
Grup chat
...UarMy Sister💜...
Anda:
•Yah!! @Zara' Annora @Olivia_Morgan
•Kalian sama sekali tidak ingin membalas chat ku
•Cepat katakan kalian dimana???
...Olivia Morgan typing......
Olivia:
•Aku di rumah zara
Anda:
•Tunggu disana. sebentar lagi aku akan menemui kalian
_
Setelah mendapat balasan untuk kali pertama setelah seharian. Perasaan raquel agak melega.
Karena ia sudah tahu dimana sahabat-sahabatnya berada.
Saat ini raquel masih berada di kantor, dalam ruangannya yang penuh dengan tumpukan pekerjaan.
Tak ingin memusingkan masalah pekerjaan dahulu. Raquel meraih gagang telepon dan menelpon asisten nya.
"Yeonjun bisa kau ambil alih pekerjaan ku dulu. Kepala ku agak sakit, aku mau pulang cepat hari ini."
Lalu gadis bernama Raquel Adeline itu menutup teleponnya. Beberapa detik kemudian asistennya pun datang.
"Sajangnim anda baik-baik saja?" ucapnya yang baru saja masuk ke ruangan dengan wajah cemas.
"Ya, aku baik-baik saja. Aku hanya butuh waktu istirahat. Jadi tolong kau handle semua ini ya.." tutur Raquel sembari ia bersiap ingin pergi.
"Ah, ya sajangnim. Apa anda mau saya antar sampai ke mobil." -Yeonjun
"Tidak perlu. Terimakasih." balas raquel singkat.
Yeonjun yang hanya bisa menuruti perintah atasannya dengan segera membersihkan segala macam berkas dan dokumen yang berserakan di atas meja.
Sementara itu, raquel telah pergi meninggalkan ruangannya. Sampai di bawah, raquel menemui seorang pemuda yang tadi pagi memegang kunci mobilnya.
"Hyuning kai,," panggilnya.
Dengan segera pemuda itu mendekat.
"Ya nuna.." balas nya.
"Aku mau pergi. Kunci mobil, please" pinta raquel dengan tangannya menengadah.
"Oh, ya nuna." pemuda itu merogoh kocek. "Ini dia" dan menyerahkan kunci mobilnya.
"Mobil nya sudah ku bersihkan. Tadi juga sudah di antar ke cucian." imbuh pemuda itu kembali.
"Owh, ya. Good job boy." raquel mengacungkan jempol.
"Ini aku beri kau tip karena telah bekerja keras hari ini."
Raquel menyerahkan amplop coklat berisi uang. Tapi tidak tahu berapa nominal yang ada di dalamnya
"gamsahamnida.." tutur pemuda itu berulang- ulang sambil membungkuk badannya
Raquel melontarkan senyuman dan setelah itu kembali melangkah pergi.
_
•
•
•
Di kediaman kang seokjin. Rm kini sedang duduk di gazebo sambil menatap layar ponselnya. Di tengah ketenangan Rm, datanglah jimin yang baru saja keluar dari ruang gym. Melihatnya Rm yang tengah duduk di gazebo sendirian. Ia pun berencana menghampiri Rm.
"Hei, sedang apa." celetuk jimin yang tak mengagetkan Rm sama sekali.
Pria berkacama putih transparan itu hanya menoleh untuk melihat siapa yang menyapanya.
"Tidak sedang apa-apa." jawabnya
Pandangannya kini kembali terfokus pada layar ponselnya. Jimin perlahan mendekat dan duduk disampingnya.
"Ottoeke. Apa kau menikmati malam mu bersamanya." tanya jimin
__ADS_1
Rm kembali menghentikan aktivitasnya mengetik ponsel layar sentuhnya. Lalu menatap jimin.
"Kenapa kau ingin tahu?" tanya balik Rm
"Aniya.." jimin tersenyum miring.
"Aku hanya bertanya. Kenapa kau jadi sensitif padaku." imbuhnya.
"Jika kau menyukai raquel setidaknya berjuang lah jimin. Jangan biarkan orang lain mendekatinya." tutur Rm langsung ke inti nya.
jimin melirik dengan tatapan sedikit sinis. Namun hal itu tidak di sadari Rm karena dia bicara tapi tidak sambil menatapnya.
"Yaa. Kau benar, memang salah ku. Aku menyukainya tapi tak berani mengatakannya pada raquel."-jimin
"Lantas, bagaimana jika dia lebih menyukai mu ketimbang aku. Apa aku juga harus melakukan perjuangan keras agar bisa merebutnya dari mu?" imbuh jimin
Kali ini Rm yang melirik nya dengan tatapan agak sinis. Jimin menyadari akan hal itu, kini menatap nya lalu menyeringai.
"Mwo, kau tidak terima dengan perkataan ku?" tutur jimin kembali.
Rm berhenti menatapnya sambil menahan emosi yang hampir meledak.
"Tidak. Aku hanya tidak suka dengan cara bicara mu. Seolah kau memperlihatkan kalau dirimu orang yang plin- plan." -Rm
Jimin menghela napas dalam-dalam. Lalu menepuk bahu Rm.
"Sudahlah, aku tidak mau berdebat dengan mu. Lagi pula raquel bebas memilih. Aku ini bukan siapa-siapa. Jadi biarkan saja." ucap Jimin pasrah dengan semuanya.
"Park jimin. Ku akui, aku juga mulai menyukai raquel. Tapi jika kau juga menginginkannya. Ayo kita bersaing secara sehat." -Rm
Jimin tersenyum tipis.
"Gwaencana. Kau tidak perlu bersaing dengan ku. Mendengar kau menginap di rumah raquel semalam saja, aku sudah merasa kalah saing. Jadi, mana mungkin aku bersaing dengan mu namjoon." tuturnya
Mendengar itu, Rm jadi sedikit prihatin dengan temannya ini.
"Sabar jiminsi. Ku doa kan semoga kau bisa dapat yang lebih dan bisa membuat mu bahagia." tutur Rm
Kini keduanya saling melontarkan senyuman. Rm dan Jimin kembali berbaikan. Dan tidak ada lagi pembahasan mengenai taruhan setelah malam itu. Mungkin, jimin sudah tahu pasti Rm akan menang dari taruhan itu. Bahkan ia sampai menginap di rumah raquel. Yang artinya sudah jelas mereka akan melakukan hal-hal yang bisa di bayang kan. Benar bukan?,,,
_
•
•
•
•Kediaman Zara Annora
Raquel turun dari mobilnya. Ia melihat ada mobil zara di garasi. Lantas dengan segera ia berjalan ke arah pintu dan menekan bel berulang kali. Sebuah monitor (Smart home) yang berada di samping pintu menampilkan wajah olivia yang sedang menatapnya. Raquel kini ikut menampilkan wajahnya sambil berkata,,,
"Naa'yaa,,"
Olivia pun membuka pintu nya setelah memastikan itu adalah Raquel.
"Lama sekali," celetuk raquel tanpa di persilahkan ia menyelonong masuk duluan.
Olivia hanya terdiam, karena sudah terbiasa dengan sikap kekanak- kanakan Raquel.
Kini langkah raquel terhenti di ruang tengah. Ketika melihat Zara ada di sana.
"Zara kau menghilang kemana semalam?" tanya Raquel tanpa berbasa-basi lagi. Lalu ia duduk di samping zara.
Bagaimana tidak sinis mata zara saat ini melirik sahabatnya itu melalui ekor matanya yang menajam. Zara tidak menjawab, lantaran ia tengah memakai masker wajah. Dari pada ia harus mengatur ulang masker nya lebih baik dia diam dan berpura-pura tuli.
Dengan sikap menyebalkan tanpa rasa berdosa. Raquel menyilangkan kaki di atas meja ruang tamu Olivia yang berhiaskan bunga dan di bawahnya memiliki kerikil-kerikil kecil berwarna-warni. Namun tidak lagi cantik setelah kaki Raquel menutupi keindahan interior itu.
"Yah, sopan kah." celetuk Olivia, saat ia baru sampai.
"Aku lelah.." balas Raquel. Yang tahu tujuan kata-kata itu untuk nya.
"Tidak begitu juga. Kaki mu merusak pemandangan cantik kaca meja orang!" ucap olivia lagi kali ini dengan menyingkirkan kaki raquel.
Raquel menatapnya namun tak berani marah. Jadi ia lebih memilih memindahkan kakinya ke sofa. Raquel terbaring seperti orang habis kerja beras. Lesu tak berdaya.
"Waeyo. Apa kantor mu sibuk?" tanya Zara yang kini sudah melepas maskernya.
"Ah, ani. Aku hanya lelah saja.." jawab raquel seadanya.
Zara dan Olivia saling tatap. Seolah mulai mencurigai sesuatu.
"Yah',,, apa sebegitu melelahkannya malam pertama mu." celetuk Olivia. Gadis itu berbicara enteng sambil mengecat kukunya dengan kutek berwarna ungu.
Seketika Raquel menatap kedua sahabatnya. Seperti langsung ada piling kemana arah pembicaraan ini.
"Malam pertama apa maksud nya?" balas raquel menolak lupa kejadian tadi malam.
__ADS_1
"Jangan me bodoh-bodohi kami. Kau pikir kami tidak tahu. Kau dan Rm..-"
Stop!
Raquel langsung menahan zara untuk tidak melanjutkan ucapannya.
"Sudah mengaku saja Raquel. Berapa Ronde kalian melakukan nya tadi malam." ucap Olivia pula menyambung i kalimat zara.
Huh?!
"Apanya yang berapa ronde?"
Raquel mulai agak kesal dengan tudingan kedua sahabatnya ini.
"Kalian gila!" tutur raquel tak terima disudut kan.
"Hei'. Raquel Adeline, anak bapack John corner. Kami ini lebih berpengalaman dari mu. Jadi, tidak usah menutupi apa pun." Ucap zara kekeh.
"Iya. Lagi pula untuk apa juga Rm sampai pulang pagi. Kalau tidak karena.. Ehm!" tiba-tiba olive berdehem.
Membuat zara bergelak. Bahkan olivie juga tertawa kala itu.
Raquel menaikan bibir atasnya menatap julid kedua sahabat nya yang tidak berakhlak ini. Bagaimana bisa mereka menuduh raquel melakukan hal semacam itu padahal tidak ada bukti.
"Yayayaya! Jangan ngaco. Kami tidak ngapa-ngapain. Dia hanya menginap di rumah ku. Apa itu salah?" balas raquel.
"Yeah,, terserah kau saja Raquel ah.." tutur zara masih dengan ketidak percayaan nya.
Lalu olivia yang berdiri mendekati lemari es yang masih di satu ruangan. Mengambil beberapa kaleng bir dan beberapa snack.
"Oh ya, aku kesini mau minta maaf karena aku meninggalkan kalian semalam." ucap Raquel yang akhirnya kesampaian kata-kata itu keluar dari mulutnya.
"Kepala ku agak pusing. Dan Rm juga tidak bisa menemukan obat di rumah seokjin jadi aku menyuruh dia mengantar ku pulang." imbuh raquel.
"Gwaencana.." jawab zara. Serta olive yang mengangguk- angguk.
"Tapi kalian marah padaku. Chat tidak di balas, telepon tidak di angkat. Aku jadi tidak bisa fokus bekerja gara-gara masalah ini." Raquel merasa bersalah sekarang.
"Oh, maafkan aku. Handphone ku mati lagi di charger." tutur Zara
"Oh, sudah ku duga." gumam raquel.
Sembari tersenyum miring dan tangannya mengambil kaleng bir di atas meja. (Bir tanpa alcohol yang rasanya lebih seperti sari buah)
"Dan kau.. Kenapa Olivia?" tanya raquel dengan menatapnya. Dia tahu, pasti zara juga akan mengatakan alasannya.
"Aku?, tidak apa-apa. Aku malas saja balas chat mu. Kau menyebalkan, aku marah." rengek olivia berlagak kesal
Raquel menatapnya kesal. Kenapa olive tiba-tiba berkata seperti itu. Raquel menggeser pantatnya dan mendekati olive. Kemudian menatap nya.
"Apa?!" olive melotot saat raquel mendekatinya.
"Apa kau sekarang masih marah padaku?" tanya raquel
"Wae?" -Olive enggan menjawab nya dahulu. Ia masih ingin berlagak kesal untuk menggoda raquel.
Karena olivia terus begitu. Membuat Raquel geregetan. Lalu tiba-tiba ia mencubit kedua pipi olivia yang tembem dengan kuat.
"A a aduh!... Raquel yaak!" teriak olivia
Raquel melepas pipi olivia sambil terkekeh.
"Dasar nakal!"
Olivia ingin membalas. Tapi Raquel sudah lebih dulu menghindar. lhasil keduanya saling kejar.
"Sini kau. Yaak! Raquel prik."
teriak zara masih kesal. Belum dapat ia membalas maka Olivia tidak akan berhenti. Olive terus- terusan melempar bantal sofa bahkan ciki-ciki berhamburan di mana-mana.
"Yaaakk!!! Berhenti kalian mengotori rumah ku." teriak zara pula yang baru sadar jika kedua sahabat nya telah membuat ruang tamunya yang tadi terlihat rapi dan cantik kini seperti kapal pecah.
Membuat Raquel dan Olivia berakhir tertawa terbahak-bahak setelah membuat ke kacauan diruang tamu Zara.
Bersambung...
•
•
•
...Jangan lupa like nya ya.....
...Vote juga sebanyak-banyaknya....
...jangan lupa juga tinggalkan jejak komentar. Agar author tahu kalau kalian suka cerita ini dan bisa terus semangat untuk nulis. Sekian...
...Terimakasih....
__ADS_1
...😘...
...See you next story......