OBSESSION Girl

OBSESSION Girl
-OBG-part16


__ADS_3

_


Masih di gazebo milik seokjin. Rumah sebesar itu, di tempati hanya untuk taman bermain. Pria bernama asli Kang seokjin itu tidak jauh beda kelakuannya dengan Raquel adeline. Keduanya sama- sama suka melakukan hal aneh dan punya pemikiran yang random.



Seokjin membeli rumah seharga seratus milyar hanya untuk tempat hang out dan marka perkumpulan nya dengan teman-teman. Begitu juga raquel, yang meminta pada ayah nya agar ia bisa memiliki apartemen lantai atas untuk tempat dia bermain dengan sahabat- sahabatnya. Bedanya Seokjin membeli dengan uang hasil kerja keras, sedangkan raquel meminta nya dengan merengek pada ayah nya. Padahal keduanya sama- sama sudah punya rumah mewah. Tapi mungkin karena kelebihan materi jadinya gabut. Alhasil beli rumah lagi.




_


"Apa kita harus pulang sekarang?" tanya raquel kepada kedua temannya.


"Oh, kalian sudah mau pulang?" celetuk taehyung.


"Aku sih terserah. Tapi kelihatannya olive sudah mengantuk." tunjuk raquel kepada olive yang kini bersandar di bahu hoseok di sebuah sofa tunggal. Kemudian tertidur karna kekenyangan.


"Apa tidak apa-apa. Tapi kau tadi minum alkohol kan?" kini jungkook ikut memikirkan para gadis itu.


"It's okey. Aku tidak mabuk." jawab raquel mencoba berdiri dan ia baik-baik saja.


"Raquel, biar aku yang menyetir." zara menengadahkan tangannya. Meminta raquel menyerahkan kunci mobil.


"Kalian yakin mau pulang?" tanya seokjin sekali lagi.


"mwo. Apa kau berharap kami menginap disini?" tanya zara mencoba menebak maksud perkataan seokjin.


"Ah, tidak. Bukan begitu." seokjin menolak lupa. Kalau dia memang mengharapkan hal itu.


"Bagaimana dengan olive?" - raquel.


"Bangunkan saja. Tidak mungkin kan kita berdua menggendongnya sampai mobil." celetuk zara sembari mengaitkan tas kecil berwarna putih nya ke bahunya.


"Hoseok, bisa kau bangunkan dia." ucap raquel.


"Sepertinya aku tidak bisa." hoseok menolak.


"Biar aku saja." zara ingin beranjak untuk membangunkan olive.


"Stop!" cegat hoseok dengan satu tangan ke depan.


"Jangan bangun kan dia." tuturnya


"Why, kami mau pulang.." tekan zara


"Kalau mau pulang, kalian saja. Olive akan tidur di sini." ucap hoseok.


Kini pria bermarga jung itu mencoba untuk mengubah posisi olive dan meletakkan kepalanya di tangan. Kemudian perlahan mengangkat gadis itu dengan gaya bridal.


Bahkan di bawah alam sadarnya olive mengaitkan tangan di leher hoseok dan menyembunyikan wajahnya di dada hoseok.


"Aku masuk dulu." ucap hoseok yang kini membawa olive ke dalam rumah.


"Ya' ya! Aist,,," zara mendesis.


Ingin menghentikan hoseok tapi ia tidak bisa. Sebab semua orang kini juga tahu kalau mereka itu pacaran.


"Jadi, bagaimana?" tanya raquel.


"Molla (tidak tahu)." zara duduk lagi dengan lesu.


"Cuaca juga sedang dingin. Ini sudah hampir lewat jam 12. Bahaya jika kalian pulang tanpa pengawasan." ucap seokjin


"Lihat, langit mulai menghitam. Sepertinya akan turun hujan." taehyung menambahi.


Raquel dan zara langsung menatap langit. Benar saja langit terlihat hitam pekat bahkan bulan bintang sudah tak terlihat lagi. Kilat pun mulai terlihat menjalar di antara awan hitam.


"Zara, kau masih ingin pulang?" tanya raquel agak cemas setelah melihat cuaca.


Zara tidak menjawab. Ia masih mencoba membolak balikan pikirannya.


Tidak sampai berapa detik Tiba-tiba,,,


Brussh,,,,

__ADS_1


Hujan turun dengan lebatnya.


"Yah, hujan." ucap zara


"Sepertinya kita tidak bisa pulang."


Zara menghela napas dalam-dalam. Mau bagaimana lagi. Mau tidak mau mereka memang harus menginap di tempat seokjin.


_





_


Kini semua orang berada dalam rumah. Hujan tak henti-henti nya membasahi bumi. Bahkan dengan terpaan angin ribut dan juga kilat yang sesekali menyambar ke permukaan.


"Kalian mau pilih kamar yang mana. Silahkan, rumah ini punya 5 kamar." ucap seokjin


"Bolehkah aku tidur di kamar rm?" celetuk raquel.


Membuat semua orang menatapnya.


"Woah,,, luar biasa!"


jungkook dan taehyung bertepuk tangan. Kini mereka mentertawakan wajah rm yang terlihat tertekan. Seokjin dan suga pun ikut terkekeh. Sepertinya efek dari alkohol yang raquel minum baru terasa sekarang. Makanya dia melantur kemana-mana.


"Tidak boleh. kalau nanti aku khilaf kan bahaya." balas Rm dengan sengaja. Padahal dia takut kalau sampai itu benar-benar terjadi.


Sedangkan jimin hanya terdiam tanpa kata, tanpa ekspresi. Sepertinya ia kesal mendengar semua ini. Sungguh, menerima kenyataan itu pahit.


"Sepertinya teman mu itu mabuk zara." celetuk taehyung yang berdiri di dekat zara.


Zara menekan pelipisnya. Ia tak bisa berkata-kata lagi melihat tingkah sahabatnya itu.


"Aku masuk duluan." tutur suga yang sudah tak tahan mau rebahan.


"Aku juga. Mau mandi dan ganti baju." ucap jungkook pula seraya mengendus bajunya yang mengeluarkan bau alkohol bercampur aroma nikotin.


Lalu yang tersisa tinggal seokjin, jimin dan Rm. Tentunya bersama dua gadis itu, raquel dan zara.


"Loh, kalian tidak jadi pulang?" tanya hoseok yang baru saja muncul dan kini menghampiri mereka di ruang tengah.


"Di luar sedang hujan. Makanya mereka aku larang pulang." jawab seokjin mewakili.


"Oh, benarkah."


Ternyata hoseok sama sekali tidak menyadari kalau cuaca di luar sana sedang hujan.


"Sedang apa saja kau. Sampai tidak tahu kalau hujan." ucap rm yang saat ini tengah duduk di sofa.


"Ani,, sungguh aku tidak mendengar suara apa pun. Kau tahu sebesar apa rumah ini." balas hoseok.


Baru saja ia mau mendaratkan bokongnya ke sofa. Tapi tiba-tiba zara dan raquel menanyakan olivia.


"Mana olive?"


"Ada di kamar." balas hoseok


raquel tetiba mendekati hoseok lalu meremas bagian kerah bajunya. Kemudian memicingkan mata.


"Kau tidak menidurinya kan?!" tuturnya.


Aroma alkohol yang keluar dari dalam mulut raquel langsung menyambar hidung lancip hoseok.


"Kau mabuk?!" hoseok melotot


"Ya' raquel hajima!" zara seketika menarik raquel dan menjauhkan cengkraman tangan nya yang sedang meremas baju hoseok.


'Ah, miane hoseokah. Dia memang begini kalau lagi mabuk." ucap zara tak enak hati.


"Oh gwaencana." hoseok memaklumi bahkan ia tersenyum.


"Olivia memang ada di kamar ku. Tapi aku tidak tidur dengannya." jelas hoseok.

__ADS_1


"Kalau begitu. Bolehkah kami tidur sekamar dengan olive." pinta zara


"Tentu saja. Tidak ada larangan disini kalian bebas mau memilih tempat dimana kalian bisa tidur." ucap seokjin.


"Yak' aku boleh dong tidur di kamar nya rm?" lagi-lagi raquel mengatakan hal yang di luar nurul.


"Aiist' gadis ini benar-benar membuat ku sakit kepala." Rm mengusap wajahnya dari atas ke bawah.


Ia tak tahu lagi harus mengatakan apa. Percuma saja ia harus menjawab sebab bicara pada orang mabuk sama seperti bicara pada anak kecil yang belum tahu arti.


"Sebaiknya cepat bawa raquel ke kamar. Sebelum permintaan nya semakin jauh." tutur jimin yang mulai jealose.



"um,,, kami ke kamar dulu. Selamat malam" zara menundukkan kepala nya. Lalu membawa raquel menuju kamar di temani hoseok yang menunjukkan jalan di mana olive berada.





Sampai langkah mereka di depan pintu salah satu kamar. Hoseok mencoba membantu zara membopong raquel membawanya masuk ke kamar. Lalu meletakkan nya ke ranjang tepat di sebelah olive yang sedang tertidur sangat rapi dengan selimut tebal membalut tubuhnya. Persis seperti putri tidur yang ada di cerita dongeng.


"huft' raquel benar-benar, ck." kepala zara menggeleng. Menatap raquel yang sudah teler di tempat tidur.


"Sebaiknya kau juga cepat beristirahat." ucap hoseok


"Ah ya. Terimakasih ya sudah mau membantu ku membawa raquel."


"It's oke." balas hoseok kembali


"Aku juga mau istirahat. Tutup pintunya." imbuh hoseok kemudian dia pergi dari kamar itu.


Zara menatap dalam kedua teman-temannya yang terbaring di ranjang. Bukan karena kasihan, atau ada perasaan apa yang timbul di pikirannya. Hanya saja, sudah tidak ada tempat di ranjang itu. Raquel dan olivia benar-benar sudah memenuhi spring bed ukuran 180 x 200 cm itu.


"Ck, baiklah. Sepertinya aku akan tidur di sofa saja." Zara hanya bisa bersabar. Kala ia harus mengalah pada yang lebih muda satu tahun darinya.


"O, aku tidak bisa tidur dengan baju seperti ini." gumamnya pelan sambil menatap pakaiannya.


Zara berangkat dari rumah Raquel dan meminjam bajunya. Ia sekarang memakai hem putih dengan celana jeans ketat. Sungguh tidak nyaman jika harus tidur dengan pakaian seperti itu.


"Apa aku boleh meminjam baju."


"Tapi baju siapa yang harus ku pinjam?" zara kini termenung memikirkan siapa yang harus ia tuju saat ini.


Lantas ia terpikir ingin meminjam baju pada taehyung saja. Segera ia merogok ponselnya di dalam tas kecil berwarna putih miliknya. Lalu ingin menelpon kim taehyung. Tapi sedetik kemudian zara berhenti, ia kembali memikirkan. Apa baik- baik saja jika dia menelpon taehyung. Bahkan sekarang taehyung berstatus sebagai atasannya di kantor.


"Ah, sebaiknya jangan." zara mengurungkan niat nya dan meletakan ponselnya kembali.


"Tapi aku tidak bisa tidur dengan pakaian seperti ini." ia mulai gelisah.


"Apa aku pinjam ke seokjin saja ya?" pikir nya kembali.


Zara tidak tahu bagaimana caranya meminjam baju kepada tuan rumah. Ia segan. Kini ia berjalan mondar mandir sambil sedikit memainkan bibirnya karena bingung.


Zara berhenti dan menghela napas besar. Lalu melangkah keluar dari kamar.


Bersambung...





......Jangan lupa......


...LIKE...


...Vote...


...Dan tinggalkan jejak komentar kalian ya readers.....


...Terimakasih juga selalu mensupport cerita author....


...See you next story...

__ADS_1


...😘...


__ADS_2