OBSESSION Girl

OBSESSION Girl
-OBG-part13


__ADS_3


_


Masih di situasi yang sama. Raquel dan Zara kini sudah sampai di halaman apartemennya.


"wait,, wait!"


Tiba-tiba zara menghentikan langkah raquel. Dia lupa bahwa belum mengecek situasi olive di dalam sana.


Raquel yang heran pun seketika menatapnya dan berkata,,,


"Weee??,,"


"Ah, raquel-ah. Sebenarnya, ada yang mau aku bilang." ucap zara agak gugup


"Soal apa?"


"umm,,, sebenarnya.. Di apartemen ada olive."


Seketika raquel mengerutkan kening nya.


"Ya memang olive ada di apartemen kan. Trus, kenapa memangnya?" tanya raquel keheranan.


"eng,,, begini raquel. O o olive.. Olive.."


Raquel hanya menaikan kedua alis nye menunggu ucapan zara.


"Olive s se sedang bersama pacarnya!" spontan zara


Sedetik raquel terdiam.


"Ya sudah." jawabnya setelah itu.


Zara terdiam. Lalu raquel bergerak masuk ke dalam mobil.


"Raquel yah!,,," teriak zara memanggil nya.


Buru-buru Zara menyusul masuk ke mobil. Sekarang zara dan raquel bertukar tempat. Kini raquel yang menyetir.


"Raquel kita mau kemana?" tanya zara takut-takut raquel sedang marah.


"Pulanglah,," balas raquel.


Tapi terlihat di wajahnya dia sama sekali tidak marah.


"Apa kau marah raquel?" tanya zara lagi memastikan.


"marah?, kenapa memangnya?."


"eng,,," -zara


"Olive?,, " tiba-tiba raquel terkekeh.


"kenapa aku musti marah. Apartemen itu kan milik bersama, jadi terserah kalian mau apa dan ngapain. Kalian kan juga tuan rumah." ucap raquel detail.


Zara kini merasa lega. Bahwasanya sahabatnya itu mau mengerti situasi dan kondisi teman-teman.


Peluk!


Seketika Zara merangkul raquel. Raquel agak heran dengan sikap zara saat ini.


"uwee?" tuturnya agak terkejut


Zara menatapnya,


"Gomawo sayang,,," ucap zara kegirangan tanpa mau melepaskan pelukannya pada raquel.


Kini raquel mengerti apa maksud dari pelukannya zara. Ia senang ketika melihat sahabatnya senang.


"Yaa,,, berhenti memeluk ku." celetuk raquel


"Ani' " balas zara dan tak mau melepaskan karena terlalu senang bercampur haru.


"Heist' " desis raquel.


"Apa karena kau sudah jarang di belai oleh sobin. Makanya kau menempel padaku!" celetuk raquel dengan nada bercanda.


Seketika itu zara menjauhkan diri darinya.


"Yak! Aku masih normal tauk!" ucapnya agak kesal


Lalu raquel tertawa terbahak-bahak melihat wajah zara yang kesal kepadanya.


_


Sementara itu, situasi di kediaman seokjin.


•Seokjin dan kawan-kawan,,,


Saat itu situasinya. Dimana suga baru saja pulang dari studio dan melihat raquel yang pergi,,,


_


"Hei, Jin." sapa suga saat melihat seokjin yang baru saja mau beranjak.


Seokjin pun seketika berhenti melangkah dan menatapnya


"Mwo. Kau sudah pulang?" tanya jin pula.


Suga mengangguk kemudian berhenti di depan kang seokjin. Mereka berdua kini berdiri hadap-hadapan.


"Cepat sekali pulang, kau tidak ada pemotretan hari ini?" tanya jin kembali

__ADS_1


"Tidak." balasan singkat dari suga


"Tadi aku melihat ada cewek yang keluar dari sini. Siapa dia?" tanya suga terang-terangan.


"Oh,, itu Raquel anak pemilik perumahan ini." balas seokjin seadanya


Mulut suga membulat mengatakan Ooo tanpa suara.


"Apa kau sudah makan siang?" tanya seokjin kembali


"Ani' " balas suga singkat lagi


"Apa kau mau makan naengmyeon?" seokjin menawari.


"um, sepertinya enak makan mie dingin di cuaca yang panas ini. Aku mau,," jawab suga


"Okey, aku ke depan dulu. Sepertinya sebentar lagi kurir pengantar sampai ." tutur seokjin.


Suga hanya mengangguk.


Seokjin juga berjalan keluar untuk menunggu kurir yang mengantarkan makanan. Suga juga bergerak ke kamar nya untuk ganti pakaian.


_


Beberapa saat kemudian kedua nya kini sudah berada di ruang tengah.


"gays,,, mari semuanya. Kita makan!" seru seokjin kepada teman-teman nya yang lain.


Satu persatu teman-temannya datang dan mendekat.


"Wow! " decak kagum dari jungkook.


"Kenapa banyak sekali makanan?" tanya jimin keheranan.


"Duduk, ayo makan." ucap suga


Kedua pria itu pun duduk secara bersamaan.


"Makanlah ini,," seokjin menyuguhkan dua mangkok di depan mereka.


"Gamsahamnida,," -jimin


"Gomawo,,," -jungkook.


"Mana yang lain?" tanya suga.


"Oh, sepertinya taehyung masih di kantor. Rm masih di kamarnya, nanti aku panggil dia." -seokjin


"Hoseok mana? " tanya jimin pula


"Oh, hoseok. Aku tidak tahu."


"Mungkin lagi keluar." timpal suga.


toktoktok!,,,,


"Namjoon-ah,,, ayo makan!" seru kang seokjin dari luar


toktoktok'!


"Namjoon apa kau tidak lapar. Aku membelikan jajangmyeon untuk mu!" teriak seokjin sekali lagi.


tak lama, pria di dalam sana membuka kan pintu.


"Apa?!" tanya nya namun nada bicaranya agak judes.


"Aist',,, kau masih merajuk?."


Pria bernama asli Nam joon itu tidak menjawab. Seolah mengabaikan pertanyaan sahabatnya itu.


"Ayolah brooow,,, jangan seperti anak kecil. Kita lupakan saja masalah taruhan itu. Aku juga tidak anak mengungkitnya lagi." tutur seokjin.


Kini Rm menatapnya memastikan apa yang di katakan seokjin itu benar.


"Sungguh. Kalian tidak memaksa ku lagi untuk melakukan permainan bodoh itu?" tanya Rm untuk memastikannya sekali lagi.


"Yayaya,,, tenang saja. Kau tak akan melakukan permainan bodoh itu lagi." ucap seokjin


"Okey, sekarang aku bisa tenang. Ayo makan aku kelaparan." ajak Rm dan berjalan lebih dulu melewati seokjin begitu saja.


Seokjin tertegun keheranan menatap Rm.


_


Dan akhirnya semuanya telah berkumpul kecuali dua orang Kim taehyung dan Jung hoseok.


"Mana punya ku?" tanya Rm ketika sampai di ruang tengah.


Disusul seokjin juga yang baru saja menghentikan langkahnya. Semua orang kini menatap Rm heran.


"Ini punya mu." suga mewakilkan


Lantas Rm duduk sejajar dengan jimin dan jungkook.


"Kau sudah tidak ngambek?" tanya salah satu dari mereka yaitu jungkook.


"um,," balas singkat Rm.


"Jangan membahas tentang taruhan itu lagi. Semuanya, lupakan." celetuk seokjin


Seketika jimin menatap jealous.


"Kau juga jimin. Jangan menatap ku begitu" tegur seokjin yang sadar di tatap jimin tajam.

__ADS_1


Jimin mengalihkan pandangannya.


"Ayo makan.," ucap suga pula .


Mereka semua menikmati makanannya kembali. Sedetik ke lima orang itu terdiam, hanya ada suara kecapan dan juga alat makan yang berdenting tak sengaja.


"Oh ya. Tadi, anak si pemilik perumahan kemari untuk apa?" tanya suga tiba-tiba di tengah mereka sedang fokus menikmati makanannya.


"huh, siapa?!" tanya jungkook bingung


"itu,, cewek yang kemarin dengan Rm. Datang kesini." jawab seokjin


Seketika mata Rm membulat menatap seokjin.


"What?!" balasnya dengan nada agak kaget.


"Itu,,, siapa ya namanya."


Seokjin merogoh kocek. Ia mengeluarkan secarik kertas, berupa kartu nama raquel.


"Oh, Raquel adeline." sebut seokjin setelah membaca di kartu nama.


"Raquel?" Rm seketika melotot kaget.


"Ya, gadis yang ingin kau cium." celetuk suga


Seokjin dan jungkook, terkecuali jimin. terkekeh saat mendengar celetukan suga yang seakan menyindir Rm.


"Haist,,," Rm mendesis kesal.


"Bukan kah misi itu gagal." ucap jimin. Seolah tak terima


"Aniya!" bantar Rm


"Ya'ya'ya. Jangan berdebat lagi. Kita sedang makan." tutur seokjin menghentikan Rm dan jimin sebelum keduanya beradu mulut lagi.


"Jimin, kau kenapa. Sepertinya tidak terima sekali kalau Rm sudah menyelesaikan misinya. " tanya seokjin.


"Bukan begitu,,, aku hanya tidak terima kalau dia bilang raquel lah yang menciumnya. Itu mustahil sekali." tutur jimin


"Jadi, menurut mu. Aku mengada-ada!" sela Rm kini kesal lagi


"Ay,,, sudah lah. Kalian jangan ribut-ribu." -seokjin


"Hah! Kalian membuat selera makan ku hilang. Aku mau tidur!" -suga


Suga meninggalkan ruang tengah karena tidak tahan dengan keributan teman-temannya. Ia memilih untuk pergi ke kamar.


"Sudahlah,,, untuk apa di perdebatkan. Kita sudahi saja taruhan ini. Aku juga sudah muak membahas masalah yang sama." ucap jungkook pula


"Aniya,,, aku bukannya mau mengungkit. Tapi karena namjoon tidak punya bukti. Apa itu bisa di terima?" -jimin


"kau mau bukti apa?!" sentak Rm yang kesal pada jimin karena sudah kelewatan.


"sudah, sudah Rm. Jangan marah, biar aku yang bicara." -seokjin


"Begini, mungkin Rm tidak punya bukti. Tapi kita bisa atur ulang skenario untuknya."


Seketika semua terdiam dan saling tatap.


"Maksudmu,,?" -jimin


"Skenario apa?,," -Rm


"Begini, aku mengundang tiga gadis itu makan bersama malam ini. Jadi namjoon, kau bisa menggunakan kesempatan itu untuk mendekati raquel dan membuktikan ucapan mu. Baru kami anggak semua nya sah!" usul seokjin


"Why?! Kenapa harus aku?,," Rm menyilangkan kedua tangan kekar nya itu di depan dada. Dengan wajah yang serius.


"Come on namjoon. Ini hanya sekali,, besok kau juga akan kembali ke Inggris kan. Dan kau tidak akan melakukan hal bodoh seperti ini lagi." ucap seokjin mencoba


"Benar,,, lagi pula kita sudah jarang berkumpul seperti dulu." ucap jungkook pula menambahi.


Namjoon masih tak menjawab. Ia masih menatap dengan matanya yang teduh dan tajam kepada teman-temannya.


"Namjoon-nah. Aku minta maaf jika menyela mu trus. Tapi, aku dan yang lain hanya perlu bukti. Jadi kita tidak akan salah paham begini." kini jimin pula ikut angkat bicara.


Namjoon terdiam seperti berpikir.


Ia tak tahu bagaimana harus mengatasi semua ini. Padahal yang ia tahu, ia sudah melakukan semua taruhannya. Tapi teman-temannya bersikeras meminta bukti yang harus ia tunjukkan.


Akan kah Rm melakukan taruhan ulang?,, atau dia memilih untuk tidak melakukannya sebab alasan tertentu.


_


Bersambung...





......Jangan lupa......


...LIKE...


...Vote...


...Dan tinggalkan jejak komentar kalian ya readers.....


...Terimakasih juga selalu mensupport cerita author....


...See you next story...

__ADS_1


...😘...


__ADS_2