OBSESSION Girl

OBSESSION Girl
-OBG-part6


__ADS_3

Setelah terjadi adu argumen tadi antara Rm dan jimin. Kini suasana menjadi kurang nyaman. Jadi mereka memutuskan untuk tidak membahas mengenai taruhan itu dulu. Sebab sampai saat ini rm tidak mau keluar dari kamar.


"Apa dia merajuk?" tanya hoseok seraya menatap ke arah kamar tamu yang tertutup rapat.


"entahlah.." balas seokjin dengan helaan napas panjang.


Saat itu hoseok sedang duduk berdua dengan seokjin. Yang lainnya sedang melakukan aktivitas mereka masing-masing. Suga katanya sedang keluar untuk mencari udara segar. Taehyung sedang bermain game dengan jungkook di ruang arcade permainan.


"Jimin dimana?" hoseok kembali melontarkan pertanyaan


"Mungkin di taman belakang" jawab seokjin lagi.


"Apa jimin marah dengan kita?" lagi-lagi hoseok bertanya


"tidak mungkin. Dia tidak akan marah pada kita." jawab seokjin kembali


"Jadi, bagaimana cara nya kita membuat kedua orang berbaikan?" ucap hoseok lagi


"biarkan saja. Nanti juga mereka melupakan kejadian tadi." tutur seokjin


"Sebentar, aku mau menelpon orang-orang ku untuk membersihkan bekas pesta ini." imbuh seokjin kembali. Setelah itu dia beranjak pergi meninggalkan hoseok sendirian di ruang tamu.


Lalu hoseok mengeluarkan ponselnya, ia mengirim pesan kepada olive untuk menanyakan keadaan gadis itu.




Kita beralih dulu pada ketiga gadis, yang kini masih terbaring di ranjang dengan gaya zik-zak. Dengan masih berpakaian lengkap.


Mereka kelihatannya lelah dan sangat mengantuk. Bahkan olive yang saat ini mencium kaki zara pun tidak merasakan apa-apa.


Drrrt.. Drrrt...


Tiba-tiba Suara ponsel yang bergetar, entah itu milik siapa. Yang jelas membuat raquel terbangun dan langsung duduk karena kaget.


"engh'.." mengerang karena merasa kesal tidurnya di ganggu.


Raquel mencoba meraba di bawah bantal tempat biasa ia meletakkan ponselnya. Dan dapat..


Raquel menatap pada layar ponsel,


(1 pesan masuk dari: Hoseok...)


"Hoseok???


"siapa hoseok?"


Raquel membuka isi pesannya.



Hoseok:


Apa aku boleh main ke apartemen mu?


_


Aku rindu..😘



Seketika itu raquel berteriak dan membuat suara seolah ingin muntah.


"Yaaakk! hoek!


Bajingan mana yang mencoba merindu kan ku!" tuturnya kesal.


Mendengar suara lantang raquel zara jadi terbangun. Ia langsung berbalik dan duduk, menatap ke arah raquel yang sedang ngedumel.


"Wae??? Kenapa kau berteriak di pagi buta begini?"


Namun raquel menghiraukan zara. Ia kesal karena dapat pesan dari orang tak ia kenal. Bahkan ia menyadari sejak kapan dia menyimpan nomor orang bernama hoseok??


"Yak! Raquel!"


Buk !


Zara melemparkan boneka bantal tepat mengenai sasaran, wajah raquel. Sehingga membuat raquel baru ngeh' kalau zara bangun.


"Aduh! Zara.." sentak nya namun bernada pelan.


"kau kenapa!" sentak balik zara.


"Ini! Ada orang gila yang mengirimi ku pesan." tutur raquel masih kesal pada seseorang tersebut.


"memangnya dia mengirimi mu pesan apa sampai kau berteriak?" tanya zara, sembari ia menggeser olive yang menindih kakinya.


"Ini!.." raquel tanpa berpikir menyerahkan ponsel untuk menunjukan isi pesan itu.


Kening zara mengkerut setelah menatap layar ponsel.


"Raquel prik!"


Tiba-tiba zara menoyor kepala raquel pelan. Raquel yang tadinya kesal seketika terdiam heran menatap zara dengan matanya yang membulat sempurna.


"ini ponsel olive'

__ADS_1


Apa kau tidak lihat wallpaper nya.." zara menjadi tidak sabar


mulut raquel seketika ternganga saat mendengar hal itu. Ia melihat lagi ponsel siapa yang sedang ia buka tadi.


"oh iya ya.." raquel menjadi linglung.


"jadi, dimana ponsel ku?" lalu bertanya seperti orang oon.


"mana ku tahu.." jawab zara.


raquel mencari-cari ponselnya. zara pun ikut mencarinya.


"Nih, ponsel mu." tutur zara yang lebih dulu menemukan ponsel nya.


"loh kok bisa ada di sana?" raquel menunjuk heran.


"mana aku tahu. Olive yang memegang ponsel mu." ucap zara lagi. Ia menemukan ponsel itu ada di tangan olive yang sedang tertidur.


"huuh dasar kebo!"


Plak !


gumam pelan zara sembari memukul pantat olive dengan posisi tidur tengkurap. Begitu kuat zara memukul bokongnya namun olive sama sekali tak bangun bahkan bergeming sedikit pun.


Zara merangkak di ranjang dan meraih jam weker di atas nakas.


"Oh' sit! Jam 10..


"Matilah aku!"


spontan zara lalu menepuk jidatnya.


Raquel yang sedari tadi bermain dengan ponselnya langsung menatap.


"Wae?.." tanya nya.


"Aku ada interview hari ini" zara seketika meloncat dari ranjang dan berlari ke arah kamar mandi.


Raquel hanya menatap zara yang tergesa-gesa. Lalu menggelengkan kepalanya. Raquel pun turun dari ranjang mereka bersama, ia berjalan mengitari ranjang ke arah sebelah di mana olive tertidur.


Lantas raquel menarik selimut untuk sahabatnya yang masih tertidur pulas itu.


"selamat malam putri tidur. Mimpi indah.." ucap nya pelan seolah bercanda pada olivia. Kemudian ia keluar kamar.




Kini raquel sedang berada di dapur, ia menyeduh secangkir kopi hangat dan perlahan menyeruput kopi yang ia buat. Saat bibirnya baru saja menempel pada gelas, tiba-tiba ia teringat peristiwa semalam.


"Raquel!" seru seseorang yang suaranya sudah tak asing di telinga raquel.


Raquel menoleh pada bayangan orang di belakangnya.


"Aku pergi dlu ya.. Sorry, hari ini gak sempat bikin sarapan buat kalian." tutur zara dengan memegangi sepatu heels nya, mencoba memasang ke kaki nya hingga terjangkit-jingkit.


"Gwaencana.. Aku bisa kok. Kau pergi saja" balas raquel


Dan zara pun pergi dengan buru-buru keluar dari apartemen mereka.


Raquel yang sudah terbiasa dengan macam-macam hal yang terjadi antara dia dan kedua sahabatnya itu hanya bisa tersenyum. Sudah lama mereka menjalin persahabatan, hampir 3 tahun. Mereka sama sekali tidak pernah bertengkar, sebagian besar kata-kata kasar bahkan makian hanyalah candaan untuk mereka. Sama sekali tidak pernah membuat ke tiga nya berselisih paham.


Zara orang yang cekatan dalam urusan apa pun. Ia selalu siaga membantu dan mengurus raquel juga olive. Sudah seperti ibu bagi raquel dan olive. Apa lagi tentang nasehat, ia tak kan pernah sungkan untuk memberi masukan pada kedua sahabat nya bila mereka melakukan kesalahan.


Sedangkan olive, dia orang yang supel dan Humble. Walau pun dia kadang cerewet, tapi dia sangat baik dan suka menolong di kala kedua teman nya kesusahan. walau orangnya agak mager an. Tapi olive sangat rajin kalau di suruh cuci piring :)


Begitu lah persahabatan mereka berjalan dengan waktu, tanpa terasa mereka sudah banyak menjalani hidup bersama, berbagi suka cita. Senang susah sama-sama.


_


Apartemen yang saat ini mereka bertiga tempati saat ini sebenarnya milik raquel. Ia meminta pada ayah nya untuk tempat nongkrong dan berkumpul.


Sebenarnya ke tiga gadis itu punya rumah masing-masing mereka juga tinggal di blok yang sama dengan para lelaki yang mereka temui tadi malam. Apartemen itu, hanyalah tempat persinggahan mereka di saat mereka bosan berada di rumah.



Kembali pada Raquel...


_


Raquel berjalan ke arah jendela besar di ujung dapur. Di sana menampilkan pemandangan komplek beserta jalanan kota yang riuh, penuh dengan kendaraan yang berlalu lalang.


Ia menatap lurus ke depan sambil menikmati kopi di tangannya. Setiap sedutan, ia kembali merasakan bibirnya. Kini raquel kembali teringat pada lelaki yang tadi malam bercumbu dengannya.


"bibirnya sangat manis." gumamnya kini tersenyum sambil mengigit-gigit bibir bawahnya.


Raquel mabuk kepayang, hingga ia tak sabar. Sayangnya, malam itu dia tidak sempat meminta nomor telepon si lelaki bernama Rm itu.


"Yeah.. Namanya Rm."


Raquel mengingat nama itu sambil membayangkan wajah karismatik nya.


"Kau benar-benar membuat ku terpesona. Hmh' " lagi-lagi raquel tersenyum sudah seperti orang gila. Kali ini dengan meraba bibirnya lalu turun ke leher.


_


Raquel kini beranjak. Ia meletakkan gelas kopi bekas ia minum di wastafel pencuci piring.

__ADS_1


Lalu berjalan masuk ke kamar. Ia membuka lemari dan mengganti baju nya. Satu persatu pakaian yang di kenakan dilucuti, lalu melempar nya ke sembarang arah. Tidak lupa juga raquel mengganti pakaian dalam nya.


Padahal di sana masih ada olive. Bisa saja olive membuka mata nya seketika dan melihat raquel yang kini t*l*nj*ng bulat.


Tapi gadis berwajah manis itu sama sekali tidak merasa cemas jika olive melihatnya membuka baju. Karena hal itu sudah terbiasa, bahkan mereka sudah sering mandi bersama. Sudah tidak ada privasi antara raquel dan olive. Bahkan zara sekalipun. walau zara sebenarnya masih pemalu sampai sekarang ini.



Raquel selesai mengganti bajunya. Kini ia mengambil topi yang tergantung di dinding. Lalu Mengamati olive yang masih saja tidur di ranjang dengan tenang.


"Hei olive!" kini ia membangunkan kan nya.


Plak!


Lalu memukul pantat olive.


"Hmmmh!.."


Seruan pun terdengar dari olive.


"Aku mau keluar" tutur raquel kepadanya


"Nee.. Pergilah." balas olive dengan suara beratnya saat ini, suara nya terdengar menggema karena ia masih tidur dengan gaya tengkurap.


Raquel pergi setelah minta izin pada olive. Ia takut nanti olive akan mencarinya jika ia tidak bilang terlebih dahulu.


Olive seperti anak kecil yang kehilangan ibu nya jika ia bangun tak menemukan raquel dan zara.


_


Raquel turun dari lantai 12 ke lantai dasar apartemen. Kamar apartemen mereka ada di paling atas. Karena itu satu-satu nya apartemen yang besar dan memiliki rooftop untuk tempat mereka bersenang-senang.


Kini raquel menaiki mobil Ferrari putih miliknya yang telah lama terparkir di depan halaman apartemen.



Raquel melajukan mobil meninggalkan kawasan. mobil itu mulai berjalan ke arah persimpangan kompleks block B.


_




Situasi beralih pada Zara annora yang kini sudah berada sebuah perusahaan besar BE_fashionstyle.


Sebuah perusahaan kosmetik besar di daerah mereka. Perusahaan itu baru saja di buka, mereka sedang mencari pegawai. Makanya zara berniat untuk mencoba bekerja di sana. Katanya gaji di sana lumayan besar. Kerjaannya hanya sebagai penjual produk dan melayani konsumen.


Kalau kalian bertanya kenapa zara mau bekerja disana padahal dia anak orang kaya. Jawabannya, karena zara tidak mau merepotkan kedua orang tuanya. Dia tipe gadis yang mandiri.


Kerjaan yang akan ia tekuni hanyalah untuk mengisi waktu luang dan mencari pengalaman, tidak lebih. Tak mau di bilang anak manja yang suka menikmati hasil jerih payah orang tua, jadi zara mencoba untuk hidup sendiri tanpa pengawasan orang tua.


_


Kini zara sedang berbicara dengan salah satu pegawai,,,


"Maaf nona. Tapi,..HRD kami hari ini tidak masuk. mungkin anda bisa datang lagi besok." tutur pegawai perempuan berpenampilan zeksi yang kini sedang berhadapan dengan zara.


"t-t-tapi.. Aku sudah bikin janji. Katanya hari ini interview nya.." elak zara yang tidak mau menyerah.


"Sekali lagi saya minta maaf nona. Tapi anda tidak bisa interview hari ini. Datang saja lagi besok," ucap pegawai cantik itu sekali lagi.


Namun zara sama sekali tidak terima jika interview nya di batalkan. Saat sedang berdebat antara zara dan pegawai wanita itu. Tiba-tiba seseorang datang dan berdiri di belakang zara dengan jarak 5 centimeter. Membuat pegawai wanita itu seketika beralih pandangan dan langsung membungkuk.


"Sajangnim!" tutur spontan pegawai itu.


Membuat zara menatapnya heran.


"Ada apa ini?"


Suara lantang nan berat terdengar dari belakang. Seketika itu zara berbalik menatap siapa yang bicara.,,,





Bersambung...


.


......Jangan lupa......


...LIKE...


...Vote...


...Dan tinggalkan jejak komentar kalian ya readers.....


...Terimakasih juga selalu mensupport cerita author....


...Salam support selalu...


...See you next story...


...😘...

__ADS_1


__ADS_2