
•
•
Beberapa saat Sebelumnya...
_
•Apartemen A
Olive baru saja bangun di jam 12 siang. Dengan rambut acak-acakan. Dari matanya yang masih tertutup rapat, ia mengintip dan menatap setiap sudut ruangan.
Tidak ada siapa pun. Bahkan ruang kamar terasa hening.
"Apa zara dan raquel sedang keluar?" ia bergumam pelan.
Kruk,,,'
Tiba-tiba suara perut olive.
"Ah' baegopa.."
sekali lagi gadis manis berwajah kalem itu bergumam sembari memegang perutnya.
Drrrt,,,, Drrrtt,,,,'
Secara kebetulan lagi, seseorang kini menghubunginya.
"Yeoboseyo?,,," olive mengangkatnya tanpa melihat dulu siapa yang menghubunginya.
^^^"Yeboseyo,,,"^^^
Kini seseorang menjawab dari seberang. Olive membuka matanya terang seketika mendengar suara asing di telinganya.
"Maaf, siapa ya?" tanya nya.
^^^"O' yaa.. Kau lupa dengan ku?"^^^
Tutur orang itu kembali.
Rasa-rasanya sih seperti pernah mendengar suara ini. Suara seorang pria yang terdengar agak memekik telinga.
" O' hoseok-kah.." ucap olive ketika ia baru saja menatap layar ponsel dan melihat nama sang penelepon.
^^^"ku pikir kau sudah lupa dengan ku. Nee, aku hoseok."^^^
"Miane,,, aku baru bangun. Jadi aku tidak melihat nama mu di ponsel ku." tutur olive
^^^"Oh gwaencana,,hehehe^^^
Tutur pria bernama hoseok itu kembali di iringi dengan tawa nyengir. Dari cara ketawanya saja olive sudah tahu kalau dia sedang tertawa konyol.
"Oh ya. Ada apa kau menelpon ku?" tanya olive
^^^"Eng,, tadi aku mengirimi mu pesan. Tapi kau hanya membacanya. Jadi aku khawatir karena kau tidak membalas pesan ku "^^^
jelas hoseok panjang lebar.
"hah?, pesan apa. Aku tidak membacanya?" olive seketika bingung.
rasa-rasanya ia belum ada memegang ponselnya. Apalagi membaca pesan. Jadi siapa?
^^^"Loh, tadi kan?,,,"^^^
Sedetik keduanya terdiam.
"Sebentar."
Olive menurunkan ponselnya dari telinga. Ia mencoba memeriksa tanpa mematikan panggilan.
Ia mendapati chat dari hoseok sudah di baca namun tidak di balas. Itu benar
Olive menghela napas dalam-dalam.
"Ah, aniyaa..' " olive seperti ingin menangis
"ini pasti zara, atau raquel." tuturnya yang sudah tau penyakit teman-teman nya itu yang suka usil.
"miane hoseok kah,, aku benar-benar tidak tahu kalau kau mengirim pesan. Itu pasti teman-teman ku yang membuka nya.." olive jadi tidak enak pada hoseok.
^^^"Oh,,, gwaencana. Tidak perlu meminta maaf aku juga tidak ambil hati kok. Hanya saja itu membuat ku khawatir, aku pikir kau tidak mau membalas pesan dari ku."^^^
"Sumpah aku tidak tahu apa-apa"
Olive benar-benar merasa bersalah. Seolah ia mengabaikan pesan dari hoseok. Padahal ia tidak pernah ada niatan begitu.
^^^"gwaencana, gwaencana,,,"^^^
"Tapi aku jadi tidak enakkan.." olive memanyunkan bibirnya.
^^^"It's okey.."^^^
ucap hoseok pria yang baik hati dan tidak sombong itu. Hoseok memang tipikal orang yang tidak terlalu mau memusingkan suatu hal, apalagi itu hanya masalah sepele. Dia orang nya lebih santai dan enjoy,,,
"Bagaimana caranya aku harus membalas mu. Aku benar-benar jadi tidak enak. Nanti kau berpikir aku cewek yang seperti apa,," masih dengan pikiran over thinking nya. Olive terus saja membahas masalah yang sama.
^^^"Sudahlah, tidak usah merasa tidak enak. Ohya, kamu sudah makan?"^^^
"uum,, belum. Aku belum makan."
^^^"Apa kamu sibuk hari ini?"^^^
"um,,, tidak."
^^^"Apa kau mau keluar makan siang dengan ku?"^^^
"um,," beberapa detik olive sempat berpikir.
Bukan kah ini kesempatan yang bagus. Lagi pula olive memang sedang lapar. Jadi apa salahnya dia menerima tawaran hoseok. Kebetulan yang pas, jadi dia tidak perlu mengotori tangannya untuk masak dan cuci piring.
"eng,,, aku sih mau. Tapi..."
^^^"Tapi apa. Kamu mager ya?"^^^
Tuding hoseok sebelum olive mengatakannya duluan.
"Ah,. Hehehe.." olive nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal.
^^^"Ya sudah bagaimana kalau aku belikan sesuatu dan kita makan di rumah mu."^^^
Up's
Seketika olive dengan kekonyolan menengok kesana-sini.
"sebentar." ucapnya
lalu ia turun dari ranjang dan mengitari segala arah, ruang apartemen itu. Apa yang ia cari?
__ADS_1
Tentu saja teman-temannya. Ia mencoba mengecek apakah ada orang atau tidak. Ternyata benar-benar rumah itu sedang kosong. Ini kesempatan emas.
"Baiklah. Itu ide yang bagus. Bagaimana kalau kita sambil nonton film. Aku punya film bagus." tutur olive bersemangat.
^^^"Okey, aku akan kesana sekarang. Tolong share lock lokasi**nya."^^^
"Oke,,,"
^^^"Sampai bertemu di sana."^^^
"Nee,,,"
Panggilan berakhir.
"Yuhu!',,,"
Seketika gadis itu menari riang gembira. Sambil melompat-lompat kecil menuju kamar mandi.
_
Beberapa saat berlalu,,,
Olive sudah membersihkan diri. Dan berdandan serapi mungkin. Ia kini terlihat cantik+ manis dengan pakaian sederhana. Baju kaos oblong hitam dan celana panjang berbahan street. Tidak lupa juga olive menyemprotkan parfum di beberapa bagian. Leher kiri, leher kanan. Tangan kiri-tangan kanan. Begitu seterusnya.
Semprot ,,, se**mprot ,,,'
"hmm,,, "
Gadis itu terlihat segar di pandang mata dengan wangi parfum avium menambah kesan feminim dan manis seorang Olivia morgan.
Setelah berdandan cukup lama yang menghabiskan waktu sekitar setengah jam. Olive meraih ponsel nya. Ia menatap layar, belum ada tanda-tanda dari hoseok.
Bahkan kini ia menoleh keluar tetapi tidak ada yang menekan bel atau bahkan mengetuk pintu. Sedikit cemberut olive sekarang. Ia tak sabar menunggu kedatangan hoseok. Jangan salah paham, bukan hoseok yang dia tunggu. Tapi makanan yang hoseok janji akan bawakan.
"huft',,, aku lapar.. Kenapa lama sekali." tutur olive sembari menghempas kan bokong montok nya di sofa ruang tamu.
Tak berapa lama ia mendapat panggilan kembali dari hoseok.
"Hoseok-kah!" seru olive sudah tak sabar.
^^^"Tunggu sebentar ya. Tadi aku kehilangan kunci mobil ku. Jadi aku harus minta izin jin untuk meminjam mobilnya."^^^
"Oh, begitu. Ya sudah aku tunggu. Jangan lama-lama yah,,"
ucap olive dengan nada bicara agak manja.
^^^"15 menit aku sampai. Aku akan belikan makanan yang enak untuk menemani kita nonton. Tunggu aku"^^^
Hoseok langsung mengakhiri panggilan demi mengejar waktu untuk olive.
Olive yang merasa di nomor satu kan itu kini tersenyum, tersipu malu. Betapa senang nya dia padahal ia belum begitu mengenal sosok pria yang kini mencoba mendekatinya. Tapi olive yakin seyakin yakinnya, pilihannya untuk membuka kan peluang pada hoseok bukan pilihan yang salah.
_
Tunggu di tunggu'. Beberapa saat telah berlalu. Hoseok akhirnya datang.
Tingtong!,,,
Spontan olive menegakkan tubuh, menatap ke arah pintu dan menceletuk.
"Hoseok kah!"
ia bergegas menuju pintu untuk membukanya.
klik!,, suara pintu di buka.
Di depan pintu sudah berdiri orang yang paling di nanti oleh olivia. Senyuman olive mengembang di wajah dengan sendirinya.
"Hai,, maaf menunggu lama."
"Ah, a-a-ani.. Silahkan, silahkan masuk."
Olive tak tahu mengapa ia tiba-tiba terbata-bata. Yang ia tahu, kini ia merasakan jantungnya berdebar tak karuan.
_
Olive mempersilahkan hoseok masuk. Kini keduanya menuju ruang makan. Sembari berjalan hoseok melihat-lihat isi apartemen olive yang lumayan besar dan mewah.
"Woah,,, apartemen mu lumayan besar juga ya. Apa ini hasil dari bayaran mu sebagai ambasador?" tanya hoseok yang sudah mulai memahami siapa olivia.
Ia tahu ketika pesta malam itu. Hoseok dan olive banyak berbincang saat di pesta kemarin. Olive telah menceritakan semuanya pada hoseok dan juga suga. Lelaki kulkas 3 pintu itu juga tahu tentang olivia.
"Oh," olive tersenyum.
"Tidak, apartemen ini milik teman ku Raquel." jawab olive apa adanya.
"Mwoya?!,,," hoseok terkejut.
Olive hanya mengangguk.
"Owh, jadi. Kau numpang. Atau,,, menginap?" tanya hoseok. Sembari meletakkan belanjaan yang ia bawa di atas meja makan. kini langkah keduanya sampai di ruang makan.
"Ahahah, aniya.. Aku tidak menumpang. Apartemen ini milik bersama. Cuman aku tidak enak saja kalau bilang ini apartemen ku. Sebab raquel lah yang berhak atas rumah ini. Dia pemilik sebenarnya." jelas olivia sembari ia mengambil beberapa peralatan makan.
Mulut hoseok membulat saat mengatakan Ooo.. Tanpa suara.
Sementara hoseok masih terkagum menatap seisi rumah. Olivia memeriksa barang belanjaan yang di bawa hoseok.
"Kamu beli apa?" tanya olivia.
"Chikin!" balas hoseok.
"Aaa,,, daebak. Kurasa kita benar-benar cocok." celetuk olivie
Membuat hoseok terdiam menatapnya, sembari memikirkan maksud dari perkataannya olive.
"Cocok?,,," tutur hoseok dengan nada agak kaget.
"Yeah,," olivia menatapnya dengan senyuman.
"ma-ma maksudnya?" hoseok masih belum paham. Bukan, atau dia pura-pura tidak paham.
Sekali lagi olivia hanya tersenyum tanpa menerangkan maksudnya. Kali ini senyumannya agak lain. Ia tersenyum seolah malu, terlihat dari pipi nya yang perlahan memerah seperti buah tomat masak.
Hoseok juga, hanya tersenyum menatap olivia. Ia mungkin mulai menangkap sikap olivia yang terlihat tidak wajar.
"Oh ya, kau bisa bantu aku membawa ini. Kita makan di depan saja." ucap olivia setelah melupakan topik yang tadi jadi pembahasan.
"Okey,," balas hoseok. Yang langsung gercep mengambil beberapa wadah yang berisikan ayam goreng.
"Aku akan bawa ini." ucap hoseo lagi
"Aku ambilkan minuman." olivia berjalan ke kulkas dan membukanya.
"Hoseok kau mau minum apa?" tanya olive
__ADS_1
"Apa saja" jawabnya
"Soda,, bir?" tanya olive lagi
"um,,, bir." balas hoseok kembali
"Nee,,"
Olivia mengambil beberapa kaleng soda dan 2 botol bir.
"kajja' " ajak olive.
Dan mereka berdua kembali keluar dan meninggalkan ruang makan.
_
Di ruang tengah. Hoseok dan olivia sudah menatap segalanya. Olivia mulai menekan tombol di remote.
"nonton apa kita?" tanya hoseok sembari mencomot paha ayam dalam kotak.
"Sebentar aku cari tontonan yang bagus untuk temani kita makan."
Hoseok hanya duduk manis di sana dan terus memperhatikan olivia. Yang sedang sibuk mengotak atik remote ke layar tv.
"Nah, ini dia.." ucap olive lalu berjalan mundur tiga langkah untuk meraih sofa dan duduk.
Kening hoseok mengkerut menatap tayangan televisi yang di pilih olivia.
"Apa ini?" tanya nya bingung.
"Run bts." balas olive singkat lalu menikmati makanannya.
Tangannya mengambil ayam, namun matanya terus tertuju pada layar televisi yang menampilkan beberapa pria tampan yang saat ini sedang mengisi acara realiti show.
Hoseok mencoba untuk mengikuti. Tapi ia benar-benar tak paham dengan apa yang di tonton olive.
Hahahahaha,,,, olive tergelak.
bahkan tatapannya tak beralih sama sekali. Sedangkan hoseok kini menatapnya dengan wajahnya yang penuh kebingungan.
"You like bts?" tanya hoseok
Olive menatapnya sesaat.
"Ya,, aku suka bts." jawabnya
"wee?,,,"
hoseok kembali bertanya.
"karena mereka tamvan." sekali lagi olive menjawab dengan nada singkat. Sebab terlalu asik untuk melewatkan tontonannya.
Mendengar itu, hoseok seketika menaruh paha ayam nya yang tak habis iya gigit.
"Kau suka pria tampan?" tanya hoseok kembali.
Seketika itu olivia. Men- jeda tontonan nya lalu menatap hoseok.
•Gambaran wajah hoseok saat olivia menatapnya.
"Ya' wee?,,," -olive
namun hoseok hanya diam bahkan tidak menatap olivia.
Olive yang merasa dicueki pun seketika meletakkan sebelah tangannya yang masih bersih di dagu hoseok.
"weee?,,,," tanya olive sekali lagi bernada selembut mungkin.
"Jangan menatap ku. Aku tidak setampan bts mu." tutur hoseok. Dia merajuk?
Olive menghela napas panjang.
"kenapa kau berkata seperti itu hoseok-kah?" olivia tahu kalau hoseok sedang jealous.
Lagi-lagi hoseok hanya diam tertunduk.
"Yah..' apa kau jealous? " tanya olive dengan terkekeh mentertawakan tingkah hoseok yang seperti anak kecil.
"Ani,,, kau lanjutkan saja nontonnya." ucap hoseok kini nada bicaranya agak tinggi. Apa dia benar-benar sekesal itu?
Tapi itu tidak membuat olivia takut. Malah sebaliknya olivia jadi gemas dan tidak tahan untuk tidak tertawa.
"Yaaaa,,,,"
"Hoseok kah,,," goda olive agar hoseok berhenti merajuk.
"Yah' jung hoseok. Look at me." ucap olive sambil menarik-narik wajah hoseok yang terus menerus ia palingkan.
Tanpa sadar olive kini terlalu dekat, tubuhnya dengan hoseok kini hampir berdempetan. Hanya berjarak 1 centi saja celahnya.
"Jung hoseok?, apa kau benar-benar menyukai ku?" tanya olivia.
Hoseok kini mulai mau menatapnya. Tapi dia terdiam tak menjawab, bukan karena merajuk. Kali ini karena olivia menatapnya terlalu dekat.
"Jawab aku,," olivia tak berhenti menatapnya.
Membuat hoseok menelan saliva nya berat. Seperti ada yang menyangkut di tenggorokannya.
"Kau masih marah padaku?" tanya olive
"Olive?" satu kalimat yang terdengar dari mulut hoseok. Tapi setelah itu ia diam lagi membuat olive bingung, ada apa dengannya?.
Tiba-tiba hoseok mengambil kesempatan itu dan mencium bibir olive
Bersambung...
•
•
•
......Jangan lupa......
...LIKE...
...Vote...
...Dan tinggalkan jejak komentar kalian ya readers.....
...Terimakasih juga selalu mensupport cerita author....
...Salam kecup basah dari mimin dan namu :*...
__ADS_1
...See you next story...
...😘...