
***
Xio erlang kembali ke sekte bersama Xio hong mereka terlihat sangat akrab seperti seorang kakak dan adik, hal itu juga sudah tersebar di seluruh sekte, murid sekte lain yang seangkatan dengan xio hong kini menjadi guru pelatih untuk para murid baru.
Murid sekte sendiri setiap tahunnya bertambah banyak oleh sebab itu Xio lang membuat peraturan baru, yakni dengan mengadakan pemilihan murid inti, dan bagi murid inti akan diajarkan lansung oleh para tetua sekte, sedangkan bagi yang tidak terpilih akan diajarkan oleh teman-teman seangkatan Xio hong yang kini menjadi guru dan murid utama sekte.
"Ayah apa kau memanggilku" ucap Xio erlang yang baru saja sampai di ruangan utama sekte bersama Xio hong.
"Ah... itu benar nak tapi bukan ayah yang ingin menemui mu melainkan ibu, dia sekarang berada di kamarnya" jawab Xio lang yang nampak sedang sibuk mengatur aula utama tempat upacara.
"Mari kak, temani aku menemui ibu, sepertinya ayah sedang sibuk" ajak Xio erlang
"Baik tuan muda" jawab Xio hong
mereka berdua menemui Xio ning an di kamarnya.
"Tok..tok..tok" suara ketukan pintu
"Ibu ini aku Xio erlang" xio erlang sedikit teriak.
"Iya iya jangan berteriak ibu masih belum tuli" jawab xio ning an, "Masuklah ada yang ingin ibu bicarakan dengan mu" lanjutnya.
__ADS_1
Xio erlang masuk kamar ibunya sementara Xio hong kembali ke aula utama.
"ada apa bu" ucap Xio erlang sambil duduk di depan ibunya.
"Anakku apa kau sudah memikirkan perkataan ibu kemarin" jawab xio ning an.
"Ah... ternyata soal itu, iya ibu aku sudah memikirkannya, dan aku memutuskan untuk menurut saja dengan keinginan ibu, aku hanya ingin ibu bahagia" jelas Xio erlang.
"Lalu apa kau menerima dengan lapang dada keputusan ibu" Xio ning an kembali bertanya.
"Ibu aku sama sekali tidak memikirkan hal lain selain kebahagiaan ibu dan ayah, selain itu aku tidak peduli, kecuali hal itu sudah menyangkut sekte" jawab Xio erlang serius.
Xio erlang tau itu bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan dari ibunya, setelah agak lama mereka berbincang Xio erlang pamit pada ibunya karena dia berniat ingin membantu ayahnya di aula utama, Xio ning an mengizinkannya pergi dia merasa bahagia karena anak yang mereka asuh kini sangat berbakti pada mereka seakan-akan mereka berdua adalah orang tua kandungnya.
Semua orang sibuk melakukan persiapan, sementara Xio erlang tidak melakukan apapun, dia sangat ingin membantu namun yang lainnya melarang dengan alasan dirinya sudah banyak membantu.
Dia kemudian berjalan ke arah gerbang, nampak di luar gerbang ada sebuah rombongan dengan kereta kuda yang lumayan mewah, Xio erlang melihat lambang di kereta kuda itu dan tau kalau itu adalah lambang dari sekte matahari, sekte matahari sendiri sudah bersahabat lama dengan sekte harimau putih itu karena ketua sekte matahari adalah adik seperguruan Xio lang.
setelah iring-iringan itu sampai di depan gerbang seseorang turun dari kereta kuda itu, Dia adalah Luo Yang ketua sekte matahari.
Para murid menunduk memberi hormat termasuk Xio erlang, lalu seorang gadis turun dari kereta kuda itu, dia nampak seumuran dengan Xio erlang meskipun dia menutupi wajahnya dengan kain yang agak tembus pandang, namun masih nampak aura kecantikannya, namun sayang dia sedikit sombong dan angkuh karena merasa dirinya adalah orang jenius diantara anak muda yang lain.
__ADS_1
Dia merasa seperti itu karena sekarang dia sudah berada di tahap akhir keemasan, jika di bandingkan dengan yang lain seusianya dia merupakan jenius yang luar biasa, hal itu membuatnya sedikit sombong.
Dia turun dari kereta kuda melihat semua orang menunduk memberikan hormat dia menjadi makin angkuh, namun saat melihat Xio erlang tidak membungkuk, dia memandang rendah Xio erlang dan berkata kasar padanya.
"Berani sekali kau menatapku seperti itu, kau pilih ingin mencongkel sendiri matamu atau aku yang akan mencongkelnya" ucap Luo li kesal.
Para penjaga sedikit marah melihat tuan muda direndahkan, jika dibandingkan kekuatan maka seluruh sekte matahari bukanlah apa-apa, namun Xio erlang memberi kode tangan pada murid penjaga gerbang, untuk tidak berbuat apa-apa.
"Sudah lah Luo li jangan buat ayah malu, kita kesini untuk menemui paman mu" ucap Luo yang.
"Kali ini kau ku maafkan, jika bukan karena ayahku, dan kau merupakan murid paman Xio maka aku akan menghabisi mu di sini" ucapnya sombong, sambil kembali menaiki kereta.
Para murid penjaga gerbang mempersilahkan, ketua sekte matahari dan rombongannya memasuki sekte dan lansung mengantarkan mereka ke sebuah rumah khusus tamu.
*Halo semua yang masih setia membaca cerita ini sampai sekarang, tetap setia ya semua, jangan lupa lika dan dukungannya
mampir juga di karya kedua saya
"THE BLUE LIGHTING"
terimakasih*
__ADS_1