
...•Yeorobun,,, jangan lupa klik like nya dulu ya.. 😘•...
_
•
Sementara itu, raquel yang mulai bergerak dan ingin bangkit dari tempatnya.
"Oh, kenapa semuanya menjadi gelap." raquel pikir dia benar-benar pusing sehingga dimatanya semua terlihat hitam.
"Sekarang sedang mati lampu." jawab rm
"pelan-pelan," imbuh rm yang langsung membantu raquel untuk duduk di tempat.
Raquel tersenyum karena sadar dengan perlakuan Rm saat ini.
"gomawo" ucapnya.
"gwaencana?" tanya rm tanpa perduli dengan kata-kata terimakasih dari raquel.
Rm kini menatap raquel yang terlihat pucat sambil menekan pelipisnya.
Wajah raquel sambil meringis menahan sakit di kepala yang terasa berat.
"Kau mau aku ambilkan minum." tanya Rm sekali lagi.
Raquel tidak langsung menjawab. Ia masih merasakan kepalanya yang kini di putar ke kiri dan ke kanan. Melonggarkan bagian otot yang tegang.
"Seharusnya kau tidak minum tadi." tutur rm kembali
Kali ini raquel menatapnya
"Apa?"
"Aku bilang,, seharusnya kau tidak minum tadi." tuturnya kembali
Raquel tersenyum miring,
"gwaencana,,," ucapnya setelah itu.
"Tunggu disini aku akan ambilkan minum " Rm berdiri dari tempatnya.
"Jamkanmanyo,,, (tunggu dulu)" tahan raquel saat rm baru ingin melangkah.
"Kau mau meninggalkan ku dalam kegelapan. Sendirian?" tutur raquel
"Kau harus minum sesuatu untuk menghilangkan pangar mu." celetuk rm
"Aku ikut." pinta raquel
"Jangan. Kau tunggu saja disini, kalau kau pingsan saat berjalan. Siapa yang repot, ini sedang mati lampu!" tekan Rm
Benar juga apa yang di katakan Rm. Untuk duduk saja kepala raquel masih terasa pusing. Apa lagi kalau dia berdiri dan jalan ke dapur, apa dia tidak akan merasa lebih pusing?, itu pikirnya.
"Tunggu di sini aku akan kembali dengan cepat." tutur rm
Namun sebelum itu, rm memberikan senter di tangannya pada raquel agar ada penerangan. Dan dia menggunakan led ponsel nya sebagai pengganti senter.
Rm berjalan dengan lurus hingga bayangannya menghilang dari pandangan raquel. Raquel hanya bisa menunggu rm.
Tak sampai berapa menit, rm kembali dengan sebotol air mineral dan satu kaleng susu di tangannya. Dan langsung membuka tutup botol juga kaleng itu agar raquel bisa langsung meminumnya.
"Gomawo" ucap raquel setelah meneguk beberapa dari botol dan kaleng itu secara bergiliran.
Rm hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Oh, iya. Kemana semua orang dan kenapa kau dan aku ada di sini?" tanya raquel
"Tadi waktu badai semua orang terbangun dan ketakutan. Tadinya, semua orang berkumpul disini, tapi sekarang mereka sedang mencari zara." jelas rm detail
"Zara?, why.." raquel agak kaget mendengarnya.
"Zara menghilang ketika seokjin memeriksa kamar kalian dia sudah tidak disana." jelas rm kembali
"kemana dia?" raquel mulai kepikiran.
"Aku rasa,,, mungkin dia tersesat." ucap rm
"Ah ya. Bisa saja, karena rumah ini begitu besar." tutur raquel pula.
Rm mengiringi ucapan raquel dengan anggukan.
"Aku khawatir zara ketakutan sekarang." ucap raquel sambil memikirkannya.
"Wae, apakah dia orang yang penakut?" tanya rm penasaran
Raquel mengangguk.
"Dia sangat penakut bahkan pada bayangan nya sekali pun."
"Really??" decak rm tak percaya.
Ya, begitulah. Zara itu kelihatannya saja antagonis. Tapi sebenarnya dia satu-satunya orang berhati lembut sikap nya berbanding terbalik dari apa yang kita lihat di luar.
__ADS_1
"Akh!,," kini raquel menyandarkan diri dan memegangi pelipis nya.
"Kau baik-baik saja raquel-ah?" tanya namjoon dengan nada khawatir.
"umh,, entahlah. Kepala ku rasa nya mau copot. Akh! " sekali lagi raquel mengerang kecil. Seperti dia tidak baik-baik saja.
Rm yang merasa kondisi raquel tidak baik-baik saja. Langsung menempel kan telapak tangan nya ke bagian leher dan dahi untuk memeriksa suhu tubuh raquel.
"Kau demam!" celetuk rm dengan wajah sedikit kaget.
Raquel hanya diam dengan wajahnya yang lemas. Namun masih bisa membuka matanya untuk menatap. Pria itu seketika kebingungan.
"Kenapa mereka lama sekali sih',," Desis Rm yang mulai agak kesal karena seokjin dan yang lain belum juga kembali. Ia khawatir akan terjadi sesuatu pada raquel jika tidak cepat-cepat memberi nya obat.
Raquel menyentuh tangan rm dengan tubuh yang terasa semakin melemah. Rm yang merasa tangan di sentuh langsung menatap Raquel.
"Tunggu sebentar. Kita tunggu seokjin dan yang lain kembali. Aku akan minta kan obat. Hm,,,"
Rm menggenggam tangan raquel yang terasa dingin bagai es batu disertai keringat.
"Aku mau pulang" tutur raquel dengan nada sangat pelan.
"Hm, kau mau pulang?" tanya rm memastikan perkataan yang dia dengar tidak salah.
Dan raquel mengangguk.
"Baiklah.Tapi biarkan aku yang mengantar mu pulang." ucap rm kembali
Sekali lagi, raquel hanya bisa mengangguk.
"Tapi bagaimana dengan zara dan olivia?". Tentu saja raquel harus memastikan kedua sahabatnya, dia juga cemas dengan mereka. Tapi tubuhnya tidak sejalan dengan pikirannya.
"Nanti aku akan beritahu seokjin. Yang penting kau harus segera minum obat." balas rm
Dan langsung membantu raquel untuk bangkit. Namun tubuh raquel sudah menjadi agar-agar jadi Rm terpaksa harus menggendongnya.
"Miane' " ucap rm meminta maaf dahulu sebelum raquel berpikir yang bukan-bukan.
Saat itu hujan mulai agak mereda. Yang tadi nya lebat dan sekarang hanya tersisa rintik-rintik. Rm bergegas menuju bagasi. Langsung menuju sebuah mobil BMW berwarna biru. Mobil itu bukan milik nya, tapi milik seokjin.
Tadi rm menemukan kuncinya di atas meja ruang tamu. Karena seokjin tidak pernah menyimpan kunci nya dengan benar. Jadi bebas saja sesiapa pun yang ingin memakainya.
"Tahan sebentar." ucap rm setelah ia mendudukkan raquel di kursi depan lalu memakaikannya sabuk pengaman. Tidak lupa ia menyelimuti separuh tubuh raquel dengan jaket nya.
Rm bergegas masuk dan memasang sabuk pengaman. Kemudian menyalakan mesin mobil dan pergi meninggalkan tempat.
_
Sementara itu semua orang masih sibuk ke sana kemari mencari zara. Namun tidak dengan kim taehyung, yang langsung berjalan menuju tempat zara bersembunyi.
Toktoktok
panggil taehyung dengan sedikit berbisik. Matanya terlihat cemas, takut kalau ada yang memergoki dirinya saat ini. Namun zara masih belum membuka pintu. Mungkin karena suara taehyung terlalu kecil jadi zara tidak mendengarnya.
Zara,,,' panggil nya sekali lagi.
Toktoktok.
Ketukan kedua. Akhirnya pintu itu di buka dari dalam. Terlihat zara mengintip dari balik pintu.
"Aku, taehyung." ucap taehyung sambil menyinari wajahnya dengan senter.
Zara membuka pintu dengan lebar. Namun taehyung terkejut melihat mata zara yang sembab.
"w-w waeyo,,," tanya taehyung cemas.
"Kau lama sekali. Aku takut,,, hiks' " rengek zara menangis sambi merasa kesal padanya.
"Ah, jinjja miane zara yah. Tadinya aku mau cepat-cepat mendatangi mu. Tapi aku harus memastikan situasi aman dahulu." jelas taehyung dengan mencoba menenangkan gadis itu yang tak hentinya merengek.
"Aku mau pulang" pinta zara
"Yayaya, baiklah. Aku akan mengantar mu pulang. Okey,, jangan menangis." taehyung mendekap zara yang masih menangis ke pelukannya.
Zara langsung terdiam kala itu. Ia agak syok, karena taehyung memeluknya tanpa ragu. Bahkan pria yang baru di kenalnya itu kini membelai surai nya lembut.
"Apa ini?, kenapa dengan ku." suara hati zara seketika langsung menggema dalam benaknya.
Jantung zara berdegup terlalu cepat. Hingga terasa aneh. Mungkin ini bukan pertama kalinya ia merasakan getaran yang sama kala ia bersama sobin dulu. Tapi yang ini agak lain.
Wangi tubuh taehyung yang membuat zara benar-benar betah bersandar di dada lelaki ini. Di tambah lagi suhu tubuh taehyung yang terasa hangat. Menambah kenyamanan pada zara yang saat ini tengah kedinginan.
Bukan mudah, bertahan dan terkurung dalam sebuah ruang kamar mandi yang lembab. Itu membuat zara hampir mati membeku di tempat itu.
"Ya sudah, ayo kita keluar. Aku akan katakan pada yang lain bahwa aku menemukan mu terkunci dalam kamar mandi karena ketakutan." ucap taehyung yang sudah melepas pelukannya sedari tadi.
Zara hanya mengangguk dan mengikuti langkah taehyung yang kini membawanya.
Sampai di ruang tengah taehyung dengan segera memberi isyarat kepada yang lain.
"Aku sudah menemukannya!" teriak taehyung sekencang-kencangnya.
Dari kejauhan, seokjin dan yang lain mendengar seruan itu. Dengan segera mereka beranjak ke ruang tengah.
"Zara, kau kemana saja?" tanya seokjin seketika langkah nya sampai di tempat.
__ADS_1
Zara hanya terdiam, tertunduk layaknya seperti orang ketakutan.
"Zara, gwaencana?" tanya olivia yang langsung menghampirinya.
Zara hanya mengangguk pelan.
"Kami mengkhawatirkan mu,," tutur hoseok pula menatap zara cemas.
"Ya, dimana kau menemukannya?" tanya seokjin pada taehyung.
"Dia terkurung dalam kamar mandi di belakang sana." jelas taehyung
Mwooo'
Semua orang terkejut.
"Bagaimana bisa" olivia benar-benar terkejut.
Wajah seokjin penuh dengan ketidak percayaan.
"Jadi dari tadi kita keliling sampai ke belakang. Satu pun tidak ada yang memeriksa kamar mandi itu!" cetus seokjin sambil menatap mereka semua.
"Mana kami tahu. Kalau dia berteriak mungkin kami akan memeriksa nya!" balas hoseok dengan nada yang sama.
"Sudah, sudah. yang penting zara sudah kembali." ucap olivia menghentikan para pria sebelum mereka berlanjut dan terjadi perdebatan.
"Aku dengan jungkook tadi memeriksa saklar listrik. Dan sepertinya itu tersambar petir." tutur suga
Seokjin menghela napas panjang. Dia baru saja tenang karena zara di temukan. Sekarang apa lagi?, masalah baru di temukan di rumah nya.
Jimin yang sedari tadi diam saja. Rupa-rupanya baru menyadari sesuatu setelah sekian detik.
"Dimana raquel?" tanya nya menatap sofa yang sudah kosong.
Lantas semua orang juga sadar. Rm juga tidak di sana.
"Kemana dua orang itu?" jungkook bertanya-tanya juga.
Seokjin menyeka wajahnya dari atas ke bawah.
"Jangan bilang mereka juga menghilang!" ucap seokjin agak kesal.
Di tengah semuanya masih dalam tanda tanya. Tiba-tiba ponsel seokjin menerima notif pesan. Dengan segera ia membukanya.
Benar, itu dari Rm. Dia mengatakan kalau dia mengantar raquel pulang.
"Sialan'. Mereka meninggalkan kita di tengah kekacauan ini!" kesal seokjin sekali lagi
"Apa? Kenapa?" tanya taehyung.
"Rm bilang dia mengantar raquel pulang." jawab seokjin
"Mwoo,, bisa-bisanya kedua orang itu!" hoseok heran.
"Sudahlah biarkan saja." ucap jungkook pula.
"Jadi bagaimana dengan nasib olivia dan zara?" tanya jimin kembali.
"Biar nanti aku yang mengantar mereka pulang." tutur hoseok.
"Apa sebaiknya kita pulang sekarang. Lagi pula raquel sudah meninggalkan kita. Kenapa kita disini." ucap olivia yang merasa kesal karena dia pikir raquel meninggalkan dirinya dan juga zara begitu saja.
"Ya, aku juga mau pulang." ucap zara, suara nya terdengar sengau karena tadi terus menangis.
"Zara, biar aku yang antar." -seokjin
"Seokjin, biar aku saja. Kau urus saja tentang saklar lampu yang rusak." ucap taehyung.
"Ya taehyung benar. Sebaiknya kau tetap disini jin. Karena kita butuh kau untuk membereskan semua ini." tutur suga pula.
Seokjin tak bisa mengelak. Karena dia pemilik rumah itu. Alhasil taehyung lah yang harus mengantar zara pulang. Begitu pun olivia yang juga pulang dengan di antar hoseok.
Satu persatu orang pergi. Tinggal jimin, jungkook, suga dan seokjin di rumah yang gelap gulita itu.
Bersambung...
•
•
•
...Jangan lupa like nya ya.....
...Vote juga sebanyak-banyaknya....
...Terimakasih....
...Salam cinta ku pada namjoon selalu...
...😘...
...See you next story......
__ADS_1