OBSESSION Girl

OBSESSION Girl
-OBG-part14


__ADS_3

_



Malam harinya,,, pukul 21.00


•Rumah kediaman Raquel



Raquel yang masih berada di rumahnya bersama Zara. Mereka masih berdandan untuk bersiap pergi ke makan malam di rumah kang seokjin. Yang masih di rahasia kan oleh Raquel dari zara.


Zara kini telah berdandan secantik mungkin.


"Apa sebaiknya kita ajak olive?" -Raquel.


"um,,, terserah kau saja. Tapi, apa dia sudah tidak bersama kekasihnya lagi?" kini zara balik bertanya.


"I don't know,,, ku coba tanya saja."


Raquel pun segera menghubungi olive melalui sebuah pesan teks.


_





Sementara itu di tempat yang berbeda, Olive yang ternyata masih bersama Hoseok.


"Chagiya," celetuk hoseok.


Olive tiba-tiba menutup mulutnya dengan satu tangan


"Omo,,omo,," ucapnya seolah kagum.


"Wee,,, chagiya?" tanya hoseok heran.


Buk!


Lagi-lagi tingkah olive. Ia tiba-tiba memukul pelan dada bidang hoseok. Membuat hoseok makin bingung.


"chagiya, apa yang terjadi dengan mu?" .


olive menutup wajahnya yang tersipu malu.


"Aist,,, kenapa kau menyebutku dengan sebutan seperti itu sih!" tutur olive salting.


Kemudian hoseok tersenyum kalem. Sembari kini menggapai pinggul olive untuk di rangkul.


"Jadi, aku harus memanggil mu apa?,, apa aku harus memanggil mu. Honey,,, baby?" tuturnya berbicara di samping telinga olive


Lagi-lagi olive histeris dalam hatinya. Ia benar-benar malu mendengar kata-kata hoseok saat ini.


"Aih',, kau bisa saja." gadis itu kini tertawa tanpa suara. Hampir teriak namun ia tahan.


Hoseok hanya tersenyum kala melihat tingkah olive yang malu-malu tapi mau.


Drrrtt,,,'


Tiba-tiba hoseok merasakan getaran yang ada di saku celana jeans nya.


"Sebentar." hoseok melepas pelukannya dari olive untuk mengecek ponselnya.


"Yeoboseyo?"


^^^"Hoseokkah,,, neo eodiseo?"^^^


^^^(kamu dimana?)^^^


Dari seberang sana terdengar suara lelaki yang sudah tak asing lagi.


"Oh, seokjin. Weee?"


^^^"kau dimana. Cepat pulang kita ada acara makan-makan hari ini."^^^


"Apa?. Tiba-tiba?,,,"


^^^"Karena besok namjoon pulang ke inggris jadi kita harus merayakan hari terakhir dia ada disini."^^^


"Aaa,,' arraseo. Aku akan pulang sekarang."


Jawaban terakhir dari hoseok setelah itu ia menutup teleponnya.


"umm, siapa?" tanya olive yang sedari tadi penasaran.


"Oh, seokjin. Dia menyuruh ku untuk cepat pulang." jawab hoseok


"oh, begitukah."


"Jadi, kau akan pulang sekarang?" -olive


di balas anggukan oleh hoseok.


"umm,, "


olive mengiyakan tapi seolah tidak rela hoseok pergi.


"kau tak apa aku tinggal pulang sekarang?" tanya hoseok memastikan.


"Yeah, gwaencana. Mungkin sebentar lagi Zara atau Raquel akan pulang." balas olive pasrah.


Hoseok menatap ke pintu sesaat.


"umm,," hoseok mendekap olive.


"Aku tidak akan pulang sebelum teman-teman mu datang." tutur nya membelai rambut panjang olive yang tergerai.


"Gwaencana,,,"


Olive terharu, tapi tidak baik jika ia menahan hoseok di sana dengan alasan teman-teman nya yang tak kunjung pulang.


"pulanglah chagi,, tidak enak jika raquel datang dan melihat mu ada disini." tuturnya kembali


"Sungguh? Kau tak apa sendirian ?" tanya hoseok sekali lagi.

__ADS_1


"um,,," dan olive mengangguk yakin dengan senyuman dibibirnya.


Hoseok memiringkan kepalanya untuk mencium olive yang lebih pendek 2 meter darinya.


Cup!


"Aku mencintai mu,," tutur hoseok setelah mengecup bibir olive.


"Saranghae chagiya,," balas olive pula.


Hoseok pun melangkah pergi dan olive mengantarnya sampai depan pintu. Tak lupa ia mengecup dan mengelus kepala olive sekali sebelum ia melangkah kembali . Kedua pasang kekasih yang baru jadian itu terlihat manis. Tingkah mereka yang sama-sama tak ingin berpisah terlihat sangat romantis.


Olive pun masuk ke dalam setelah hoseok menghilang dari pandangan. Gadis itu sempat bersandar di pintu mengingat masa-masa yang belum lama berlalu, sekita beberapa jam yang lalu saat mereka melakukan ciuman hangat.


Sepertinya olive mulai merasakan ada bunga-bunga yang bertebaran di sekitar kepalanya. Bahkan wajah nya kini memerah lagi.


Ia menyeringai. Malu dengan perbuatan nya sendiri. Dasar olive!


Namun sepersekian detik, wajah malu-malu olive berubah ketika ia baru saja menggapai ponselnya di atas meja ruang tamu dan membaca sebuah pesan.


^^^Raquel:^^^


^^^Apa kau masih bersama pacarmu? Aku dan zara sengaja tidak pulang. sekarang berada di rumah ku.^^^


Olive dengan segera membalasnya.


Anda:


Oh tidak. Dia sudah pulang. Miane raquel'ah aku tidak minta izin dulu memasukan pria ke apartemen mu..😞


Raquel typing...


^^^Raquel:^^^


^^^Gwaencanayo,,,^^^


^^^oh ya kami mau pergi ke acara makan malam. Apa kau mau ikut?^^^


Anda:


Oh, dimana?


^^^Raquel:^^^


^^^Di tempat seseorang. Kau mau ikut atau tidak.^^^


^^^bersiaplah, aku akan menjemput mu dalam waktu 5 menit^^^


Anda:


Okey,,, aku ikut


Terakhir kata yang di balas oleh olive. Selanjutnya gadis itu bergegas masuk ke kamar untuk bersiap.


_


Beberapa saat berlalu. Raquel dan zara telah sampai di depan apartemen. Begitu pula olive yang sudah janji an akan menunggu mereka di depan.


Tintin!


"Let's go.."


Mereka pun pergi meninggalkan lokasi.


_


Setelah menempuh waktu kurang dari 15 menit. Akhirnya, Raquel, zara dan olivie sampai di kediaman Kang seokjin.


"Hah?!" -olive


"Kok kita kesini?" tanya zara pula


"Iya, acara makan malam nya disini." balas raquel tanpa rasa bersalah.


Kedua mata sahabatnya membulat dengan wajah yang heran luar biasa.


"Kau tidak bilang dari awal." tutur zara


"Iya,, kenapa kau tidak bilang dari awal." timbal olivia


"wee?,,, apa kalian keberatan sekarang. Atau merasa marah karena tidak ku beritahu?" raquel menatap kedua sahabatnya serius.


"Oh, ani. Aku sih tidak, " jawab olive


"Bagaimana dengan mu zara?" tanya olive pada zara


Zara termangu beberapa saat. Sepertinya wajahnya serius sekali.


"zara apa kau marah aku bawa kemari? Jika iya, kita bisa pulang." ucap raquel.


"Ah, tidak. Aku tidak keberatan " zaa tersenyum ringan.


Begitu juga raquel setelahnya.


"Okey, ayo masuk " ajak raquel.


Ketiganya pun berjalan ke teras rumah. Dan raquel mulai menekan bel pintu. Beberapa kali ia menekan, namun belum ada yang membuka kan pintu.


_



Saat itu di belakang rumah, ada sebuah gazebo yang yang berada dekat kolam renang. Di sana lah, Jin dan kawan-kawan saat ini sedang menyiapkan segala sesuatu untuk memulai pesta barbeque.


"Ini sudah hampir jam sepuluh. Mana tamu undangannya?" tanya salah satu dari mereka, yaitu jungkook.


"mungkin sedang di jalan." jawab seokjin


"Apa mereka akan datang. Kalau tidak, kalau tidak apa semua ini hanya sia-sia?" ucap Rm


"Tidak mungkin. Mereka pasti akan datang." ucap seokjin kukuh.


"Kalau saja aku tahu pesta ini mengundang tiga gadis itu, aku jemput saja olivia." celetuk hoseok.


Seketika membuat suga menatapnya.


"Hei, jadi orang jangan kepedean." ucapnya cetus

__ADS_1


"Apa?!" hoseok membalas dengan tatapan tajam.


"Aih, tidak bisa kah sehari saja tidak ada yang ribut soal perempuan. Kepala ku pusing!" jungkook menekan pelipisnya, memperagakan.


"Sudah, sebaiknya kita tunggu saja. Aku yakin mereka datang. Kalian, tolong siapkan saja semuanya." ucap seokjin seraya beranjak dari sana mengangkat telepon dari seseorang.


"Nee,,," semua menjawab bersamaan.


Masing-masing melakukan tugas mereka. Suga bagian untuk men grill daging bersama hoseok. Jungkook bagian menata meja makan dengan jimin. Taehyung dan Rm bagian tukang makani makanan yang udah di taruh atas meja. Memang kedua ceo itu sangat luar biasa.


"Yak' kalian tidak bantu?!" cetus jungkook.


"Ah, aku tidak bisa masak." ucap taehyung.


"Aku takut nanti merusak hiasan mu." ucap Rm pula


Dengan tidak tahu malu nya dua orang ini asik makani buah-buahan yang sudah di tata cantik oleh jungkook.


"Yak! Jangan makan itu,, mau ku lempar wajah kalian dengan selada ini!" sentak jungkook kesal.


Tapi kedua orang itu tidak perduli. Mereka malah pindah tempat, kali ini mereka memakani daging yang sudah di grill oleh hoseok dan suga.


"Ya'ya'yak! "suga menyentak


"Aist' dua orang ini!" hoseok pun ikut kesal.


"Berhenti memakan dagingnya. Kalian ini!" suga dengan tidak sabar nya memukul tangan Rm dengan food tongs.


"Aduh! " Rm spontan mengusap tangannya yang terasa panas.


"Berhenti memakan." tegas suga


Rm pun berhenti memakan karena takut. Begitu juga taehyung yang sedari tadi membuntuti Rm.


_


Sementara itu, ketiga gadis yang masih berdiri di teras rumah,,,


"Mana si?!" raquel menekan bel berulang kali


Tingtongtingtong,,


Dan mulai merasa kesal.


"Sebentar coba aku telepon." tuturnya.


Dua gadis lainnya hanya diam seperti anak -anak yang ikut ibunya silaturahmi ke tetangga saat lebaran.


Raquel mencoba menelpon seokjin, tapi. Nomor yang anda tuju sedang sibuk...


"Aist,,' shiball! " membuat raquel menyumpah.


"Jadi, bagaimana ini?" zara khawatir.


"Sebentar." raquel terdiam sesaat untuk berpikir


Sementara Olive yang masih terdiam. Sedang mengendus-endus.


"Wait!" tuturnya


Kedua sahabatnya langsung menatap ke arahnya.


"Aku mencium bau daging terbakar." ucap olive dengan hidung nya yang bergerak kembang kempis. Sambil mencari di mana sumber yang ia dapat.


"Sepertinya dari arah sana"


Olive menunjuk ke samping rumah seokjin.


"Mari coba kita lihat." tutur zara dengan percaya diri ia segera menuju jalan yang di tunjuk olive.


Lalu Raquel dan zara mengikutinya.


Ada jalan kecil di samping namun di tutupi beberapa semak.


"Lihat, ada asap disana." tutur olive sambil menunjuk ke aras asap yang mengepul ke atas.


"Sepertinya mereka ada di sana. Ayo kit lihat." -zara


"Sebentar. Tapi bagaimana kita melewati ini?" tanya raquel agak ragu, lantaran mereka harus melewati celah sempit yang ada disisi rumah seokjin.


"Aku pakai heels. Bagaimana kalau aku jatuh, baju ku bisa kotor nanti." kali ini zara lagi yang mengeluh.


Seorang zara yang perfeksionis mana mau melewati tempat seperti gang sempit itu. Lagian dia memakai hem putih sekarang, bisa-bisa dia menangis tujuh hari tujuh malam hanya karena pakaian nya sekarang kotor. Zara tipe orang yang pencinta bersih.


"Jadi ottoeke?" tanya olive.


"Aah,,, aku sudah tidak tahan lagi berdiri disini. Minggir!" cetus raquel yang tak sabaran.


Ia menerobos masuk kesana dengan menjinjing heels nya sekarang.


"Raquel!" panggil olive


Tapi gadis bar-bar itu tidak perduli dengan seruan temannya bahkan kicauan burung sekali pun.


_


Bersambung...





......Jangan lupa......


...LIKE...


...Vote...


...Dan tinggalkan jejak komentar kalian ya readers.....


...Terimakasih juga selalu mensupport cerita author....


...See you next story...


...😘...

__ADS_1


__ADS_2