
***
Setelah menenangkan anak yang ada di depan mereka kini merekapun sepakat untuk mengasuh anak itu menjadi anak mereka, karena pasangan suami istri ini sudah lama menginginkan seorang anak. mereka tidak bisa memiliki anak, itu karena sebuah kutukan yang telah diberikan oleh pendekar bergelar yang kalah duel dengan xio lang, karena tidak terima kalah dengan pendekar yang jauh lebih muda darinya dia pun mengutuk xio lang bahwa sampai ajal menjemput xio lang takkan pernah memiliki keturunan.
Awalnya xio lang tidak percaya dengan kutukan itu namun setelah hampir 8 tahun menikah dirinya tak kunjung memiliki keturunan, hal ini lah yang membuat pasangan suami istri ini sangat sedih meskipun mereka terlihat bahagia namun batin mereka sangat menderita karena tidak bisa memiliki keturunan.
__ADS_1
Dengan adanya sosok anak yang dibawa xio lang ke rumah mereka, mereka merasa itu adalah takdir dari dewa, dan harapan xio ning an untuk memiliki anak akhirnya terwujud meskipun anak itu tidak lahir dari rahimnya, setelah beberapa saat mereka larut dalam lamunan dan rasa syukur keduanya saling berpandangan dan mengangguk dalam waktu bersamaan seakan mereka sudah tau isi hati satu sama lain, "nak bagaimana jika kau kami asuh menjadi anak kami berdua?, itupun kalau kau mau nak, jika kau tidak mau kami tidak akan memaksa", ucap xio ning an.
Matanya berkaca-kaca menunggu jawaban anak itu dengan penuh harap, xio lang pun demikian dia sangat berharap anak itu mau menjadi anak angkatnya. "aku tidak memiliki siapapun di dunia ini, aku hanya hidup sebatang kara, aku justru sangat berterimakasih jika paman dan bibi mau merawat ku dan menganggap ku sebagai anak kalian" jawab zyan, jawaban anak itupun sontak membuat kedua orang itu memeluk zyan mereka terlihat sangat bahagia.
"Nak sekarang panggil aku ayah dan dia ibu" ucap xio lang, "iya nak jangan panggil aku bibi panggil aku ibu", xio ning an pun ikut berkata dengan air mata bahagia terus keluar dari matanya membasahi pipi cantiknya, "ayah.... ibu...." jawab zyan dengan memeluk mereka berdua tanpa sadar zyan meneteskan air mata dan menangis sejadinya karena teringat akan ayah dan ibu kandungnya yang sudah tiada.
__ADS_1
"Sudah-sudah mari kita ke ruang makan, kau pasti lapar nak" kata xio ning an, "iya ibu aku sangat lapar" jawab zyan, "baiklah setelah makan kau beristirahatlah terlebih dahulu besok kita akan ke aula utama, ayah akan memperkenalkan mu dengan semua murid ayah di sekte ini" jawab xio lang sambil mengangkat anaknya itu, dia menggendong zyan dan mereka lansung menuju ke tempat makan.
Di meja makan zyan duduk di pangkuan xio ning an dan zyan makan sambil di suapi oleh xio ning an, mereka berdua tidak merasa lapar sama sekali saat melihat anak mereka begitu lahap menyantap makanan dengan disuapi oleh ibunya, "ayah.. ibu.. kenapa tidak ikut makan" zyan tiba" bertanya karena melihat ayah dan ibunya hanya melihat dia makan, "tidak nak kau saja yang makan ayah dan ibu sudah kenyang" jawab xio ning an. zyan pun melanjutkan makannya dengan di suapi oleh ibunya.
Setelah selesai makan xio ning an mengantar zyan ke kamarnya dan lansung menidurkan zyan, tak lama kemudian zyan pun tertidur karena memang tubuhnya sudah sangat lelah, keesokan harinya xio lang memberitahukan kepada seluruh tetua dan seluruh murid untuk berkumpul di aula utama sekte mereka. terdengar suara para murid sekte yang kebingungan kenapa sampai semua tetua dan murid dikumpulkan, mereka berfikir bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi.
__ADS_1
Ditengah keramaian suara para murid kemudian tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, dan semua murid menoleh kearah pintu, terlihat ketua sekte mereka sedang berjalan dengan istrinya serta seorang anak bersama mereka berdua.
Setelah sampai di podium aula sekte xio lang berdiri dan berkata "hari ini merupakan hari bahagia untukku, aku telah menerima anugrah dari dewa", kemudian xio lang diam dan memanggil zyan untuk mendekat padanya setelah zyan berada di sebelahnya xio lang kembali berbicara "yang di samping ku ini adalah anak angkat ku, dan mulai hari ini dia akan menjadi anak ku dan penerus sekte harimau putih, dan namanya adalah XIO ERLANG".