
_
Raquel, zara dan olive. Yang saat ini sedang menyusuri celah samping rumah Kang seokjin. Mereka hampir sampai.
"A auwh!,,, kaki ku.. Kaki ku terinjak duri!" erang olive sampai menghentikan langkahnya.
"Cepatlah olive,,, lumut-lumut ini membuat kaki ku geli!" Zara bergidik ngeri.
"Kalian ini, cerewet sekali." Raquel balik ke belakang menghampiri olive yang kesakitan karena kakinya.
"Olive, pegang aku. Biar ku bantu."
Dengan bersusah payah ketiga gadis itu kini berjalan sambil membopong temannya yang berjalan terjingkit-jingkit.
Sampai lah mereka di halaman belakang. Orang pertama yang melihat tiga gadis itu sampai adalah Jungkook.
"Hei, itu mereka!"
Semua orang menghentikan kerja dan menatap tiga gadis itu yang penampilannya sudah tidak serapi sebelumnya.
"Mwo?,,, dari mana muncul nya tiga bidadari ini?" celetuk Jimin dengan nada mengejek.
Lalu semua orang terkekeh pelan.
"Hei! Kalian tolong bantu kami!" Teriak zara dari jarak 2 meter.
"Weee?,,," -hoseok.
wajah sang kekasih tentu saja heran bercampur panik ketika melihat gadis nya yang di bopong dan terpincang- pincang.
Ia langsung berlari kecil menghampiri olivia. Begitu juga dengan yang lainnya, satu persatu para lelaki menghampiri mereka dengan wajah heran.
"Kenapa kaki nya?" tanya hoseok sambil menatap zara dan raquel secara bergantian.
"Katanya terinjak duri." jawab zara
"Aih',,, bagaimana bisa huh?!" celetuk seokjin sebelum hoseok.
Raquel dengan spontanitas nya langsung melayang kan tas tenteng di tangan ke kepala seokjin.
BUK!
Aduh!
"Bagaimana bisa bagaimana bisa! Gara-gara kau tidak membuka kan pintu kami harus lewat celah itu dan mengakibatkan teman kami terluka!" ucap raquel kesal tanpa titik koma.
Raquel sudah seperti rap profesional rupanya.
"Aduh kepala ku,," dan seokjin masih menggosok-gosok bagian kepalanya yang sakit karena di timpuk tas.
Bagaimana tidak, tas kulit jeruk raquel yang harga puluhan juta itu terasa keras bagai batu. Di tambah lagi isinya, membuat tas nya terasa berat. Untungnya tidak benjol kepala seokjin.
"Kenapa kau pukul kepala nya?" tanya zara yang kaget dengan perbuatan sahabatnya
"Aku kesal!" desis pelan raquel sambil melotot ke seokjin.
"Kau kan bisa telepon aku,," ucap seokjin yang kini sudah mulai berhenti merintih. Walau pun tangan masih memegang kepalanya.
"Yak! Aku sudah menelpon mu puluhan kali tapi nomor mu selalu sibuk!" cetus raquel lagi. Gadis ini benar-benar terlihat menakutkan dengan wajah marahnya.
Tapi tidak untuk jimin dan jungkook. Mereka malah mentertawakan raquel. Why?
"Kenapa kalian tertawa." tanya taehyung
"Lihatlah, bukan kah itu lucu." bisik jungkook diam-diam sambil menunjuk ke arah celana raquel yang pincang. Sebelah di gulung, sebelahnya tidak.
Puft!',,,
Taehyung hampir menyemburkan ludah nya ke jungkook dan jimin.
"Yak!,,, joroknya!" kedua teman nya itu meneriaki taehyung secara bersamaan. Membuat semua orang menatap mereka.
"Mau sampai kapan kalian berdiri di sana?" celetuk Rm. Satu-satunya orang yang tidak tertarik dengan situasi. Dia asik ngemil di gazebo dengan mulut yang hampir penuh.
"Ah ya. Bawa dia ke sana." suruh seokjin.
"biar ku bantu." hoseok dan suga bersamaan. Tapi semenit kemudian keduanya saling tatap. Entah apa yang sedang mereka lakukan.
"Woi,,, kenapa kalian belum bergerak juga"
celetuk zara yang menghentikan hoseok dan suga yang sedang adu tatap.
"Sini biar ku bantu." tutur suga tapi di tangkis langsung oleh hoseok dengan cepat, tangan suga yang baru saja mau menggapai olive.
"Jangan sentuh gadis ku. Is mine!,,," cetusnya dengan sombong.
__ADS_1
"Cih, is mine. Sejak kapan." desis suga
"Sejak hari ini dan seterusnya." balas hoseok dengan angkuh.
Suga hanya terdiam dengan tatapan intimidasi.
"Aih,,, cepatlah. Bahu ku mau copot rasanya." keluh raquel dan langsung melepaskan tangan olivia yang melintang di bahunya. Dan berpindah pada hoseok. Semua orang kini bergerak melangkah menuju gazebo.
_
Semua orang kini berkumpul di meja makan. Mereka sudah duduk di kursinya masing-masing.
"Wow,, makanannya terlihat lezat. Dimana kalian memesan semua ini?" tanya zara setelah menatap makanan yang tertata di meja.
"Enak saja. Mana ada kami beli, tolong hargai hasil kerja orang." celetuk suga bernada kesal
Seketika zara menatapnya bingung.
"Kenapa dia?,,," tanya nya heran.
"Oh, jangan hiraukan dia." ucap seokjin yang saat itu duduk di sebelah zara.
"Sepertinya dia marah. Karena dia yang memasak ini semua" taehyung pula.
"Oh, " zara baru ngeh'
"Maaf ya. Aku tidak tahu" ucapnya kemudian kepada suga.
Suga hanya menatapnya dengan wajah datar. Jika ia tidak menjawab namun masih menatap artinya, dia sudah memaafkan.
"Baiklah. Karena semua nya sudah disini bagaimana kalau kita mulai saja barbeque nya?" ucap seokjin.
Semua orang kini sudah bersiap dengan piring masing-masing. Kecuali pasangan bucin yang ada di sisi sana
"Kalian duluan saja. Aku masih mengobati kaki nya." ucap hoseok yang sibuk dengan kaki olive yang tadi terinjak duri.
Tentu saja kini pandangan semua orang langsung tertuju pada kedua insan itu. Yang perempuan duduk di kursi, dan si pria kini jongkok di lantai sambil menaruh kaki kekasihnya di atas pahanya. Romantis bukan?,
"Kenapa dua orang itu terlihat mesra sekali?" celetuk taehyung kini heran.
"Mereka pacaran, maybe?" jawab zara dengan santainya.
"huh?, sejak kapan." taehyung langsung menatap ke zara.
"Kenapa kau menatap ku, mr. Kim?" ucap zara dengan nada agak bercanda.
Zara terkekeh.
"Maaf, taehyung si." ucap zara lagi sambil tersenyum.
"Apa aku tidak salah dengar. Apa aku sedang mengigau?" tutur jungkook pula yang rupanya sedari tadi memperhatikan kedua orang ini
"Kenapa?" si rm pula bertanya karena dia tidak tahu apa yang sedang terjadi saat ini. Semua orang sibuk dengan topik dan beberapa orang yang terlihat berbeda, lebih akrab dari sebelumnya. Sedangkan dia, sibuk mengurus kerjaan nya yang menumpuk dan menerima laporan lewat ponselnya.
"Dua orang ini mencurigakan." jungkook menunjuk ke arah zara dan taehyung.
"Dan satu lagi yang di sebelah sana. Bukan kah itu terlihat aneh?" imbuh jimin pula menambahi. Menunjuk ke arah hoseok dan olivia yang saat ini masih memperban kaki olive.
"Aku curiga kalian memiliki hubungan." tutur jungkook lagi.
"Trus?, apa masalahnya?" Rm menatap kedua orang itu.
"tidak ada masalah sih. Tapi hanya heran saja." ucap jungkook
"Apa kau iri karena kau jomblo kuk?" celetuk suga pula.
"Hah?! aku, cemburu? Hah, hahaha.." jungkook tertawa tapi terlihat palsu.
"ngaku saja" suga lagi-lagi.
"Yah, apa kau jomblo?" tanya raquel tiba-tiba ikut nimbrung.
Jungkook menatap raquel lewat ekor matanya. Seolah tak terima, tapi itu kenyataan.
"Kau mau ku carikan pacar. Aku punya banyak teman." raquel mengusulkan.
"Ah, tidak tidak. Aku masih ingin sendiri. Terimakasih" jawab jungkook cepat.
Lantas jungkook yang tak mau melanjutkan pembahasan soal dia yang jomblo, seolah dia di ejek. Ia memilih untuk berpura-pura menikmati makanannya.
"Oh ya, raquel apa kau sudah punya pacar?" tanya jimin tetiba.
Membuat Rm dan suga langsung meliriknya.
"Tidak. Aku sama sekali belum pernah pacaran." jawab raquel apa adanya.
__ADS_1
"Huh?!"
Seketika Jimin, suga, rm, jungkook. Termasuk seokjin dan taehyung mereka semua terkejut saat mendengar pengakuan raquel. Sebab kalau di lihat-lihat dari penampilan dan rupa nya. Seperti tidak mungkin jika gadis seperti raquel tidak pernah berpacaran.
"Sungguh, dia tidak pernah pacaran seumur hidupnya?" tanya hoseok kepada olive. Yang saat itu juga mendengar percakapan orang di seberang mereka.
Dan kekasihnya itu mengangguk, mengiyakan.
"Benarkah?" -Taehyung.
"Mustahil" seokjin. Wajahnya yang bengong seolah menandakan ketidak percayaan.
"Why, kalian tidak percaya?" raquel menatap mereka semua dengan wajah serius.
"Really, kau bercanda?" kini rm pula
Raquel menatap nya yang kebetulan keduanya duduk bersebelahan.
"Apa kau juga tidak percaya?"
Rm terdiam tanpa kata-kata.
Bukan karena terkejut sebab ucapan raquel. Tapi yang sekarang ini seketika jadi beban pikirannya adalah,,,
Kalau raquel tidak pernah pacaran, artinya dia tidak pernah sekali pun berciuman. Bagaimana dia bisa mencium, sedang kan pacar saja tidak punya. Artinya ciuman malam itu, apakah itu ciuman pertamanya?,,
Kurang lebih seperti itu yang ada di pikiran rm saat ini.
"Dia memang benar-benar tidak pernah pacaran." imbuh zara pula membela sahabatnya. Yang memang ia tahu kalau pernyataan sahabatnya itu benar.
"Jinjja?! (benarkah?)" Lagi-lagi seokjin terperangah mendengarnya.
"Iya. Kami berteman sudah hampir 3 tahun. Dia tidak bohong" zara kembali membenarkan ucapan raquel.
Ke enam pria disana hanya terdiam memikirkan pernyataan tersebut. Mau tidak percaya, tapi zara sudah berkata demikian. Jadi mana mungkin raquel mengada-ngada kan.
"Oh, jadi kau belum pernah pacaran satu kali pun?" jimin kembali menanyakan.
Raquel hanya mengangguk sambil tersenyum kalem.
"Aku pikir kau pasti sudah pernah pacaran kan. Karena kalau di lihat-lihat gadis cantik seperti mu pasti akan ada banyak pria-pria yang mau mendekati mu." tutur seokjin.
"um, yeah maybe. Tapi tidak ada yang menarik perhatian ku. Tapi,,," tetiba raquel menolehkan wajahnya pada Rm.
"Aku sangat tertarik dengan orang ini." ucapnya dengan tatapan mata yang dalam.
Woah,,,
Namjoonah,,,
Yak' namjoonie,,,
Semua orang kini bersorak dan bertepuk tangan. Bahkan seokjin sampai berdiri dan berjalan ke arah rm.
"Teman ku ini memang tampan bukan?" goda seokjin sambil berdiri di belakang rm dan memegang kedua bahu besar rm.
Raquel hanya tersenyum dengan matanya yang perlahan berkedip satu kali.
Semua orang tersenyum, tapi tidak dengan jimin. Pria itu terlihat kecewa. Apa lagi dia mendengar sendiri dari raquel yang kini bilang kalau dia lebih menyukai Rm. Sakit sekali,,, kasihan jimin.
"Ayo, kita makan." hoseok dan olive kembali ke meja makan. Mereka akhirnya bergabung setelah beberapa menit memisahkan diri untuk mengobati kaki olivia.
Semua orang kembali ke posisi masing-masing. Mereka mencoba melupakan apa yang tadi menjadi pembahasan. Kali ini hanya fokus dengan acara makan malam, barbeque mereka.
_
Bersambung...
•
•
•
......Jangan lupa......
...LIKE...
...Vote...
...Dan tinggalkan jejak komentar kalian ya readers.....
...Terimakasih juga selalu mensupport cerita author....
...See you next story...
__ADS_1
...😘...