NOVEL GAGAL

NOVEL GAGAL
Masalah sekte matahari ⁴


__ADS_3

"APA!!!!!!!" kedua pria itu berteriak bersamaan.


"Jadi kalian tidak melakukan apa-apa" tanya Luo yang.


"I..iya paman" jawab Xio erlang gugup.


"Kenapa kalian tidak melakukan apa-apa, padahal sudah tidur bersama" bentak Luo yang.


"Apa maksud ayah, apa kami harus melakukannya sebelum menikah" Luo li membuka suara dan membentak ayahnya.


"Y...ya tidak begitu juga" Jawab Luo yang.


"Hah... sudah lah adikku, mungkin belum saatnya kita mendapatkan seorang cucu" ucap Xio lang.


"Ayah, kenapa ayah juga ikut-ikutan" jawab Xio erlang sedikit kesal.


Mereka berdua lalu meninggalkan kedua pria itu, dan menuju ke sebuah taman.


"Hey... kak apa kita salah menginginkan seorang cucu" ucap Luo yang bertanya.


"Entahlah aku juga tidak tau" jawab Xio lang mereka berdua kembali membahas masalah strategi tanpa merasa bersalah sedikitpun.


***


"Luo li kau tidak apa-apa" tanya Xio erlang.


"Iya aku tidak apa-apa, aku cuma sedikit kesal kenapa ayah mengatakan hal seperti itu, padahal kita belum menikah" ujar Luo li.

__ADS_1


"Sudahlah mungkin itu adalah salah satu harapan mereka" Xio erlang mencoba menenangkan Luo li.


mereka berdua kemudian duduk di taman, sambil menceritakan hal-hal yang membuat hati mereka senang.


***


Dua hari berlalu sejak kedatangan rombongan Xio lang, kini gabungan murid sekte matahari dan sekte harimau putih berbaris rapi di padang rumput yang luas perbatasan sekte matahari dan sekte teratai biru, dari kejauhan nampak rombongan dari sekte teratai biru, mulai mendekat kearah mereka, rombongan itu tiba-tiba berhenti saat jarak mereka hanya tinggal 500 meter.


Beberapa orang dengan menaiki kuda datang menuju kearah barisan sekte harimau putih dan sekte matahari, mereka adalah ketua sekte teratai biru, dan beberapa tetua serta anaknya Gu fang lin.


Setelah agak dekat Gu feng angkat bicara."Ketua Luo kita tidak perlu melakukan peperangan ini, aku akan menanyakan sekali lagi tentang lamaran ku hari itu".


"Mohon maaf ketua Gu namun tekadku sudah bulat dan aku juga sudah menjodohkan anakku dengan tuan muda keluarga Xio" jawab Luo yang.


"Apa yang paman harapkan dari keluarga yang sudah di asing kan oleh kerajaan" ujar Gu Fang lin.


"Aku yakin jika Luo li menikah denganku maka dia akan hidup bahagia" ucap Gu fang lin.


"Sudah kubilang aku tidak mau menikah denganmu, dan aku sudah punya calon suami" Luo li menggenggam tangan Xio erlang.


Gu feng menatap sinis kepada Xio erlang dia mencoba merasakan energinya namun tidak menemukan apapun.


"Apa yang kau harapkan dari pemuda cacat itu Nona Luo" Sahut Gu feng.


"Anakku sekarang sudah berada di tahap pengendalian jiwa, sedangkan pemuda itu bahkan aku saja tidak dapat merasakan adanya energi dalam dirinya" ucap Gu feng menunjuk kearah Xio erlang.


"Bagai mana Luo li apa kau mau menikah denganku" ucap Gu fang lin.

__ADS_1


"Sudah kubilang aku tidak mau, menikahi laki-laki bejat dan hidung belang sepertimu" jawab Luo li.


"Kurang ajar, dasar wanita j****g akan ku habisi seluruh keluarga mu dan kau akan aku jadikan sebagai budak ku" Gu fang lin terlihat marah.


Xio erlang sudah tidak tahan lagi, ditambah dengan ucapan Gu fang lin menghina calon istrinya di depan matanya sendiri tangannya gemetar menahan marah.


"kau.. tarik kembali ucapanmu" Xio erlang angkat bicara.


"Apa yang bisa kau lakukan orang cacat, kau tau aku akan menangkap Luo li dan akan membiarkan dia di tiduri oleh para murid sekteku" ucapnya lantang.


"Luo li aku tidak bisa menahan penghinaan ini, jadi kumohon izinkan aku" ucap Xio erlang pada Luo li sambil tersenyum.


Meskipun dia tersenyum namun Luo li tau dia sedang menahan amarahnya, karena sedari tadi tangan yang di genggamannya tak henti-hentinya bergetar, Luo li mengangguk pelan kearah Xio erlang.


Xio erlang kemudian tersenyum," kau, aku sudah memintamu menarik kembali ucapan mu dengan baik, tapi kau malah mengatakan hal yang membuatku semakin muak, paman Luo, maafkan aku tapi aku tidak tahan mendengar hinaannya kepada calon istriku, jadi aku tidak akan menahan diri lagi".


"Paman tidak akan menghentikanmu" ucap Luo yang.


"Apa yang bisa orang cacat lakukan, hah..." Gu fang lin masih saja merendahkan Xio erlang, sementara Gu feng menjadi sedikit khawatir.


"Kau bertanya apa yang bisa aku lakukan?, saksikanlah....!!" ucap Xio erlang, dia kemudian melepaskan auranya yang sebelumnya ia tekan, dan kini tekanan yang luar biasa hebat mereka rasakan.


"I...ini tidak mungkin" ucap Gu feng dia tau tekanan aura sekuat ini yang bisa menekan dirinya hanyalah yang berada di tahap mahayana.


"A...apa ini, ke..kenapa orang cacat sepertimu memiliki aura yang begitu kuat" Gu fang lin masih tidak percaya dengan yang dia rasakan saat ini.


Xio erlang tidak peduli dengan apa yang mereka katakan, jika mereka menghina dirinya mungkin dia akan diam tapi jika menghina orang yang dia sayangi maka orang itu akan habis di tangannya.

__ADS_1


__ADS_2