang mentang tuan muda memanggilmu kakak, dia juga pernah memanggilku begitu" sahut temannya yang tak mau kalah.


"Sudah sudah, yang jelas tuan muda kita sangat baik, aku bahkan ingin bersumpah untuk selalu setia dan patuh dibawah perintahnya" jawab murid yang lain yang menenangkan suasana.


Xio erlang sudah membuat semua murid merasa ingin selalu mengabdi padanya, mengapa tidak anak yang baru berumur lima tahun itu sungguh sangat dermawan, baik hati, rajin, suka membantu, ramah dan selalu tersenyum, membuat setiap orang yang dekat dengannya merasa nyaman dan lansung akan menghormatinya.


*Ditempat lain....


"Haaccuuuhhh....."


"Anakku apa kau sakit?" tanya xio lang pada anaknya.


Xio erlang sedang berlatih dengan anaknya mendengar anaknya yang terus bersin dia menghentikan latihannya karena khawatir xio erlang akan sakit.

__ADS_1


"Entah lah ayah mungkin aku hanya kelelahan" jawab xio erlang.


"Baiklah hari ini cukup sampai di sini dulu latihan kita kau segeralah istirahat dikamar". Balas xio lang yang menghentikan latihannya karena khawatir xio erlang akan benar benar sakit.


Xio erlang kemudian berjalan menuju kamarnya, tak lama kemudian dia sudah di depan pintu kamarnya, ia lalu membuka pintu kamarnya dan lansung masuk kemudian merebahkan badannya di atas tempat tidurnya.


Karena merasa dirinya tidak apa apa xio erlang kemudian memutuskan untuk berkultivasi untuk meningkatkan ilmu tenaga dalamnya, dia kemudian duduk dan menutup matanya serta mulai memfokuskan dirinya dan mulai menyerap tenaga dari aliran energi yang ada disekitar nya.


Sepuluh menit berlalu, xio erlang masih berkultivasi. di alam bawah sadarnya dia berjalan di sebuah ruangan yang sangat gelap dan hanya ada pantulan cahaya kecil di ujung ruangan itu dan itupun sangat jauh.


Xio erlang berlari menuju cahaya itu namun tak kunjung sampai dirinya tidak menyerah dan terus berlari, hingga akhirnya dia mencapai batasannya dan tidak sanggup melangkahkan kakinya lagi.


"Kekuatan,...Kekuatan apa yang kau maksud" xio erlang bertanya sambil menoleh kanan kiri mencari sumber suara itu.


"Hahahaha.... apa kau lupa siapa diriku" jawab suara itu lantang membuat xio erlang sedikit bergetar ketakutan.


"Berusahalah nak, gapai lah cahaya itu dan kau akan bertemu dengan diriku" perlahan suara itu mulai terdengar menjauh dan kemudian menghilang.

__ADS_1


"Apa yang ada di ujung sana?, mengapa aku harus ke sana? dan siapa sosok suara itu?" banyak pertanyaan yang keluar di dalam otak xio erlang namun dia sendiri juga tidak tau jawabannya. jawabannya hanya satu dia harus segera menuju ke tempat cahaya itu berasal.


Setelah merasa cukup beristirahat xio erlang kemudian memulai langkahnya lagi dengan penuh keyakinan dan tekad, tidak ada lagi keraguan dalam hatinya, dan hal itulah yang membuat semangatnya kembali menyala diibaratkan api yang hampir padam disirami minyak begitulah bagaimana semangat dalam dirinya membara.


Tanpa terasa dia sudah dekat dengan sumber cahaya itu, setelah sangat dekat dia sedikit terkejut sumber cahaya itu hanyalah gumpalan cahaya biasa yang sangat kecil mungkin sebesar kepalan tangan xio erlang, namun yang membuatnya heran adalah mengapa cahaya itu sangat terang padahal ukurannya terbilang kecil.


Ketika xio erlang hendak menyentuh bola cahaya itu tiba tiba bola cahaya itu bergerak dan masuk kedalam dadanya, xio erlang merasakan panas yang sangat tinggi di dalam tubuhnya dan panas itu bisa membakar apapun namun anehnya panas itu terasa sangat nyaman baginya dan sama sekali tidak menyakitinya.


***


Dikamar xio erlang


Xio erlang masih duduk di atas tempat tidurnya sambil berkultivasi tanpa ia sadari langit di benua awak tiba tiba berubah menjari mendung dan petir terdengar dimana-mana, Cuaca yang tiba tiba berubah membuat semua orang keluar dari rumahnya termasuk juga ayah dan ibu xio erlang.


Semua murid menghentikan aktifitas latihannya dan melihat kearah langit yang tiba-tiba berubah menjadi gelap, tidak ada cahaya matahari karena di tutupi awak yang sangat gelap dan tebal, suasana yang damai tiba-tiba berubah menjadi mencekam ketika banyak petir menyambar.


"Ada apa ini" batin ayah xio erlang.

__ADS_1


*HALO SEMUA TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR DI KARYA PERTAMA SAYA...


JIKA ADA KRITIK DAN SARAN SILAHKAN TULIS DI KOMEN YA, JIKA SUKA NOVEL SAYA JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE NYA, TERIMAKASIH*


__ADS_2