
_
Saat ini raquel tidak bisa melakukan apa-apa. Tubuhnya benar-benar di lumpuhkan
"Apa yang sedang kau lakukan ini?" tanya nya penuh kebingungan.
"Maafkan aku raquel. Jika ini bisa membuat mu untuk tetap berada di tempat tidur. Maka aku akan tetap di sini sampai kau benar-benar tertidur." ucap Rm.
"Tapi, kau membuat ku agak sesak." ucap raquel sambil menekan tangan rm yang membuat tubuhnya terjepit.
"Oh, miane." rm melonggarkan tangannya.
Dan raquel perlahan bisa memutar tubuhnya. Yang tadinya membelakangi Rm, kini berbalik ke arahnya. Rm tersentak dalam diam. Kini wajah raquel tepat di depan wajahnya. Sekarang Raquel dan Rm bertemu pandang.
Keduanya terdiam. Rm menatap wajah mungil raquel. Matanya yang indah, bulu mata lentik. Hidung yang mancung kecil, dan bibir mungil yang lembab dengan warna ke pink an. Membuat Rm terpesona melihatnya.
Sedang kan Raquel, sudah jelas ia menikmati pemandangan yang ada di hadapannya. Sebuah anugrah, makhluk tuhan paling seksi. Jika di perhatikan terus terusan. Tidak pernah membuat bosan. Raquel malah semakin terkesima menatapnya.
Rm meletakkan tangannya di jidat raquel.
"Suhu tubuh mu sudah mulai menurun" ucap rm setelah memeriksa raquel.
"Yeah, aku sudah baik-baik saja."
Rm melontarkan senyuman.
Kemudian keduanya kembali diam. Namun tatapan mata tidak bisa lepas satu sama lain.
"Sekarang kita tidur di kamar dan ranjang yang sama." tutur raquel
"Trus kenapa memangnya?" balas Rm
"Kau ingat waktu itu. Saat kita bercumbu di rumah seokjin." ucap raquel
"hmm, aku sangat ingat. Bahkan aku ingat bagaimana kau mencium ku duluan." tutur Rm membalas.
Raquel tersenyum tipis.
"Aku pikir kau akan menolak jika aku mencium mu duluan. Ternyata tidak." raquel kembali membalas sindiran Rm.
"Jadi. Apa yang kau mau sekarang. Apa kita harus melakukan hal yang sama lagi?" ucap Rm seolah menantang raquel.
"Kau menantang ku'." raquel langsung melontarkan tatapan menggoda.
Rm hanya menaikan kedua alisnya.
Raquel diam beberapa detik. Setelah itu tertawa menyeringai.
"Tidak sekarang. Aku sedang tidak mood " ucap nya.
"Kenapa. Apa kau mulai takut pada ku sekarang?" Rm menyadari. Kalau sikapnya sekarang ini mulai membuat nyali raquel menciut.
"Ah, tidak." tapi mata raquel tidak berani menatapnya saat mengatakan itu.
"Aku tahu. Kau sebenarnya tidak berani kan. Itu hanya gertakan saja. Supaya aku memandang mu sebelah mata." tutur Rm berasumsi
"Tidak. Jangan ngasal kalau bicara. Aku memang menyukai mu. Aku hanya coba-coba untuk mengetes mu malam itu, apa kau akan penasaran orang seperti ku yang suka menggoda pria lebih dulu atau sebaliknya. Tapi tak di sangka kau membalasnya." jelas raquel kini ia berterus terang.
"Jangan coba-coba Raquel'. Jika aku benar- benar melakukan nya malam itu. Bagaimana!" ucap Rm tidak habis pikir mendengar penjelasan Raquel.
"Kalau itu,, ya.. Terserah." ucap Raquel dengan enteng tanpa memikirkan penyesalannya.
Rm sampai geleng kepala dan membuang napas besar dari hidungnya.
"Jadi tujuan mu yang sebenarnya apa Raquel Adeline?,,," ucap Rm kepalang bingung di buat gadis yang tidur di lengannya ini.
"Tidak. Tidak ada tujuan. Aku hanya menyukai mu itu saja." jawab gadis itu seperti tanpa beban.
"Jujur saja. Aku sangat bingung pada mu. Kau menyukai ku, itu saja?" tanya rm dengan wajah heran nya.
"Dengar. Aku tidak pernah bersikap segila ini pada seseorang. Jadi kau harus bersyukur jika aku menyukai mu." ucap Raquel dengan nada angkuh.
Rm berdecih sambil memalingkan wajahnya.
"Jadi, apakah benar yang kau ucapkan. Jika kau tidak pernah pacaran?"
"Apa aku harus membuktikan nya padamu?" balas raquel.
"Maksud mu?" kening Rm mengkerut.
"Aku masih virgin." celetuk raquel.
Pengakuan itu tentunya langsung di bantah oleh Rm dengan gelak tawanya. Zaman sekarang, perempuan masih perawan. Memangnya masih ada?,,
"Kenapa kau tertawa?" tanya raquel heran.
Begitu polos kah raquel adeline. Hingga tidak mengerti mengapa Rm begitu terkekeh mentertawakan ucapan nya.
"Seriously?" Rm masih terkekeh mengingat ucapan raquel yang belum semenit berlalu.
"Yak' kau meremehkan ku!" kini raquel baru sadar kalau tawa itu untuk kalimat bodohnya.
Rm tidak bisa berhenti tertawa karena bahasa raquel yang begitu menggelitik perutnya.
"Yak'. Itu fakta!"
Buk!
Raquel memukul dada Rm dengan keras. Tapi sama sekali tidak membuat lelaki itu kesakitan.
"Ya, I believe" ucap rm yang sudah berhenti dari tawanya.
Raquel yang kepalang kesal tak memperdulikannya lagi.
"Terserah. Percaya atau tidak. Aku hanya mengatakan yang sejujurnya. Tapi kenapa malah di tertawakan."
Raquel mencoba mengacuhkan apa yang tadi terjadi.
"Aku mau tidur" ucapnya dan membelakangi Rm dan menjatuhkan kepalanya dari lengan Rm.
__ADS_1
"Apa. Kenapa tiba-tiba kau mau tidur." Rm mengintip sisi wajah raquel.
Raquel menutup matanya berpura-pura untuk tidur.
"Hei, kau bilang tidak bisa tidur." -Rm
"Aku mengantuk." jawab raquel singkat.
"Benarkah?"
Rm terus-terusan menggoda raquel. Sengaja ingin membuat gadis itu kesal.
"Ck, diam lah. Napas mu membuat ku geli." ucap raquel dengan menutup telinganya.
Tapi bukannya berhenti. Rm terus- terusan mengganggunya. Dia meniup- niup leher raquel. Sampai raquel tak bisa diam. Bahkan kini ia beralih ke tengkuk raquel. Di tiup nya beberapa kali hingga membuat raquel langsung berbalik karena tak tahan.
"Yak! Berhenti meniup leher ku kau membuat ku geli!" ucap raquel bernada kesal.
Rm hanya tersenyum kala ia berhasil membuat raquel marah.
"Jangan belakangi aku. Tetap lah menghadap ku." tutur Rm yang sudah berhenti mengganggunya.
Raquel tak menggubris ucapan Rm sama sekali. Ia hanya mendelik dan mencoba menutup matanya kembali.
Beberapa saat, kamar terasa hening. Tidak ada suara gaduh dan tawa lagi yang terdengar. Raquel tidak bisa tidur karena ia merasa terus di perhatikan. Ia kembali membuka matanya.
"Yak. Berhenti menatap ku!" cetus raquel
"Kenapa. Aku suka melihat mu tidur" ucap Rm lagi-lagi menggodanya.
"Ck',, aku bersumpah. Aku tidak bisa tidur karena kau ada disini." ucap raquel.
Rm tersenyum lagi. Entah sudah berapa kali senyuman nya mengembang setiap kali raquel bicara padanya.
"Apa aku terlihat seperti pelawak di mata mu. Sampai-sampai membuat mu tertawa terus-terusan'." imbuh raquel kesal.
"Tidak. Aku hanya merasa kau itu lucu. Kata-kata mu,, cara bicara mu. Membuat ku melupakan beban hidup ini." ucap Rm tiba-tiba terdengar lirih di ujung kalimat nya.
"Yak' aku bukan badut yang kerjaan nya menghibur orang." balas raquel kembali dengan maksud bercanda.
Rm tiba-tiba termenung. Matanya terlihat hampa seolah sedang memikirkan sesuatu.
"Hei, Rm. Are you okey?" dan raquel langsung menyadarinya.
Rm kembali menatap raquel yang ada di hadapannya.
"Aku baik-baik saja." jawabnya.
Tapi nada bicaranya seketika berubah. Raquel bisa merasakan seperti ada sesuatu yang tiba-tiba mengganggu pikiran Rm.
"Ayo tidur sekarang." Rm mencoba menutup matanya.
Tapi raquel sama sekali tidak. Ia terus menatap wajah yang tadi ceria tiba-tiba menjadi murung itu. Ada apa dengannya?,, kenapa secepat itu orang ini bisa berubah- ubah suasana hatinya.
Raquel merasa ada something yang mungkin tidak bisa di jelaskan Rm. Tapi ia tahu jelas pasti Rm sedang banyak pikiran.
"Hei,,," raquel meletakan sebelah telapak tangannya di wajah maskulin yang terpahat sempurna itu.
"Kalau ada masalah cerita saja." ucap raquel dengan tatapan penuh prihatin.
Rm hanya bisa terdiam. Mulutnya terasa rapat. Walau pun sejujurnya ia ingin bercerita. Tapi mulutnya terkunci begitu saja.
"Ada apa. Bukannya tadi kau tertawa terbahak-bahak. Tapi kenapa sekarang kau murung. Apa kau menyesal sekarang sudah mentertawakan ke Virgin an ku?" tutur raquel mencoba menghibur nya.
Barangkali celetukan itu bisa membuat Rm tertawa lagi seperti sebelumnya.
Beberapa detik lelaki berparas manis itu diam tak bergeming. Tapi setelahnya, ia sempat tersenyum singkat.
"Gwaencana" balasnya hanya dengan satu kalimat.
Membuat raquel jadi penasaran. Tapi Rm dengan cepat mengalihkan situasi dengan menarik raquel kembali ke pelukannya seperti sebelumnya.
"Ayo tidur. Ini sudah mau subuh" ucap Rm kemudian mendekap raquel
Raquel masih saja memikirkan tentang yang tadi. Ia sama sekali tidak berniat segera tidur bahkan setelah di peluk oleh crush nya.
Rm yang merasakan raquel tidak ada pergerakan. Langsung mengintip wajah raquel sejajar dengan dadanya.
"Raquel, tidurlah.. Jangan sampai aku menyerah karena kau susah di tidurkan." ucap rm
"Aku tidak bisa tidur tuan.." balas raquel dengan nada mengejek.
Rm menarik napas dalam kemudian menghembuskannya.
"Bagaimana caranya agar aku bisa membuat mu tertidur?" kini rm menatap serius.
Raquel menggeleng,
"Aku tidak tahu. Kenapa aku tidak bisa tidur." jawab raquel
Sedetik Rm menatap raquel. Kemudian berkata kembali,,
"Apa karena ada aku disini?"
Lagi-lagi raquel tidak membalas langsung. Raquel seperti orang yang banyak pikiran. Padahal tidak.
Hanya saja ia bingung mengapa ia sama sekali tidak merasakan kantuk sedikit pun.
"Umm,,, maybe." balas raquel setelah sedetik.
"Jadi, apa aku harus pergi sekarang supaya kau bisa tidur." ucap Rm
"Tidak juga. Ku rasa aku akan tetap tidak bisa tidur." -raquel
"Baiklah. Kalau begitu biarkan aku membuat mu tertidur."
"Hah, maksudnya?!" raquel bertanya-tanya dengan perkataan Rm yang tidak ia pahami.
Tiba-tiba Rm berbalik dan berada di atas raquel dengan cepat. Raquel terdiam kala wajah Rm tepat di atas nya.
__ADS_1
"Kau ingin cepat tidur?" tanya Rm. Dengan nada bicara nya sangat pelan sekarang.
Raquel hanya menatapnya heran.
"Aku akan membuat mu cepat tidur." imbuh Rm kembali.
Raquel tidak memahami kalimatnya. Tapi ia sangat tahu apa yang akan di lakukan Rm padanya. Raquel hanya diam tak melakukan pergerakan bahkan mulutnya tak mengeluarkan sepatah kata pun.
Rm menyelipkan tangannya di belakang kepala raquel. Mengangkat nya dan mendekatkan wajahnya ke wajah raquel. Bibir nya perlahan mendarat ke sasaran yang tepat.
Raquel tanpa pamrih membuka mulutnya sembari menutup mata nya. Memberi ruang untuk Rm menautkan bibirnya.
Rm mulai mengemut dengan lembut bibir bagian bawah milik raquel. Terasa lembut dan manis. Membuat Rm tidak bisa berhenti untuk mengambilnya berulang kali.
Begitu pula raquel yang menerima ciuman lembut darinya. Kini tangan nya menjamah kepala Rm menekan nya agar ciuman mereka lebih intens. Kedua nya terhanyut dalam kemesraan. Suasana seketika berubah menjadi panas. Kala tangan Rm mulai menjalar ke belakang punggung raquel. Perlahan turun ke bawah hingga mencapai bokong raquel yang terpahat bulat sempurna.
Semakin erat pelukannya, bahkan raquel melingkari leher Rm dengan kedua tangannya. Hingga keduanya hampir kehabisan napas. Membuat raquel melepaskan pautan mereka.
Keduanya saling tatap. Raquel merasa seperti suhu tubuhnya memanas karena tekanan dari jantungnya yang terus memompa tak beraturan. Matanya kini meliar menatap wajah Rm yang kini mengeluarkan bintik-bintik keringat.
"Kau mau melakukannya sekarang?" tanya raquel padanya. Seolah ia tak bisa lagi menahan hasratnya.
"Kau yakin ingin melakukan nya. Kau bilang kau virgin. Itu akan sangat sakit." ucap Rm
"Lakukan saja jika kau mau. Aku akan menahannya." tutur raquel lagi
"Tapi kenapa. Kau mau menyerahkan dirimu pada orang seperti ku." Rm kembali bertanya.
"Karena aku benar-benar menyukai mu. Aku menyukai mu Rm" jelas raquel berulang kali
"Tapi bagaimana kalau aku tidak. Apa kau tidak akan menyesal melakukan hal ini untuk pertama kalinya dengan ku?" tanya Rm sekali lagi. Untuk memastikan Raquel benar- benar memikirkan nya secara matang.
Seketika raquel terdiam. Lalu sedetik kemudian ia menjawab.
"Apa kau sama sekali tidak menyukai ku?" Tanya nya.
Rm perlahan tersenyum.
"Aku ragu mengatakan ini. Tapi sejujurnya aku juga menyukai mu." jawab Rm
"Benarkah?" -raquel
Rm mengangguk dengan matanya yang mengedip sekali. Itu artinya dia bersungguh-sungguh.
Tentu saja perasaan senang seketika raquel rasakan.
"Jadi. Apakah kau membalas perasaan ku?" tanya raquel sekali lagi.
"Aku tidak bisa bilang ini perasaan cinta. Aku belum bisa memastikan nya. Kalau kau mau, ayo kita jalani saja dlu hubungan ini." ucap Rm
"maksud mu?" -raquel menatap tak paham.
"Kalau kau tidak keberatan. Mari jalani hubungan ini. Tapi aku tidak bilang kita jadian. Karena kita berdua belum bisa memastikan perasaan kita masing-masing.
Apakah ini perasaan hanya sekedar suka. Atau ini benar-benar perasaan jatuh cinta." jelas rm
Raquel yang mendengarnya kini bimbang. Benar juga yang dikatakan Rm, sekarang ini terlalu singkat jika di bilang kalau dia jatuh cinta padanya. Bisa saja kan, itu hanya perasaan mengagumi seseorang.
"Ya , baiklah. Aku sependapat dengan mu. Ayo jalani dulu." tutur raquel menyetujui.
"Baiklah. Mulai saat ini, kau bisa menganggap ku sebagai teman, sahabat, pacar, atau apalah. Senyaman kau saja." ucap rm
"Kau milik ku." celetuk Raquel. Dan menarik kepala rm kemudian menggigit bibir bagian bawahnya yang terasa tebal dan kenyal.
"Akh' sssh,,," jerit Rm menahan bibir nya yang di gigit raquel terasa menyengat.
Raquel terkekeh nakal. Setelah mengigit dengan sengaja bibir seksi Rm.
"Kau mau lanjut?" tanya Rm
"Tapi sekarang aku mengantuk." ucap Raquel
"Hah, really?".Rm agak terkejut
"Bahkan aku belum memulai apa-apa. Dan kau sudah mengantuk." celetuknya
Raquel hanya tersenyum
"Ya, baiklah.." Rm turun dari tubuh raquel dan kembali berbaring di sampingnya.
"Rm, " tegur Raquel pelan
"hm?" jawab rm singkat pula.
"Gomawo.." ucap raquel yang sudah menutup matanya perlahan.
Rm menatapnya. Raquel masih meninggalkan senyuman di wajahnya sebelum akhirnya ia tertidur pulas. Rm hanya bisa tersenyum menatapnya. Walau pun ia tidak sempat melakukan hal yang satu itu. Tapi akhirnya ia bisa membuat raquel tertidur walau hanya dengan ciuman sesaat.
Bersambung...
•
•
•
...Jangan lupa like nya ya.....
...Vote juga sebanyak-banyaknya....
...Terimakasih....
...Salam cinta ku pada namjoon selalu...
...😘...
__ADS_1
...See you next story......