OBSESSION Girl

OBSESSION Girl
-OBG-part12


__ADS_3


Setelah melihat ekspresi zara. Raquel sudah bisa menebak apa yang akan dia ucapkan setelah ini.


"Bisa tidak jangan bahas-bahas orang itu." ucap zara di ikuti raquel yang juga mencoba meledek nya dengan kalimat yang sama.


Zara memutar matanya ke atas setelah raquel mengikuti ucapannya.


"Sudah ku duga kau akan mengatakan hal itu." tutur raquel dengan mengangkat satu alisnya.


Zara menghela napas panjang. Kemudian ia berkata,,,


"Tolong jangan ingatkan aku pada brengsek itu." zara kesal ketika mendengar namanya.


"Miane. Makanya tadi aku tanya dulu dengan mu. Tapi ternyata kau marah, jika ku tahu aku tidak akan bertanya." ucap raquel yang mengurungkan niat untuk membahas tentang sobin.


"Aniya,,, aku tidak marah. Aku hanya kesal setiap kali mendengar nama nya." tutur zara sekali lagi


"gwaencana,, aku paham perasaan mu." raquel menggapai tangan zara yang ada di atas meja lalu menepuk- nepuk pelan.


Zara hanya tersenyum kepada sahabatnya itu. Dia tahu raquel bersimpati padanya.


"Lupakan. Kita bisa bahas yang lain." timpal raquel.


Lalu zara melanjutkan kembali makannya dengan dessert yang masih tersisa separuh di piring.


"um,, zara apa kau masih ingat dengan kang seokjin?"


Tiba-tiba raquel menyimpangkan topik mereka.


Sekali lagi gadis dengan rambut hitam tergerai panjang itu menatapnya. Ia menyerngitkan kening ketika mengingat siapa kang seokjin.


"Lelaki yang kemaren mengadakan pesta,," imbuh raquel


"ooh,,,, dia. Cogan itu.." kini zara ingat.


"ya,, " balas raquel.


"Apa kemarin dia mencoba mendekati mu?" tanya raquel ingin tahu.


Zara mempout kan bibirnya lalu berpikir


"umm, memang malam itu dia mendekati ku. Kami tidak sempat mengobrol banyak. Karena dia mabuk berat. " jelas zara


"jadi, apa kau tidak sempat bersenang- senang dengannya?" tanya raquel lagi. Sudah seperti reporter mencari informasi pada narasumber.


"um,,, sempat si. Tapi tidak begitu lama. Aku lebih banyak mengobrol dengan taehyung. Dia menemani ku malam itu saat seokjin mabuk berat."


"owh,,, begitu.." mulut raquel membulat.


"wee?,, kenapa tiba-tiba kau menanyakan dia. Apa jangan-jangan kau suka?,," tuding zara dengan tatapan curiga


"ah, a-ani',,, aku cuma bertanya. Karena malam itu kan aku tidak dengan kalian " jawab raquel.


"Oh, ya. Sebenarnya ada yang ingin aku tanya kan juga padamu. Malam itu kau kemana?"


Kini zara membalikkan situasi, kali ini ia yang mengintrogasi Raquel.


"eng,, malam itu aku bersama Rm." jawab Raquel tanpa ragu.


"Benarkah?!,," mata dan mulut zara membulat sempurna ketika mendengar jawaban raquel yang tak terduga.


Raquel bukan tipe orang yang suka sembunyi-sembunyi di depan teman- temannya. Dia akan menceritakan semuanya apa adanya dan demikian.


"Ya,, kami bersenang-senang juga malam itu " tutur raquel seolah ia bangga dengan apa yang ia dapatkan malam itu.


"Bersenang-senang?!. Tapi aku tidak melihat mu setelah kami menari di lantai dansa. Kau dan pria itu menghilang, kemana kalian?" tanya zara dengan detail. Sungguh zara adalah orang penasaran.


Raquel tak menjawab. Ia malah tersenyum miring dengan matanya yang tajam seolah menyembunyikan sesuatu.


"Wee wee wee,, apa terjadi sesuatu antara kau dengannya,,," zara memicing kan mata dan ikut tersenyum curiga.


"Menurut mu?" tanya raquel balik.


"Aih,,, cerita lah. Aku penasaran, sepertinya cowok itu menyukai mu raquel-ah." tutur zara berasumsi


"Molla,, tapi yang jelas, I really like him."


"Kalian terlihat cocok kok. Kenapa tidak pdkt an saja dlu." usul zara


"Aku lupa meminta nomor nya." raquel mengendus kan napas.


"Aaa,,, " zara hanya mengangguk- angguk.


"Zara, kalau seokjin minta nomor telepon mu. Apa boleh?" tiba-tiba raquel mengganti topik pembicaraan.


seketika zara terdiam menatap kepada sahabatnya itu


"Kenapa. Emangnya dia ada minta nomor telepon ku pada mu?" tanya zara balik.

__ADS_1


"umm,, sebenarnya tadi pagi aku ke rumahnya."


"mwo?! ngapain kamu kesana?" -zara


"Biasalah papah menyuruh ku untuk mengecek kediaman orang baru itu. Kau tau lah,,, papah ku selalu akan menyuruh ku untuk mewakili nya sebagai pemilik perumahan di komplek ini,," jawab raquel


Ingatkan, sebelum zara melompat dari ranjang tadi pagi. Raquel sempat mengecek ponselnya. Ia membaca pesan dari papah nya pagi itu.


"owh,,," zara kembali mengangguk- angguk.


"hei, zara. Kau belum menjawab ku tadi." tegur raquel


"ah, iya. Kenapa tadi?" zara berpura-pura bodoh


seketika raquel memutar matanya ke atas dengan wajah malas, sekali ia mengendus napas kesal.


"Sudahlah, lupakan. " ucap raquel


Dan zara hanya tersenyum lebar. Seperti dugaan raquel. Zara pasti masih mengharapkan sobin.


Setelah itu raquel tidak mempertanyakan apa pun lagi tentang seokjin ke zara. Kedua nya hanya diam sambil menikmati suasana.


Ping!


Tiba-tiba raquel dapat notif dari ponselnya. Sebuah pesan baru saja masuk,,,,


^^^Unknown :^^^


^^^Hei, ini aku kang seokjin^^^


^^^Malam ini ada acara tidak. Bagaimana kalau kau dan kedua teman mu datang ke rumah ku^^^


_


Raquel terdiam sesaat memikirkan tawaran dari seokjin tersebut. Ia diam-diam menatap ke arah zara. Gadis itu juga sedang asik dengan ponselnya.


Anda:


Jam berapa?


^^^Unknown :^^^


^^^jam 10^^^


^^^aku mengadakan barbeque. Jangan lupa ajak zara,,, Kalau dia tidak ikut maka perjanjian kita batal^^^


Anda:


^^^Unknown :^^^


^^^tidak, itu hanya peringatan.^^^


^^^Cam kan itu! 😏^^^


_


"Haiist' dasar menyebalkan!"


Raquel sempat berdesis kecil sebelum ia membalas kembali pesan dari seokjin.


Anda:


Yyyy' baiklah,,,😒


_


Setelah itu raquel menutup ponsel nya. Lalu ia berkata,,,


"Ayo pulang. Rasanya aku sudah capek." tutur ny pada zara


Zara pun kini menatapnya.


"oh, kau mau pulang?" ia malah balik tanya.


Dan raquel mengangguk.


Zara terdiam beberapa saat seperti sedang memikirkan sesuatu. Lebih tepatnya ia memikirkan tentang olive yang sedang mojok di apartemen mereka.


"Apa mereka udah selesai?" tanya zara dalam hatinya.


"Hei, zara!" celetuk raquel menyadarkan zara dari lamunan nya.


"Eh, iya,,,"


Raquel berdiri lebih dulu.


"Kamu duluan saja ke mobil. Biar aku bayar makanan dan minumannya." ucap raquel dan langsung meninggalkan zara di tempat.


Zara hanya bisa menghela napas berat. Jadi serba salah, karen bingung ingin mengatakan apa tentang olive pada raquel.

__ADS_1


_


Selesai membayar, raquel langsung ke parkiran dan masuk ke mobil.


"Ayo za,," ucapnya seraya memasang seat belt.


Namun zara termenung dan tak menyalakan mobilnya


"Yak, zara Annora! "seru raquel dan menyadarkan zara untuk kedua kalinya gadis itu melamun tanpa alasan yang jelas.


"Eh',, i i iyaa,,,," kini zara menyalakan mesin mobil dan mulai menjalankannya.


_


Di perjalanan, raquel tentunya masih bertanya-tanya dengan sikap aneh zara.


"Waeyo?" tanya raqeul tiba-tiba memecah keheningan.


Zara menoleh sekali,


"Mwo?" tanya kembali.


Kemudian fokus lagi ke jalanan.


"Apa kau masih memikirkan hal yang tadi?" -Raquel.


Zara menyerngitkan keningnya.


"Yang tadi. Yang mana?"


Keduanya kini saling melemparkan pertanyaan.


"Hmm,, "


raquel menghela napas singkat.


"Apa kau memikirkan sobin. Atau kau memikirkan tawaran ku tentang seokjin?" balas raquel.


"oh. Engg,,, i dont know raquel." jawab zara


"Zara, kenapa kau tidak coba saja dulu dekat dengan seokjin. Barang kali dia lebih baik dari sobin." tutur raquel kembali


"aniya,,, bukan. Masalahnya aku belum bisa memastikan kalau hubungan ku dengan sobin sudah berakhir. Kan kami tidak ada kata putus,,"


"hedeh,, jangan bodoh zara. Sudah tahu sobin meninggalkan mu. Dan sekarang, sudah berapa bulan dia tidak pernah menghubungi mu. Bahkan kau bilang nomornya tidak aktif, kau ingat!" cecar raquel.


Zara hanya terdiam dengan wajah nya yang seketika berubah sendu. Mengingat kekasihnya itu kini menghilang dan menggantung hubungan mereka.


"sudah lah zara,,, untuk apa kau masih mengharapkan pria seperti dia. Masih banyak yang mau dengan mu. Kau cantik, berprilaku baik. Kau juga kaya. Kenapa kau mau dengan pria playboy seperti dia." timpal raquel.


Sekali lagi. Zara hanya terdiam tanpa mau berkomentar. Dia tidak tahu bagaimana menjelaskan perasaan nya saat ini. Itu sungguh sulit baginya.


"Oh ya, malam nanti kamu ikut dengan ku ya." ajak raquel


"kemana?" .


"Ada deh,, pokoknya kamu ikut saja." tutur raquel sambil tersenyum.


Zara yang sudah percaya dengan sahabatnya itu hanya iya iya saja. Tanpa bertanya lagi lebih jauh.


Malam ini akan menjadi malam yang menyenangkan tentu nya. Pikir raquel dalam hatinya. Apa rencana raquel kali ini, apa dia akan menjual sahabatnya demi cinta pertamanya?,,,


Apa dia setega itu?,,,


Tentu saja. Kalau dia mau dia bisa lakukan itu. Apa pun, asal dia mendapatkan apa yang ia inginkan.


_


Bersambung...





......Jangan lupa......


...LIKE...


...Vote...


...Dan tinggalkan jejak komentar kalian ya readers.....


...Terimakasih juga selalu mensupport cerita author....


...Salam kecup basah dari mimin dan namu :*...


...See you next story...

__ADS_1


...😘...


__ADS_2