
•
Masih dengan cerita Raquel, kini ia membuat kesepakatan dengan Kang seokjin untuk membantu nya mendapatkan Rm. Entah kebetulan atau memang sudah takdir, kedua orang ini sama-sama memiliki tujuan yang tak jauh berbeda
Tentu saja kesempatan itu tidak mau di sia-siakan oleh raquel. Seokjin juga butuh bantuannya,
"Baiklah, aku bisa membantu mu untuk dekat dengan sahabat ku."
Seketika raquel terkekeh,
"Sahabat?,,, sahabat macam apa yang menjual sahabatnya untuk mendapatkan perempuan?" ejek raquel.
"Ya' kita sama-sama bejat. Kau sama saja. Jadi tidak usah menyindir ku." ucap seokjin yang membuat raquel langsung terdiam.
"Jadi apa rencana mu kali ini?" -raquel.
"Aih' jangan menyuruh ku menyusun rencana tiba-tiba." balas seokjin.
"okey, okey,,, baiklah. Aku akan menunggu." ucap raquel kemudian berdiri.
"hubungi aku jika kau sudah punya rencana." imbuh raquel
lalu gadis itu menunjukkan secarik kertas.
"ini kartu nama ku. Hubungi aku jika kau butuh sesuatu." tuturnya kembali.
Seokjin menerima kartu nama itu.
"Baiklah akan ku hubungi kau nanti." ucap seokjin pula.
"Kalau begitu aku permisi. Terimakasih atas waktunya."
"mau ku antar?" tawar seokjin.
"Oh, tidak usah."
Raquel beranjak dari tempatnya menuju pintu keluar. Dan jimin baru saja muncul setelah raquel menghilang.
"Jin!' " seru jimin
Spontan seokjin menoleh.
"Loh, dia kemana?" tanya jimin mencari-cari raquel yang sudah pamit sedari tadi
__ADS_1
"sudah pulang." jawab seokjin singkat
"Aiih',,, aku belum sempat mengatakan apa-apa padanya." ungkap jimin sedikit kecewa.
Seokjin menepuk-nepuk sebelah bahu jimin untuk menyabari nya.
"Oh, aku lupa. Tadi aku sudah mencari ponsel mu. Tapi aku tidak menemukannya. Kau yakin kau meninggalkannya di ruang arcade?"
ucap jimin yang teringat tentang ponsel seokjin yang tidak berhasil ia temukan.
Tiba-tiba seokjin menunjukkan ponsel di tangannya.
"ini, aku lupa kalau ponsel ku ku taruh di kantong celana." tuturnya lalu tersenyum dan berlalu begitu saja.
Sedangkan jimin masih disana dengan menatapnya heran.
_
Di halaman rumah seokjin. Raquel baru saja keluar dari rumah itu. Ia memasang kembali kacamata hitam nya dan berlari kecil ke mobil, untuk menghindari teriknya sinar matahari.
Bersamaan dengan itu. Suga yang baru kembali dari studio, melihat raquel yang baru saja masuk ke mobil dan meninggalkan kawasan rumah seokjin.
Ia tak mengatakan apa-apa hanya menatap seksama. Mengenali siapa perempuan yang baru saja keluar dari mansion. Namun berapa detik suga melanjutkan langkahnya. Ia tak begitu ingin memperhatikan. Ingat, suga tipikal orang yang cuek. Tapi mungkin dia nanti akan mem- pertanyakan nya langsung dengan sahabatnya. Seokjin.
"hhh, apa ini?. Kenapa aku jadi memikirkannya trus. Apa aku terobsesi? " pikir nya dengan bergumam sendirian di dalam mobil.
Sepanjang jalan raquel tak berhenti membayangkan wajah pria idamannya itu. Bahkan sebelum ia tahu apa yang akan terjadi nanti nya. Entah Rm akan menerima dia atau di tolak. Itu urusan belakangan. Yang penting kejar saja sebelum janur kuning melengkung, raquel akan melakukan apa saja demi mencapai tujuannya. Sekali pun hal bodoh.
_
Sementara itu, di situasi yang berbeda. Zara yang kini sudah berada di depan apartemen mereka. Ia baru saja pulang dan di antar oleh atasannya.
Siapa lagi kalau bukan Kim taehyung.
"Taehyung si,,, gomawo." ucap zara sebelum ia turun dari mobil Ferrari merah milik pria bernama kim taehyung.
Taehyung hanya mengangguk dan tersenyum tipis, setipis tisu tesa.
"kalau begitu aku turun ya." tutur zara kembali dengan nada lembut.
"Ya. Jangan lupa besok datang ke kantor jam 6.30." ucap taehyung mengingat kan.
__ADS_1
"Ah, nee.." jawab zara dengan muka polosnya.
Taehyung tersenyum sebelum pergi meninggalkan kawasan dengan mobilnya.
Zara sempat membungkuk memberikan salam/hormat sebelum taehyung beranjak. Gadis itu kini melanjutkan langkah masuk ke basemen apartemen.
Zara masuk lift dan harus melewati 11 lantai untuk sampai di apartemen miliknya. Oh, lebih tepatnya apartemen milik bersama.
Tink!
Sampai lah zara di lantai paling atas yaitu lantai 12. Zara berjalan di lorong sepanjang 5 meter. Dan di ujung adalah pintu masuk apartemennya.
Zara tak mengetuk pintu terlebih dahulu. Dengan segera Ia menekan tombol password . Sebab zara juga penghuni rumah itu jadi ia tahu berapa kode password yang harus ia tekan.
Tin'tin'tin'tin'tin'tin,
6 angka sudah ia tekan. Dan pintu pun terbuka secara otomatis. Tanpa perasaan lelah kini zara memasuki ruang tengah.
"Kamcagya!!!,,,,"
Betapa terkejutnya ia saat melihat ada dua orang sedang memadu kasih di depan ruang televisi. Zara langsung gercep keluar dari ruangan.
•
Bersambung...
•
•
•
......Jangan lupa......
...LIKE...
...Vote...
...Dan tinggalkan jejak komentar kalian ya readers.....
...Terimakasih juga selalu mensupport cerita author....
...Salam support selalu...
...See you next story...
__ADS_1
...😘...