OBSESSION Girl

OBSESSION Girl
-OBG-Part18


__ADS_3

...•Jangan lupa klik tombol like nya dulu ya sayang-sayang kuh,,, •...


...•°•Salam kecup manis dari mimin untuk Namu yang termanis,,,😘•°•...



..._...


...•...


...•...


Seperti sudah hapal step by step yang akan di lakukan seokjin dan yang lain ketika hal ini terjadi. Taehyung langsung bisa menebak orang-orang itu, kini berjalan ke arah kamarnya.


"Taehyungah!" -jungkook


"O! " balas taehyung dengan membulatkan mulutnya dan berjalan ke arah mereka. Mereka itu siapa?, jungkook, namjoon dan suga.


"Ya,,,' mati lampu rupanya." taehyung pura-pura berlagak tak tahu menahu.


"Jadi dari tadi kau tidak tahu?" tanya namjoon.


"Ku rasa kau bukan tidur tapi pingsan." ucap suga menambahi.


Ke empat orang itu berhenti sesaat untuk bercengkrama.


"Sungguh, aku tidak tahu." tutur taehyung meyakinkan.


"Mungkin karena kau kelelahan seharian kerja di kantor mu." jungkook memaklumi


"Ya sudah, sukurlah. yang penting kau sudah tahu. Tadinya kami mau membangunkan mu." kini namjoon yang bicara


"Ah, jinjjayo." lagi-lagi taehyung berakting pura-pura.


"Ayo kita susul yang lain ke kamar gadis-gadis itu." ajak suga. Sungguh orang yang tidak mudah basa-basi. Alias mau nya sat set.


"Ah, jamkanman. Kalian duluan saja. Aku meninggalkan sesuatu di kamar" ucap taehyung tiba-tiba.


Karena ia terus kepikiran zara yang sendirian di dalam sana. Pasti zara akan sangat ketakutan dan menangis kalau dia pergi begitu saja meninggalkan zara lama-lama.


"Oh, begitukah."


"Aku akan menyusul." ucap taehyung lagi


"Kalau begitu aku temani kau." ucap jungkook yang ingin ikutan pergi


"Ah, tidak usah jungkookah. Kau pergi saja duluan dengan mereka."


Tanpa ingin menunggu jawaban atau apa pun. Taehyung bergegas meninggalkan tiga temannya itu dan pergi ke kamarnya.


"Oo, apa dia terlihat aneh?"


"Biasanya dia paling takut kalau ada hujan lebat dan kegelapan?" tutur jungkook dengan penuh keheranan.


Namun setelah itu ketiganya pergi dari sana dan membiarkan saja taehyung yang pergi sendirian ke kamarnya.


_


Taehyung kembali ke kamar. Ia langsung bisa melihat zara yang terduduk memeluk kedua kakinya yang dinaikan ke atas sofa. Gadis itu terlihat menyedihkan.


Zara juga kini sedang menatap taehyung. Mungkin dari tadi ia memang menunggu taehyung kembali. Atau bisa saja dia khawatir kalau taehyung tidak akan balik ke sana.


Kini taehyung berjalan ke arahnya.


"Miane," tuturnya dan duduk di samping zara.


"Ah, gwaencana." balas zara yang sudah merasa agak lega karena taehyung menepati janjinya.


"Zara, sepertinya kita harus keluar dari kamar ini. Kini semua orang mencari mu." ucap taehyung sekarang agak cemas.


"Oh, jinjja. Ottoeke?" zara juga ikut cemas sekarang.


Taehyung beberapa saat terdiam. Memikirkan bagaimana cara agar zara dan dia tidak terlihat bersama. Dan kebetulan ia teringat kamar yang di pakai zara dan kedua teman nya itu tidak punya kamar mandi.


"Ayo,," taehyung membawa zara pergi dari kamarnya.


Dengan sangat hati-hati keduanya berjalan di tengah kegelapan seperti penyusup.


"Taehyungsi'." -zara


"Stttt,,,,"


Mereka berdua mengendap-endap dan berhasil lolos dari gangguan apa pun.


"Zara masuk lah" suruh nya.


"Mwo?,,,"


mata zara seketika melotot ketika ia harus masuk ke sebuah kamar mandi.


"Masuk saja. Nanti kalau mereka menemukan mu bilang saja kalau kau tadi sedang buang air besar atau kecil." jelas taehyung mengajari zara agar tepat mengatakan alibinya nanti.


"Jadi, apa kau akan meninggalkan ku?" tahan zara pada tangan taehyung yang baru saja ingin melangkah.

__ADS_1


"Hanya sebentar. Okey,, percaya padaku." tutur taehyung meyakin kan zara.


Dan mereka harus berpisah disana. Zara masuk ke kamar mandi dan menutup pintu seolah ia sedang melakukan sesuatu di sana.


Dan taehyung pergi meninggalkan zara. Beberapa kali ia menatap ke belakang saat melangkah untuk memastikan zara baik-baik saja.


_


Lalu kamar olivia dan raquel. Mereka masih dalam keadaan terlelap. Para pria kini mendekat ke kamar mereka. Tapi olivia duluan membuka mata, sedetik ia terdiam mencoba mencerna situasi.


Dan beberapa detik kemudian,,,


Aaaaaaaaaakh!


Lengkingan suara keluar dari mulut olivia. Ia kaget dan baru sadar kalau sedang mati lampu. Dan olive berpikir ia pasti sedang sendiri di sana. Karena kalau ada orang pasti dia akan di bangunkan.


Para pria yang sudah mendekat juga mendengar suara teriakan itu. Mereka dengan cepat berlari ke arah kamar. Orang pertama yang ada di garda terdepan tentunya hoseok. Dia tahu itu pasti teriakannya olive.


"Chagiya!" serunya ketika sudah membuka pintu dengan cepat.


Dan olive sudah menangis di atas ranjang seperti seorang gadis kecil. Hoseok langsung bergegas ke arah nya untuk menenangkan kekasihnya itu.


"Im scary,,," rengek olive.


"Chagiya gwaencana?" tanya hoseok cemas.


"Kenapa kau tidak membangunkan ku. Aku takut sendirian disini chagiya,,, hiks' hiks' " olive sesenggukan.


"Ah, miane.. Miane." hoseok langsung memeluk pacarnya.


"Hoek!"


Salah satu dari teman- temannya mulai mengejek. Jimin memasukkan jari telunjuk ke kerongkongan agar mengeluarkan suara muakan.


"Aku mau muntah sekarang." celetuk nya tak terima melihat sepasang kekasih itu yang terlihat romantis. Hoseok dan olive tidak perduli. Dunia hanya milik mereka berdua. Yang lain hanya menumpang. Begitu lah,,,


"Dimana zara?" ucap seokjin yang sedari tadi mencari gadis incarannya.


"Bukannya, seharusnya dia ada disini" ucap hoseok


Seokjin fokus mencari zara setiap sudut ruangan. Namun hasilnya nihil.


"Kemana dia?" ucap seokjin bertanya-tanya.


Sementara itu, jimin kini mendekati sisi ranjang yang ada raquel di sana. Ia menatapnya.


"Apa sebaiknya kita bangun kan saja?" ucap nya. Entah pada siapa dia bicara


Hoseok dan seokjin langsung menatapnya.


"Tapi bukan kah dia sedang teler." tutur jimin


"Yah, dari tadi raquel di samping ku?" kata olive yang baru sadar.


"Kau tidak tahu?" tanya hoseok.


Olive menggeleng dengan wajah polosnya. Hoseok hanya tersenyum kala ia selalu di perlihatkan wajah olive yang sangat lugu. Sungguh membuat gemas. Kalau tidak orang lain di sana mungkin hoseok akan langsung memakan olivia di sana.


"Aku akan bawa dia." ucap jimin yang kini sudah menggendong raquel dengan gaya bridal.


"Aku keluar duluan." ucapnya kembali sambil membawa Raquel keluar dari kamar itu.


Hoseok pun juga mulai bergerak bersama olivia.


"Ayo chagiya kita keluar." tuturnya pada kekasihnya itu. Olivia menuruti ucapannya.


Sementara itu seokjin masih khawatir dengan zara karena tidak menemukannya.


"Ya'. Ayo keluar. Barangkali zara sudah keluar. Kita cari dia di luar saja" tutur hoseok


Dan seokjin pun ikut keluar setelah sepasang kekasih itu.


_


Di ruang tengah sudah ada Suga, Rm, jungkook, taehyung dan jimin juga yang tadi keluar lebih dulu. Mereka sedang menunggu seokjin, hoseok dan olivia.


Tak berapa lama. Seokjin dan yang lain muncul.


"Kami tidak bisa menemukan zara." ucap seokjin langsung, saat sampai di depan mereka.


"Mwo?" -mulut jungkook membulat.


"Memangnya kemana dia?" tanya suga


Seokjin menggeleng tanda tak tahu. Wajahnya juga kelihatan bingung, perasaannya kini khawatir.


Taehyung yang tahu di mana zara. Hanya terus diam dan menutup mulutnya.


"Jadi kita harus bagaimana?" tanya jimin pula.


"Kita harus mencarinya. Aku khawatir, karena zara penakut." ucap olive


Mendengar kata-kata olivia semakin membuat seokjin cemas.

__ADS_1


"Ayo kita berpencar untuk mencarinya." usul seokjin


"Baiklah, aku akan pergi ke arah sana."


Tanpa mau berlama-lama seokjin langsung pergi begitu saja. Sedang kan yang lain masih belum bergerak.


"Jungkook ayo pergi dengan ku." ucap suga.


"Baiklah,," Mereka pergi.


"Aku juga akan mencari." tutur taehyung dan kemudian pergi ke arah yang berlawanan.


"Jimin, kita ke arah sana." ajak hoseok


"huh, nde!" jimin malah kaget.


"Ck' kau ini. Ayo,,," -hoseok


Jimin terdiam, ia sebenarnya tak mau pergi. Bahkan ia sempat menoleh ke arah raquel yang terbaring di sofa. Sebenarnya ia hanya mau menjaga raquel. Tapi mau bagaimana lagi. Demi solidaritas ia harus ikut pergi mencari zara.


"Chagiya, kau tunggu disini ya." ucap hoseok pada olive sebelum ia pergi


"Aku mau ikut" pinta olive karena dia juga sangat khawatir pada zara.


Ia tahu pasti bagaimana jika zara ketakutan di saat seperti ini. Ia bisa merasakan hal itu dalam dirinya. Karena dia, zara mau pun raquel akan merasakan kontak batin yang kuat jika salah satu dari mereka terjadi sesuatu.


"Aniya,,, kau temani raquel disini."


"Kan ada Rm. Kau tolong jaga dia ya,," ucap olive pada Rm.


"Nee?" Rm agak bingung saat itu.


Padahal ia juga mau ikut mencari zara. Tapi tiba-tiba olive menyuruh nya untuk tetap stay bersama raquel.


"Kalau aku dan raquel tinggal berdua an disini. Aku akan ketakutan,,, apa kau mau aku mati ketakutan disini?" ucap olive pada pacarnya itu dengan nada agak mengancam.


Muka hoseok langsung pucat pasih ketika mendengar ucapan olivia.


"Ah, benar juga. Baiklah kalau begitu kau ikut dan Rm yang berjaga disini." ucap hoseok lalu mereka pergi meninggalkan Rm bersama raquel disana.


Rm tidak bisa menolak jika itu harus. Lagi pula dia pria jadi wajar jika ia di sana untuk menjaga dan melindungi seorang wanita. Acakiyah'


Beberapa detik,,,


Berubah jadi menit. Rm masih duduk di sana sendirian, sambil menemani gadis yang tertidur karena teler.


"Ck, kemana mereka semua. Apa mereka masih belum menemukan nya?" rm bicara sendirian di sana sambil bergumam-gumam.


Ia bukan gelisah. Sebenarnya ia takut kalau-kalau raquel bangun. Tiba-tiba melakukan hal yang aneh, ia teringat kejadian waktu itu. Raquel yang nyosor duluan padanya.


Kan jadi ngeri' , apalagi dalam sikon mendukung seperti itu. Bukan kah raquel akan melakukan yang lebih ekstrim padanya. Rm sudah bisa membaca situasi yang akan terjadi jika gadis bar-bar itu bangun dati tidurnya.


Rm harus bersabar untuk menunggu mereka beberapa detik lagi. Barang kali memang zara belum di temukan.


Di tengah keheningan. Rm terdiam menatap raquel yang terbaring tanpa memakai selimut. Di situ lah rasa respect rm muncul. Dia jadi tidak tega melihatnya. Kebetulan saat ini ia tengah memakai jaket.


Di lepaskannya jaket itu. Kemudian di selimuti nya setengah tubuh raquel menggunakan jaket tersebut.


Tiba-tiba sebuah kalimat keluar dari mulut raquel,,,


"Rm- mah, aku menyukai mu.." tuturnya seperti orang melantur. Ya,, mungkin raquel sekarang sedang mengigau.


Rm terdiam beberapa detik. Namun setelah itu mencoba berpura-pura tidak mendengar ucapan raquel. Ia menganggap hal itu hanyalah igauan semata.


Tapi, sedetik kemudian. Tangan raquel bergerak ke arahnya. Seolah ia tahu rm saat ini duduk di sampingnya. Raquel memegang tangan Rm perlahan.


"Yah, apa kau tidak mendengar ku?" ucapnya dengan nada lemas.


Kini mata raquel telah terbuka walau pun hanya setengahnya. Ia langsung menunjukan tatapannya ke arah Rm.


Rm tentu tidak menyangka jika gadis itu terbangun dari tidurnya. Jadi, artinya. Ucapan yang tadi bukan lah igauan semata?


_


Bersambung...





......Jangan lupa......


...LIKE...


...Vote...


...Dan tinggalkan jejak komentar kalian ya readers.....


...Terimakasih juga selalu mensupport cerita author....


...See you next story...

__ADS_1


...😘...


__ADS_2